Surabaya– Buah dan sayur memang makanan sehat yang harus di konsumsi. Tapi, jika keinginan mengonsumsinya sudah dirasa melebihi bayas normal, seseorang harus hati-hati. Bisa saja dia sebenarnya mengidap orthorexia. “Sebetulnya orthorexia itu kelainan yang masuk kelompok diagnosis besar body dysmorpich,” unagkap dr Ignatius Darmawan Budianto SpKJ (K).
Penderita body dysmorpich disorder (BDD) selalu merasa dirinya tidak memiliki bentuk tubuh yang ideal. Darmawan mengatakan , orthorexia sering ditemukan pada perempuan.
Gejalanya, para perempuan lebih suka mengonsumsi makanan yang dikatakan sebagagai makanan sehat. Yang menjadi masalah, konsumsi itu dilakukan tanpa konsultasi ke ahli gizi terlebih dahulu.
Berbeda dengan vegetarian, penderita orthorexia akan terlihat begitu terobsesi dengan makanan-makanan sehat. Sebab, sebenarnya orthorexia juga masuk kelompok obsessive compulsive disorder (OCD). Karena itu, psikiater konsultan di RS Adi Husada Undaan tersebut menyatakan, orthorexia pun berkaitan dengan depresi dan adikasi.
Meskipun faktor genetik diketahui sebagai penyebab utamanya, faktor sosial tak luput sebagai salah satu pemicu orthirexia. Biasanya, orthorexia ditemukan pada remaja sampai mereka yang berusia dewasa. Penderita orthorexia cenderung akan menjadi picky da;am urusan makanan.
Hanya mnegonsumsi makanan yang tinggi vitamin dan mineral seperti buah dan sayur sebenarnya tidak disarankan. “ Karena yang dibutuhkan tubuh itu mulai karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, sampai air,” jelas Andriyanto SH Mkes, direktur Akademik Gizi Surabaya . (fit/c10/ayi)
Sumber : Jawa pos. 20 oktober 2015. Hal 40

