Waspadai Lekukan Kulit Menghitam. Jawa Pos.13 November 2015.Hal.44

Bisa Jadi Merupakan Gejala Diabetes

SURABAYA – Diabetes tumbuh menjadi penyakit yang semakin mengkhawatirkan. Jumlah penderita yang terdeteksi di sebuah negara pun selalu sama dengan jumlah orang yang tidak terdeteksi. Bahkan, sebuah jurnal kesehatan di luar negeri menyebutkan bahwa 11 persen pendapatan orang dewasa digunakan untuk membiayai pengobatan penyakit tersebut.

“Diabetes sebenarnya bisa dengan mudah muncul karena dipengaruhi factor genetis dan gaya hidup,” kata dokter penyakit dalam RSUD dr Soetomo  Prof Dr Agung Pranoto.

Dia menjelaskan, pada 2007 sekitar 5,7 persen orang dewasa di Indonesia mengidap diabetes. Jumlah itu meningkat menjadi 6 persen pada 2013. “Kalau dihitung di seluruh dunia, tiap tujuh detik ada orang meninggal karena diabetes,” tutur Agung. Pada anak, di dunia ada 70 ribu kasus baru.

Menurut Agung, penyakit diabetes tidak disertai tanda-tanda awal yang membahayakan. Biasanya mereka datang ke rumah sakit dalam kondisi yang sudah parah. Contohnya, pada diabetes tipe 1. Diabetes yang banyak diderita anak-anak itu biasanya diketahui ketika penderita sudah kejang, bernapas dalam, dan koma.

“Kalau di daerah, terkadang kejang itu dikira bukan gula darahnya naik. Coba kalau dicek dan ketahuan gula darah naik, pasti anak selamat,” tegas mantan dekan Fakultas Kedokteran Unair tersebut.

Mereka yang terlambat terdeteksi biasanya sudah mengalami komplikasi. Komplikasi bisa terjadi pada saraf, jantung coroner, atau ginjal yang bocor. Karena itu, Agung menyarankan ada deteksi dini untuk mengetahui kondisi gula darah. Misalnya, pemeriksaan darah.

“Apalagi bagi mereka yang mempunyai risiko, seperti ada riwayat diabetes di keluarganya,” ujar Agung. Skrining bisa dilakukan pada usia remaja. “Tidak harus menunggu setelah usia 30-an,” imbuhnya.

Dia juga memberikan contoh tentang tanda-tanda lain orang yng mengidap diabetes. Misalnya, di lekukan kulit terjadi hiperpigmentasi atau warnanya menjadi hitam. “bentuknya seperti daki,” imbuhnya.

Pada perempuan, tumbuh kumis bisa merupakan gejala munculnya diabetes. Mereka yang berat badannya turun drastis juga harus waspada. Apalagi jika mereka sering kencing.

Meski demikian, Agung menegaskan bahwa orang yang menderita diabetes bisa sehat. Syaratnya adalah terapi insulin dan konsumsi obat lain sesuai dengan petunjuk dokter. “Pola hidup harus di jada pula,” bebernya.

Kerugian karena diabetes tidak hanya menimpa penderita, namun juga Negara. Menurut Agung, penderita diabetes merupakan penderita penyakit terbanyak ke-4 penggunaan BPJS Kesehatan.

 

UC Lib-Collect

Jawa Pos. 13 November 2015