Waspadai Virus Zika. Jawa Pos.1 Januari 2015.Hal.36

SURABAYA – Lelah setelah liburan memang wajar. Apalagi jika liburan diisi dengan kegiatan padat dan perjalanan panjang. Namun, jika lelah diikuti naiknya suhu tubuh, sakit kepala berlebihan, dan ruam merah, bisa jadi itu merupakan gejala terkena virus zika. Virus tersebut mirip dengan demam berdarah dan dibawa oleh nyamuk.

Virus itu mulai menjadi pembicaraan setelah pada 28 November lalu Kementerian Kesehatan Brazil menemukan virus zika di jaringan otak bayi. Dalam peta  epidemi dunia, negara-negara di Asia termasuk daerah yang bisa terpapar virus zika.

Hal itu dikuatkan data guru besar mikrobiologi Fakultas Kedokteran Unair Prof Dr dr Kuntaman SpMK (K). dia menjelaskan, kasus infeksi virus zika di Indonesia diketahui pernah diderita seorang perempuan berusia 52 tahun pada akhir 2013. Perempuan tersebut merupakan turis dari Australia yang berlibur di Jakarta selama 9 hari.

“Setelah pulang ke negeri asalnya, perempuan tersebut mengalami panas, kelelahan, badan lemah, dan diikuti sakit kepala yang berlebihan,” ungkapnya.

Bukan hanya itu gejala yang dialami perempuan tersebut. Empat hari kemudian, muncul ruam kemerahan di tengkuk dan punggung. Kondisi kesehatan pasien itu secara ekstrem juga memburuk.

Perempuan tersebut lalu mengalami sedikit batuk kering dan diikuti radang mukosa kelopak mata. “Pasien itu sempat didiagnosis demam berdarah. Sebab, pemeriksaan serologis menunjuk kea rah infeksi dengue,” jelan Kuntaman.

Namun, setelah dilakukan sekuensing atau pengurutan DNA, diketahui bahwa penyebabnya adalah virus zika. Selain gejala tersebut, Kuntaman menambahkan, beberapa pasien mengalami penurunan trombosit dan lekosit darah. “Belum ditemukan kasus pasien meninggal karena virus ini,” katanya.

Menurut dia, virus zika memang mirip dengan demam berdarah atau chikungunya. Menyebarnya pun sama, yakni lewat perantara nyamuk. Nyamuk jenis Aedes aegepty, Aedes albopictus, dan Aedes africanus merupakan jenis nyamuk yang bisa membawa virus itu.

Sementara itu, Ketua Avian Influenza Research Center (AIRC) Unair Prof Dr drh Chairul Anwar Nidom MS menyatakan,, karena gejalanya sama dengan deman berdarah dengue, focus penanganan hanya ke demam berdarah. “Selain dari nyamuk, virus ini bisa menular lewat hubungan seksual seperti HIV/AIDS,” tuturnya.

Saat ini tim AIRC Unair berfokus melakukan riset di Kepulauan Maluku. Ribuan pulau diteliti untuk memonitor virus zika mulai tahun depan. “Kami dibiayai Kemenristekdikti dan salah satu lembaga internasional,” ucap Nidom.

 

UC Lib-Collect

Jawa Pos. 1 Januari 2016