Berwisata, selain tentu saja menyenangkan dan membuka wawasan, juga memiliki risiko. Pembatalan atau penundaan jadwal keberangkatan, kecelakaan, atau sakit di tempat tujuan perlu diantisipasi. Sayangnya, belum semua wisatawan menyadari pentingnya asuransi perjalanan.

 

Seiring meningkatnya antusiasme orang untuk berwisata, lalu lintas perjalanan untuk kepentingan wisata bertumbuh. Jumlah wisatawan sendiri internasional saja pada 2017 adalah 671 juta orang.

Pada 2016, lebih dari setengah wisatawan mencapai destinasinya dengan moda transportasi udara, dilajutkan dengan kendaraan (mobil, bus, sepeda motor), kereta api, dan air. Komposisi penggunaan moda transportasi ini tidak bergeser banyak pada 2017.

Dari banyaknya orang yang melakukan perjalanan itu, masih sedikit sekali yang melengkapi diri dengan asuransi perjalanan. Belum ada data pastinya memang. Namun, gambaran itu bisa kita tarik secara umum dari masih kecilnya penetrasi industri asuransi, baru sekitar 2,8 persen dari produk domestik bruto. Angka penjualan asuransi perjalanan sulit disimpulkan karena pelaporannya dilakukan berdasarkan asuransi kecelakaan, kesehatan, dan asuransi aneka. Pertumbuhan ketiga jenis asuransi itu berkisar 6-9 persen per tahun.

Padahal, asuransi perjalanan amat penting karena di negeri atau provinsi yang jauh dari rumah, kita kerap lebih rentan.

Sakit dinegeri orang akan lebih merepotkan, apalagi jika terjadi kecelakaan. Belum lagi persoalan biaya. Asuransi membantu kita mengatasi persoalan-persoalan tak disangka yang mungkin bisa terjadi.

Ada banyak benefit yang ditanggung asuransi, antara lain biaya pengobatan darurat, kecelakaan, santunan kematian, pemulangan jenazah, perawatan anak dan kunjungan duka, atau evaluasi medis. Terkait perjalanan, asuransi juga menjamin beberapa hal, misalnya menanggung kerugian yang ditimbulkan akibat kehilangan dan kerusakan bagasi atau perlindungan terhadap penundaan perjalanan. Bahkan, ada pula asuransi yang menawarkan manfaat perlindungan rumah dengan membayar kerusakan akibat kebakaran atas isi rumah tertanggung yang ditinggal kosong selama perjalanan dilakukan.

Perlu dicatat, tidak semua asuransi menawarkan jenis-jenis perlindungan tersebut. Anda mesti jeli membaca ketentuan soal premi, klaim, hingga jenis-jenis perlindungan dan manfaatnya. Pahami juga kebutuhan anda terkait apa saja yang anda rasa perlu ditanggung asuransi. Selain jenis perlindungannya, yang patut diperhatikan adalah jangkauan asuransi. Beberapa perusahaan asuransi tidak memberikan layanan di sejumlah negara. Penting pula dicatat, cara pengajuan klaim. Kemana pun anda bepergian, sebaiknya lenkapi diri dengan perlindungan. Setidaknya anda bisa bebas menikmati waktu pelesir tanpa rasa waswas.

Sumber: Kompas.1-Maret-2018.Hal_.29