
SEBAGAI kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya kota yang sudah berusia lebih dari 700 tahun ini menawarkan banyak pilihan destinasi wisata dalam kota yang menarik. Sejarah kota yang panjang dan multikultur membuat Surabaya memiliki beragam tempat-tempat dan bangunan-bangunan yang memiliki nilai sejarah yang tinggi.
Salah satu pilihan wisata yang menarik adalah wisata religi dengan mengunjungi beberapa tempat ibadah yang bersejarah dan bangunannya memiliki campuran arsitektur yang akulturatif dari budaya yang berbeda.
MASJID SUNAN AMPEL
Masjid tertua ketiga di Indonesia yang terletak di daerah Ampel, Semampir sekitar 2 kilometer ke arah Timur Jembatan Merah ini telah berdiri sejak tahun 1421 dan dibangun oleh Raden Mas Mohamad Ali Rahmatullah, atau lebih dikenal sebagai Sunan Ampel yang merupakam salah satu tokoh penting dalam penyebaran agama Islam di Jawa.
Arsitektur bangunan masjid merupakan akulturasi dari budaya Jawa, Arab, dan Hindu-Buddha.
Bangunan masjid disangga oleh 16 tiang utama yang terbuat dari kayu jati yang masing-masing panjangnya 17 meter dan berdiameter 60 sentimeter.
Bangunan masjid secara apik menghadirkan nilai-nilai Islam dalam arsitektur Jawa.
Masjid ini memiliki 5 gapura yang merefleksikan inti ajaran Islam. Gapura pertama disebut Gapuro Munggah, kemudian Gapuro Poso, Gapuro Ngamal, Gapuro Madep, dan yang terakhir Gapuro Paneksan.
Di kawasan masjid juga terdapat kompleks makam Sunan Ampel yang wafat pada tahun 1481 yang selalu ramai dikunjungi para peziarah.
Kawasan masjid Ampel ini akan semakin ramai pada saat bulan Ramadhan. Hal lain yang menarik adalah adanya Kampung Arab yang sebagian besar didominasi oleh para keturunan Arab Yaman. Kampung ini sangat ramai dengan toko-toko yang menjual berbagai souvenir dan makanan khas dari Arab seperti kebab, nasi briani, hingga martabak khas Timur Tengah. Suasana serba Islami sangat kental terasa di kawasan ini yang mengingatkan akan suasana di kota Mekah.
GEREJA KATOLIK KEPANJEN
Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria ini lebih dikenal dengan nama Gereja Katolik Kepanjen karena lokasinya yang berada di daerah Kepanjen yang merupakan sebuah kawasan yang bersejarah di Surabaya Utara dan tidak jauh dari monumen Tugu Pahlawan, Kantor Pos Kebon Rojo dan Jembatan Merah.
Gereja yang menjadi cagar budaya kota Surabaya ini telah berdiri sejak tahun 1899 dan merupakan gereja tertua di Surabaya. Yang membuat gereja ini unik dan menarik selain karena usianya adalah desain dan arsitektur bangunannya yang megah dan manawan bergaya Eropa Neo Gotik. Bangunan terbuat dari batu bata merah yang didatangkan langsung dari Eropa dan digabungkan dengan unsur lokal berupa pilar-pilar penyangga gereja yang terbuat dari kayu galam dari Kalimantan. Perpaduan bahan bangunan yang sangat menawan.
Di bagian depan bangunan gereja terdapat 2 buah menara setinggi 15 meter yang mengapit pintu utama gereja yang dilengkapi dengan salib setinggi 3,75 meter. Di bagian kiri bangunan gereja terdapat patung Yesus dan di bagian belakang gereja terdapat Gua Maria yang ditata dengan cantik. Pada bulan Mei dan Oktober, gua ini ramai dikunjungi para peziarah. Interior gerejapun sangat rupawan dengan langit-langit gereja yang tinggi dan dihiasi kayu-kayu yang melengkung berjajar rapi. Dinding gereja berhias ornamen-ornamen mozaik kaca warna-warni.
Dua destinasi wisata religi di Surabaya yang sangat menarik untuk dikunjungi. Terlebih kedua tempat peribadatan tersebut merupakan bagian dari sejarah panjang dari kota ini.
Sumber: Kompas, 2 Februari 2018
