{"id":10495,"date":"2017-10-20T14:26:53","date_gmt":"2017-10-20T07:26:53","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=10495"},"modified":"2025-05-01T12:20:31","modified_gmt":"2025-05-01T05:20:31","slug":"menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\/","title":{"rendered":"Menanti Gugurnya Dedaunan di Jepang"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/10\/Menanti-Gugurnya-Dedaunan-di-Jepang.-Kompas.-24-Agustus-2017.-Hal.8-page-0011.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-10496\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/10\/Menanti-Gugurnya-Dedaunan-di-Jepang.-Kompas.-24-Agustus-2017.-Hal.8-page-0011-904x1500.jpg\" alt=\"Menanti Gugurnya Dedaunan di Jepang. Kompas. 24 Agustus 2017. Hal.8-page-001(1)\" width=\"904\" height=\"1500\" \/><\/a><\/p>\n<p>Pemandangan menawan yang tak mungkin ditemui di Tanah Air adalah guggurnya dedaunan pada saat musim gugur. Menjelang gugur, daun-daun tersebut berubah warna sehingga menjadi parade warna yang sangat menawan. Salah satu tempat yang tepat untukmenyaksikan parade warna tersebut adalah Jepang.<\/p>\n<p>Dibutuhkan waktu sekitar enam minggu untuk dedaunan berubah warna. Dimulai dari sekitar akhir September hingga awal Novermber, ini menjadi saar yang tepat untuk berkunjung. Perubahan warna dimulai dari kawasan yang lebih tinggi lalu bergerak turun ke kaki gunung. Pengunjung dapat melihat perbedaan warna yang kontras saat menyusuri pegunungan dari ketinggian hingga dataran yang lebih rendah. Di kakai gunung dedanan masih berwarna hijau, di pertengahan memerah, sedangkan dipuncak sudah memutih.<\/p>\n<p>Salah satu tempat yang paling menarik untuk dikunjungi pada periode ini adalah Gunung Tateyama, terutama sepanjang kawasan yang dikenal sebagai Tateyama Kurobe Alpine Route. Kawasan lintasan puncak gunung ini membentang hanya sekitar 25 kilometer. Namun perbedaan ketinggiannya mencapaii 1.975 meter. Rute ini dapat ditempuh dengan berbagai cara, mulai dari bus, <em>trolley bus, cable car, <\/em>atau kereta gantung.<\/p>\n<p>Stasiun tertinggi adalah Murodo, pada ketinggian 2.450 meter. Dari sini, pengunjung dapat melihat pemandangan spektakuler yang akan memperlihatkan nuansa berbeda setiap musimnya. Titik berangkat dapat dimulai dari Tateyama di Prefektur Toyama dan Ogizawa di Prefektur Nagano. Pada sisi Toyama, bus dari Bijodaira menuju Murodo akan melewati tembok salju yang perlahan semakin tinggi. Bagian tertinggidapat mencapai 20 meter atau setara bangunan bertingkat enam, sehingga menjadi atraksi menarik yang dikenal sebagai Yuki no Otani (ngarai salju besar)<\/p>\n<p><strong>Kebun Kenroku-en<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong>Tempat menarik lainnya pada musim gugur adaalh Kebun Kenroku-en. Kenroku-en terletak pada sebah bukit di pusat kota Kanzawa. Kebun ini termasuk salah satu dari tiga kebun yang laing indah di Jepang, bersama dengan Kairaku-en di Mito dan Koraku-en di Okayama.<\/p>\n<p>Kenroku-en tadinya merupakan kebun di Katel Kanazawa yang dibuka untuk umum pada 1874. Terdapat banyak sekali titik yang menarik di dalam kawasan seluas lebih dari 100 rubu meter persegi ini. Diantaranya\u00a0 kolam Kasumi-ga \u2013iike Pond, lentera berkaki dua Kotojitoro di utara kebun, dan kolam Hisago-ike. Pada musim salju, salju turun dengan lebatnya di tempat ini sehingga dahan-dahan pohon harus ditopang alat bernama <em>yukitsuri <\/em>gar tidaj patah menahan berat beban salku. Tali temali yang menopang dahan pohon membentuk pola geometris yang indah.<\/p>\n<p><strong>Taman Sisi Pantai Hitachi<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong>Satu lain tempat yang tak boleh dilewatkan opada saat usim gugur adalah Taman Sisi Pantai Hitachi. Kawasan ini terdiri atad tujuh area berbeda seluas 190 hektar. Setiap area memiliki tema sendiri yang diisi tanaman dan bunga berbeda. Bahakn salah satua area, yaitu Pleasure Garden terdiri atas sebuah taman hburan yang memiliki hampir 30 atraksi berbeda, termasuk sebuah kincir raksasa. Taman ini juga memiliki jalur sepeda sepanjang 11 kilometer yang melintasi ketujuh area.<\/p>\n<p>Dengan ditumbuhi beragam bunga yang berkembang pada masa-masa yang berbeda sepanjang tahun, pengunjung akan selalu menemukan suasaana berbeda setiiap kali datang. Pada musim gugur, tumbhuan Kochiaakan mengubahbukit Miharashi dari hijau menjadi kemeraham. Pemandangan ini menjadi lebih spektakuleer karena dilatar belakangi langit dan laut yang membiru. Tak heran, Taman Sisi Pantai Hitachi dipenuhi pengunjung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber:\u00a0Kompas 24 Agustus 2017 Hal 8<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemandangan menawan yang tak mungkin ditemui di Tanah Air adalah guggurnya dedaunan pada saat musim gugur. Menjelang gugur, daun-daun tersebut berubah warna sehingga menjadi parade warna yang sangat menawan. Salah satu tempat yang tepat untukmenyaksikan parade warna tersebut adalah Jepang. Dibutuhkan waktu sekitar enam minggu untuk dedaunan berubah warna. Dimulai dari sekitar akhir September hingga&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10496,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-10495","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menanti Gugurnya Dedaunan di Jepang - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menanti Gugurnya Dedaunan di Jepang - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pemandangan menawan yang tak mungkin ditemui di Tanah Air adalah guggurnya dedaunan pada saat musim gugur. Menjelang gugur, daun-daun tersebut berubah warna sehingga menjadi parade warna yang sangat menawan. Salah satu tempat yang tepat untukmenyaksikan parade warna tersebut adalah Jepang. Dibutuhkan waktu sekitar enam minggu untuk dedaunan berubah warna. Dimulai dari sekitar akhir September hingga...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-10-20T07:26:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:20:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Menanti-Gugurnya-Dedaunan-di-Jepang.-Kompas.-24-Agustus-2017.-Hal.8-page-0011-e1508484384280.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1181\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"782\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Menanti Gugurnya Dedaunan di Jepang\",\"datePublished\":\"2017-10-20T07:26:53+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:20:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\\\/\"},\"wordCount\":494,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/Menanti-Gugurnya-Dedaunan-di-Jepang.-Kompas.-24-Agustus-2017.-Hal.8-page-0011-e1508484384280.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\\\/\",\"name\":\"Menanti Gugurnya Dedaunan di Jepang - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/Menanti-Gugurnya-Dedaunan-di-Jepang.-Kompas.-24-Agustus-2017.-Hal.8-page-0011-e1508484384280.jpg\",\"datePublished\":\"2017-10-20T07:26:53+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:20:31+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/Menanti-Gugurnya-Dedaunan-di-Jepang.-Kompas.-24-Agustus-2017.-Hal.8-page-0011-e1508484384280.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/Menanti-Gugurnya-Dedaunan-di-Jepang.-Kompas.-24-Agustus-2017.-Hal.8-page-0011-e1508484384280.jpg\",\"width\":1181,\"height\":782},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menanti Gugurnya Dedaunan di Jepang\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menanti Gugurnya Dedaunan di Jepang - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menanti Gugurnya Dedaunan di Jepang - Library","og_description":"Pemandangan menawan yang tak mungkin ditemui di Tanah Air adalah guggurnya dedaunan pada saat musim gugur. Menjelang gugur, daun-daun tersebut berubah warna sehingga menjadi parade warna yang sangat menawan. Salah satu tempat yang tepat untukmenyaksikan parade warna tersebut adalah Jepang. Dibutuhkan waktu sekitar enam minggu untuk dedaunan berubah warna. Dimulai dari sekitar akhir September hingga...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-10-20T07:26:53+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:20:31+00:00","og_image":[{"width":1181,"height":782,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Menanti-Gugurnya-Dedaunan-di-Jepang.-Kompas.-24-Agustus-2017.-Hal.8-page-0011-e1508484384280.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Menanti Gugurnya Dedaunan di Jepang","datePublished":"2017-10-20T07:26:53+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:20:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\/"},"wordCount":494,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Menanti-Gugurnya-Dedaunan-di-Jepang.-Kompas.-24-Agustus-2017.-Hal.8-page-0011-e1508484384280.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\/","name":"Menanti Gugurnya Dedaunan di Jepang - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Menanti-Gugurnya-Dedaunan-di-Jepang.-Kompas.-24-Agustus-2017.-Hal.8-page-0011-e1508484384280.jpg","datePublished":"2017-10-20T07:26:53+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:20:31+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Menanti-Gugurnya-Dedaunan-di-Jepang.-Kompas.-24-Agustus-2017.-Hal.8-page-0011-e1508484384280.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Menanti-Gugurnya-Dedaunan-di-Jepang.-Kompas.-24-Agustus-2017.-Hal.8-page-0011-e1508484384280.jpg","width":1181,"height":782},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menanti-gugurnya-dedaunan-di-jepang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menanti Gugurnya Dedaunan di Jepang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10495","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10495"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10495\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12423,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10495\/revisions\/12423"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10496"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10495"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10495"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10495"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}