{"id":10546,"date":"2017-10-20T15:24:07","date_gmt":"2017-10-20T08:24:07","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=10546"},"modified":"2018-03-01T08:12:11","modified_gmt":"2018-03-01T01:12:11","slug":"bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\/","title":{"rendered":"Bertekuk Lutut pada Sepiring Pecak Belut"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/10\/Bertekuk-Lutut-pada-Sepiring-Pecak-Belut.-Tabloid-Kontan.-17-Juli-23-Juli-2017.-Hal.40-001-page-001.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-10547\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/10\/Bertekuk-Lutut-pada-Sepiring-Pecak-Belut.-Tabloid-Kontan.-17-Juli-23-Juli-2017.-Hal.40-001-page-001-998x1500.jpg\" alt=\"Bertekuk Lutut pada Sepiring Pecak Belut. Tabloid Kontan. 17 Juli - 23 Juli 2017. Hal.40 001-page-001\" width=\"998\" height=\"1500\" \/><\/a><\/p>\n<p>Oleh: Hendrika Yunapritta<\/p>\n<p>Sedap nian pecak belut ala Pemalang<\/p>\n<p>Ada ujaran terkenal, <em>don\u2019t judge a book by its cover. <\/em>Begitu pun dalam soal makanan dan jajanan. Jangan menilai rasa makanan dari penampilan warungnya. Cobaa rasakan sajiannya, baru beri penilaian. Naun, semua ujaran dan kalimat sakti itu tetap tampak meragukan saat kami sampai di warung yang katanya punya pecak belut paling istimewa di Pemalang ini.<\/p>\n<p>Masuk dari arah Brebes, menuju ke Petarukan, ada bnayak sekali warung pecak. Lantas, mana yang paling enak? Seorang teman dan mesin pencari Google memberi saran untuk pergi ke warung pecak belut Ma\u2019 Beng. Jadi, ke sanalah kami menuju.<\/p>\n<p>Warung Ma\u2019 Beng tidak sulit dicari. Tapi, begitu ketemu agak sukar untuk percaya bahwa ke sinilah tujuan para pemburu kenikmatan belut. Warungnya berada di jalan kecil yang hanya cukup untuk lewat satu mobil, di pinggir sawah. Lokasinya bukan dijalan utama Pantura. Anda mesti memastikan dengan peta di ponsel atau bertanya pada warna setempat. Warung ini tidak besar, bangunan terlihat seadanya. Lengkap dengan bangku dan meja kayu untuk sekitar 12 orang.<\/p>\n<p>Abdul Azis, sang pemilik warung menyambut kami dengan menanyakan, \u201cMau berapa porsi?\u201d Pecak belut merupakan sajian utama di sini, meski di etalase warung juga tersedia lele, ayam goreng, telur asin, dan burung puyuh.<\/p>\n<p>Setelah mendengar pesanan dengan seksama, dia segara masuk ke dapur dan sibuk di sana. Tak lama, ia bertanya lagi dari dapur, \u201cPecaknya mau yang pakai santan atau sambal tomat?\u201d Begitu kami jawab,\u00a0 satu porsi pakai santan, ia lantas memarut kelapa untuk di ambil santannya.<\/p>\n<p>Ternyata, waktu memasak pecak belut ini lumayan lama. Kami menunggu sampai sekitar 45 menit sembari memandangi sawah yang hijau dan menyeruput teh manis hangat.<\/p>\n<p>Lantas, beberapa porsi pecak belut datang dengan segala perlengkapannya, yakni piring lalapan berisi irisan timun, kacang panjang muda, serta rebusan daun singkong muda.<\/p>\n<p>Satu porsi pecak ini terdiri dari dua sampai tiga ekor belut ukuran sedang yang dipotong-potong. Lumayan banyak, untuk dikonsumsi satu orang . Anda bisa meminta tingkat kepedasan pecak. Mau pecak yang tidak pedas pun akan dilayani.<\/p>\n<p>Warung Ma\u2019 Beng menyediakan dua pilihan pecak, yakni dengan santan atau sambal tomat biasa.<\/p>\n<p>Jenis pecak di Pemalang ini berbeda dengan gaya pecak Betawi dan Banten yang berkuah bening dan rasanya dominan asam segar. Adapun pecak belut Ma\u2019 Beng seperti belut goreng yang dipenyet dalam sambal bawang tomat dan kencur.<\/p>\n<p>Sebelum menyantap pecak belut, Anda bisa mengucurinya dulu dengan jeruk nipis yang tersedia di piring lalapan. Nah, begitu mencicipi pecak belut ala Ma\u2019 Beng, kami jadi maklum, mengapa para penggemar makan enak mau-maunya bergelut di warung kecil itu.<\/p>\n<p>Belut yang liat dan garing\u00a0 berpadu pada kenikmatan sambal tomat yang melumurinya. Ditambah nas hangat dan rebusan daun singkong muda, wah &#8230; pepatah <em>don\u2019t judge a book by its cover <\/em>\u00a0itu, benar adanya. Pecak belut ala warung Ma\u2019 Beng memang sedap.<\/p>\n<p><strong>Pesan dari jauh<\/strong><\/p>\n<p>Tarini, isteri Andul, mengatakan bahwa warung kecilnya ini sudah terbiasa kedatangan orang-orang jauh, seperti \u00a0dari Jakarta, yang kangen mengudap belut olahan mereka. \u201cSoalnya, yang pertama bikin pecak belut ya di warung sini,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dwi Setyo Irawanto, salah satu penggemar pecak belu Pemalang, mengatakan pertama kali mendengar tentang waring ini di bus malam Denpasar-Semarang, sekitar satu decade lalu. \u201cDalam perjalanan itu, saya bertemu \u2018pengelana\u2019 warung-warung enak yang jarang kita temukan di internet atau kit abaca. Salah satunya pecak belut ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Warung Ma\u2019 Beng didirikan oleh Dul, tetangga Tarini, pada tahun 1985. Sekitar empat tahun lalu, kepemilikian warung berpindah kepada Tarini dan suaminya. Mereka menyajikan menu yang sama, dengan resep serta citarasa berbeda.<\/p>\n<p>Nah, setelah mencoba pecel belut ala Pemalang ini, Dwi segera jatuh hati. Maklum, kata dia ibunya dulu serung memasak pecl kencur terong dengan rasa kencur dominan seperti pecak belut tadi. Jadi, \u201cPecak belut disitu seketika mengingatkan pada masakan ibu. Perasaan ini yang mungkin membuatnya jadi istimewa,\u201d kata Dwi yang selalu menyempatkan diri mampir ke Warung\u00a0 Ma\u2019 Beng ketika lewat.<\/p>\n<p>Lantaran mengolah dari belut mentah dan masih hidup, Tarini membutuhkan waktu yang lumayan lama utnuk menyiapkan porsi pecak belut pesanan pembeli. Maka, Tarini menyarankan , agar Anda memesan dulu melalui telepon dulu ke sini, supaya enggak kelamaan menunggu,\u201d kata wanita berumur 52 tahun ini.<\/p>\n<p>Pada jam makan masa-masa liburan dan akhir pecan, biasanya Warung Ma\u2019 Beng akan banyak penggemar. Mereka buka dari pukul 07.00 sampai 20.00.<\/p>\n<p>Ketika Lebaran pun, kata Tarini, mereka hanya tutup sehari. \u201cSoalya, waktu itu malah banyak yang nelepon mau makan pecak,\u201d katanya tertawa. Ya mau tidak mau mereka lantas membuka warungnya.<\/p>\n<p>Harga satu porsi pecak belut lengkap dengan lalapan di sini adalah Rp25.000. Ada pun sepiring nasi putih Rp3.000. Saat Lebaran kemarin, harga pecak belut jadi Rp30.000 seporsi. \u201cSoalnya, harganya belut juga jadi mahal. Tapi, habis itu biasa lagi,\u201d kata Tarini.<\/p>\n<p>Ingin bertekuk lutut pada belut? Segeralah menuju warung Ma\u2019 Beng.<\/p>\n<p><strong>Spesialis Belut Sawah<\/strong><\/p>\n<p>Pecak belut olahan warung Ma\u2019 Beng ini memang lezat. Daging belutnya liat, garing, dan gurihnya mantap. Ternyata, menurut Tarini, sang pemilik warung, kunci rasa nikmat belut goreng itu adalah karena mereka hanya menggunakan belut sawah.<\/p>\n<p>Warung Ma\u2019 Beng ini dikelilingi sawah. Lantas, apakah belutnya dipanen dari sawah sekitar itu? Tidak, kata Tarini. \u201cKami beli dari Brebes, sudah langganan dari dulu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Belut \u2018impor\u2019 ini kadang menyulitkkan juga. Pasalnya, kalau jalanan macet, seperti waktu mudik Lebaran, pasokan belut dari Brebes juga terancam telat.<\/p>\n<p>Namun begitu, Tarini mengaku tidak pernah menyajikan belut peliharaan atau belut kolam kepada pembelinya. Katanya, dulu ia pernah menjajal sekali memasak belut panenan dari kolam. \u201cWaktu itu, pasokan dari Brebes belum datang, padahal di sini banyak yang pesan,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Ia lantas menggunakan belut kolam dari dekat warung. Ternyata, \u201cPas digoreng, kok enggak bia kering-kering. Jadi masaknya lebih lama. Rasanya juga tidak seenak belut sawah ini,\u201d kenang dia. Saat dipenyet, sambal serta kuah santan pecak, ternyata tidak bisa meresap dengan sempurna ke tubuh belut kolam itu. Jelas saja, pembeli juga keberatan disuguhkan belut yang rasanya berbeda dari biasa.<\/p>\n<p>Maka, sampai sekarang mereka tetap berusaha memenuhi pesanan pembeli. \u201cBagaimana caranya, pokoknya bisa dapat belut dari sana (Brebes),\u201d kata Tarini, sambil tertawa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Tabloid Kontan. 17-13 Juli 2017. Hal 40.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Hendrika Yunapritta Sedap nian pecak belut ala Pemalang Ada ujaran terkenal, don\u2019t judge a book by its cover. Begitu pun dalam soal makanan dan jajanan. Jangan menilai rasa makanan dari penampilan warungnya. Cobaa rasakan sajiannya, baru beri penilaian. Naun, semua ujaran dan kalimat sakti itu tetap tampak meragukan saat kami sampai di warung yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10547,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-10546","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bertekuk Lutut pada Sepiring Pecak Belut - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bertekuk Lutut pada Sepiring Pecak Belut - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh: Hendrika Yunapritta Sedap nian pecak belut ala Pemalang Ada ujaran terkenal, don\u2019t judge a book by its cover. Begitu pun dalam soal makanan dan jajanan. Jangan menilai rasa makanan dari penampilan warungnya. Cobaa rasakan sajiannya, baru beri penilaian. Naun, semua ujaran dan kalimat sakti itu tetap tampak meragukan saat kami sampai di warung yang...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-10-20T08:24:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-03-01T01:12:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Bertekuk-Lutut-pada-Sepiring-Pecak-Belut.-Tabloid-Kontan.-17-Juli-23-Juli-2017.-Hal.40-001-page-001-e1508487831816.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1331\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"370\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Bertekuk Lutut pada Sepiring Pecak Belut\",\"datePublished\":\"2017-10-20T08:24:07+00:00\",\"dateModified\":\"2018-03-01T01:12:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\\\/\"},\"wordCount\":990,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/Bertekuk-Lutut-pada-Sepiring-Pecak-Belut.-Tabloid-Kontan.-17-Juli-23-Juli-2017.-Hal.40-001-page-001-e1508487831816.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\\\/\",\"name\":\"Bertekuk Lutut pada Sepiring Pecak Belut - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/Bertekuk-Lutut-pada-Sepiring-Pecak-Belut.-Tabloid-Kontan.-17-Juli-23-Juli-2017.-Hal.40-001-page-001-e1508487831816.jpg\",\"datePublished\":\"2017-10-20T08:24:07+00:00\",\"dateModified\":\"2018-03-01T01:12:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/Bertekuk-Lutut-pada-Sepiring-Pecak-Belut.-Tabloid-Kontan.-17-Juli-23-Juli-2017.-Hal.40-001-page-001-e1508487831816.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/Bertekuk-Lutut-pada-Sepiring-Pecak-Belut.-Tabloid-Kontan.-17-Juli-23-Juli-2017.-Hal.40-001-page-001-e1508487831816.jpg\",\"width\":1331,\"height\":370},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bertekuk Lutut pada Sepiring Pecak Belut\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bertekuk Lutut pada Sepiring Pecak Belut - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bertekuk Lutut pada Sepiring Pecak Belut - Library","og_description":"Oleh: Hendrika Yunapritta Sedap nian pecak belut ala Pemalang Ada ujaran terkenal, don\u2019t judge a book by its cover. Begitu pun dalam soal makanan dan jajanan. Jangan menilai rasa makanan dari penampilan warungnya. Cobaa rasakan sajiannya, baru beri penilaian. Naun, semua ujaran dan kalimat sakti itu tetap tampak meragukan saat kami sampai di warung yang...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-10-20T08:24:07+00:00","article_modified_time":"2018-03-01T01:12:11+00:00","og_image":[{"width":1331,"height":370,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Bertekuk-Lutut-pada-Sepiring-Pecak-Belut.-Tabloid-Kontan.-17-Juli-23-Juli-2017.-Hal.40-001-page-001-e1508487831816.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Bertekuk Lutut pada Sepiring Pecak Belut","datePublished":"2017-10-20T08:24:07+00:00","dateModified":"2018-03-01T01:12:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\/"},"wordCount":990,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Bertekuk-Lutut-pada-Sepiring-Pecak-Belut.-Tabloid-Kontan.-17-Juli-23-Juli-2017.-Hal.40-001-page-001-e1508487831816.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\/","name":"Bertekuk Lutut pada Sepiring Pecak Belut - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Bertekuk-Lutut-pada-Sepiring-Pecak-Belut.-Tabloid-Kontan.-17-Juli-23-Juli-2017.-Hal.40-001-page-001-e1508487831816.jpg","datePublished":"2017-10-20T08:24:07+00:00","dateModified":"2018-03-01T01:12:11+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Bertekuk-Lutut-pada-Sepiring-Pecak-Belut.-Tabloid-Kontan.-17-Juli-23-Juli-2017.-Hal.40-001-page-001-e1508487831816.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Bertekuk-Lutut-pada-Sepiring-Pecak-Belut.-Tabloid-Kontan.-17-Juli-23-Juli-2017.-Hal.40-001-page-001-e1508487831816.jpg","width":1331,"height":370},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bertekuk-lutut-pada-sepiring-pecak-belut\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bertekuk Lutut pada Sepiring Pecak Belut"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10546","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10546"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10546\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13181,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10546\/revisions\/13181"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10547"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10546"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10546"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10546"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}