{"id":10626,"date":"2017-10-20T16:20:16","date_gmt":"2017-10-20T09:20:16","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=10626"},"modified":"2025-05-01T10:57:25","modified_gmt":"2025-05-01T03:57:25","slug":"memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\/","title":{"rendered":"Memaknai Pancasila sebagai Grundnorm dalam Persaingan Bisnis yang Sehat"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/10\/Memaknai-Pancasila.-Tabloid-Kontan.-29-Mei-4-Juni-2017.-Hal.5-001-page-001.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-10627\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/10\/Memaknai-Pancasila.-Tabloid-Kontan.-29-Mei-4-Juni-2017.-Hal.5-001-page-001-984x1500.jpg\" alt=\"Memaknai Pancasila. Tabloid Kontan. 29 Mei - 4 Juni 2017. Hal.5 001-page-001\" width=\"984\" height=\"1500\" \/><\/a><\/p>\n<p>Lebih dari sekedar perhetalan tahunan, perayaan Hari Pancasila seyogyanya juga merupakan momen berharga untuk merenungkan makna Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam tataran yang lebih praktis dan lingkup yang lebih sempit, tulisan ini menawarkan suatu perspektif kepada para Pembaca untuk melihat bagaimana Pancasila sebagai Norma Dasar (<em>Grundnorm) <\/em>yang melandasi segala norma yang lebih rendah tingkatanya- mengikuti teori Hans Kelsen (<em>Pure Theory of Law<\/em>) \u2013 menjadi landasan dalam berbisnis yang sehat di tanah air.<\/p>\n<p>Penulis akan memulai dari konsep keadilan sosial bagis seluruh rakyat Indonesia uang diwujudkan dalam demokrasi ekonomi (Pasal 33 ayat (4) UUD 1945 Amandemen Keempat). Yang dimaknai sebagai terjaminnya kesempatan yang sama bagi semua orang untuk terlibat dalam kegiatan bisnis di Indonesia, Fondasi yang penting untuk dapat mengimplementasikannya adalah dengan memastikan tidak adanya hambatan untuk masuk ke dalam pasar (<em>entry barrier<\/em>) bagi pelaku usaha, baik yang dibat oleh Negara ataupun yang dibuat oleh pelaku usaha, seperti kartel atau penyalahgunaan posisi dominan.<\/p>\n<p>Kebebesan untuk masuk ke dalam pasar dan bersaing dengan pelaku usaha lain di dalam pasar tersebut, namun demikian, bukan tanpa batas. Bersaing secara sehat atau fair (atau adil) merupakan batasan bagi pelaku pasar. Pemahaman mengenai <em>fairness <\/em>atau apa yang sehat dan adil, lantas menjadi penting dan di sinilah hukum persaingan berperan. Selain itu, peran Negara dalam pasar tetap diakui untuk menentukan kebijakan dan regulasi persaingan, serta melakukan pengawasan dan penegakkan hukum. Dalam konteks tersebut, kebebasan untuk masuk ke dalam pasar dna bersaing bis ajadi lantas menjadi terbatas oleh suatu regulasi, mengingat pengaturan pada dasarnya mengandung makna membatasi. Jadi, di mana batasnya? Beberapa poin di bawah disajikan untuk menjawab pertanyaan tersebut.<\/p>\n<p><strong>Kebijakan Persaingan\u201d Pendekatan Multi Tujuan <\/strong><\/p>\n<p>Kebijakan persaingan di Indonesia menggunakan pendekatan multi tujuan dengan maksud untuk dapat memenuhi berbagai kebutuhan dari kebutuhan untuk mencapai kesejahteraan rakyat, efisiensi, melindungi usaha kecil, persaingan yang sehat, hingga kesejahteraan konsumen, dan ntuk menjawab tantangan baru dalam perkembangan pasar digital, seyogyanya juga melindungi inovasi. Walaupun secara teoretis dan normatif pendekatan tersebut legit, dan masuk akal, namun dalam praktik tidaklah mudah untuk dilaksanakan apabila dalam suatu kasusm terdapat lebih dari satu tujuan yang berbenturan dna karenanya, harus ditentukan tujuan manakah yang harus diprioritaskan. Sebagai contoh, manakah yang harus didahulukan antara kepentingan konsumen untuk dapat berbelanja di manapun ia menghendakinya (sehingga pilihan tempat berbelanja dan kualitas menjadi penting) dengan kepentingan untuk melindungi usaha kecil yang bisa jadi tergerua oleh ekspansi retail modern, sehingga perlu kebijakan zonasi? Mirip dengan itu adalah fenomena arus masuknya jasa transportasi online (<em>online transportation network<\/em>) yang harus dihadapi oleh penyedia jasa taksi kontrovensional.<\/p>\n<p>Dalam kasus-kasus demikian, kepentingan-kepentingan yang saling berbenturan harus diseimbangkan perlindungannya dengan mengevaluasi aspek-aspek lain yang relavan. Bisa jadi, letak persoalannya bukan pada perbenduran antara kepentingan usaha besar versus usaha kecil, modern versus tradisional, melainkan dalam hal lan, seperti <em>good governance<\/em> dan efisiensi penataan pasar atau mekanisme penentuan harga dan pengawasan layanan moda transpotasi.<\/p>\n<p><strong>Legitimasi Ex-Ante Regulation<\/strong><\/p>\n<p>Pendekatan <em>ex-ante regulation <\/em>(dilawankan dengan pendekatan <em>ex post<\/em>) adlah salah satu pendekatan yang lazim dan valid dalam kebijakan persaingan, sehingga intervensi Negara dalam mengatur pasar dapat dibenarkan. \u201cCabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara\u201d yang dimandatkan dalam Pasal 33 ayat (2) UUD 1945 adalah contoh bagaimana <em>ex-ante regulation <\/em>diamantkan dalam Konstitusi sekaligus dengan batasannya. Negara dalam sektor-sektor tertentu memilki otoritas untuk menetukan antar lain siapa saja yang dapat bermain di dalam pasar dan bagaimana memainkan perannya.<\/p>\n<p>Namun demikian, tetap ada ruang untuk adanya evaluasi dan pengawasan atas kebijakan dan regulasi yang dibuat oleh Negara untuk memastikan bahwa pebatasan yang ditimbulkannya terukur dan masuk akal. Sebagai contoh, Komisis Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tahun lalu menerbitkan Peraturan Komisi No. 4 Tahun 2016 tentang Pedoman Penggunaan Daftar Periksa Kebijakan Persaingan Usaha. Pedoman tersebut digunakan oleh KPPU sebagai salah satu alat untuk melakukan evaluasi dan pengawasan atas kebijakan dan regulasi, baik regulasi yang dibuat oleh Negara maupun yang disebutkan dengan <em>self-regulation<\/em>.<\/p>\n<p><strong>Regulasi oleh Negara vs. \u201cSelf-Regulation (of internet)<\/strong><\/p>\n<p>Salah satu tantangan baru yang dibawa oleh era pasar digital adalah apakah dan sejauh mana intervensu Negara dalam bentuk regulasi dapat digantikan oleh Iself-regulation (of internet) yang pada dasarnya memberi ruang kepada para pelaku pasar untuk mengatur dirinya sendiri di dalam platform online. Konsep <em>self-regulation<\/em> (atau c<em>co-regulation<\/em>, misalnya yang dibuat oleh asosiasi pelaku usaha) sebenarnya bukanlah konsep yang baru, namun dalam era bisnis online menjadi semakin penting mengingat kecepatan inovasi di dalam pasasr sering tidak cukup memadai. Munuculnya produk baru sebagai hasil inovasi yang semula tidak dikenal dan karenanya tidak diatur kadang lantas direspon dengan memepersoalkan lealitas produk bersangkutan. Pedenkatan semacam ini akan mengurangi insentif untuk berinovasi di dalam pasar dan pada akhirnya akan merugikan konsumen. Namun demikian, peran Negara dalam regulasi tetap tidak dapat dieleminasi, karena adanya kepentingan publik yang kadang tidak terlindungi (setidaknya dengan memadai) dalam konsep <em>self-regulation<\/em>.<\/p>\n<p>Sebagai penutup, persaingan bisnis yang sehat berfondasikan Pancasila, yang berkeadilan sosial, melibatkan bukan hanya pelaku usaha melainkan juga Negara dan konsumen yang memahami hak dna kewajibannya. Proses untuk mencapai pemahaman tersebut dan pelaksanannya akan menjadi proses yang berlangsung sepnajang masa dan mengikuti perkembangan zaman. Selamat merayakan Hari Pancasila!<\/p>\n<p>Sumber: Tabloid Kontan. 29 Mei &#8211; 4 Juni 2017. Hal .5<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lebih dari sekedar perhetalan tahunan, perayaan Hari Pancasila seyogyanya juga merupakan momen berharga untuk merenungkan makna Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam tataran yang lebih praktis dan lingkup yang lebih sempit, tulisan ini menawarkan suatu perspektif kepada para Pembaca untuk melihat bagaimana Pancasila sebagai Norma Dasar (Grundnorm) yang melandasi segala norma yang lebih rendah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10627,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-10626","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Memaknai Pancasila sebagai Grundnorm dalam Persaingan Bisnis yang Sehat - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Memaknai Pancasila sebagai Grundnorm dalam Persaingan Bisnis yang Sehat - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Lebih dari sekedar perhetalan tahunan, perayaan Hari Pancasila seyogyanya juga merupakan momen berharga untuk merenungkan makna Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam tataran yang lebih praktis dan lingkup yang lebih sempit, tulisan ini menawarkan suatu perspektif kepada para Pembaca untuk melihat bagaimana Pancasila sebagai Norma Dasar (Grundnorm) yang melandasi segala norma yang lebih rendah...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-10-20T09:20:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T03:57:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Memaknai-Pancasila.-Tabloid-Kontan.-29-Mei-4-Juni-2017.-Hal.5-001-page-001-e1508491191396.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"309\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"326\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Memaknai Pancasila sebagai Grundnorm dalam Persaingan Bisnis yang Sehat\",\"datePublished\":\"2017-10-20T09:20:16+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T03:57:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\\\/\"},\"wordCount\":838,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/Memaknai-Pancasila.-Tabloid-Kontan.-29-Mei-4-Juni-2017.-Hal.5-001-page-001-e1508491191396.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\\\/\",\"name\":\"Memaknai Pancasila sebagai Grundnorm dalam Persaingan Bisnis yang Sehat - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/Memaknai-Pancasila.-Tabloid-Kontan.-29-Mei-4-Juni-2017.-Hal.5-001-page-001-e1508491191396.jpg\",\"datePublished\":\"2017-10-20T09:20:16+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T03:57:25+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/Memaknai-Pancasila.-Tabloid-Kontan.-29-Mei-4-Juni-2017.-Hal.5-001-page-001-e1508491191396.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/Memaknai-Pancasila.-Tabloid-Kontan.-29-Mei-4-Juni-2017.-Hal.5-001-page-001-e1508491191396.jpg\",\"width\":309,\"height\":326},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Memaknai Pancasila sebagai Grundnorm dalam Persaingan Bisnis yang Sehat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Memaknai Pancasila sebagai Grundnorm dalam Persaingan Bisnis yang Sehat - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Memaknai Pancasila sebagai Grundnorm dalam Persaingan Bisnis yang Sehat - Library","og_description":"Lebih dari sekedar perhetalan tahunan, perayaan Hari Pancasila seyogyanya juga merupakan momen berharga untuk merenungkan makna Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam tataran yang lebih praktis dan lingkup yang lebih sempit, tulisan ini menawarkan suatu perspektif kepada para Pembaca untuk melihat bagaimana Pancasila sebagai Norma Dasar (Grundnorm) yang melandasi segala norma yang lebih rendah...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-10-20T09:20:16+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T03:57:25+00:00","og_image":[{"width":309,"height":326,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Memaknai-Pancasila.-Tabloid-Kontan.-29-Mei-4-Juni-2017.-Hal.5-001-page-001-e1508491191396.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Memaknai Pancasila sebagai Grundnorm dalam Persaingan Bisnis yang Sehat","datePublished":"2017-10-20T09:20:16+00:00","dateModified":"2025-05-01T03:57:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\/"},"wordCount":838,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Memaknai-Pancasila.-Tabloid-Kontan.-29-Mei-4-Juni-2017.-Hal.5-001-page-001-e1508491191396.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\/","name":"Memaknai Pancasila sebagai Grundnorm dalam Persaingan Bisnis yang Sehat - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Memaknai-Pancasila.-Tabloid-Kontan.-29-Mei-4-Juni-2017.-Hal.5-001-page-001-e1508491191396.jpg","datePublished":"2017-10-20T09:20:16+00:00","dateModified":"2025-05-01T03:57:25+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Memaknai-Pancasila.-Tabloid-Kontan.-29-Mei-4-Juni-2017.-Hal.5-001-page-001-e1508491191396.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/Memaknai-Pancasila.-Tabloid-Kontan.-29-Mei-4-Juni-2017.-Hal.5-001-page-001-e1508491191396.jpg","width":309,"height":326},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/memaknai-pancasila-sebagai-grundnorm-dalam-persaingan-bisnis-yang-sehat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Memaknai Pancasila sebagai Grundnorm dalam Persaingan Bisnis yang Sehat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10626","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10626"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10626\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12512,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10626\/revisions\/12512"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10627"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10626"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10626"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10626"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}