{"id":11196,"date":"2018-01-22T10:21:33","date_gmt":"2018-01-22T03:21:33","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=11196"},"modified":"2025-05-01T12:26:30","modified_gmt":"2025-05-01T05:26:30","slug":"swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\/","title":{"rendered":"Swamedikasi Aman dengan Obat Herbal. Warta Ekonomi. Edisi 04. Tahun XXVIII 2017. Hal 90-91"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-11197 size-extra_large\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Swamedikasi-Aman-dengan-Obat-Herbal.-Warta-Ekonomi.-Edisi-04.-Tahun-XXVIII-2017.-Hal-90-91-e1516591097973-1500x1031.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"1031\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Swamedikasi-Aman-dengan-Obat-Herbal.-Warta-Ekonomi.-Edisi-04.-Tahun-XXVIII-2017.-Hal-90-91-e1516591097973-1500x1031.jpg 1500w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Swamedikasi-Aman-dengan-Obat-Herbal.-Warta-Ekonomi.-Edisi-04.-Tahun-XXVIII-2017.-Hal-90-91-e1516591097973-300x206.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Swamedikasi-Aman-dengan-Obat-Herbal.-Warta-Ekonomi.-Edisi-04.-Tahun-XXVIII-2017.-Hal-90-91-e1516591097973-768x528.jpg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Swamedikasi-Aman-dengan-Obat-Herbal.-Warta-Ekonomi.-Edisi-04.-Tahun-XXVIII-2017.-Hal-90-91-e1516591097973-1030x708.jpg 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Swamedikasi-Aman-dengan-Obat-Herbal.-Warta-Ekonomi.-Edisi-04.-Tahun-XXVIII-2017.-Hal-90-91-e1516591097973-705x485.jpg 705w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Swamedikasi-Aman-dengan-Obat-Herbal.-Warta-Ekonomi.-Edisi-04.-Tahun-XXVIII-2017.-Hal-90-91-e1516591097973-450x309.jpg 450w\" sizes=\"auto, (max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/p>\n<p>Ketika merasa sakit, seseorang akan refleks melakukan sesuatu untuk mengurangi rasa sakit itu. Hal ini sudah menjadi naluri alamiah setiap makhluk hidup. Di era modern ini, yang paling umum dilakukan saat orang menderita sakit adalah mengonsumsi obat-obatan.<\/p>\n<p>Di dunia medis, hal seperti ini dinamakan dengan swamedikasi, yaitu pengobatan diri sendiri dengan menggunakan obat-obatan. Dalam permenkes No. 919\/MENKES\/PER\/X\/1993, swamedikasi dibenarkan sebagai upaya seseorang dalam mengobati gejala sakit atau penyakit tanpa berkonsutasi dengan dokter terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Namun Permenkes tersebut menyebutkan, obat yang dapat diserahkan tanpa resep harus memenuhi kriteria, seperti tidak dikontraindikasikan untuk penggunaan pada wanita hamil, anak di bawah usia 2 tahun, dan orang tua di atas 65 tahun. Pengobatan sendiri dengan obat bermaksud untuk tidak memberikan risiko pada kelanjutan penyakit.<\/p>\n<p>Untuk melakukan pengobatan diri sendiri, banyak obat dijual secara bebas atau <em>Over the Counter<\/em> (OTC). Dari sekian banyak obat yang beredar di pasara, ada nama HerbaKOF yang membantu meredakan batuk dan melegakan tenggorokan; HerbaVOMITZ yang membantu meredakan kembung, mual, dan muntah; serta Stimuno yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Obat-obat tersebut merupakan obat OTC yang diproduksi oleh Dexa Medica.<\/p>\n<p>Dexa Medica merupakan salah satu perusahaan farmasi ertikal di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1969. Mulai tahun 2005, perusahaan ini mendirikan Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) yang fokus dalam menyediakan bahan baku dan riset mengembangkan obat herbal. Saat ini perusahaan telah menghasilkan sembilan obat herbal dari <em>original research<\/em>, yakni HerbaKOF, HerbaVOMITZ, Redacid, Dismeno, Inlacin, Disolf, Psidii, Psidii Syrup, dan Divens Plus.<\/p>\n<p>Director Corporate Development DLBS, Raymond Tjandrawinata, mengatakan dari sembilan obat herbal tersebut saat ini ada dua yang telah OTC, yakni HerbaKOF dan HerbaVOMITZ. Sisanya masih dijual berdasarkan resep dokter. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan akan dijual secara bebas pula.<\/p>\n<p>Raymond juga mengatakan swamedikasi aman untuk dilakukan selama mengikuti aturan dan kontraindikasi yang tercantum di dalam obat yang beredar. Selama ini masyarakat teleh melakukan swamedikasi dengan obat-obatan yang meyoritas dari bahan kimia. Setelah mengenalkan beberapa obat herbal di pasar OTC, DLBS secara bertahap akan mengenalkan obat herbal lainnya.<\/p>\n<p>Menrurut Raymond, melakukan swamedikasi dengan obat herbal akan jauh lebih aman, sebab diproduksi dari bahan alam, seperti fraksi tumbuhan atau binatang. Beberapa obat herbal yang dihasilkan oleh DLBS, seperti Dismeno, merupakan hasil dari fraksi mahkota dewa yang dikenal sebagai obat kanker dan Redacid dari fraksi kayu maus sebagai obat mag yang berfungsi ganda untuk menurunkan asam lambung dan melakukan <em>coating<\/em>.<\/p>\n<p>Dalam memilih obat baku juga sangat dijaga kualitasnya, lanjut Raymond. Bahan baku harus terbebas dari kendungan bakteri dan logam berat. Jadi benar-benar mongikuti <em>good agricultural practice<\/em> yang pada akhirnya akan mengarah pada <em>good manufakturing practice<\/em>.<\/p>\n<p>Selanjutnya, dalam proses pembuatan obat juga dilakukan dengan penuh perhitungan statistik yang benar-benar tepet. Tidak seperti kebanyakan obat lainnya yang memiliki banyak komposisi, obat herbal dari DLBS hanya memiliki sedikit komposisi. Itu artinya pembuatan obat herbal DLBS memang menggunakan <em>science<\/em>, tidak hanya untung-untungan, tapi menggunakan statistika dihitung dengan kekuatan analisis terhadap indikasi tertentu untuk memastikan produknya bekerja.<\/p>\n<p>Pembuatan obat herbal <em>original research<\/em> menggunakan waktu yang lama antara 7-9 tahun. Sebab dalam mengembangkan obat herbal baru, juga banyak tantangannnya. Mulai dari saat membuat fraksi dari daun tertentu, bisa jadi justru racun yang dihasilkan atau tidak ada efek menyembuhkan. Itu berarti tidak ada gunanya. Atau tidak ada racun yang dan memiliki efek menyembuhkan, tapi tidak dapat diproduksi dalam jangka penjang ataupun dalam jangka panjang tapi tidak stabil.<\/p>\n<p>\u201cBelum lagi dibawa ke manusia, bagus apa tidak. Kalau bagus berdasarkan uji klinis, baru diluncurkan. Jadi obat herbal benar-benar aman dan juga berkhasiat,\u201d urai Raymond.<\/p>\n<p>Raymond melanjutkan, melihat perjalanan obat herbal di Indonesia adalah untuk menjawab salah satu tantangan pemerintah untuk mencari, mengembangkan, dan memproduksi bahan baku obat untuk kepentingan nasional. Arahnya agar bagaimana industri farmasi di Indonesia bisa swasembada bahan baku untuk mengurangi importasi dan kemandirian bahan baku obat nasional.<\/p>\n<p>Untuk ketersediaan bahan baku, baru-baru ini telah dilakukan peresmian bahan baku nasional yang nantinya akan memenuhi kebutuhan bahan baku di DLBS sehingga semua bahan baku yang dikembangkan berasal dari berbagai Kepulauan Indonesia. Pusat bahan baku ini dapat menghasilkan berton-ton bahan baku.<\/p>\n<p>Bahan baku obat herbal bisa didapatkan dari lima jenis. Pertama, dari tumbuh-tumbuhan, seperti kayu manus dan mahkota dewa. Kedua, dari binatang, seperti ikan gabus dan cacing tanah. Ketiga, dari bakteri. Keempat, dari tubuh kita sendiri, seperti air susu dan air seni. Dan kelima, dari laut, namun belum dikembangkan oleh Dexa.<\/p>\n<p>Beberapa bahan baku yang digunakan untuk membuat obat herbal yang berasal dari hewan terkesan menjijikan sehingga membuat orang tidak nyaman untuk memakannya, seperti ikan gabus dan cacing. Namun dengan pendekatan <em>scientific<\/em>, sifat dari hewan-hewan tersebut dapat hilang. Ikan gabus terkenal sangat amis, tapi dengan proses yang dilakukan, dari lima ekor ikan gabus dapat menjadi satu pil yang sangat menyembuhkan. Selain itu, cacing yang memiliki protein yang sangat tinggi, dapat dijadikan obat jantung. Dengan proses ini menjadikan pasien <em>comvenience<\/em>.<\/p>\n<p>Menurut Raymond, hadirnya obat herbal juga untuk menjawab tantangan dokter untuk menyediakan obat yang belum bisa dijawab oleh obat-obat kimia. Untuk menghasilkan obat herbal juga mengikuti kebutuhan pasar, baik resep dokter maupun OTC. Untuk obat resep, tuntutan dari dokter lebih banyak ke <em>scientist<\/em>, sedangkan tuntutan masyarakat lebih ke <em>comveniece<\/em>.<\/p>\n<p>\u201cDua-duanya harus memiliki keefektivitasan dan harus sama-sama manjur,\u201d ujar Raymond.<\/p>\n<p>Saat ini DLBS juga terus mengembangkan obat-obat herbal baru. Beberapa obat yang akan dikembangkan antara lain untuk bermacam-macam penyakit yang belum ada obat herbalnya, seperti prostar, kenker, antialergi, dan kolesterol. Target perusahaan akan mengeluarkan 3-5 obat herbal per tahun, baik OTS maupun resep.<\/p>\n<p>Tren penggunaan obat herbal di DLBS yang tumbuh 20% setiap tahun, meskipun kebanyakan masih menggunakan resep dokter.<\/p>\n<p>Dari segi harga, obat herbal memang hampur sama dengan obat kimia, Ada yang murah dengan harga Rp 5 ribu, ada yang puluhan, hingga ratusan ribu. Bahkan ada obat herbal yang lebih mahal daripada obat kimia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber : Warta Ekonomi Edisi 4 Tahun 2017 Hal 90-91<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika merasa sakit, seseorang akan refleks melakukan sesuatu untuk mengurangi rasa sakit itu. Hal ini sudah menjadi naluri alamiah setiap makhluk hidup. Di era modern ini, yang paling umum dilakukan saat orang menderita sakit adalah mengonsumsi obat-obatan. Di dunia medis, hal seperti ini dinamakan dengan swamedikasi, yaitu pengobatan diri sendiri dengan menggunakan obat-obatan. Dalam permenkes&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11198,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-11196","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Swamedikasi Aman dengan Obat Herbal. Warta Ekonomi. Edisi 04. Tahun XXVIII 2017. Hal 90-91 - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Swamedikasi Aman dengan Obat Herbal. Warta Ekonomi. Edisi 04. Tahun XXVIII 2017. Hal 90-91 - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ketika merasa sakit, seseorang akan refleks melakukan sesuatu untuk mengurangi rasa sakit itu. Hal ini sudah menjadi naluri alamiah setiap makhluk hidup. Di era modern ini, yang paling umum dilakukan saat orang menderita sakit adalah mengonsumsi obat-obatan. Di dunia medis, hal seperti ini dinamakan dengan swamedikasi, yaitu pengobatan diri sendiri dengan menggunakan obat-obatan. Dalam permenkes...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-01-22T03:21:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:26:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Swamedikasi-Aman-dengan-Obat-Herbal.-Warta-Ekonomi.-Edisi-04.-Tahun-XXVIII-2017.-Hal-90-91-F.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1445\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1473\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Swamedikasi Aman dengan Obat Herbal. Warta Ekonomi. Edisi 04. Tahun XXVIII 2017. Hal 90-91\",\"datePublished\":\"2018-01-22T03:21:33+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:26:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\\\/\"},\"wordCount\":958,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Swamedikasi-Aman-dengan-Obat-Herbal.-Warta-Ekonomi.-Edisi-04.-Tahun-XXVIII-2017.-Hal-90-91-F.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\\\/\",\"name\":\"Swamedikasi Aman dengan Obat Herbal. Warta Ekonomi. Edisi 04. Tahun XXVIII 2017. Hal 90-91 - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Swamedikasi-Aman-dengan-Obat-Herbal.-Warta-Ekonomi.-Edisi-04.-Tahun-XXVIII-2017.-Hal-90-91-F.jpg\",\"datePublished\":\"2018-01-22T03:21:33+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:26:30+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Swamedikasi-Aman-dengan-Obat-Herbal.-Warta-Ekonomi.-Edisi-04.-Tahun-XXVIII-2017.-Hal-90-91-F.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Swamedikasi-Aman-dengan-Obat-Herbal.-Warta-Ekonomi.-Edisi-04.-Tahun-XXVIII-2017.-Hal-90-91-F.jpg\",\"width\":1445,\"height\":1473},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Swamedikasi Aman dengan Obat Herbal. Warta Ekonomi. Edisi 04. Tahun XXVIII 2017. Hal 90-91\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Swamedikasi Aman dengan Obat Herbal. Warta Ekonomi. Edisi 04. Tahun XXVIII 2017. Hal 90-91 - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Swamedikasi Aman dengan Obat Herbal. Warta Ekonomi. Edisi 04. Tahun XXVIII 2017. Hal 90-91 - Library","og_description":"Ketika merasa sakit, seseorang akan refleks melakukan sesuatu untuk mengurangi rasa sakit itu. Hal ini sudah menjadi naluri alamiah setiap makhluk hidup. Di era modern ini, yang paling umum dilakukan saat orang menderita sakit adalah mengonsumsi obat-obatan. Di dunia medis, hal seperti ini dinamakan dengan swamedikasi, yaitu pengobatan diri sendiri dengan menggunakan obat-obatan. Dalam permenkes...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-01-22T03:21:33+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:26:30+00:00","og_image":[{"width":1445,"height":1473,"url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Swamedikasi-Aman-dengan-Obat-Herbal.-Warta-Ekonomi.-Edisi-04.-Tahun-XXVIII-2017.-Hal-90-91-F.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Swamedikasi Aman dengan Obat Herbal. Warta Ekonomi. Edisi 04. Tahun XXVIII 2017. Hal 90-91","datePublished":"2018-01-22T03:21:33+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:26:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\/"},"wordCount":958,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Swamedikasi-Aman-dengan-Obat-Herbal.-Warta-Ekonomi.-Edisi-04.-Tahun-XXVIII-2017.-Hal-90-91-F.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\/","name":"Swamedikasi Aman dengan Obat Herbal. Warta Ekonomi. Edisi 04. Tahun XXVIII 2017. Hal 90-91 - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Swamedikasi-Aman-dengan-Obat-Herbal.-Warta-Ekonomi.-Edisi-04.-Tahun-XXVIII-2017.-Hal-90-91-F.jpg","datePublished":"2018-01-22T03:21:33+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:26:30+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\/#primaryimage","url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Swamedikasi-Aman-dengan-Obat-Herbal.-Warta-Ekonomi.-Edisi-04.-Tahun-XXVIII-2017.-Hal-90-91-F.jpg","contentUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Swamedikasi-Aman-dengan-Obat-Herbal.-Warta-Ekonomi.-Edisi-04.-Tahun-XXVIII-2017.-Hal-90-91-F.jpg","width":1445,"height":1473},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/swamedikasi-aman-dengan-obat-herbal-warta-ekonomi-edisi-04-tahun-xxviii-2017-hal-90-91\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Swamedikasi Aman dengan Obat Herbal. Warta Ekonomi. Edisi 04. Tahun XXVIII 2017. Hal 90-91"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11196","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11196"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11196\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15523,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11196\/revisions\/15523"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11198"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11196"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11196"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11196"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}