{"id":11236,"date":"2018-01-22T11:47:21","date_gmt":"2018-01-22T04:47:21","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=11236"},"modified":"2025-05-01T12:26:29","modified_gmt":"2025-05-01T05:26:29","slug":"tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\/","title":{"rendered":"Tertolak Ibu dalam Kandungan. Tempo. 1-7 Mei 2017. Hal 70-71"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-11237\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Tertolak-Ibu-dalam-Kandungan.-Tempo.-1-7-Mei-2017.-Hal-70-71.-1500x992.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"992\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Tertolak-Ibu-dalam-Kandungan.-Tempo.-1-7-Mei-2017.-Hal-70-71.-1500x992.jpg 1500w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Tertolak-Ibu-dalam-Kandungan.-Tempo.-1-7-Mei-2017.-Hal-70-71.-300x198.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Tertolak-Ibu-dalam-Kandungan.-Tempo.-1-7-Mei-2017.-Hal-70-71.-768x508.jpg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Tertolak-Ibu-dalam-Kandungan.-Tempo.-1-7-Mei-2017.-Hal-70-71.-1030x681.jpg 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Tertolak-Ibu-dalam-Kandungan.-Tempo.-1-7-Mei-2017.-Hal-70-71.-705x466.jpg 705w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Tertolak-Ibu-dalam-Kandungan.-Tempo.-1-7-Mei-2017.-Hal-70-71.-450x298.jpg 450w\" sizes=\"auto, (max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/p>\n<p><strong>Tubuh ibu dapat menolak janin yang dikandungnya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Akibatnya, janin bisa kurang darah hingga keguguran.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dari seluruh penduduk dunia, diperkirakan ada 15 persen yang memiliki rhesus negatif, kebanyakan pada ras Kaukasia (kulit putih). Di Indonesia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2010, jumlah pemilik rhesus negatif kurang dari 1 persen penduduk atau hanya sekitar 1,2 juga orang.<\/strong><\/p>\n<p>BERKALI-KALI mengandung, berkali-kali juga Yanti bukan nama sebenarnya mengalami keguguran. Dari empat kali mengandung, hanya anak pertamanya yang selamat. Tiga adiknya meninggal saat masih dalam kandungan. \u201cSewaktu datang ke kami beberapa tahun lalu sudah kehamilan kelima, \u201ckata dokter spesialis kebidangan dan kandungan Gatot Abdurrazak, Kamis pekan lalu.<\/p>\n<p>Awalnya, menurut Gatot, Yanti tak sadar penyebab kematian ketiga janin yang dikandungnya tersebut. Barulah pada kehamilannya yang kelima itu dia tahu ada masalah dalam darah. Hasil pemeriksaan laboraturium menunjukkan darah Yanti dan janinnya berbeda sehingga tubuhnya menyerang darah janin. \u201c<em>Rhesus <\/em>ibunya negatif, sedangkan anaknya positif,\u201d Gatot menjelaskan.<\/p>\n<p>Perbedaan <em>rhesus <\/em>ini menyebabkan kehamilannya yang kelima tersebut juga terancam. Karena penolakan itu, anak yang dikandung Yanti menderita anemia dan pembekakan organ (hidrops fetalis). Untuk mengatasi masalah ini, tim dokter memberikan transfusi darah langsung ke janin sampai dua kali. Beruntung upaya ini berhasil. Janin bisa diselamatkan dan dilahirkan saar usia 32 pekan. \u201cBayinya sehat,\u201d ucap Gatot.<\/p>\n<p>Selain penggolongan darah berdasarkan sistem ABO (dengan pembagian golongan darah A, B, AB, dan O), darah dibagi berdasarkan <em>rhesus<\/em>, yakni protein (antigen) D yang terdapat pada permukaan sel darah merah. Jika hasil tes darah seseorang menunjukkan adanya antigen D, ia termasuk memiliki <em>rhesus<\/em> positif. Sebaliknya, jika seseorang tidak mempunyai antigen D, ia termasuk memiliki <em>rhesus<\/em> negatif.<\/p>\n<p>Mereka yang mempunyai <em>rhesus<\/em> negatif tak boleh menerima donor darah dari yang memiliki <em>rhesus <\/em>positif. Penyebabnya, sistem pertahanan tubuh orang yang mempunyai <em>rhesus<\/em> negatif akan menganggap darah yang masuk ke tubuh dengan <em>rhesus<\/em> positif itu sebagai benda asing yang perlu dilawan. Sama seperti ketika tubuh kemasukan virus atau bakteri. Tubuh akan membentuk antibodi untuk menyerang darah yang masuk tersebut.<\/p>\n<p>Dari seluruh penduduk dunia, diperkirakan ada 15 persen yang memiliki <em>rhesus<\/em> negatif, kebanyakan pada ras Kaukasia (kulit putih). Di Indonesia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2010, jumlah penduduk atau hanya sekitar 1,2 juta orang.<\/p>\n<p>Nah, perbedaan <em>rhesus<\/em> ini bisa terjadi antara ibu dan janinnya. Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan Rully Ayu Nirmatasari, perempuan yang mempunyai <em>rhesus<\/em> negatif bisa mengalami masalah saat hamil kalau anak yang dikandungnya memiliki <em>rhesus<\/em> positif. Ini lantaran ibu yang mempunyai <em>rhesus<\/em> negatif menikah dengan ayah yang memiliki <em>rhesus<\/em> positif. \u201cAnaknya bisa mempunyai <em>rhesus <\/em>negatif atau positif,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Kalau anak sama-sama mempunyau <em>rhesus <\/em>negatif, kata dia, tak akan ada masalah karena karakter darah janin tak berbeda dengan darah ibu. Namun, jika anak memiliki <em>rhesus<\/em> positif, darah ibu akan melacak adanya benda asing-protein yang terdapat pada darah anaknya tadi yang tak dipunyai oleh darah ibu. \u201cSehingga kemudian tubuh ibu akan membentuk antibodi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Pembentukan antibodi ini tak serta merasa saar hamil. Rully mengatakan harus ada kontak darah antara ibu dan janinnya dulu smapai darah ibu mengenali benda asing tersebut. Kontak darah ini bisa terjadi jika ibu mengalami pendarahan atau dilakukan tindakan yang menembus antara ibu dan janin, seperti pengambilan darah untuk mengetahui kromosom. \u201cKena 0,1 milimeter saja, darah keduanya bisa bersentukan,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Selain itu, menurut dokter spesialis anak Setyadewi Lusyana, antibodi ibu akan terbentuk jika ibu sebnelumnya mendapatkan transfusi darah dengan <em>rhesus<\/em> positif. Akibatnya, tubuh membentuk antibodi lebih dulu sebelum kehamilan. Maka, saat hamil janin dengan <em>rhesus<\/em> positif, tubuh ibu sudah memiliki \u201cpasukan\u201d untuk menyerang benda asing yang ada dalam darah janin.<\/p>\n<p>Lusy mengatakan banyak calon ibu tak paham dengan masalah perbedaan <em>rhesus <\/em>ini. Mereka biasanya baru datang setelah berkali-kali mengalami keguguran. Padahal, kata dia, masalah semacam ini bisa dicegah.<\/p>\n<p>Efek perbedaan <em>rhesus <\/em>ini bermacam-macam. Salah satunya hidrops fetalis akibat prosese peradangan sehingga terjadi kebocoran cairan di pembuluh darah. Akibatnya cairan akan menumpuk pada organ tertentu. \u201cJika terjadi di paru-paru, janin bisa kesulitan bernapas,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Karena perlawanan antibodi ibu, sel darah merah janin juga akan pecah sehingga mengakibatkan janin menjadi kuning akibat munculnya bilirubin yang tinggi. Ini biasanya terjadi pada trimester akhir kehamilan. \u201cSetiap bayi akan mengalami bilirubin yang tinggi. Tapi, jika diakibatkan oleh perpecahan darah akibat antibodi ibu, bilirubinnya akan sangat tinggi dan lebih susah ditangani,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Akibat perpecahan darah ini, menurut Lusy, bayu juga akan kekurangan darah. Efeknya, oksigen yang masuk ke tubuh kurang dari yang dibutuhkan, sehingga akan mengganggu kerja jantung, memperberat kerja paru-paru, dan menghambat perkembangannya. Bayi oun bisa meninggal dalam kandungan.<\/p>\n<p>Kalaupun bisa selamat dan dilahirkan, kemungkinan besar bayi akan menderita cacar mental akibat anemia dan kekurangan oksigen yang dipasok ke otak. \u201cKarena kondisinya sudah begitu buruk, bayi biasanya tak selamat dalam hitungan hari,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Lusy, tingkat keparahan ini salah satunya bergantung pada urutan kehamilan. Penyebabnya, makin sering hamil, antibodi yang diproduksi oleh tubuh ibu makin kuat sehingga makin masif menyerang janin yang dikandung. Kondisi anak kedua akan lebih parah ketimbang anak pertama. Begitupun anak ketiga, akan lebih parah ketimbang anak kedua. \u201cMakin banyak kehamilan terjadi, resikonya makin tinggi dan keparahannya lebih besar,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Karena itu, jika ibu sering mengalami keguguran, Lusy menyarankan ibu agar memeriksakan darahnya. Bisa jadi itu adalah akibat dari <em>rhesus<\/em> darah ibu yang negatif dan janin yang positif.<\/p>\n<p>Tapi, sebelum semua ini terjadi, lebih baik pada calon ibu memeriksakan darahnya saat hamil. Jika <em>rhesus<\/em>nya negatif dan pasangannya positif, ibu mesti mendapatkan vaksin anti D immunoglobulin (RhoGam). Imunisasi ini diberikan ketika usia kehamilan 28 pekan, saat sudah mendekati trimester akhir. Atau jika anak sudah lahir dan diketahui memiliki <em>rhesus<\/em> powitif, injeksi dilakukan 72 jam setelah persalinan. \u201cDengan pemberian ini, 99 persen masalah penyerangan antibodi ibu bisa tertangani,\u201d ujar Lusy.<\/p>\n<p>Sumber : Tempo 1-7 Mei 2017 Hal 70-71<\/p>\n<p>Penulis : NURALFIYAH<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tubuh ibu dapat menolak janin yang dikandungnya. Akibatnya, janin bisa kurang darah hingga keguguran. Dari seluruh penduduk dunia, diperkirakan ada 15 persen yang memiliki rhesus negatif, kebanyakan pada ras Kaukasia (kulit putih). Di Indonesia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2010, jumlah pemilik rhesus negatif kurang dari 1 persen penduduk atau hanya sekitar 1,2 juga orang&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11238,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-11236","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tertolak Ibu dalam Kandungan. Tempo. 1-7 Mei 2017. Hal 70-71 - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tertolak Ibu dalam Kandungan. Tempo. 1-7 Mei 2017. Hal 70-71 - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tubuh ibu dapat menolak janin yang dikandungnya. Akibatnya, janin bisa kurang darah hingga keguguran. Dari seluruh penduduk dunia, diperkirakan ada 15 persen yang memiliki rhesus negatif, kebanyakan pada ras Kaukasia (kulit putih). Di Indonesia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2010, jumlah pemilik rhesus negatif kurang dari 1 persen penduduk atau hanya sekitar 1,2 juga orang....\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-01-22T04:47:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:26:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Tertolak-Ibu-dalam-Kandungan.-Tempo.-1-7-Mei-2017.-Hal-70-71-F.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1817\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1657\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Tertolak Ibu dalam Kandungan. Tempo. 1-7 Mei 2017. Hal 70-71\",\"datePublished\":\"2018-01-22T04:47:21+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:26:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\\\/\"},\"wordCount\":926,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Tertolak-Ibu-dalam-Kandungan.-Tempo.-1-7-Mei-2017.-Hal-70-71-F.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\\\/\",\"name\":\"Tertolak Ibu dalam Kandungan. Tempo. 1-7 Mei 2017. Hal 70-71 - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Tertolak-Ibu-dalam-Kandungan.-Tempo.-1-7-Mei-2017.-Hal-70-71-F.jpg\",\"datePublished\":\"2018-01-22T04:47:21+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:26:29+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Tertolak-Ibu-dalam-Kandungan.-Tempo.-1-7-Mei-2017.-Hal-70-71-F.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Tertolak-Ibu-dalam-Kandungan.-Tempo.-1-7-Mei-2017.-Hal-70-71-F.jpg\",\"width\":1817,\"height\":1657},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tertolak Ibu dalam Kandungan. Tempo. 1-7 Mei 2017. Hal 70-71\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tertolak Ibu dalam Kandungan. Tempo. 1-7 Mei 2017. Hal 70-71 - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tertolak Ibu dalam Kandungan. Tempo. 1-7 Mei 2017. Hal 70-71 - Library","og_description":"Tubuh ibu dapat menolak janin yang dikandungnya. Akibatnya, janin bisa kurang darah hingga keguguran. Dari seluruh penduduk dunia, diperkirakan ada 15 persen yang memiliki rhesus negatif, kebanyakan pada ras Kaukasia (kulit putih). Di Indonesia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2010, jumlah pemilik rhesus negatif kurang dari 1 persen penduduk atau hanya sekitar 1,2 juga orang....","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-01-22T04:47:21+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:26:29+00:00","og_image":[{"width":1817,"height":1657,"url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Tertolak-Ibu-dalam-Kandungan.-Tempo.-1-7-Mei-2017.-Hal-70-71-F.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Tertolak Ibu dalam Kandungan. Tempo. 1-7 Mei 2017. Hal 70-71","datePublished":"2018-01-22T04:47:21+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:26:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\/"},"wordCount":926,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Tertolak-Ibu-dalam-Kandungan.-Tempo.-1-7-Mei-2017.-Hal-70-71-F.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\/","name":"Tertolak Ibu dalam Kandungan. Tempo. 1-7 Mei 2017. Hal 70-71 - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Tertolak-Ibu-dalam-Kandungan.-Tempo.-1-7-Mei-2017.-Hal-70-71-F.jpg","datePublished":"2018-01-22T04:47:21+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:26:29+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\/#primaryimage","url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Tertolak-Ibu-dalam-Kandungan.-Tempo.-1-7-Mei-2017.-Hal-70-71-F.jpg","contentUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Tertolak-Ibu-dalam-Kandungan.-Tempo.-1-7-Mei-2017.-Hal-70-71-F.jpg","width":1817,"height":1657},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/tertolak-ibu-dalam-kandungan-tempo-1-7-mei-2017-hal-70-71\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tertolak Ibu dalam Kandungan. Tempo. 1-7 Mei 2017. Hal 70-71"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11236","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11236"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11236\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15480,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11236\/revisions\/15480"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11238"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11236"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11236"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11236"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}