{"id":11278,"date":"2018-01-22T12:48:58","date_gmt":"2018-01-22T05:48:58","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=11278"},"modified":"2025-05-01T12:19:40","modified_gmt":"2025-05-01T05:19:40","slug":"ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\/","title":{"rendered":"Ciptakan Budaya Menghargai Dalam Pekerjaan. Infokomputer. Edisi 05. Mei 2017. Hal 86- 87"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-11279\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Ciptakan-Budaya-Menghargai-Dalam-Pekerjaan.-Infokomputer.-Edisi-05.-Mei-2017.-Hal-86-87.-1500x1003.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"1003\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Ciptakan-Budaya-Menghargai-Dalam-Pekerjaan.-Infokomputer.-Edisi-05.-Mei-2017.-Hal-86-87.-1500x1003.jpg 1500w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Ciptakan-Budaya-Menghargai-Dalam-Pekerjaan.-Infokomputer.-Edisi-05.-Mei-2017.-Hal-86-87.-300x201.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Ciptakan-Budaya-Menghargai-Dalam-Pekerjaan.-Infokomputer.-Edisi-05.-Mei-2017.-Hal-86-87.-768x514.jpg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Ciptakan-Budaya-Menghargai-Dalam-Pekerjaan.-Infokomputer.-Edisi-05.-Mei-2017.-Hal-86-87.-1030x689.jpg 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Ciptakan-Budaya-Menghargai-Dalam-Pekerjaan.-Infokomputer.-Edisi-05.-Mei-2017.-Hal-86-87.-705x472.jpg 705w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Ciptakan-Budaya-Menghargai-Dalam-Pekerjaan.-Infokomputer.-Edisi-05.-Mei-2017.-Hal-86-87.-450x301.jpg 450w\" sizes=\"auto, (max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/p>\n<p>Oleh Meisia Chandra (Head of Accounts and Consulting , Storms Benefit Indonesia)<\/p>\n<p>Seorang teman menceritakan tentang tempat kerjanya dengan tingkat <strong><em>turnover<\/em><\/strong> yang sangat tinggi. Hampir setiap bulan ada yang resign, terkadang tidak hanya satu, tetapi beberapa. Bulan ini pun giliran dia sendiri yang tidak tahan. Apa pasal?<\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Setelah dia bercerita panjang tentang apa yang terjadi, saya pun kemudian dapat mengambil kesimpulan bahwa tingginya tikat <em>turnover<\/em> disebabkan oleh rendahnya budaya menghargai (<em>recognition<\/em>). Banyak yang merasa, pekerjaan dan kontribusinya selama ini \u201ctidak dianggap\u201d, \u201cbegitu saja dilupakan\u201d, \u201cnothing\u201d, mengutip kata-kata teman saya. Sebaliknya, budaya menghukumlah yang terasa lebih dominan. Karyawan selalu ditekan untuk mencapai target, dituntut untuk terus memberikan lebih banyak, dan mengikut aturan yang dibuat perusahaan. Kemudian, apabila tidak tercapai atau karyawan gagal memenuhi aturan, hukumannya tidak tanggung-tanggung: potong gaji, atau ada yang diturunkan jabatannya.<\/p>\n<p>Kondisi ini tentu menciptakan suasana yang menakutkan, <em>stressful<\/em>. Dalam kondisi seperti ini, karyawan akan memberikan kontribusi seadanya sesuai tuntutan, dan tidak akan banyak berinovasi. Perusahaan kehilangan kreativitas dan produktivitas karyawan, belum lagi kerugian karena <em>turnover<\/em> yang tinggi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1>Pentingnya Recognition<\/h1>\n<p>Cerita di atas mengingatkan saya pada buku <em>The Carrot Principle<\/em>, sebuah buku tentang pentingnya <em>recognition<\/em> di tempat kerja. Buku ini merupakan hasil salah satu studi manajemen paling mendalam, melibatkan hampir 200 ribu responden dalam kurun waktu sepuluh tahun. Studi ini menemukan bahwa karakter paling sentral dari seorang manajer yang sukses adalah mereka sering memberikan <em>recognition<\/em> yang efektif pada karyawan mereka. Produktivitas karyawan meningkat tajam ketika para manajer mengambil waktu memberikan pujian konstruktif, atau apresiasi yang bermakna, yang mengakui pekerjaan karyawan dan memotivasi mereka.<\/p>\n<p>Studi ini juga menemukan bahwa, sebanyak 79% dari karyawan yang berhenti dari pekerjaan mereka menyebutkan kurangnya apresiasi sebagai alasan mereka berhenti. Survei Watson Wyatt Reward Plan terhadap 614 perusahaan dengan 3,5 juta karyawan total menunjukkan bahwa rata-rata angka <em>turnover<\/em> perusahaan dengan strategi <em>reward<\/em> yang jelas hanya memiliki angka tiga belas persen lebih rendah daripada perusahaan yang tidak memiliki strategi <em>reward<\/em> yang jelas.<\/p>\n<p>Sebagai tambahan, studi Gallup terhadap hampir 5 juta karyawan menunjukkan bahwa meningkatnya <em>recognition<\/em> dan pujian (<em>praise<\/em>) di perusahaan dapat menyumbang pada turunnya <em>turnover<\/em>, meningkatnya angka kepuasan dan loyalitas konsumen, dan meningkatnya produktivitas secara keseluruhan. Data dari departemen tenaga kerja Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa alasan pertama seseorang meninggalkan organisasi tempat ia bekerja adalah \u201ctidak merasa dihargai.\u201d<\/p>\n<p>Riset KPMG yang saya kutip dari buku yang sama menemukan bahwa angka<em> turnover<\/em> di kalangan karyawan yang menerima <em>award<\/em> (penghargaan) sama sekali. Pada saat yang sama Watson Wyatt juga menanyakan kepada karyawan mereka apa motivator utama bagi mereka untuk memberikan kinerja baik. Sebanyak 66 persen karyawan menyebut \u201c<em>appreciation<\/em>\u201d.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1>Budaya Menghargai<\/h1>\n<p>Data-data di atas saya hadirkan untuk Anda yang masih menimbang, apakah lebih baik memotivasi karyawan dengan <em>positive reinforcement<\/em> (memberikan <em>reward<\/em>), atau dengan <em>negative reinforcement<\/em> (memberikan hukuman bila tidak memberikan perilaku yang diharapkan). Penelitian telah membuktikan bahwa memberikan budaya yang positif, budaya yang menghargai, di tempat kerja, terbukti memberikan dampak positif bagi perusahaan, seperti meningkatnya produktivitas, meningkatnya kepuasan konsumen, serta menurunkan <em>turnover<\/em>. Bukan berarti ini melakukan peniadaan hukuman untuk karyawan yang melakukan kesalahan. Namun penting untuk menciptakan budaya menghargai dan budaya positif yang lebih dominan daripada budaya menghukum.<\/p>\n<p>Sebenarnya ini bukanlah hal baru. Apabila Anda menanyakan hal ini kepada tiga orang manajer, kemungkinan besar ketiganya akan menjawab bahwa <em>recognition<\/em> itu sangat penting. Tetapi, apakah mereka mempraktikkannya, atau apakah mereka telah mempraktikkannya dengan benar, adalah hal yang berbeda.<\/p>\n<p>Tidak punya waktu, takut dianggap pilih kasih, khawatir karyawan meminta lebih banyak, manajer lain tidak melakukannya, dan khawatir kehilangan makna adalah beberapa alasan seorang manajer tidak memberikan penghargaan kepada karyawan. Sebenarnya, apabila dilakukan dengan baik, pemberian penghargaan tidak akan menciptakan iri hati dan sebagainya seperti yang dikhawatirkan.<\/p>\n<p>Terkadang manajer tidak ingin memberikan penghargaan kepada karyawan karena merasa memang tugas karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan. Tetapi sebenarnya, penghargaan tidak selalu harus berupa hadiah berupa uang atau barang. Sedikit perhatian saja dari manajer yang menunjukkan bahwa sang manajer mengetahui pekerjaan karyawan, mengetahui bahwa karyawan telah melakukan bagian perannya dengan baik, dapat membuat perbedaan. Karena di dalam organisasi, setiap orang, sekecil apapun perannya, turut menyumbang dalam pencapaian hasil bisnis.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1>Beberapa Tip<\/h1>\n<p>Berikut adalah beberapa tip dari Adrian Gostick dan Chester Elton, penulis buku <em>The Carrot Principle: How the Best Managers Use Recognition to Engage Their People, Retain Talent, and Accelerate Performance<\/em>. Buku ini membahas tentang bagaimana memberikan <em>recognition<\/em> yang efektif. Ini adalah karakteristik dari pemberian penghargaan yang akan memberikan dampak positif bagi organisasi:<\/p>\n<ol>\n<li><strong> Pemberian <em>recognition<\/em> yang efektif dilakukan sesering mungkin<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Pemberian penghargaan yang dilakukan setahun atau tiga bulan sekali tidak akan efektif untuk memotivasi dan meningkatkan kinerja. Gostick dan Elton merekomendasikan pemberian penghargaan dilakukan seminggu sekali. Namun, saat ini dengan bantuan teknologi digital, manajer dapat memberikan penghargaan yang tepat kepada karyawan dalam basis harian, bahkan secara <em>real-time<\/em>, di mana setiap karyawan memiliki kesempatan yang sama untuk menerimanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong> <em>Recognition<\/em> yang efektif mencerminkan nilai-nilai organisasi<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Banyak organisasi memiliki nilai-nilai yang dihargai, yang seringkali terpampang di dinding-dinging kantor, seperti pelayanan, kerja keras, inovasi, dan sebagainya. Tetapi tak jarang nilai-nilai tersebut hanya menjadi pajangan saja, tidak terlalu dipedulikan dan seringkali dilupakan begitu saja oleh karyawan.<\/p>\n<p>Betapa akan lebih baik bila manajer mendorong munculnya nilai-nilai tersebut dengan pemberian penghargaan. Contoh: seorang manajer menulis <em>thankyou notes<\/em> kepada karyawannya yang telah memberi usaha ekstra untuk membuat klien senang. Ucapan terima kasih ini dapat dilihat juga oleh semua karyawan karena disampaikan dalam media sosial internal perusahaan. Pemberian penghargaan ini selain menghargai kinerja karyawan juga mengaitkannya dengan salah satu nilai organisasi yaitu pelayanan. Semua karyawan dapat melihat nilai tersebut diterapkan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong> <em>Recognition<\/em> yang efektif setara dengan pencapaian<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Akan sangat menurunkan motivasi jika karyawan hanya diberi penghargaan kecil untuk pencapaiannya yang besar. Misalnya, atas usaha seorang karyawan yang telah gigih mengerjar sebuah klien yang mendatangkan revenue miliaran kepada perusahaan, karyawan tersebut hanya mendapatkan sebuah <em>voucher<\/em> makan di restoran seharga Rp50 ribu. Apalagi di saat yang sama ada karyawan lain yang hanya bekerja seadanya dan tidak terlalu berperan juga mendapatkan hadiah yang sama. Hal ini membuat karyawan yang bekerja keras merasa usahanya tidak dihargai.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong> <em>Recognition<\/em> yang efektif disesuaikan dengan kebutuhan individu<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Apa yang penting dan bermakna bagi seseorang bisa saja dianggap tidak bermakna bagi orang lain. Seorang karyawan yang ambisius mungkin akan sangat menghargai kesempatan makan bersama dengan CEO sebagai sebuah penghargaan, tetapi tidak bagi karyawan lain. Bagi karyawan yang sulit mendapatkan kesempatan cuti karena tuntutan pekerjaannya, pemberian cuti bisa jadi akan menjadi penghargaan yang akan sangat bermakna baginya.<\/p>\n<p>Gostick dan Elton juga mengingatkan tentang pemberian <em>reward<\/em> berupa uang tunai (<em>cash<\/em>). Kecuali bila jumlah uang sangat substansial, pemberian <em>cash reward<\/em> biasanya mudah dilupakan karena karyawan cepat menghabiskannya untuk membayar tagihan dan lainnya.<\/p>\n<p>Jadi tunggu apa lagi? Mulailah dari Anda sebagai <em>leader<\/em> untuk menciptakan budaya menghargai dalam perusahaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Infokomputer, 5 Mei 2017<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Meisia Chandra (Head of Accounts and Consulting , Storms Benefit Indonesia) Seorang teman menceritakan tentang tempat kerjanya dengan tingkat turnover yang sangat tinggi. Hampir setiap bulan ada yang resign, terkadang tidak hanya satu, tetapi beberapa. Bulan ini pun giliran dia sendiri yang tidak tahan. Apa pasal? \u00a0 Setelah dia bercerita panjang tentang apa yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11280,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-11278","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ciptakan Budaya Menghargai Dalam Pekerjaan. Infokomputer. Edisi 05. Mei 2017. Hal 86- 87 - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ciptakan Budaya Menghargai Dalam Pekerjaan. Infokomputer. Edisi 05. Mei 2017. Hal 86- 87 - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh Meisia Chandra (Head of Accounts and Consulting , Storms Benefit Indonesia) Seorang teman menceritakan tentang tempat kerjanya dengan tingkat turnover yang sangat tinggi. Hampir setiap bulan ada yang resign, terkadang tidak hanya satu, tetapi beberapa. Bulan ini pun giliran dia sendiri yang tidak tahan. Apa pasal? \u00a0 Setelah dia bercerita panjang tentang apa yang...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-01-22T05:48:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:19:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Ciptakan-Budaya-Menghargai-Dalam-Pekerjaan.-Infokomputer.-Edisi-05.-Mei-2017.-Hal-86-87-F.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1301\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Ciptakan Budaya Menghargai Dalam Pekerjaan. Infokomputer. Edisi 05. Mei 2017. Hal 86- 87\",\"datePublished\":\"2018-01-22T05:48:58+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:19:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\\\/\"},\"wordCount\":1106,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Ciptakan-Budaya-Menghargai-Dalam-Pekerjaan.-Infokomputer.-Edisi-05.-Mei-2017.-Hal-86-87-F.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\\\/\",\"name\":\"Ciptakan Budaya Menghargai Dalam Pekerjaan. Infokomputer. Edisi 05. Mei 2017. Hal 86- 87 - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Ciptakan-Budaya-Menghargai-Dalam-Pekerjaan.-Infokomputer.-Edisi-05.-Mei-2017.-Hal-86-87-F.jpg\",\"datePublished\":\"2018-01-22T05:48:58+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:19:40+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Ciptakan-Budaya-Menghargai-Dalam-Pekerjaan.-Infokomputer.-Edisi-05.-Mei-2017.-Hal-86-87-F.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Ciptakan-Budaya-Menghargai-Dalam-Pekerjaan.-Infokomputer.-Edisi-05.-Mei-2017.-Hal-86-87-F.jpg\",\"width\":1533,\"height\":1301},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ciptakan Budaya Menghargai Dalam Pekerjaan. Infokomputer. Edisi 05. Mei 2017. Hal 86- 87\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ciptakan Budaya Menghargai Dalam Pekerjaan. Infokomputer. Edisi 05. Mei 2017. Hal 86- 87 - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ciptakan Budaya Menghargai Dalam Pekerjaan. Infokomputer. Edisi 05. Mei 2017. Hal 86- 87 - Library","og_description":"Oleh Meisia Chandra (Head of Accounts and Consulting , Storms Benefit Indonesia) Seorang teman menceritakan tentang tempat kerjanya dengan tingkat turnover yang sangat tinggi. Hampir setiap bulan ada yang resign, terkadang tidak hanya satu, tetapi beberapa. Bulan ini pun giliran dia sendiri yang tidak tahan. Apa pasal? \u00a0 Setelah dia bercerita panjang tentang apa yang...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-01-22T05:48:58+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:19:40+00:00","og_image":[{"width":1533,"height":1301,"url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Ciptakan-Budaya-Menghargai-Dalam-Pekerjaan.-Infokomputer.-Edisi-05.-Mei-2017.-Hal-86-87-F.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Ciptakan Budaya Menghargai Dalam Pekerjaan. Infokomputer. Edisi 05. Mei 2017. Hal 86- 87","datePublished":"2018-01-22T05:48:58+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:19:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\/"},"wordCount":1106,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Ciptakan-Budaya-Menghargai-Dalam-Pekerjaan.-Infokomputer.-Edisi-05.-Mei-2017.-Hal-86-87-F.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\/","name":"Ciptakan Budaya Menghargai Dalam Pekerjaan. Infokomputer. Edisi 05. Mei 2017. Hal 86- 87 - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Ciptakan-Budaya-Menghargai-Dalam-Pekerjaan.-Infokomputer.-Edisi-05.-Mei-2017.-Hal-86-87-F.jpg","datePublished":"2018-01-22T05:48:58+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:19:40+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\/#primaryimage","url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Ciptakan-Budaya-Menghargai-Dalam-Pekerjaan.-Infokomputer.-Edisi-05.-Mei-2017.-Hal-86-87-F.jpg","contentUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Ciptakan-Budaya-Menghargai-Dalam-Pekerjaan.-Infokomputer.-Edisi-05.-Mei-2017.-Hal-86-87-F.jpg","width":1533,"height":1301},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ciptakan-budaya-menghargai-dalam-pekerjaan-infokomputer-edisi-05-mei-2017-hal-86-87\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ciptakan Budaya Menghargai Dalam Pekerjaan. Infokomputer. Edisi 05. Mei 2017. Hal 86- 87"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11278","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11278"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11278\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17521,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11278\/revisions\/17521"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11280"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11278"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11278"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11278"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}