{"id":11668,"date":"2018-01-23T16:03:45","date_gmt":"2018-01-23T09:03:45","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=11668"},"modified":"2025-05-01T12:37:11","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:11","slug":"aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\/","title":{"rendered":"Aris Hartana_&#8221;Pak Koi&#8221; Sahabat Petani. Kompas. 3 November 2017. Hal. 16"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-11669\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Aris-Hartana_Pak-Koi-Sahabat-Petani.-Kompas.-3-November-2017.-Hal.-16-1500x1101.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"1101\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Aris-Hartana_Pak-Koi-Sahabat-Petani.-Kompas.-3-November-2017.-Hal.-16-1500x1101.jpg 1500w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Aris-Hartana_Pak-Koi-Sahabat-Petani.-Kompas.-3-November-2017.-Hal.-16-300x220.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Aris-Hartana_Pak-Koi-Sahabat-Petani.-Kompas.-3-November-2017.-Hal.-16-768x564.jpg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Aris-Hartana_Pak-Koi-Sahabat-Petani.-Kompas.-3-November-2017.-Hal.-16-1030x756.jpg 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Aris-Hartana_Pak-Koi-Sahabat-Petani.-Kompas.-3-November-2017.-Hal.-16-705x517.jpg 705w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Aris-Hartana_Pak-Koi-Sahabat-Petani.-Kompas.-3-November-2017.-Hal.-16-450x330.jpg 450w\" sizes=\"auto, (max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/p>\n<p>D Ikan koi dipercaya oleh sebagian orang sebagai ikan &#8221; ajaib &#8221; . Meski tidak percaya terhadap mitos tersebut , Aris Hartana bisa mengubah hidupnya dengan koi . Dengan modal awal Rp 50.000 , dia bisa hidup sejahtera lewat bisnis kol . Rezeki dari koi lantas ia bagi kepada puluhan petani .<\/p>\n<p>OLEH SAIFUL RIJAL YUNUS<\/p>\n<p>Dusun Dangkel Wetan berjarak sekitar 25 kilometer dari Ka . bupaten Magelang Jawa Te- ngah . Suasana dusun yang asri , de- ngan hamparan sawah di kiri dan kanan jalan , memberi impresi segar.lapan Rumah &#8211; rumah warga berjarak di du- sun yang masuk bagian dari Desa Karangtalun , Ngluwar , Kabupaten Magelang ini . Meski harus masuk ke jalan &#8211; jalan kecil di dusun , tidak sulit mencari kediaman Aris Hartana ( 46 ) . Orang di sekitarnya menyebutnya &#8221; Aris Ko &#8221; , diambil dari\u00a0 kesialan Aris yang mem- budidayakan ikan asal Jepang ini.miliki Plang nama Rera Koi terpampang di depan rumah ayah dua anak ini .<\/p>\n<p>&#8221; Rera itu nama udara saya waktu jadi penyiar radio , &#8221; ucapnya mem- buka percakapan , Senin ( 30\/10 ) , di teras rumahnya Secangkir kopi dan sepiring kue kampung menemani perbincangan . &#8221; Dari menjadi penyiar itu juga saya mendapat banyak ke- nalan luas , termasuk tentang kot .<\/p>\n<p>&#8221; Keseriusannya dalam dunia koi de- ngan mudah dilihat dari rumahnya Di sebelah rumahnya berjajar tujuh kolam budidaya kol . Di kolam itu ada beragam jenis Induk kol yang ber jumlah sekitar 100 ekor , juga ribuan benih di kolam . Di belakang rumah nya masih ada sepuluh kolam yang sedikit lebih kecil untuk menampung hasil panen koi para peternak . &#8221; Ke marin baru panen di kecamatan lain Hasilnya lumayan , &#8221; katanya .<\/p>\n<p>Tidak jauh dari rumahnya , di sebu ah petak sawah ilan koj beragam ukuran dengan mudah ditemui . Ko lam itu milik tetangganya yang diajak bekerja sama . Sarja , pengelola lahan , mengatakan , dalam sebulan , dia bisa mendapatkan Rp 500.000 hingga Rp 1 juta . &#8221; Saya bisa nikahin anak dari hasil ini , &#8221; ucap Sarja.<\/p>\n<p>Aris terus menjalin kerja sama dengan para petani di sekitar rumahnya , di sejumlah lokasi di Magelangt . dan beberapa orang di wilayah Yogyakar ta . Puluhan peternak tersebar di de segar.lapan kecamatan di Magelang dan selebihnya di Yogyakarta Totul pe ternak yang bekerja sama dengannya berjumlah 50 orang Sistem ini dise but inti plasma .<\/p>\n<p>Untuk menyiasati kekurangan la han , Anis menggandeng petani untuk membudidayakan koi di lahan mere ka . Arts menyediakan benih , petani menyiaplaan lahan . Aris tak mau me ini.miliki sawah meski penghasilannya saat ini bisa untuk membeli beberapa petak sawah . Dia mengaku tidak ingin mengambil semua peran , dan ingin berbagi rezeki kepada petani .<\/p>\n<p>Hasil dari beternak koi tidak ma in &#8211; main Dia mencontohkan , untuk luas lahan 1000 meter persegi yang ditanami padi bisa menghasilkan Rp 600,000 sampai Rp 1 juta dalam empat bulan . Sementara jika beter nak koi , dalam sebulan kurang lebih bisa mendapatkan Rp 1 juta . Artinya , satu berbanding empat .<\/p>\n<p>Teknisnya , peternak membeli beberapa kantong benih koi . Setelah diternak selama 15 hari , benih ini mengalami pertumbuhan 3-5 senti meter . Dari situ , petani sudah bisa mendapat uang dengan menjual be- nih . Jika dikembangbiakkan , benih- benih ini berkembang menjadi 7-10 sentimeter . Pada usia tersebut biasa- nya dilakukan panen pertama untuk memisahkan benih yang menjadi koi atau tidak . &#8221; Ini disebut pinalan per tama Memisahkan koi atau bukan , ya pinalan itu bahasa perkoian &#8211; lah , ha &#8211; ha . &#8221; kata Aris .<\/p>\n<p>Sebulan setelahnya , ukuran koi mencapai 10-15 sentimeter . Untuk ukuran koi seperti ini rata &#8211; rata dijual Rp 3.000 hingga Rp 7.000 per ekor nya . Jika ada 500 ekor , hasilnya bisa Rp 1,5 juta , atau Rp 3 juta .<\/p>\n<p>Namun , tidak semua koi dijual pada panen itu . Di masa ini , Aris selalu mendampingi rekan kerjanya untuk memilah koi yang memiliki corak bagus dengan yang biasa saja . Jika corak , warna , dan titik yang terdapat pada kol berpotensi dinilai tinggi , dia menyarankan ditabung du\u0142u . Dia juga menjadi pengawas administrator , dan penyuluh bagi para peternak yang tergabung dalam jejaringnya .<\/p>\n<p>Dari Minggu hingga Senin , dia mengatur urutan panen dan jadwal bertemu dengan pembeli . Sebab , dia tidak ingin pasokan berlebih dan membuat harga koi dari peternak menjadi turun . Untuk penjualan , membantu pengangkutan hingga mempertemukan dengan pembeli . Setelah Dia mengambil porsi 10 persen dari hasil penjualan .<\/p>\n<p><strong>Berawal kesenangan<\/strong><\/p>\n<p>Perkenalan pertama Aris dengan koi terjadi pada tahun 1995. Saat itu , dia mempunyai kenalan yang me melihara kol Dia kagun dengan ikan yang bercorak indah ini . Tidak hanya itu , harga ikan koi juga dirasanya sangat tidak masuk akal &#8221; Saya ingat betul pada tahun itu harga beras Rp 450 per kilogram . Mosok koi dijual Rp 15.000 per ekor ? &#8221; cerita Aris .<\/p>\n<p>Dia pun mulai mempelajari segala hal tentang koi . Jenis , ukuran , corak , warna , termasuk cara memelihara koL . Bermodal Rp 50.000 , dia membeli bibit kol . Memasuki awal tahun 2000 &#8211; an , dia mulai mengajak warga untuk beternak . Ada 20 orang yang tertarik bergabung dan mulai mem praktikkan beternak koi . Kelompok ini bertahan selama delapan tahun sebelum sebagian besar anggotanya memilih mandiri . Pada tahun 2010. Aris memutuskan berhenti menjadi penyiar radio dan fokus beternak koi . Dia kembali mengajak warga dan beberapa kenal annya yang mempunyai sawah untuk bersama &#8211; sama mendapatkan manfaat yang lebih dari beternak kooi . Erupsi Merapi pada tahun yang sama mem . buatnya putus asa Induk dan benih koi sebagian besar mat\u00ed . Namun , ber kat bantuan beberapa pihak , dia dapat memulai lagi bisnisnya itu .<\/p>\n<p>Kini , dia menikmati hasil jerih pa yahnya . Dalam sebulan , dia bisa me raup pendapatan belasan juta rupiah . Koi juga menjadi bagian terbaik da lam hidupnya &#8221; Koi membuat hati saya senang dengan cuma melihat nya . Itu mungkin yang membuat orang berpikir , koi membawa keber untungan , karena hati orang selalu gembira melihat koi , &#8221; ceritanya .<\/p>\n<p>Pernah Makan koi ? &#8221; Pernah . Rasanya pahit , &#8221; ucapnya dengan serius . &#8221; Soalnya ikannya saya beli Rp 5 juta , haha . &#8221;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Kompas. 3 November 2017. Hal. 16<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>D Ikan koi dipercaya oleh sebagian orang sebagai ikan &#8221; ajaib &#8221; . Meski tidak percaya terhadap mitos tersebut , Aris Hartana bisa mengubah hidupnya dengan koi . Dengan modal awal Rp 50.000 , dia bisa hidup sejahtera lewat bisnis kol . Rezeki dari koi lantas ia bagi kepada puluhan petani . OLEH SAIFUL RIJAL&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11670,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-11668","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Aris Hartana_&#039;&#039;Pak Koi&#039;&#039; Sahabat Petani. Kompas. 3 November 2017. Hal. 16 - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Aris Hartana_&#039;&#039;Pak Koi&#039;&#039; Sahabat Petani. Kompas. 3 November 2017. Hal. 16 - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"D Ikan koi dipercaya oleh sebagian orang sebagai ikan &#8221; ajaib &#8221; . Meski tidak percaya terhadap mitos tersebut , Aris Hartana bisa mengubah hidupnya dengan koi . Dengan modal awal Rp 50.000 , dia bisa hidup sejahtera lewat bisnis kol . Rezeki dari koi lantas ia bagi kepada puluhan petani . OLEH SAIFUL RIJAL...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-01-23T09:03:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Aris-Hartana_Pak-Koi-Sahabat-Petani.-Kompas.-3-November-2017.-Hal.-16-F.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2408\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1350\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Aris Hartana_&#8221;Pak Koi&#8221; Sahabat Petani. Kompas. 3 November 2017. Hal. 16\",\"datePublished\":\"2018-01-23T09:03:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\\\/\"},\"wordCount\":908,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Aris-Hartana_Pak-Koi-Sahabat-Petani.-Kompas.-3-November-2017.-Hal.-16-F.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\\\/\",\"name\":\"Aris Hartana_''Pak Koi'' Sahabat Petani. Kompas. 3 November 2017. Hal. 16 - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Aris-Hartana_Pak-Koi-Sahabat-Petani.-Kompas.-3-November-2017.-Hal.-16-F.jpg\",\"datePublished\":\"2018-01-23T09:03:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Aris-Hartana_Pak-Koi-Sahabat-Petani.-Kompas.-3-November-2017.-Hal.-16-F.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Aris-Hartana_Pak-Koi-Sahabat-Petani.-Kompas.-3-November-2017.-Hal.-16-F.jpg\",\"width\":2408,\"height\":1350},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Aris Hartana_&#8221;Pak Koi&#8221; Sahabat Petani. Kompas. 3 November 2017. Hal. 16\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Aris Hartana_''Pak Koi'' Sahabat Petani. Kompas. 3 November 2017. Hal. 16 - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Aris Hartana_''Pak Koi'' Sahabat Petani. Kompas. 3 November 2017. Hal. 16 - Library","og_description":"D Ikan koi dipercaya oleh sebagian orang sebagai ikan &#8221; ajaib &#8221; . Meski tidak percaya terhadap mitos tersebut , Aris Hartana bisa mengubah hidupnya dengan koi . Dengan modal awal Rp 50.000 , dia bisa hidup sejahtera lewat bisnis kol . Rezeki dari koi lantas ia bagi kepada puluhan petani . OLEH SAIFUL RIJAL...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-01-23T09:03:45+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:11+00:00","og_image":[{"width":2408,"height":1350,"url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Aris-Hartana_Pak-Koi-Sahabat-Petani.-Kompas.-3-November-2017.-Hal.-16-F.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Aris Hartana_&#8221;Pak Koi&#8221; Sahabat Petani. Kompas. 3 November 2017. Hal. 16","datePublished":"2018-01-23T09:03:45+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\/"},"wordCount":908,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Aris-Hartana_Pak-Koi-Sahabat-Petani.-Kompas.-3-November-2017.-Hal.-16-F.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\/","name":"Aris Hartana_''Pak Koi'' Sahabat Petani. Kompas. 3 November 2017. Hal. 16 - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Aris-Hartana_Pak-Koi-Sahabat-Petani.-Kompas.-3-November-2017.-Hal.-16-F.jpg","datePublished":"2018-01-23T09:03:45+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:11+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\/#primaryimage","url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Aris-Hartana_Pak-Koi-Sahabat-Petani.-Kompas.-3-November-2017.-Hal.-16-F.jpg","contentUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Aris-Hartana_Pak-Koi-Sahabat-Petani.-Kompas.-3-November-2017.-Hal.-16-F.jpg","width":2408,"height":1350},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/aris-hartana_pak-koi-sahabat-petani-kompas-3-november-2017-hal-16\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Aris Hartana_&#8221;Pak Koi&#8221; Sahabat Petani. Kompas. 3 November 2017. Hal. 16"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11668","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11668"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11668\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23169,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11668\/revisions\/23169"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11670"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11668"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11668"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11668"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}