{"id":11842,"date":"2018-01-24T13:21:09","date_gmt":"2018-01-24T06:21:09","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=11842"},"modified":"2025-05-01T12:37:10","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:10","slug":"hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\/","title":{"rendered":"Hamencol_Pendekar Terakhir Taman Nasional Tesso Nilo.Kompas.30 Desember 2017.Hal.16"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-11843\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Hamencol_Pendekar-Terakhir-Taman-Nasional-Tesso-Nilo.Kompas.30-Desember-2017.Hal_.16-1500x1251.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"1251\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Hamencol_Pendekar-Terakhir-Taman-Nasional-Tesso-Nilo.Kompas.30-Desember-2017.Hal_.16-1500x1251.jpg 1500w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Hamencol_Pendekar-Terakhir-Taman-Nasional-Tesso-Nilo.Kompas.30-Desember-2017.Hal_.16-300x250.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Hamencol_Pendekar-Terakhir-Taman-Nasional-Tesso-Nilo.Kompas.30-Desember-2017.Hal_.16-768x641.jpg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Hamencol_Pendekar-Terakhir-Taman-Nasional-Tesso-Nilo.Kompas.30-Desember-2017.Hal_.16-1030x859.jpg 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Hamencol_Pendekar-Terakhir-Taman-Nasional-Tesso-Nilo.Kompas.30-Desember-2017.Hal_.16-705x588.jpg 705w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Hamencol_Pendekar-Terakhir-Taman-Nasional-Tesso-Nilo.Kompas.30-Desember-2017.Hal_.16-450x375.jpg 450w\" sizes=\"auto, (max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/p>\n<p>Setiap kali berbicara topic perambahan Taman Nasional Tesso Nilo, nada suara Hamencol (54) kerap meningi. Tokoh adat Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau, itu mengaku selalu marah melihat kehancuran yang sangat luar biasa di hutan desa di tanah kelahirannya.<\/p>\n<p>Dia merasa kehancuran hutan konservasi gajah Sumatera itu semestinya dapat dicegah apabila pemerintah tidak membiarkan perambahan dalam rentang waktu terlalu lama.<\/p>\n<p>Hamencol ibarat pendekar terakhir penjaga Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Suaranya selalu nyaring membicarakan nasib hutan desanya yang dulu begitu perkasa. Namun, kini, hutan-hutan itu berubah menjadi petaka.<\/p>\n<p>\u201cPemerintah tidak adil. Kenapa para perambah itu dibiarkan. Katanya ada undang-undang yang melarang orang merusak hutan, tetapi kenapa mereka tidak dituntut?\u201d kata Hamencol.<\/p>\n<p>Dia berbincang dengan <em>Kompas <\/em>di sela-sela perjalanan mengitari beberapa lokasi TNTN di Desa Lubuk Kembang Bunga, bersama Yayasan TNTN dan Pundi Sumatera, akhir pekan lalu.<\/p>\n<p>Kemarahan Hamencol menyuarakan kerusakan TNTN patut didukung. TNTN yang ditetapkan pemerintah seluas 83.000 hektar pada 2009 kini hanya tersisa 20.000 hektar. Sebanyak 63.000 hektar (630 kilometer persegi) vegetasi bulan alam yang dulunya menaungi kini berubah menjadi perkebunan kelapa sawit perambah. Perambah itu ebrasal dari kelas <em>gurem <\/em>sampai <em>cukong-cukong <\/em>besar.<\/p>\n<p>Untuk membayangkan lahan yang dirambah itu, kita dapat membandingkannya dengan luas wilayan Provinsi DKI Jakarta (seluas 661 kilometer persegi atau 66.100 hektar). Perambah yang mengokupasi lahan berjumlah belasan ribu orang. Mereka menempati sembilan desa yang pada 2002 nyaris tidak berpenghuni.<\/p>\n<p>Menurut ayah tiga putra itu, tahun 2004 ketika TNTN disahkan sebagai TNTN untuk pertama kali (sebelum diperluas pada 2009), hanya ada 10 keluarga yang menempati areal Dusun Toro Jaya (wilayah administrasi Desa Lubuk Kembang Bunga). Namun, dalam tempo 13 tahun, penduduk dusun yang menempati wilayah TNTN secara ilegal itu sudah mencapai 2.500 keluarga.<\/p>\n<p>\u201cBayangkan pembiaran yang dilakukan pemerintah. Tidak ada yang melarang dan mengusir mereka (perambah) ketika masih sedikit dahulu. Pemerintah tidak adil,\u201d kata Hamencol geram. Semestinya pemerintah mencegahnya dengan menegakkan hukum.<\/p>\n<p>Hamencol tidak pernah segan menyuarakan masalah perambahan TNTN di berbagai forum resmi. Dia mengaku sudah menyampaikan protesnya kepada Bupati Pelalawan, anggota DPRD Pelalawan, sampai seorang direktur jenderal di Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.<\/p>\n<p>Kepada Bupati Pelalawan Muhammad Harris, kata Hamencol, dia berpesan agar pemerintah tidak mengeluarkan tidak mengeluarkan kartu tanda penduduk (KTP) bagi warga perambah. \u201cPerambah adalah perusak alam yang tidak apntas mendapatkan KTP,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Namun, pemerintah setempat mengabaikan permintaan itu. Kini hampir semua perambah TNTN sudah memiliki KTP, sama seperti semua warga di penjuru Tanah Air.<\/p>\n<p>Sikap anti-perambah ditunjukkan Hamencol saat ditunjuk sebagai Sekretaris Pemilihan Kepala Desa Lubuk Kembang Bunga pada 2007. Dia bersikukuh tidak mengikutkan warga perambah dalam pilkades. Padahal, camat tegas meminta semua warga harus diakomodasi. \u201cSaya lawan camat. Dalam pilkades itu tidak ada warga perambah yang memilih,\u201d kata Hamencol.<\/p>\n<p><strong>Berhadapan<\/strong><\/p>\n<p>Hamencol juga berhadapan langsung dengan perambah. Tahun 2004, dia mengadukan auktor intelektualis perambah, berinisial Jas, kepada polisi. Berkat laporan Hamencol, Jas dipenjara selama 3,5 tahun.<\/p>\n<p>Modus Jas menjual lahan TNTN, kata Hamencol, adalah mengeluarkan surat hibah tanah adat kepada calon pembeli lahan. Surat itu ditandatangani Jas selaku <em>bathin <\/em>(pemimpin adat) desa. Padahal, Jas bukan warga Desa Lubuk Kembang Bunga sehingga tidak berhak diangkat atau mengakui sebagai <em>bhatin<\/em>. Namun, Jas bekerja sama dengan kepala desa lama untuk mengesahkan surat hibah dimaksud.<\/p>\n<p>\u201cTahun 2004 saya merampas tas milik Jas dari tangannya langsung. Di dalam tas itu saya temukan puluhan berkas hubah tanah TNTN yang ditandatanganinya. Berkas itulah yang saya laporkan kepada polisi sehingga dia dipenjara,\u201d ungkap Hamencol<\/p>\n<p>Namun, setelah keluar dari penjara Jas justru semakin berani. Dia kembali melakoni jual beli tanah TNTN dengan skala lebih besar. Akan tetapi, Jas tidak lagi bermain sendiri, tetapi membentuk kaki tangan dan pengawal yang melindungi dirinya.<\/p>\n<p>\u201cKaki tangan Jas sangat memusuhi saya. Pernah anak buahnya mengancam akan membunuh saya,\u201d kata Hamencol.<\/p>\n<p>Namun, dengan ancaman itu, Hamencol malah lebih keras melawan. Dia pernah menggagalkan penjualan lahan TNTN seluas 400 hektar kepada seorang pengusaha. Hamencol memperingkatkan pengusaha itu agar tidak membeli tanah yang berada dalam kawasan TNTN. Pengusaha itu pun batal membeli lahan TNTN itu.<\/p>\n<p>Sayangnya, aksi Hamencol melawan perambah tidak didukung penuh oleh pemerintah dan aparat hukum. Dia mengaku tidak mampu berjuang sendiri melawan kelompok perambah hutan yang semakin besar dan memiliki dana tidak terbatas. Dia terpaksa mengalah.<\/p>\n<p>\u201cBeberapa tahun lalu, saya hanya dapat melaporkan kejadian perambahan, tapi tidak pernah ditanggapi. Saya baru aktif lagi melawan perambah pada awal 2016 setelah Yayasan TNTN membentuk tim patroli desa (dibiayai oleh Tropical Forest Conservation Act). Setelah kami berpatroli, tidak ada perambahan baru yang lolos dari pengawasan kami,\u201d kata Hamencol.<\/p>\n<p>Ketika masa patroli selesai Oktober 2017, pada awal Desember, pria tamatan SMP Sorek itu tetap serius melaporkan kejadian perambahan TNTN kepada berabgai pihak terkait. Setelah beberap saat, akhirnya diturnkan tim untuk menumpas perambahan yang terdiri dari anggota TNI, balai TNTN, dan warga.<\/p>\n<p>\u201cKe lokasi perambahan kami naik mobil selama satu jam. Kemudian menyeberangi sungai naik perahu. Kami bermalam di tepi sungai. Paginya, kami berjalan selama satu jam untuk sampai ke lokasi. Di sana ada tiga perambah, tetapi berhasil melarikan diri,\u201d kata Hemencol.<\/p>\n<p>Hamencol mengatakan, selama masih hidup, dirinya akan selalu mendukung pelestarian TNTN. Dia masih berharap suatu saat hutan desanya akan pulih kembali seperti semula.<\/p>\n<p>Sumber: Kompas\/30 Desember 2017\/Hal 16<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap kali berbicara topic perambahan Taman Nasional Tesso Nilo, nada suara Hamencol (54) kerap meningi. Tokoh adat Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau, itu mengaku selalu marah melihat kehancuran yang sangat luar biasa di hutan desa di tanah kelahirannya. Dia merasa kehancuran hutan konservasi gajah Sumatera itu semestinya dapat dicegah apabila pemerintah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11845,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-11842","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Hamencol_Pendekar Terakhir Taman Nasional Tesso Nilo.Kompas.30 Desember 2017.Hal.16 - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hamencol_Pendekar Terakhir Taman Nasional Tesso Nilo.Kompas.30 Desember 2017.Hal.16 - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Setiap kali berbicara topic perambahan Taman Nasional Tesso Nilo, nada suara Hamencol (54) kerap meningi. Tokoh adat Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau, itu mengaku selalu marah melihat kehancuran yang sangat luar biasa di hutan desa di tanah kelahirannya. Dia merasa kehancuran hutan konservasi gajah Sumatera itu semestinya dapat dicegah apabila pemerintah...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-01-24T06:21:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Hamencol_Pendekar-Terakhir-Taman-Nasional-Tesso-Nilo.Kompas.30-Desember-2017.Hal_.16-F.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1194\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Hamencol_Pendekar Terakhir Taman Nasional Tesso Nilo.Kompas.30 Desember 2017.Hal.16\",\"datePublished\":\"2018-01-24T06:21:09+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\\\/\"},\"wordCount\":833,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Hamencol_Pendekar-Terakhir-Taman-Nasional-Tesso-Nilo.Kompas.30-Desember-2017.Hal_.16-F.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\\\/\",\"name\":\"Hamencol_Pendekar Terakhir Taman Nasional Tesso Nilo.Kompas.30 Desember 2017.Hal.16 - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Hamencol_Pendekar-Terakhir-Taman-Nasional-Tesso-Nilo.Kompas.30-Desember-2017.Hal_.16-F.jpg\",\"datePublished\":\"2018-01-24T06:21:09+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:10+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Hamencol_Pendekar-Terakhir-Taman-Nasional-Tesso-Nilo.Kompas.30-Desember-2017.Hal_.16-F.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Hamencol_Pendekar-Terakhir-Taman-Nasional-Tesso-Nilo.Kompas.30-Desember-2017.Hal_.16-F.jpg\",\"width\":1194,\"height\":1700},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hamencol_Pendekar Terakhir Taman Nasional Tesso Nilo.Kompas.30 Desember 2017.Hal.16\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hamencol_Pendekar Terakhir Taman Nasional Tesso Nilo.Kompas.30 Desember 2017.Hal.16 - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Hamencol_Pendekar Terakhir Taman Nasional Tesso Nilo.Kompas.30 Desember 2017.Hal.16 - Library","og_description":"Setiap kali berbicara topic perambahan Taman Nasional Tesso Nilo, nada suara Hamencol (54) kerap meningi. Tokoh adat Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau, itu mengaku selalu marah melihat kehancuran yang sangat luar biasa di hutan desa di tanah kelahirannya. Dia merasa kehancuran hutan konservasi gajah Sumatera itu semestinya dapat dicegah apabila pemerintah...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-01-24T06:21:09+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:10+00:00","og_image":[{"width":1194,"height":1700,"url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Hamencol_Pendekar-Terakhir-Taman-Nasional-Tesso-Nilo.Kompas.30-Desember-2017.Hal_.16-F.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Hamencol_Pendekar Terakhir Taman Nasional Tesso Nilo.Kompas.30 Desember 2017.Hal.16","datePublished":"2018-01-24T06:21:09+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\/"},"wordCount":833,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Hamencol_Pendekar-Terakhir-Taman-Nasional-Tesso-Nilo.Kompas.30-Desember-2017.Hal_.16-F.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\/","name":"Hamencol_Pendekar Terakhir Taman Nasional Tesso Nilo.Kompas.30 Desember 2017.Hal.16 - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Hamencol_Pendekar-Terakhir-Taman-Nasional-Tesso-Nilo.Kompas.30-Desember-2017.Hal_.16-F.jpg","datePublished":"2018-01-24T06:21:09+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:10+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\/#primaryimage","url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Hamencol_Pendekar-Terakhir-Taman-Nasional-Tesso-Nilo.Kompas.30-Desember-2017.Hal_.16-F.jpg","contentUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Hamencol_Pendekar-Terakhir-Taman-Nasional-Tesso-Nilo.Kompas.30-Desember-2017.Hal_.16-F.jpg","width":1194,"height":1700},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/hamencol_pendekar-terakhir-taman-nasional-tesso-nilo-kompas-30-desember-2017-hal-16\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hamencol_Pendekar Terakhir Taman Nasional Tesso Nilo.Kompas.30 Desember 2017.Hal.16"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11842","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11842"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11842\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11971,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11842\/revisions\/11971"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11845"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11842"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11842"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11842"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}