{"id":11896,"date":"2018-01-24T14:24:08","date_gmt":"2018-01-24T07:24:08","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=11896"},"modified":"2025-05-01T12:37:10","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:10","slug":"nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\/","title":{"rendered":"Nuryati Solapari_TKI yang Menjadi Doktor.Kompas.16 Januari 2018.Hal.16"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-11897\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Nuryati-Solapari_TKI-yang-Menjadi-Doktor.Kompas.16-Januari-2018.Hal_.16-001-e1516778487899-1500x1295.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"1295\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Nuryati-Solapari_TKI-yang-Menjadi-Doktor.Kompas.16-Januari-2018.Hal_.16-001-e1516778487899-1500x1295.jpg 1500w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Nuryati-Solapari_TKI-yang-Menjadi-Doktor.Kompas.16-Januari-2018.Hal_.16-001-e1516778487899-300x259.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Nuryati-Solapari_TKI-yang-Menjadi-Doktor.Kompas.16-Januari-2018.Hal_.16-001-e1516778487899-768x663.jpg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Nuryati-Solapari_TKI-yang-Menjadi-Doktor.Kompas.16-Januari-2018.Hal_.16-001-e1516778487899-1030x889.jpg 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Nuryati-Solapari_TKI-yang-Menjadi-Doktor.Kompas.16-Januari-2018.Hal_.16-001-e1516778487899-705x608.jpg 705w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/01\/Nuryati-Solapari_TKI-yang-Menjadi-Doktor.Kompas.16-Januari-2018.Hal_.16-001-e1516778487899-450x388.jpg 450w\" sizes=\"auto, (max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/p>\n<p>Nuryati Solapari (38) adalah potret kegigihan warga dari keluarga tak mampu yang berhasil meraih cita-cita setinggi langit. Mantan tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi itu meraih gelar doctor dan menekuni berbagai profesi. Lebih dari itu, Nuryati juga menaruh perhatian besar terhadap nasib TKI.<\/p>\n<p>Dwi Bayu Radius<\/p>\n<p>Nuryati baru selesai menerima tamu di ruang kerjanya di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten di Serang, Banten, Selasa (9\/1), sekitar pukul 13.30. Di ruang yang terlihat rapi itu, ia tenggelam dalam kesibukannya sebagai Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Banten. \u201cSaya dilantik sebagai anggota Bawaslu Banten di Jakarta pada Oktober 2017,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Lolos dari penyeleksian 85 kandidat anggota Bawaslu Banten merupakan tekad Nuryati untuk memperluas cakrawala berpikirnya di bidang politik. Selain itu, ia juga berkiprah di bidang pendidikan dan tercatat sebagai dosen Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang.<\/p>\n<p>Di sela-sela kesibukan Nuryati, ia memberikan bimbingan untuk TKI. Namun, aktivitas itu berkurang sejak Nuryati menjadi anggota Bawaslu Banten. \u201cSaya dulu juga TKW (tenaga kerja wanita). Malah, saya pernah jadi pegawai restoran cepat saji,\u201d katanya sambil tersenyum.<\/p>\n<p><strong>Perjuangan panjang<\/strong><\/p>\n<p>Pencapaian Nuryati yang lahir dari keluarga miskin merupakan hasil perjalanan panjang yang ia lalui dengan kerja keras. \u201cKarena kondisi keluarga itu, saya bertekad menggapai mimpi setinggi mungkin. Saat sekolah, saya selalu berhasil mencapai prestasi bagus,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Nuryati selalu mendapatkan rangking satu sejak SMP, bahkan menjadi juara umum saat lulus SMA. Berkat prestasinya, Nuryati mendapatkan beasiswa yang bisa meringankan beban orangtua. Selama sekolah, ia tak pernah mendapat uang jajan.<\/p>\n<p>Kebingungan melanda Nuryati selepas SMA. Orangtuanya tak sanggup membiayai Nuryati untuk kuliah. \u201cSaat dapat penghargaan sebagai lulusan terbaik dan ditanya, \u2018mau kuliah di mana?\u2019 Saya menangis, sedih. Saya tak bisa menjawab,\u201d kenangnya.<\/p>\n<p>Tak ada pilihan lain. Nuryati pun mencari pekerjaan. Tak pernah terbesit dalam benak Nuryati bahwa jalan hidupnya membawa Nuryati menjadi TKI di kota Tabouk, Arab Saudi. Nuryati dicibir beberapa orang, tetapi ia tidak peduli. \u201cSaya <em>diledekin<\/em>, juara umum SMA kok jadi babu di Arab,\u201d ucap Nuryati.<\/p>\n<p>Nuryati tetap memelihara mimpinya untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya. Ia bertekad setelah pulang dari Arab Saudi akan melanjutkan pendidikan. Karena itu, Nuryati membawa buku-buku pelajaran SMA ke tempat penampungan untuk TKI sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi. \u201cSaya sering menyendiri untuk membaca buku-buku pelajaran,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Nuryati tidak ingat berapa jumlah buku yang ia bawa. \u201cMungkin sekitar lima buku, seperti buku Matematika, Bahasa Indonesia, dan Kimia, yang saya masukkan ke dalam kardus mi instan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Buku-buku itu terus dibaca hingga Nuryati bekerja di sebuah rumah milik seorang dokter. Lagi-lagi, dia menerima ejekan. Sesama TKI yang ikut rombongan ke Arab Saudi mencemooh Nuryati. \u201cSaya <em>dikatain<\/em> belagu, cari muka, berlagak, atau sok. Tapi, saya tak pernah sakit hati. Saya cuek saja,\u201d kata Nuryati.<\/p>\n<p>Pemilik rumah yang mempekerjakan Nuryati memperlakukannya dengan amat baik. Dia takjub saat mengetahui motif Nuryati menjadi TKI untuk mengumpulkan biaya kuliah. Biasanya, orang pergi menjadi TKI untuk mencari uang agar bisa membeli sawah, membangun rumah, membayar utang, atau mengirim uang kepada keluarga di kampung.<\/p>\n<p>Pemilik rumah sangat mendukung impian Nuryati untuk melanjutkan pendidikan. Sebagai wujud dukungan itu, ia diberi waktu tidur siang pukul 14.00-16.00. Nuryati memanfaatkan waktu itu untuk membaca buku.<\/p>\n<p><strong>Gelar doktor<\/strong><\/p>\n<p>Nuryati menjadi TKI selama tiga tahun, hingga 2001. Setelah Nuryati merasa punya bekal cukup, ia memutuskan kembali ke Indonesia untuk mewujudkan angannya. Nuryati mendaftar kuliah di Fakultas Hukum Untirta, sebuah universitas negeri di Kota Serang, Banten. Selama kuliah, Nuryati juga bekerja sebagai pegawai restoran cepat saji di Cilegon, Banten. Setiap hari, dia harus bolak-balik dari kampus Untirta di Serang ke tempatnya bekerja di Cilegon dengan menggunakan bus. Jarak kedua tempat itu sekitar 25 kilometer.<\/p>\n<p>\u201cPagi hingga siang, kuliah. Sore hingga malam, bekerja. Saat restoran tutup pukul 22.00, saya masih harus menyapu, mengepel, dan menaikkan kursi ke atas meja,\u201d ucapnya. Sering, Nuryati baru tidur pukul 01.00. Itu pun jika tidak ada tugas kuliah.<\/p>\n<p>\u201cKalau harus mengerjakan tugas, saya baru bisa tidur pukul 03.00. Pukul 05.00, saya sudah bangun untuk membersihkan rumah, belanja ke pasar, dan menyiapkan sarapan,\u201d ujar Nuryati. Sulung dari enam bersaudara itu harus mengurus adik-adiknya.<\/p>\n<p>Nuryati tetap tekun belajar di sela kuliah sambil bekerja. Ia kerap bersembunyi dalam bilik toilet agar tidak terganggu saat membaca buku. \u201cToilet saya pasangi tulisan \u2018dalam perbaikan\u2019 agar saya bisa <em>ngumpet<\/em>,\u201d kata Nuryati sambil tertawa.<\/p>\n<p>Di tengah kesibukannya, Nuryati mampu menyelesaikan pendidikan S-1 dalam tiga tahun saja. Dia pun melanjutkan kuliah S-2 di Universitas Jayabaya, Jakarta, dan diterima bekerja sebagai dosen Untirta. Berkat prestasi akademiknya yang memuaskan, Nuryati mendapatkan beasiswa.<\/p>\n<p>\u201cSaya pilih fakultas hukum supaya bisa membantu sesama TKI, selain praktik menjadi pengacara atau notaris,\u201d kata Nuryati. Setelah menyelesaikan pendidikan S-2, ia melanjutkan kuliah S-3 di FH Universitas Padjajaran, Bandung. Nuryati kembali mendapatkan beasiswa untuk menempuh pendidikan S-3. Dia berhasil meraih gelar doctor dengan disertasi berjudul \u201cPenerapan Prinsip Keadilan Sosial bagi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dalam Pemenuhan Hak Menurut Sistem Hukum Ketenagakerjaan Indonesia\u201d.<\/p>\n<p>\u201cGelar itu saya persembahkan untuk para TKI,\u201d kata Nuryati. Dia dan 25 rekannya lalu membentuk Paguyuban TKI Purna Banten pada 2008 sebagai bentuk dedikasi kepada para pekerja migran. Lembaga itu mengadakan pelatihan untuk para TKI yang sudah kembali ke Indonesia. Mereka diberdayakan dengan diajari membuat makanan, antara lain keripik, rumput laut, bakso, kacang goreng, dan dodol. Mereka juga dilatih membuat pigura dan membatik. Hingga kini, Paguyuban TKI Purna Banten itu sudah membina sekitar 2.000 orang.<\/p>\n<p>Nuryati juga melakukan advokasi untuk TKI. Dia pernah menangani kasus TKI dari Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang nyaris menjadi korban perdagangan manusia sekitar 5 tahun lalu. \u201cDia menghubungi saya dan menceritkaan persoalannya. Saya lalu menghubungi Kemlu dan dia berhasil dibebaskan,\u201d ujar Nuryati.<\/p>\n<p>Selain itu, Nuryati rutin memberikan edukasi kepada calon pekerja migran. Ketua Paguyuban TKI Purna Banten itu menyampaikan informasi tentang kebijakan pemerintah serta bahaya perdagangan manusia, narkoba, dan TKI ilegal.<\/p>\n<p>Sejak 2012, Nuryati menjadi instruktur pembekalan akhir pemberangkatan yang diadakan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Kota Tangerang, Banten. Ia memberikan materi tentang perjanjian kerja, penyakit menular seksual, dan adat istiadat. Nuryati adalah satu-satunya instruktur yang pernah menjadi TKI.<\/p>\n<p>\u201cSaya belum berhenti memupuk asa. Kalau sudah selesai bertugas sebagai anggota Bawaslu Banten, saya ingin menjadi guru besar,\u201d harap Nuryati.<\/p>\n<p><strong>Nuryati Solapari<\/strong><\/p>\n<p>Lahir: Kabupaten Serang, Banten, 2 Juni 1979<\/p>\n<p>Anak:<\/p>\n<ul>\n<li>Bintang Hafizh Setiawan (12)<\/li>\n<li>Bunga Karira Lituhayu (8)<\/li>\n<li>Nafiza Mutiara Hajj (7)<\/li>\n<li>Panji Buana Arfa Setiawan (5)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pendidikan:<\/p>\n<ul>\n<li>SDN 1 Sukmajaya, Kota Cilegon, Banten (1986-1992)<\/li>\n<li>SMPN 1 Tirtayasa, Kabupaten Serang (1992-1995)<\/li>\n<li>SMA Prisma Kota Serang (1995-1998)<\/li>\n<li>S-1 Jurusan Perdata FH Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (2001-2004)<\/li>\n<li>S-2 FH Universitas Jayabaya (2006-2008)<\/li>\n<li>S-3 FH Universitas Padjajaran (2011-2016)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Penghargaan:<\/p>\n<ul>\n<li>Migrant Worker Award dari Kementerian Ketenagakerjaan (2010)<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Kompas, 16 Januari 2018<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nuryati Solapari (38) adalah potret kegigihan warga dari keluarga tak mampu yang berhasil meraih cita-cita setinggi langit. Mantan tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi itu meraih gelar doctor dan menekuni berbagai profesi. Lebih dari itu, Nuryati juga menaruh perhatian besar terhadap nasib TKI. Dwi Bayu Radius Nuryati baru selesai menerima tamu di ruang kerjanya di&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11898,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-11896","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Nuryati Solapari_TKI yang Menjadi Doktor.Kompas.16 Januari 2018.Hal.16 - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Nuryati Solapari_TKI yang Menjadi Doktor.Kompas.16 Januari 2018.Hal.16 - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Nuryati Solapari (38) adalah potret kegigihan warga dari keluarga tak mampu yang berhasil meraih cita-cita setinggi langit. Mantan tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi itu meraih gelar doctor dan menekuni berbagai profesi. Lebih dari itu, Nuryati juga menaruh perhatian besar terhadap nasib TKI. Dwi Bayu Radius Nuryati baru selesai menerima tamu di ruang kerjanya di...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-01-24T07:24:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Nuryati-Solapari_TKI-yang-Menjadi-Doktor.Kompas.16-Januari-2018.Hal_.16-001-F.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1593\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Nuryati Solapari_TKI yang Menjadi Doktor.Kompas.16 Januari 2018.Hal.16\",\"datePublished\":\"2018-01-24T07:24:08+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\\\/\"},\"wordCount\":1062,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Nuryati-Solapari_TKI-yang-Menjadi-Doktor.Kompas.16-Januari-2018.Hal_.16-001-F.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\\\/\",\"name\":\"Nuryati Solapari_TKI yang Menjadi Doktor.Kompas.16 Januari 2018.Hal.16 - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Nuryati-Solapari_TKI-yang-Menjadi-Doktor.Kompas.16-Januari-2018.Hal_.16-001-F.jpg\",\"datePublished\":\"2018-01-24T07:24:08+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:10+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Nuryati-Solapari_TKI-yang-Menjadi-Doktor.Kompas.16-Januari-2018.Hal_.16-001-F.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/01\\\/Nuryati-Solapari_TKI-yang-Menjadi-Doktor.Kompas.16-Januari-2018.Hal_.16-001-F.jpg\",\"width\":1593,\"height\":1533},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Nuryati Solapari_TKI yang Menjadi Doktor.Kompas.16 Januari 2018.Hal.16\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Nuryati Solapari_TKI yang Menjadi Doktor.Kompas.16 Januari 2018.Hal.16 - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Nuryati Solapari_TKI yang Menjadi Doktor.Kompas.16 Januari 2018.Hal.16 - Library","og_description":"Nuryati Solapari (38) adalah potret kegigihan warga dari keluarga tak mampu yang berhasil meraih cita-cita setinggi langit. Mantan tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi itu meraih gelar doctor dan menekuni berbagai profesi. Lebih dari itu, Nuryati juga menaruh perhatian besar terhadap nasib TKI. Dwi Bayu Radius Nuryati baru selesai menerima tamu di ruang kerjanya di...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-01-24T07:24:08+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:10+00:00","og_image":[{"width":1593,"height":1533,"url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Nuryati-Solapari_TKI-yang-Menjadi-Doktor.Kompas.16-Januari-2018.Hal_.16-001-F.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Nuryati Solapari_TKI yang Menjadi Doktor.Kompas.16 Januari 2018.Hal.16","datePublished":"2018-01-24T07:24:08+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\/"},"wordCount":1062,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Nuryati-Solapari_TKI-yang-Menjadi-Doktor.Kompas.16-Januari-2018.Hal_.16-001-F.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\/","name":"Nuryati Solapari_TKI yang Menjadi Doktor.Kompas.16 Januari 2018.Hal.16 - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Nuryati-Solapari_TKI-yang-Menjadi-Doktor.Kompas.16-Januari-2018.Hal_.16-001-F.jpg","datePublished":"2018-01-24T07:24:08+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:10+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\/#primaryimage","url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Nuryati-Solapari_TKI-yang-Menjadi-Doktor.Kompas.16-Januari-2018.Hal_.16-001-F.jpg","contentUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/01\/Nuryati-Solapari_TKI-yang-Menjadi-Doktor.Kompas.16-Januari-2018.Hal_.16-001-F.jpg","width":1593,"height":1533},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nuryati-solapari_tki-yang-menjadi-doktor-kompas-16-januari-2018-hal-16\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Nuryati Solapari_TKI yang Menjadi Doktor.Kompas.16 Januari 2018.Hal.16"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11896","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11896"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11896\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24502,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11896\/revisions\/24502"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11898"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11896"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11896"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11896"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}