{"id":12281,"date":"2018-02-02T13:22:14","date_gmt":"2018-02-02T06:22:14","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=12281"},"modified":"2018-08-06T09:29:57","modified_gmt":"2018-08-06T02:29:57","slug":"brazilin-dari-kayu-secang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/brazilin-dari-kayu-secang\/","title":{"rendered":"Brazilin dari Kayu Secang"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-12257\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/F-Rahardi_Brazilin-dari-Kayu-Secang.Tabloid-Kontan.12-Juni-18-Juni-2017.Hal-21-001-page-001-649x1500.jpg\" alt=\"\" width=\"649\" height=\"1500\" \/><\/p>\n<p>Oleh F Rahardi (Pengamat Agribisnis)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalau Anda berkunjung ke Yogyakarta, jangan lupa menikmati wedang uwuh (minuman sampah). Disebut wedang uwuh karena ramuan yang diseduh jadi minuman itu spintas seperti sampah.<\/p>\n<p>Komponen utama wedang uwuh terdiri dari kayu secang, daun cengkih, daun pala, daun kayu manis, gagang (tangkai) bunga cengkih, atau bunganya, rimpang jahe, dan gula batu. Daun cengkih, daun pala, daun kayu manis, cengkih dan jahe berfungsi sebagai penghangat dan pengahsil zat aromatik.<\/p>\n<p>Serutan kayu secang untuk memberi warna oranye kemerahan pada minuman. Gula batu sebagai pemanis.<\/p>\n<p>Meningkatnya pangsa pasar wedang uwuh, telah membuat kayu secang menjadi komoditas bisnis yang menarik. Tumbuhan yang selama ini hanya dikenal sebagai pagar hidup pembatas kebun besar, sekarang laku.<\/p>\n<p>Secang, sepang, sappanwood, Indian redwood, Caesalpinia sappan, merupakan perdu berkayu, suku (famili) polong-polongan (Fabaceae) dengan permukaan kulit batang, cabang dan ranting dipenuhi duri-duri tajam. Tinggi tanaman sekitar 10 meter, dan tajuk tak beraturan. Daun majemuk ganda seperti daun lamtoro dan sengon, tetapi dengan helai daun berukuran lebih lebar.<\/p>\n<p>Secang hanya bisa dikembangbiakkan secara generatif melalui biji. Benih secang berupa biji dipasarkan di kios\/toko benih dan sarana pertanian, juga dalam situs-situs penjualan <em>online<\/em>. Konsumen benih secang, sampai saat ini masih pengusaha perkebunan, yang akan menanamnya sebagai pagar hidup yang sulit ditembus.<\/p>\n<p>Penggunaan kayu secang sebagai minuman pertama-tama memang membuat menjadi kemerahan agar menarik. Tapi selain itu, dalam kayu secang terkandung berbagai khasiat. Misalnya, kayu secang berfungsi sebagai anti bakteri patogen dalam organ pencernaan, karena adanya kandungan zat juglone (<em>5-hydroxy-1,4-naphthoquinone<\/em>). Kayu secang juga mengandung zat <em>homoisoflavonoids<\/em> (<em>sappanol, episapanol, 3\u2019-deoxysappanol,3\u2019-O-methylsappanol, 3\u2019-O-methylepisappanol,<\/em> dan <em>sappanone A<\/em>). Zat-zat ini berkhasiat antioksidan agolan (anti penggumpalan darah), dan anti pembengkakan.<\/p>\n<p><strong>Prospek budidaya<\/strong><\/p>\n<p>Sebutan wedang uwuh memang merupakan tren baru. Tapi produk minuman berbahan baku serutan kayu secang, dan kayu manis, daun pala, gagang cengkih, dan jahe; sebenarnya merupakan resep Ayurvedic (Ayurveda), ilmu pengobatan India yang berkembang sekitar 500 Sebelum Masehi.<\/p>\n<p>Minuman dari kayu secang sempat ditinggalkan masyarakat di Pulau Jawa.<\/p>\n<p>Minuman kayu secang dan bahan-bahan lain ini dibawa oleh orang-orang India ke Jawa dan pernah populer di zaman kerajaan-kerajaan Hindu. Lalu, saat Islam dan budaya Eropa masuk Jawa, minuman secang dilupakan. Baru belakangan minuman ini muncul lagi dengan nama wedang uwuh.<\/p>\n<p>Minuman wedang uwuh berwarna kemerahan, karena dalam kayu secang terkandung zat Brazilin (C16H14O5) yang merupakan pigmen warna merah. Dalam perdagangan internasional Brazilin dikenal sebagai Natural Red 24.<\/p>\n<p>Awalnya Brazilin hanya di manfaatkan sebagai pewarna minuman. Pada tahun 1600-an, diketemukan cara mengekstraksi Brazilin, dengan merendam serbuk kayu secang dalam larutan sodium hidroksida (NaOH) atau potasium hidroksida (KOH). Bersamaan dengan itu, di Brasilia, juga diketemukan kayu Brasil, Brazilwood, Caesalpinia echinata, yang masih satu genus kayu secang.<\/p>\n<p>Sejak itulah Brazilin diproduksi massal dari kayu Brasil. Hasilnya dipakai pewarna kain. Waktu itu, industri kain di Eropa mencapai puncak, dan zat warna sintesis belum ditemukan. Akibat eksplorasi kayu Brasil secara besar-besaran, populasi tumbuhan ini di hutan tropis Brasilia terancam. Untunglah kemudian zat warna sintesis ditemukan, hingga eksplorasi kayu Brasil terkendali.<\/p>\n<p>Trend penggunaan Brazilin sebagai pewarna makanan dan minuman, tak akan memunahkan kayu Brasil. Sekarang pasokan Brazilin ke Eropa lebih mengandalkan kayu secang India, Sri Lanka, dan Thailand.<\/p>\n<p>Zat warna merah untuk pangan, minuman, dan kosmetik, terutama lipstik, memang harus dari bahan baku tumbuhan atau hewan. Kayu secang dan kayu Brasil hanya salah satu sumber warna merah, kuning, dan oranye. Selain itu zat warna merah alami juga diproduksi dari rimpang kunyit (<em>Curcuma longa<\/em>), kayu mengkudu (<em>Morinda citrifolia<\/em>), biji galinggem (<em>Bixa orellana<\/em>), dan kutu cochineal (<em>Dactylopius cocus<\/em>) yang hidup pada kaktus pear <em>Opuntia ficus-indica<\/em>. Brazilin dari kayu secang dan kayu Brasil, punya kelebihan ketimbang zat warna merah lain, karena adanya khasiat farmakologis.<\/p>\n<p>Produk Brasilin sebagai salah satu sumber zat warna merah, kurang begitu dikenal, karena kalah populer dari kunyit dan galinggem. Harga zat warna alami ini, termasuk Brazilin, berkisar US$ 30-US$ 50 atau setara Rp. 390.000-Rp. 650.000 per kemasan 500 gram.<\/p>\n<p>Belakangan ini mulai ada minat untuk membudidayakan kayu secang, guna memenuhi permintaan kebutuhan pasar wedang uwuh meski belum perlu budi secara massal. Sementara, di India, Sri Lanka dan Thailand, kayu secang telah dibudidayakan secara massal, untuk dioalah menjadi Brazilin. Setelah kayu Brasil di Amerika Latin terbatas, kebutuhan Brazilin untuk pasar Uni Eropa mengandalkan kayu secang India, Sri Lanka, dan Thailand<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber:\u00a0Kontan.12-Juni-18-Juni-2017.Hal-21<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh F Rahardi (Pengamat Agribisnis) &nbsp; Kalau Anda berkunjung ke Yogyakarta, jangan lupa menikmati wedang uwuh (minuman sampah). Disebut wedang uwuh karena ramuan yang diseduh jadi minuman itu spintas seperti sampah. Komponen utama wedang uwuh terdiri dari kayu secang, daun cengkih, daun pala, daun kayu manis, gagang (tangkai) bunga cengkih, atau bunganya, rimpang jahe, dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12257,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-12281","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Brazilin dari Kayu Secang - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/brazilin-dari-kayu-secang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Brazilin dari Kayu Secang - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh F Rahardi (Pengamat Agribisnis) &nbsp; Kalau Anda berkunjung ke Yogyakarta, jangan lupa menikmati wedang uwuh (minuman sampah). Disebut wedang uwuh karena ramuan yang diseduh jadi minuman itu spintas seperti sampah. Komponen utama wedang uwuh terdiri dari kayu secang, daun cengkih, daun pala, daun kayu manis, gagang (tangkai) bunga cengkih, atau bunganya, rimpang jahe, dan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/brazilin-dari-kayu-secang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-02-02T06:22:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-08-06T02:29:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/F-Rahardi_Brazilin-dari-Kayu-Secang.Tabloid-Kontan.12-Juni-18-Juni-2017.Hal-21-001-page-001-e1517552500413.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"537\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"352\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/brazilin-dari-kayu-secang\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/brazilin-dari-kayu-secang\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Brazilin dari Kayu Secang\",\"datePublished\":\"2018-02-02T06:22:14+00:00\",\"dateModified\":\"2018-08-06T02:29:57+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/brazilin-dari-kayu-secang\\\/\"},\"wordCount\":703,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/brazilin-dari-kayu-secang\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/F-Rahardi_Brazilin-dari-Kayu-Secang.Tabloid-Kontan.12-Juni-18-Juni-2017.Hal-21-001-page-001-e1517552500413.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/brazilin-dari-kayu-secang\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/brazilin-dari-kayu-secang\\\/\",\"name\":\"Brazilin dari Kayu Secang - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/brazilin-dari-kayu-secang\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/brazilin-dari-kayu-secang\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/F-Rahardi_Brazilin-dari-Kayu-Secang.Tabloid-Kontan.12-Juni-18-Juni-2017.Hal-21-001-page-001-e1517552500413.jpg\",\"datePublished\":\"2018-02-02T06:22:14+00:00\",\"dateModified\":\"2018-08-06T02:29:57+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/brazilin-dari-kayu-secang\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/brazilin-dari-kayu-secang\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/brazilin-dari-kayu-secang\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/F-Rahardi_Brazilin-dari-Kayu-Secang.Tabloid-Kontan.12-Juni-18-Juni-2017.Hal-21-001-page-001-e1517552500413.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/F-Rahardi_Brazilin-dari-Kayu-Secang.Tabloid-Kontan.12-Juni-18-Juni-2017.Hal-21-001-page-001-e1517552500413.jpg\",\"width\":537,\"height\":352},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/brazilin-dari-kayu-secang\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Brazilin dari Kayu Secang\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Brazilin dari Kayu Secang - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/brazilin-dari-kayu-secang\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Brazilin dari Kayu Secang - Library","og_description":"Oleh F Rahardi (Pengamat Agribisnis) &nbsp; Kalau Anda berkunjung ke Yogyakarta, jangan lupa menikmati wedang uwuh (minuman sampah). Disebut wedang uwuh karena ramuan yang diseduh jadi minuman itu spintas seperti sampah. Komponen utama wedang uwuh terdiri dari kayu secang, daun cengkih, daun pala, daun kayu manis, gagang (tangkai) bunga cengkih, atau bunganya, rimpang jahe, dan...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/brazilin-dari-kayu-secang\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-02-02T06:22:14+00:00","article_modified_time":"2018-08-06T02:29:57+00:00","og_image":[{"width":537,"height":352,"url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/F-Rahardi_Brazilin-dari-Kayu-Secang.Tabloid-Kontan.12-Juni-18-Juni-2017.Hal-21-001-page-001-e1517552500413.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/brazilin-dari-kayu-secang\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/brazilin-dari-kayu-secang\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Brazilin dari Kayu Secang","datePublished":"2018-02-02T06:22:14+00:00","dateModified":"2018-08-06T02:29:57+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/brazilin-dari-kayu-secang\/"},"wordCount":703,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/brazilin-dari-kayu-secang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/F-Rahardi_Brazilin-dari-Kayu-Secang.Tabloid-Kontan.12-Juni-18-Juni-2017.Hal-21-001-page-001-e1517552500413.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/brazilin-dari-kayu-secang\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/brazilin-dari-kayu-secang\/","name":"Brazilin dari Kayu Secang - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/brazilin-dari-kayu-secang\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/brazilin-dari-kayu-secang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/F-Rahardi_Brazilin-dari-Kayu-Secang.Tabloid-Kontan.12-Juni-18-Juni-2017.Hal-21-001-page-001-e1517552500413.jpg","datePublished":"2018-02-02T06:22:14+00:00","dateModified":"2018-08-06T02:29:57+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/brazilin-dari-kayu-secang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/brazilin-dari-kayu-secang\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/brazilin-dari-kayu-secang\/#primaryimage","url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/F-Rahardi_Brazilin-dari-Kayu-Secang.Tabloid-Kontan.12-Juni-18-Juni-2017.Hal-21-001-page-001-e1517552500413.jpg","contentUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/F-Rahardi_Brazilin-dari-Kayu-Secang.Tabloid-Kontan.12-Juni-18-Juni-2017.Hal-21-001-page-001-e1517552500413.jpg","width":537,"height":352},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/brazilin-dari-kayu-secang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Brazilin dari Kayu Secang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12281","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12281"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12281\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14521,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12281\/revisions\/14521"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12257"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12281"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12281"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12281"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}