{"id":12458,"date":"2018-02-05T15:41:50","date_gmt":"2018-02-05T08:41:50","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=12458"},"modified":"2025-05-01T13:26:19","modified_gmt":"2025-05-01T06:26:19","slug":"cerita-benda-segada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/cerita-benda-segada\/","title":{"rendered":"Cerita Benda Segada"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-12452\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Cerita-Benda-Segada.Tabloid-Kontan.5-11-Februari-2018.Hal_.35-596x1500.jpg\" alt=\"\" width=\"596\" height=\"1500\" \/><\/p>\n<p>Oleh F Rahardi (Pengamat Agribisnis)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Anda mengenal pamor keris bendo sagodo (benda segada)? Pamor ini berbentuk bulatan-bulatan berjajar dari pangkal ke ujung. Benda sejatinya nama tumbuhan. Segada artinya sebesar gada. Gada merupakan senjata pemukul, bentuknya membesar ke atas, permukaannya berlekuk-lekuk.<\/p>\n<p>Ada dua tumbuhan bernama benda. <em>Pertama<\/em>, pohon sejenis nangka bernama botani <em>Artocarpus elasticus<\/em>. Nama lainnya peusar, tekalong, terap, dan teureup. Dulu biji benda dikonsumsi masyarakat dengan cara direbus atau disangrai.<\/p>\n<p>Getah benda digunakan untuk menangkap burung. Sedangkan kulit kayu diambil seratnya untuk dibuat tali dan ditenun. Benda berhabitat asli Asia Tenggara. Di Pulau Jawa, desa bernama Benda (Benda Gantungan, Benda Gerit); berasal dari nama tumbuhan ini.<\/p>\n<p><em>Kedua<\/em>, benda segada berupa liana (tumbuhan memanjat berkayu). Batang liana tumbuh dengan memanjat pohon lain.<\/p>\n<p>Liana benda berbentuk terpilin agak pilih Buahnya berupa polong. Nama lainnya cariu.<\/p>\n<p>Nama Kecamatan Cariu, di Bogor, Jawa Barat, berasal dari tumbuhan ini. Meskipun sebenarnya habitat benda segada di dataran rendah, terutama pantai. Dalam Bahasa Inggris, benda segada disebut <em>African dream herb, snuff box sea bean, <\/em>dan <em>the cacoon vine<\/em>. Nama botaninya <em>Entada rheedii<\/em>. Tumbuhan ini berhabitat asli di kawasan Tropis Afrika, tetapi sejak awal telah menyebar ke seluruh kawasan tropis dunia.<\/p>\n<p>Mengingat benda segada sudah tumbuh liar di pantai di Jawa, dan bentuk buahnya digunakan sebagai model pamor keris; diduga tumbuhan ini diintroduksi ke Kepulauan Nusantara jauh sebelum kedatangan Bangsa Eropa abad 16 dan 17 sebelum kedatangan Islam.<\/p>\n<p>Diduga, tumbuhan asal Afrika ini mnyebar ke India dan Kepulauan Nusantara sejak pra Hindu. Kemungkinan terbesar, dibawa oleh pelaut perahu cadik Indonesia dan Malaysia, yang bisa menjangkau Madagaskar dan pantai timur Afrika pada masa pra Hindu.<\/p>\n<p>Sebagai argumentasi, kultur bertanam padi berasal dari Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Asia Timur. Padi berasal dari lereng Timur Himalaya, dan mulai dibudidayakan Bangsa Tionghoa, kemudian India.<\/p>\n<p>Dari sini padi berkembang ke Asia tenggara, termasuk Kepulauan Nusantara dan Filipina; ke Semenanjung Korea dan Jepang. Paling barat budidaya padi hanya sampai Pakistan.<\/p>\n<p><strong>Madagaskar<\/strong><\/p>\n<p>Tetapi, mengapa di Madagaskar ada budidaya padi sawah persis seperti di Indonesia dan Filipina? Penduduk Madagaskar yang membudidayakan padi sawah, diduga berasal dari Indonesia dan Malaysia, yang bermigrasi ribuan tahun silam pada masa pra Hindu.<\/p>\n<p>Mereka bermigrasi menggunakan perahu cadik. Waktu itu kapal jung dan pinisi yang lebih besar belum dikenal masyarakat Kepulauan Nusantara. Merekalah yang diduga membawa benda segada ini dari Afrika tropis ke Kepulauan Nusantara. Pertanyaannya seberapa pentingkah tumbuhan ini?<\/p>\n<p>Daun dan biji benda segada memang bisa dimakan (<em>edible<\/em>). Meskipun rasanya agak pahit. Tetapi, tumbuhan ini bukan merupakan tanaman pangan tau bahan rempah\/obat yang cukup penting. Di Afrika dan India, biji benda segada dipakai untuk obat berbagai penyakit. Tumbuhan, polong dan terutama biji biji tumbuhan ini dipercaya mendatangkan keberuntungan dan keselamatan.<\/p>\n<p>Polong benda segada memang eksotis. Polong ini berbentuk seperti petai, berukuran sangat besar.<\/p>\n<p>Polong benda segada berwarna hijau saat muda, dan cokelat setelah tua. Saat itu kulit polong dan biji itu mengering. Benda segada akan menjadi keras dan berbunyi \u201cecrek-ecrek\u201d seperti bunyi alat musik marakas dan tamburin. Polong dan biji benda segada tahan terendam air laut dalam jangka waktu lama, sehingga muncul dugaan benda ini hanyut dari Afrika ke Kepulauan Nusantara. Tapi, paling rasional adalah tanaman ini dibawa migrasi ulang alik penduduk Nusantara ke Madagaskar.<\/p>\n<p>Tanaman ini dianggap pembawa keberuntungan perjalanan laut, diangkat menjadi pamor keris sebagai keberuntungan.<\/p>\n<p>Awalnya, keris merupakan senjata pembunuh, atau alat untuk bela diri. Dalam perkembangannya keris jadi aksesori, perangkat ritual, dan pembawa keberuntungan. Khusus keris berpamor benda segada.<\/p>\n<p>Di zaman sekarang, keris ini membawa keberuntungan lantaran telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia Non-Bendawi Manusia sejak 2005. Tetapi bentuk (dapur) serta pamor (tekstur permukaan) bukan asli Jawa. Dapur keris berasal dari senjata-senjata tusuk China dan India. Pamor keris berasal dari India, yang juga berkembang ke Timur Tengah menjadi baja Damaskus (<em>woolz steel, crucible steel<\/em>).<\/p>\n<p>Dulu, keris merupakan salah satu bekal kesempurnaan manusia Jawa: wisma (rumah0, garwa (istri\/suami), turangga (kuda\/kendaraan), kukila (burung perkutut), dan curiga (keris\/senjata). Hanya saja kini arti keris kini sebatas benda seni.<\/p>\n<p>Seiring dengan itu, benda segada juga terlupakan. Di situs penjualan online eBay, 10 biji benda segada ditawarkan seharga US$ 99,99. Dengan kurs Rp. 13.300 per 1 dollar AS, harga 10 biji benda segada Rp. 173.698. Polong biji benda segada juga diukir-ukir dan dijual sebagai suvenir pembawa keberuntungan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber:\u00a0Kontan.5-11-Februari-2018.Hal_.35<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh F Rahardi (Pengamat Agribisnis) &nbsp; Anda mengenal pamor keris bendo sagodo (benda segada)? Pamor ini berbentuk bulatan-bulatan berjajar dari pangkal ke ujung. Benda sejatinya nama tumbuhan. Segada artinya sebesar gada. Gada merupakan senjata pemukul, bentuknya membesar ke atas, permukaannya berlekuk-lekuk. Ada dua tumbuhan bernama benda. Pertama, pohon sejenis nangka bernama botani Artocarpus elasticus. Nama&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12452,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-12458","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Cerita Benda Segada - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/cerita-benda-segada\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cerita Benda Segada - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh F Rahardi (Pengamat Agribisnis) &nbsp; Anda mengenal pamor keris bendo sagodo (benda segada)? Pamor ini berbentuk bulatan-bulatan berjajar dari pangkal ke ujung. Benda sejatinya nama tumbuhan. Segada artinya sebesar gada. Gada merupakan senjata pemukul, bentuknya membesar ke atas, permukaannya berlekuk-lekuk. Ada dua tumbuhan bernama benda. Pertama, pohon sejenis nangka bernama botani Artocarpus elasticus. Nama...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/cerita-benda-segada\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-02-05T08:41:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T06:26:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Cerita-Benda-Segada.Tabloid-Kontan.5-11-Februari-2018.Hal_.35-e1517820074299.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1017\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/cerita-benda-segada\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/cerita-benda-segada\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Cerita Benda Segada\",\"datePublished\":\"2018-02-05T08:41:50+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T06:26:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/cerita-benda-segada\\\/\"},\"wordCount\":704,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/cerita-benda-segada\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Cerita-Benda-Segada.Tabloid-Kontan.5-11-Februari-2018.Hal_.35-e1517820074299.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/cerita-benda-segada\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/cerita-benda-segada\\\/\",\"name\":\"Cerita Benda Segada - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/cerita-benda-segada\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/cerita-benda-segada\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Cerita-Benda-Segada.Tabloid-Kontan.5-11-Februari-2018.Hal_.35-e1517820074299.jpg\",\"datePublished\":\"2018-02-05T08:41:50+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T06:26:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/cerita-benda-segada\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/cerita-benda-segada\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/cerita-benda-segada\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Cerita-Benda-Segada.Tabloid-Kontan.5-11-Februari-2018.Hal_.35-e1517820074299.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Cerita-Benda-Segada.Tabloid-Kontan.5-11-Februari-2018.Hal_.35-e1517820074299.jpg\",\"width\":1017,\"height\":682},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/cerita-benda-segada\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cerita Benda Segada\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cerita Benda Segada - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/cerita-benda-segada\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cerita Benda Segada - Library","og_description":"Oleh F Rahardi (Pengamat Agribisnis) &nbsp; Anda mengenal pamor keris bendo sagodo (benda segada)? Pamor ini berbentuk bulatan-bulatan berjajar dari pangkal ke ujung. Benda sejatinya nama tumbuhan. Segada artinya sebesar gada. Gada merupakan senjata pemukul, bentuknya membesar ke atas, permukaannya berlekuk-lekuk. Ada dua tumbuhan bernama benda. Pertama, pohon sejenis nangka bernama botani Artocarpus elasticus. Nama...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/cerita-benda-segada\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-02-05T08:41:50+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T06:26:19+00:00","og_image":[{"width":1017,"height":682,"url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Cerita-Benda-Segada.Tabloid-Kontan.5-11-Februari-2018.Hal_.35-e1517820074299.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/cerita-benda-segada\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/cerita-benda-segada\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Cerita Benda Segada","datePublished":"2018-02-05T08:41:50+00:00","dateModified":"2025-05-01T06:26:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/cerita-benda-segada\/"},"wordCount":704,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/cerita-benda-segada\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Cerita-Benda-Segada.Tabloid-Kontan.5-11-Februari-2018.Hal_.35-e1517820074299.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/cerita-benda-segada\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/cerita-benda-segada\/","name":"Cerita Benda Segada - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/cerita-benda-segada\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/cerita-benda-segada\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Cerita-Benda-Segada.Tabloid-Kontan.5-11-Februari-2018.Hal_.35-e1517820074299.jpg","datePublished":"2018-02-05T08:41:50+00:00","dateModified":"2025-05-01T06:26:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/cerita-benda-segada\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/cerita-benda-segada\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/cerita-benda-segada\/#primaryimage","url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Cerita-Benda-Segada.Tabloid-Kontan.5-11-Februari-2018.Hal_.35-e1517820074299.jpg","contentUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Cerita-Benda-Segada.Tabloid-Kontan.5-11-Februari-2018.Hal_.35-e1517820074299.jpg","width":1017,"height":682},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/cerita-benda-segada\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cerita Benda Segada"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12458","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12458"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12458\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14517,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12458\/revisions\/14517"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12452"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12458"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12458"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12458"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}