{"id":12498,"date":"2018-02-05T16:44:52","date_gmt":"2018-02-05T09:44:52","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=12498"},"modified":"2025-05-01T10:57:24","modified_gmt":"2025-05-01T03:57:24","slug":"pembicaraan-yang-menjual","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/pembicaraan-yang-menjual\/","title":{"rendered":"Pembicaraan yang Menjual"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-12493\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Pembicaraan-yang-Menjual.Tabloid-Kontan.5-11-Februari-2018.Hal_.27-001-601x1500.jpg\" alt=\"\" width=\"601\" height=\"1500\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Nosi Bahwa Seorang Penjualal adalah seorang yang hanya berbicara sattu arah telah lama kedaluwarsa. Mungkin anda membayangkankan para pedagang kaki lima yang memanggil \u2013 manggil pejalan kaki untuk memnonton perahaan mereka. Ya, itu masih ada dan mungkin masih berlaku di antara pedagang kaki lima.<\/p>\n<p>Namun, konsep penjualan era terkini telah bergulir menjadi komunikasi dua arah. Inimembutuh pengenalan diri, pengenalan produk (<em>product knowledge<\/em>), kemampuan berkomunikasi positif, kemampuan persentasi, dan kemampuan menutup pembicaraan (<em>closing<\/em>\u00ad).<\/p>\n<p>Mengapa demikian? Di era internet ini, penjual <em>frictionless<\/em> semakin menjamur. Setiap konsumen mempunya akses untuk melakukan riset, kompetisi produk, spesifikasi, dan studi kasus. Tidak ada lagi rahasia. Semua transparan.<\/p>\n<p>Bagaimana seorang penjual membawakan diri merupakan faktor pembeda yang juga merupakan <em>competitive advantage<\/em>. Proses penjualan ini deikenal sebagai<em> collaborative selling<\/em> atau penjual kolaborasi.<\/p>\n<p>Ada enam faktor yang mempengaruhi proses penjual kolaborasi. Petama, seorang sales perlu \u201cmelihat dunia\u201d dengan kacamata seorang konsumen. Perspektif korporat bisa disimpan dulu sebagai pembanding. Sebaliknyam empati akan perspektif konsumen perlu dipegang sejak awal.<\/p>\n<p>Dalam ilmu komunikasi bisnis, etnografi bisnis mampu menjawab bagaimana dan proses apa yang terjadi di dalam diri konsumen ketika proses komunikasi bisnis terjadi. Untuk singkatnya, seorang penjual hanya perlu mengamati bagaimana konsumen sesungguhnya menggunakan produk. Catat setiap dimensi yang terkadang overlapping.<\/p>\n<p>Kedua, berpikir lebih dari keinginan dan kebutuhan (<em>want and need<\/em>). Ini merupakan dasar dari kampanye pemasaran, penjualan, dan strategi produksi. Namun, penjual perlu mengenal lebih dari sekedar apa keresahan (<em>pain points<\/em>) konsumen dan keinginan tambahannya.<\/p>\n<p>Berpikir harapan (<em>beyond<\/em>) keinginan dan kebutuhan ini dapat dimulai dengan mengenali layanan \u2013 layanan tambahan, termasuk penyajian proses pemasaran dan penjualan. Kenali seperti apa pendekatanyang mereka harapkan dan hargai.<\/p>\n<p>Ketiga, mempersiapkan presentasi sejak awal. Presentasi perlu dipersiapkan sejak awal dengan pengenalan keresahan secara mandala. Selain itu, bentuk dan pendekatan yang dihargai juga perlu diterapkan. Apakah sasaran pasar lebih \u201ckena\u201d dengan bentk Tanya \u2013 jawab ala kampus? Atau dengan pendekatan presentasi klasik? Kenali format yang lebih dihargai sasaran kelompok.<\/p>\n<p><strong>Fokus pada konsumen<\/strong><\/p>\n<p>Keempat, introduksi mengalir. Memperkenalkan produk baru dapat dilakukan dengan introduksi mengalir. Berbagai scenario dan format dapat dipersiapakan sejak awal, namun introduksi yang terbaik adalah intruksi yang mengali secara organic.<\/p>\n<p>Ini membutuhkan strategi pemasaran yang matang. Bagi penjual, introduksi mengalir memungkinkan kesepakatan yang organic pula, dengan probabilitas yang lebih besar.<\/p>\n<p>Kelima, bertanya dengan pertanyaan yang tepat dengan pertanyaan yang tepat. Seorang penjual yang baik bertanya dengan baik dan tepat tanpa faktor mendesak. Negosiasi dberjalan dengan sedirinya dalam konteks yang tepat.<\/p>\n<p>Bertanya merupakan bagian dari menjual. Ketika bertanya digunakan dalam permbicaraan dalam konteks menjual, ia mampu berperan sebagai penentu arah pembicaraan yang menuju kesepakatan. Namun hati \u2013 hati dalam bertanya karena sebaiknya tidak terdengar pretensius dan \u201cmenjebak\u201d. Kejujuran dan kesungguhan hati dalam berkomunikasi dapat terbaca jelas dari pertanyaan \u2013 pertanyaan yang dilontarkan.<\/p>\n<p>Keenam, mengakhiri pembicaran denga tetap berfokus kepada konsumen. Forkuslah akan kebaikan yang akan diterima oleh konsumen, bukan ke tujuan atau misi korporat yang \u201cditipkan\u201d oleh manajemen. Tentu juga bukan semata \u2013 mata fokus ke kesepakatan agar anada mendapat komisi.<\/p>\n<p>Yang terakhir ini sangan \u201cberbahaya\u201d, karena ketika \u201cterdengar\u201d oleh konsumen, kepercayaan pada anda akan menurun drastic. Kuncinya adalah kejujuran dan kesungguhan dalam memberikan apa yang terbaik bagi konsumen, bagaimana produk memberikan solusi terhadap kebutuhan dan keinginan, serta bagaimana tim anda dapat memberikan sesuatu yang lebih daripada yang di harapkan.<\/p>\n<p>Membangun kepercayaan bahwa anda \u201ctidak mengejar komisi\u201d membutuhkan ketulusan membantu. Setelah sekian banyaknya iklan \u2013 iklan deseptif, terutama di berbagai media sosial dan konten organic, konsumen semakin terasah akan berbagai bentuk desepsi (<em>deception<\/em>).<\/p>\n<p>Akhir kata, memulai dan menutup pembicaraan dalam kontek menjual membutuhkan kemampuan tersendiri yang perlu direncanakan namun bergulir scara organik. Semakin berpengalaman seorang penjual, semakin ia mampu menciptaktan suasana (<em>ambiance<\/em>) yang berfokuskan kepada konsumen, baik dari kebutuhan, keinginan, hingga melampaui harapan \u2013 harapan klasik. Gunakan perspektif konsumen setiap saat.<\/p>\n<p>Sumber: Tabloid-Kontan.5-February-2018<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Nosi Bahwa Seorang Penjualal adalah seorang yang hanya berbicara sattu arah telah lama kedaluwarsa. Mungkin anda membayangkankan para pedagang kaki lima yang memanggil \u2013 manggil pejalan kaki untuk memnonton perahaan mereka. Ya, itu masih ada dan mungkin masih berlaku di antara pedagang kaki lima. Namun, konsep penjualan era terkini telah bergulir menjadi komunikasi dua&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12493,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-12498","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pembicaraan yang Menjual - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/pembicaraan-yang-menjual\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pembicaraan yang Menjual - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"&nbsp; Nosi Bahwa Seorang Penjualal adalah seorang yang hanya berbicara sattu arah telah lama kedaluwarsa. Mungkin anda membayangkankan para pedagang kaki lima yang memanggil \u2013 manggil pejalan kaki untuk memnonton perahaan mereka. Ya, itu masih ada dan mungkin masih berlaku di antara pedagang kaki lima. Namun, konsep penjualan era terkini telah bergulir menjadi komunikasi dua...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/pembicaraan-yang-menjual\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-02-05T09:44:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T03:57:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Pembicaraan-yang-Menjual.Tabloid-Kontan.5-11-Februari-2018.Hal_.27-001-e1517823842953.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1703\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"812\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/pembicaraan-yang-menjual\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/pembicaraan-yang-menjual\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Pembicaraan yang Menjual\",\"datePublished\":\"2018-02-05T09:44:52+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T03:57:24+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/pembicaraan-yang-menjual\\\/\"},\"wordCount\":613,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/pembicaraan-yang-menjual\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Pembicaraan-yang-Menjual.Tabloid-Kontan.5-11-Februari-2018.Hal_.27-001-e1517823842953.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/pembicaraan-yang-menjual\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/pembicaraan-yang-menjual\\\/\",\"name\":\"Pembicaraan yang Menjual - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/pembicaraan-yang-menjual\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/pembicaraan-yang-menjual\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Pembicaraan-yang-Menjual.Tabloid-Kontan.5-11-Februari-2018.Hal_.27-001-e1517823842953.jpg\",\"datePublished\":\"2018-02-05T09:44:52+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T03:57:24+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/pembicaraan-yang-menjual\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/pembicaraan-yang-menjual\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/pembicaraan-yang-menjual\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Pembicaraan-yang-Menjual.Tabloid-Kontan.5-11-Februari-2018.Hal_.27-001-e1517823842953.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/02\\\/Pembicaraan-yang-Menjual.Tabloid-Kontan.5-11-Februari-2018.Hal_.27-001-e1517823842953.jpg\",\"width\":1703,\"height\":812},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/pembicaraan-yang-menjual\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pembicaraan yang Menjual\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pembicaraan yang Menjual - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/pembicaraan-yang-menjual\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pembicaraan yang Menjual - Library","og_description":"&nbsp; Nosi Bahwa Seorang Penjualal adalah seorang yang hanya berbicara sattu arah telah lama kedaluwarsa. Mungkin anda membayangkankan para pedagang kaki lima yang memanggil \u2013 manggil pejalan kaki untuk memnonton perahaan mereka. Ya, itu masih ada dan mungkin masih berlaku di antara pedagang kaki lima. Namun, konsep penjualan era terkini telah bergulir menjadi komunikasi dua...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/pembicaraan-yang-menjual\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-02-05T09:44:52+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T03:57:24+00:00","og_image":[{"width":1703,"height":812,"url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Pembicaraan-yang-Menjual.Tabloid-Kontan.5-11-Februari-2018.Hal_.27-001-e1517823842953.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/pembicaraan-yang-menjual\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/pembicaraan-yang-menjual\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Pembicaraan yang Menjual","datePublished":"2018-02-05T09:44:52+00:00","dateModified":"2025-05-01T03:57:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/pembicaraan-yang-menjual\/"},"wordCount":613,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/pembicaraan-yang-menjual\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Pembicaraan-yang-Menjual.Tabloid-Kontan.5-11-Februari-2018.Hal_.27-001-e1517823842953.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/pembicaraan-yang-menjual\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/pembicaraan-yang-menjual\/","name":"Pembicaraan yang Menjual - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/pembicaraan-yang-menjual\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/pembicaraan-yang-menjual\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Pembicaraan-yang-Menjual.Tabloid-Kontan.5-11-Februari-2018.Hal_.27-001-e1517823842953.jpg","datePublished":"2018-02-05T09:44:52+00:00","dateModified":"2025-05-01T03:57:24+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/pembicaraan-yang-menjual\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/pembicaraan-yang-menjual\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/pembicaraan-yang-menjual\/#primaryimage","url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Pembicaraan-yang-Menjual.Tabloid-Kontan.5-11-Februari-2018.Hal_.27-001-e1517823842953.jpg","contentUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/02\/Pembicaraan-yang-Menjual.Tabloid-Kontan.5-11-Februari-2018.Hal_.27-001-e1517823842953.jpg","width":1703,"height":812},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/pembicaraan-yang-menjual\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pembicaraan yang Menjual"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12498","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12498"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12498\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15099,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12498\/revisions\/15099"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12493"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12498"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12498"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12498"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}