{"id":13281,"date":"2018-03-10T15:05:32","date_gmt":"2018-03-10T08:05:32","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=13281"},"modified":"2025-05-01T12:37:09","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:09","slug":"bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\/","title":{"rendered":"Bambang Supriyanto_Pendayung Asa Banjir Andir"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-13275\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/03\/Bambang-Supriyanto_Pendayung-Asa-Banjir-Andir.Kompas.9-Maret-2018.Hal_.16-001-1500x1217.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"1217\" \/><\/p>\n<p>Matahari masih malu-malu saat Bambang Supriyanto (53) mulai mendayung sampan kayu di Kampung Ciputat, Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (26\/ 2) pagi. Bambang setiap hari mengantar anak-anak SD dan SMP sekolah dengan sampannya menembus banjir yang tak kunjung surut.<\/p>\n<p><strong>Cornelius Helmy Herlambang<\/strong><\/p>\n<p>\u201cBegini hidup di Ciputat, kampung banjir di Kelurahan Andir (35). Setiap musim hujan, air meluap membenamkan rumah warga hingga ketinggian 1,5 meter-2 meter,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Rute perahu yang membawa anak-anak sekolah itu tak Iazim, keluar masuk gang hingga membentur tembok-tembok rumah. Beberapa anak yang dijemput keluar bukan dari pintu, melainkan dari jendela rumah.<\/p>\n<p>Sudah hampir dua tahun terakhir, Bambang melakukan aktivitas serupa setiap pagi. Sampan menjadi satu-satunya transportasi untuk aktivitas warga, termasuk sekolah. Bambang tak rela masa depan anak korban banjir putus gara-gara terendam air.<\/p>\n<p>Awan (35), warga Andir, mengatakan, kiprah Bambang sudah menginspirasinya. Meski rumah Bambang jupa direndam banjir, dia tidak mengungsi, tetapi justru keluar masuk kawasan banjir. Seperti Bambang, kini Awan ikut jadi sukarelawan bencana di Andir. Kini, seperti Bambang, Awan juga keluar masuk air saat mengantarkan warga dengan sampan.<\/p>\n<p>Berada 20 kilometer dari pusat Kota Bandung, Andir tak beruntung. Letaknya di persimpangan Sungai Citarum, Cisangkuy, Citepus, dan Cikapundung. Sedimentasi tanah dan sampah ikut andil memicu luapan air.<\/p>\n<p>Sejak pertama kali datang ke Andir tahun 1998, Bambang sudah disapa banjir. Warga setempat mengatakan, banjir mulai datang tuhun 1980-an. Permukiman warga di sana hanya berjarak sekitar 200 meter dari Citarum.<\/p>\n<p>Saat itu, seperti warga lainnya, nasib Bambang juga terkatung-katung. Pilihannya tak banyak: pergi ke pengungsian atau mengeluarkan biaya jutaan rupiah untuk mengontrak rumah.<\/p>\n<p>\u201cSelain membawa sampah dan lumpur, banjir hanya membawa kemiskinan,\u201d kata Bambang, yang bekerja sebagai petugas keamanan di salah satu pabrik tersebut.<\/p>\n<p>Dia mencontohkan nasib Dadang tetangganya, Dadang kehilangan pekerjaan sebagai sopir karena kerap absen saat banjir. Pagi itu, Dadang duduk di sebelah Bambang. Wajahnya lesu karena sedang meriang.<\/p>\n<p>&#8220;Saya disarankan berhenti dari perusahaan, Sudah terlalu sering absen saat sungai mulai meluap. Daftar absen saya jauh lebih panjang kalau air sudah surut, Membersihkan lumpur bisa lebih dari seminggu karena tak punya alat penyedotnya,\u201d kata Dadang.<\/p>\n<p>Nestapa itu perlahan membangunkan niat Bambang. Keinginannya berbakti bertambah kuat saat mendengar tangsin Anggi Mutiara. Dua tahun lalu, usianya baru dua tahun. Tangisan itu terdengar keras, bahkan mengalahkan suara hujan deras yang turun malam itu.<\/p>\n<p>\u201cSebelumnya, saya seadanya saja. Paling membersihkan selokan rumah kalau jelang musim hujan dan sesekali membantu warga yang kebanjiran. Tangisan Anggi itu menyadarkan saya untuk berbuat lebih besar,\u201d katanya.<\/p>\n<p><strong>Gerilya <\/strong><\/p>\n<p>Bambang lantas mulai memetakan masalah. Hasilnya, warga Andir masih minim informasi bencana. Selain itu, warga minim sarana pendukung yang bisa digunakan saat banjir datang. \u201cTak punya pilihan, warga bisa hanya mengungsi,\u201d kata mantan tentara berpangkat terakhir letnan dua ini.<\/p>\n<p>Medan pertempuran anyar pun dijalani. Tak lagi mengangkat senjata di hutan Aceh dan Timor Timur, dia membangun jaringan keluar masuk daerah banjir di sekitar Kabupaten Bandung. Selain Baleendah, daerah rawan ada di Kecamatan Bojongsoang dan Kecamatan Dayeuhkolot.<\/p>\n<p>\u201cKeluarga sempat protes. Saya jarang pulang dan tidak memberi kabar. Setelah sepakat akan terus memberi kabar dan tahu manfaat dari apa yang saya pelajari, keluarga kini mendukung penuh,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Upaya gerilyanya pun berhasil. Salah satunya saat bertemu komunitas Garda Cash, kelompok siaga bencana banjir warga di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Beragam pelatihan bencana pun ia ikuti.<\/p>\n<p>Semuanya membuahkan hasil. Beragam ilmu mitigasi bencana ia dapatkan. \u201cBekal informasi itu kami sampaikan kepada warga meski sederhana,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Pengumuman potensi luapan air, misalnya. Dibantu istrinya, Bambang rajin mengirimkan pesan singkat kepada warga saat musim hujan. Isinya seputar tinggi muka air di hulu Citarum dan rekomendasi yang harus dilakukan untuk meminimalkan dampak banjir di Andir.<\/p>\n<p>&#8220;Setiap hari, ada sekitar 30 warga yang rutin dikirimi pesan singkat. Biayanya dari kantong kami sendiri,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Tak sekadar mengirim data, Bambang juga terjun ke luapan banjir bersama rekan-rekannya. Selain mengantar anak sekolah di pagi hari, dia mengirimkan bahan makanan di siang hari, dan memeriksa rumah warga yang ditinggalkan pengungsi saat malam hingga subuh.<\/p>\n<p>Seperti belum cukup, tangan kekarnya juga ikut memasang tali tambang di gang-gang kecil Kampung Ciputat. Tingginya 3-4 meter dari tanah. Tali sepanjang puluhan meter itu sengaja dipasang untuk memudahkan evakuasi warga, terutama yang tinggal di gang sempit.<\/p>\n<p>Dia juga berinisiatif membuat pos keamanan lingkungan menjadi pusat pelaporan dan pemantauan banjir di Andir. Segala keluhan dan kondisi terkini dipantau di pos itu. Bambang bisa berjam-jam selama banjir.<\/p>\n<p>Perlahan, peran aktif Bambang mulai dikenal warga. Ciputat, yang awalnya dilupakan, lantas dilirik banyak orang. Bantuan perahu berdatangan, dari hanya 1 perahu menjadi 8 perahu.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu, Bambang juga didaulat menjadi fasilitator dalam Pendamping Pelatihan Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko di Bandung tahun lalu.<\/p>\n<p><strong>Dapur umum <\/strong><\/p>\n<p>Menjelang tengah hari, Ciputat semakin ramai. Kali ini, dari dapur umum yang digawangi belasan ibu-ibu dari RT 001 RW 013. Sembari mengupas bawang, memotong sayur, menggoreng telur, canda tawa jadi selingan pereda stres mereka setelah sepekan hidup berkalang banjir.<\/p>\n<p>&#8220;Sekali sehari, kami memasak untuk korban banjir yang masih bertahan di rumah. Bahan makanannya datang dari banyak orang baik,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Meski sederhana dibuat dari papan bekas, keberadaan dapur umum sangat vital. Sebelumnya, warga bergantung pada dapur umum Kecamatan Baleendah berjarak sekitar 5 kilometer dari Andir. Namun, jika kebutuhan makanan lebih banyak, aktivitas dapur umum juga meminjam rumah warya terdekat.<\/p>\n<p>Tahun ini, status dapur umum itu naik pangkat. Lama hanya melayani kebutuhan warga RT OO1, kini mereka bertanggung jawab memenuhi kebutuhan makanan korban banjir RW 013. Dari hanya sekitar 30 orang menjadi tiga kali lipat lebih banyak.<\/p>\n<p><strong>Bambang Supriyanto <\/strong><\/p>\n<p>Lahir: Yogyakarta, 11 November 1965<\/p>\n<p>Istri: Evi Rotimah (40)<\/p>\n<p>Anak: Afifah Putri Kinanti (17) dan Iksan Ramadhan Saputra (14)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Kompas, 9 Maret 2018<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Matahari masih malu-malu saat Bambang Supriyanto (53) mulai mendayung sampan kayu di Kampung Ciputat, Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (26\/ 2) pagi. Bambang setiap hari mengantar anak-anak SD dan SMP sekolah dengan sampannya menembus banjir yang tak kunjung surut. Cornelius Helmy Herlambang \u201cBegini hidup di Ciputat, kampung banjir di Kelurahan Andir&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13275,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-13281","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bambang Supriyanto_Pendayung Asa Banjir Andir - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bambang Supriyanto_Pendayung Asa Banjir Andir - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Matahari masih malu-malu saat Bambang Supriyanto (53) mulai mendayung sampan kayu di Kampung Ciputat, Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (26\/ 2) pagi. Bambang setiap hari mengantar anak-anak SD dan SMP sekolah dengan sampannya menembus banjir yang tak kunjung surut. Cornelius Helmy Herlambang \u201cBegini hidup di Ciputat, kampung banjir di Kelurahan Andir...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-03-10T08:05:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/03\/Bambang-Supriyanto_Pendayung-Asa-Banjir-Andir.Kompas.9-Maret-2018.Hal_.16-001-e1520669092460.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"998\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Bambang Supriyanto_Pendayung Asa Banjir Andir\",\"datePublished\":\"2018-03-10T08:05:32+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\\\/\"},\"wordCount\":906,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/03\\\/Bambang-Supriyanto_Pendayung-Asa-Banjir-Andir.Kompas.9-Maret-2018.Hal_.16-001-e1520669092460.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\\\/\",\"name\":\"Bambang Supriyanto_Pendayung Asa Banjir Andir - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/03\\\/Bambang-Supriyanto_Pendayung-Asa-Banjir-Andir.Kompas.9-Maret-2018.Hal_.16-001-e1520669092460.jpg\",\"datePublished\":\"2018-03-10T08:05:32+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:09+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/03\\\/Bambang-Supriyanto_Pendayung-Asa-Banjir-Andir.Kompas.9-Maret-2018.Hal_.16-001-e1520669092460.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/03\\\/Bambang-Supriyanto_Pendayung-Asa-Banjir-Andir.Kompas.9-Maret-2018.Hal_.16-001-e1520669092460.jpg\",\"width\":533,\"height\":998},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bambang Supriyanto_Pendayung Asa Banjir Andir\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bambang Supriyanto_Pendayung Asa Banjir Andir - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bambang Supriyanto_Pendayung Asa Banjir Andir - Library","og_description":"Matahari masih malu-malu saat Bambang Supriyanto (53) mulai mendayung sampan kayu di Kampung Ciputat, Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (26\/ 2) pagi. Bambang setiap hari mengantar anak-anak SD dan SMP sekolah dengan sampannya menembus banjir yang tak kunjung surut. Cornelius Helmy Herlambang \u201cBegini hidup di Ciputat, kampung banjir di Kelurahan Andir...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-03-10T08:05:32+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:09+00:00","og_image":[{"width":533,"height":998,"url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/03\/Bambang-Supriyanto_Pendayung-Asa-Banjir-Andir.Kompas.9-Maret-2018.Hal_.16-001-e1520669092460.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Bambang Supriyanto_Pendayung Asa Banjir Andir","datePublished":"2018-03-10T08:05:32+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\/"},"wordCount":906,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/03\/Bambang-Supriyanto_Pendayung-Asa-Banjir-Andir.Kompas.9-Maret-2018.Hal_.16-001-e1520669092460.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\/","name":"Bambang Supriyanto_Pendayung Asa Banjir Andir - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/03\/Bambang-Supriyanto_Pendayung-Asa-Banjir-Andir.Kompas.9-Maret-2018.Hal_.16-001-e1520669092460.jpg","datePublished":"2018-03-10T08:05:32+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:09+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\/#primaryimage","url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/03\/Bambang-Supriyanto_Pendayung-Asa-Banjir-Andir.Kompas.9-Maret-2018.Hal_.16-001-e1520669092460.jpg","contentUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/03\/Bambang-Supriyanto_Pendayung-Asa-Banjir-Andir.Kompas.9-Maret-2018.Hal_.16-001-e1520669092460.jpg","width":533,"height":998},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bambang-supriyanto_pendayung-asa-banjir-andir\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bambang Supriyanto_Pendayung Asa Banjir Andir"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13281","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13281"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13281\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23988,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13281\/revisions\/23988"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13275"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13281"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13281"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13281"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}