{"id":13461,"date":"2018-04-13T09:28:40","date_gmt":"2018-04-13T02:28:40","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=13461"},"modified":"2025-05-01T13:17:15","modified_gmt":"2025-05-01T06:17:15","slug":"listeriosis-penyakit-lama-mewabah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\/","title":{"rendered":"Listeriosis, Penyakit Lama Mewabah"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-13454\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/04\/5ad01247e80ce-5ad01247e80dfListeriosis-Penyakit-Lama-Mewabah.Kompas.8-Maret-2018.Hal_.14-001.jpg-1500x1147.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"1147\" \/><\/p>\n<p>Wabah listeriosis terjadi di Australia lewat buah melon. Infeksi penyakit bersumber makanan itu berakibat fatal bagi penderita.<\/p>\n<p>Otoritas kesehatan Australia mengumumkan wabah penyakit listeria atau listeriosis di negara itu yang menewaskan tiga orang dan menyerang 12 orang lain. Wabah itu diduga berasal dari buah <em>rockmelon<\/em> yang ditanam di Negara Bagian New South Wales. Kini, produsen buah yang di Indonesia disebut melon kuning itu melakukan investigasi.<\/p>\n<p>\u201cSebanyak 13 orang dari 15 penderita listeriosis mengonsumsi melon kuning (<em>rockmelon<\/em>) itu sebelum sakit,\u201d kata Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan New South Wales (NSW Health) Vicky Sheppeard kepada Reuters, Sabtu (3\/).<\/p>\n<p>Mereka yang terkena listeriosis itu tersebar di sejumlah negara bagian termasuk Victoria dan Tasmania. Kini, pemerintah meminta supermarket mengeluarkan melon kuning dari rak buah serta meminta warga membuang melon kuning yang dibeli seblum 1 Maret 2018.<\/p>\n<p>Sementara Pemerintah Afrika Selatan, Minggu, mengumumkan berhasil menelusuri wabah listeriosis yang terjadi di negara itu dan menewaskan 180 orang serta menginfeksi lebih dari 1000 orang tahun lalu. Wabah itu diduga berasal dari pabrik pengolah makanan di Polokwane, 300 kilometer di utara Johannesburg.<\/p>\n<p>Menteri Kesehatan Afrika Selatan Aaron Motsoaledi, seperti dikutip BBC, mengingatkan warga agar menghindari produk olahan daging siap makan yang dijual. Mereka yang rentan terhadap penyakit ini ialah ibu hamil, bayi, dan orang lanjut usia.<\/p>\n<p>Menyikapi wabah listeriosis di Australia, Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian RI meningkatkan kewaspadaan (<em>Kompas<\/em>, Senin (5\/3). Meski tak ada data impor melon dari Australia ke Indonesia, potensi buah itu masuk ke Indonesia ada karena buah itu diekspor dari Australia ke negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia. \u201cLaboratorium kami siap menguji,\u201d kata Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini dalam keterangan pers.<\/p>\n<p>Wabah listeriosis bukan kali ini terjadi. Wabah serupa pernah melanda tujuh negara bagian Amerika Serikat, September 2011, yang menyerang 22 orang dan dua pasien dilaporkan meninggal.<\/p>\n<p>Bahakan, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menyebut, tiap tahun, 1.600 orang terkena listeriosis dan 260 orang di antaranya meninggal. Itu membuat listeriosis jadi penyakit paling mematikan akibat makanan ketiga di AS.<\/p>\n<p>Listeriosi atau listeria adalah penyakit infeksi serius dipicu makanan yang terkontaminasi bakteri <em>Listeria monocytogenes<\/em>. Bakteri ini secara alami ada di tanah, air, dan hewan yang bisa membawa bakteri itu tanpa terlihat sakit.<\/p>\n<p>Bakteri itu bisa berpindah atau mengontaminasi makanan. Sebab, perpindahan bakteri dari tanah ke tanaman atau terbawa dari pupuk kendang yang terkontaminasi <em>L monocytogenes<\/em> dan masuk ke tumbuhan. Jenis makanan yang mudah terkontaminasi bakteri ini adalah susu yang tidak dipasteurisasi, keju lunak, sayur-mayur dan buah-buahan mentah, serta aneka produk daging mentah ataupun daging olahan.<\/p>\n<p><strong>Patogen fatal<\/strong><\/p>\n<p>Tidak seperti kebanyakan pathogen pemicu penyakit melalui makanan, <em>L monocytogenes<\/em> tetap bisa berkembang cepat dalam makanan yang terkontaminasi meski makanan itu didinginkan di lemari es. Di titik beku, bakteri ini tak tumbuh, tetapi juga tidak mati. Bakteri itu bisa bertahan lama di titik beku meski tak berkembang.<\/p>\n<p><em>L monocytogenes<\/em> bisa bertahan hidup bertahun-tahun di pabrik pengolahan makanan. \u201cIni adalah salah satu patogen paling fatal dan patogen amat bermasalah di pabrik pengolahan makanan karena sangat menyukai lingkungan dingin, lembab, dan gelap,\u201d kata ahli keamanan pangan dari Universitas Negeri Carolina Utara, As, Benjamin Chapman, seperti dikutip Livescience, 29 Agustus 2016.<\/p>\n<p>Penyakit ini tersebar di seluruh dunia secara sporadis. Meski penyakit ini umumnya menyebar lewat makanan yang terkontaminasi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai, risiko bagi wisatawan relatif rendah. Risiko itu meningkat jika para wisatawan mengonsumsi susu dan produk susu tak di pateurisasi serta daging olahan.<\/p>\n<p>Listeriosis memicu meningoensefalitis atau peradangan otak serta septikemia atau keracunan darah akibat bakteri masuk darah.<\/p>\n<p>Mereka yang rentan terserang penyakit itu ialah ibu hamil, bayi baru lahir, orang berusia lebih dari 65 tahun, dan mereka dengan kekebalan tubuh rendah. Di luar kelompok itu, listeriosis jarang ditemukan.<\/p>\n<p>Pada sebagian orang, serangan bakteri ini memicu demam akut ringan. Listeria memengaruhi organ tubuh lain, seperti tulang, sendi, dada, dan perut.<\/p>\n<p>Pada ibu hamil, listeriosis tak hanya menimbulkan demam, tetapi juga keguguran. Selain itu, ibu hamil yang kena listeriosis bisa menularkan penyakit ini kepada janin sehingga bayi baru lahir meninggal, mengalami septikemia, dan menderita meningitis atau radang selaput otak.<\/p>\n<p>Sementara gejala umum orang yang terkena listeriosis bervariasi, tergantung bagian tubuh yang kena. Demam, diare, dan mual adalah gejala umum, mirip dengan gejala penyakit lain akibat kuman yang terbawa pada makanan.<\/p>\n<p>Apabila bakteri <em>L monocytogenes<\/em> sampai usus atau listeriosis invasive, pada ibu hamil hal itu akan memicu demam dan gejala mirip flu, seperti kelelahan dan nyeri otot. Infeksi selama kehamilan bisa memicu keguguran sampai 20 persen, bayi lahir meninggal 3 persen, persalinan premature, dan infeksi lain yang mengancam hidup bayi.<\/p>\n<p>Repotnya, gejala listeriosis pada bayi baru lahir tak tampak jelas seperti pada orang dewasa. Tanda yang perlu diwaspadai ialah rendahnya minat bayi untuk minum air susu ibu, mudah marah, demam, dan muntah.<\/p>\n<p>Jika listeriosis invasive terjadi bukan pada ibu hamil, selain demam dan nyeri otot, juga akan timbul sakit kepala, leher kaku, kehilangan keseimbangan, dan kejang. Gejala itu menunjukkan, infeksi listeria menyerang sistem saraf.<\/p>\n<p>Penderita listeriosis invasive umumnya butuh perawatan di rumah sakit. Itu penting karena 1 dari 5 penderita listeriosis invasif berakhir dengan kematian.<\/p>\n<p>Berbagai gejala itu umumnya muncul 1-4 minggu setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi <em>L monocytogenes<\/em>. Dalam sejumlah kasus, gejala itu ada yang muncul pada hari pertama sejak terpapar bakteri atau baru muncul 10 minggu setelah terkena bakteri.<\/p>\n<p>Untuk memastikan serangan listeriosis harus dilakukan pemeriksaan laboratorium dengan melakukan kultur bakteri. Proses kultur itu dilakukan dengan mengambill jaringan atau cairan tubuh sepeti darah, cairan tulang belakang, urine, dan plasenta, untuk menumbuhkan bakteri <em>L monocytogenes<\/em>.<\/p>\n<p>Listeriosis bisa diobati melalui pemberian antibiotik. Meski penyakit ini mewabah di Australia, warga tak perlu panik. Selain tak ada data impor melon kuning dari Australia, penyakit ini juga bisa dicegah dengan mengonsumsu makanan matang, mencuci bersih buah dan sayur yang dimakan mentah, serta segera mengonsumsi makanan mentah. (M ZAID WAHYUDI)<\/p>\n<p><strong>Bakteri <em>Listeria monocytogenes<\/em><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Badan pengendalian dan Pencegahan penyakit (CDC) AS menganjurkan sejumlah hal untuk menghindari serangan bakteri <em>Listeria monocytogenes<\/em>.<\/li>\n<li>Membilas sayur dan buah sebelum dipotong, dimasak, atau dimakan.<\/li>\n<li>Menggunakan sikat khusus untuk menggosok sayur dan buah yang diolah di perusahaan, seperti melon dan mentimun.<\/li>\n<li>Keringkan sayur dan buah itu dengan kertas atau kain pembersih.<\/li>\n<li>Saat menyiapkan makanan, pisahkan daging mentah dari sayuran dan makanan masak.<\/li>\n<li>Cuci tangan, pisau, dan telenan setelah digunakan untuk mengolah makanan mentah.<\/li>\n<li>Hindari mengonsumsi susu yang belum dipasteurisasi atau keju dari susu yang tidak dipasteurisasi.<\/li>\n<li>Orang yang berisiko tinggi terinfeksi, seperti ibu hamil, hindari makan daging olahan kecuali sudah dipanaskan hinga minimal 74 derajat celsius.<\/li>\n<li>Segera makan makanan siap saju atau makanan yang mudah rusak.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber:\u00a0Kompas.8-Maret-2018.Hal_.14<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wabah listeriosis terjadi di Australia lewat buah melon. Infeksi penyakit bersumber makanan itu berakibat fatal bagi penderita. Otoritas kesehatan Australia mengumumkan wabah penyakit listeria atau listeriosis di negara itu yang menewaskan tiga orang dan menyerang 12 orang lain. Wabah itu diduga berasal dari buah rockmelon yang ditanam di Negara Bagian New South Wales. Kini, produsen&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13454,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-13461","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Listeriosis, Penyakit Lama Mewabah - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Listeriosis, Penyakit Lama Mewabah - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Wabah listeriosis terjadi di Australia lewat buah melon. Infeksi penyakit bersumber makanan itu berakibat fatal bagi penderita. Otoritas kesehatan Australia mengumumkan wabah penyakit listeria atau listeriosis di negara itu yang menewaskan tiga orang dan menyerang 12 orang lain. Wabah itu diduga berasal dari buah rockmelon yang ditanam di Negara Bagian New South Wales. Kini, produsen...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-04-13T02:28:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T06:17:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/04\/5ad01247e80ce-5ad01247e80dfListeriosis-Penyakit-Lama-Mewabah.Kompas.8-Maret-2018.Hal_.14-001.jpg-e1523586462284.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1825\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1187\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Listeriosis, Penyakit Lama Mewabah\",\"datePublished\":\"2018-04-13T02:28:40+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T06:17:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\\\/\"},\"wordCount\":1052,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/04\\\/5ad01247e80ce-5ad01247e80dfListeriosis-Penyakit-Lama-Mewabah.Kompas.8-Maret-2018.Hal_.14-001.jpg-e1523586462284.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\\\/\",\"name\":\"Listeriosis, Penyakit Lama Mewabah - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/04\\\/5ad01247e80ce-5ad01247e80dfListeriosis-Penyakit-Lama-Mewabah.Kompas.8-Maret-2018.Hal_.14-001.jpg-e1523586462284.jpg\",\"datePublished\":\"2018-04-13T02:28:40+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T06:17:15+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/04\\\/5ad01247e80ce-5ad01247e80dfListeriosis-Penyakit-Lama-Mewabah.Kompas.8-Maret-2018.Hal_.14-001.jpg-e1523586462284.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/dieng.blob.core.windows.net\\\/library\\\/2018\\\/04\\\/5ad01247e80ce-5ad01247e80dfListeriosis-Penyakit-Lama-Mewabah.Kompas.8-Maret-2018.Hal_.14-001.jpg-e1523586462284.jpg\",\"width\":1825,\"height\":1187},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Listeriosis, Penyakit Lama Mewabah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Listeriosis, Penyakit Lama Mewabah - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Listeriosis, Penyakit Lama Mewabah - Library","og_description":"Wabah listeriosis terjadi di Australia lewat buah melon. Infeksi penyakit bersumber makanan itu berakibat fatal bagi penderita. Otoritas kesehatan Australia mengumumkan wabah penyakit listeria atau listeriosis di negara itu yang menewaskan tiga orang dan menyerang 12 orang lain. Wabah itu diduga berasal dari buah rockmelon yang ditanam di Negara Bagian New South Wales. Kini, produsen...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-04-13T02:28:40+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T06:17:15+00:00","og_image":[{"width":1825,"height":1187,"url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/04\/5ad01247e80ce-5ad01247e80dfListeriosis-Penyakit-Lama-Mewabah.Kompas.8-Maret-2018.Hal_.14-001.jpg-e1523586462284.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Listeriosis, Penyakit Lama Mewabah","datePublished":"2018-04-13T02:28:40+00:00","dateModified":"2025-05-01T06:17:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\/"},"wordCount":1052,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/04\/5ad01247e80ce-5ad01247e80dfListeriosis-Penyakit-Lama-Mewabah.Kompas.8-Maret-2018.Hal_.14-001.jpg-e1523586462284.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\/","name":"Listeriosis, Penyakit Lama Mewabah - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/04\/5ad01247e80ce-5ad01247e80dfListeriosis-Penyakit-Lama-Mewabah.Kompas.8-Maret-2018.Hal_.14-001.jpg-e1523586462284.jpg","datePublished":"2018-04-13T02:28:40+00:00","dateModified":"2025-05-01T06:17:15+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\/#primaryimage","url":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/04\/5ad01247e80ce-5ad01247e80dfListeriosis-Penyakit-Lama-Mewabah.Kompas.8-Maret-2018.Hal_.14-001.jpg-e1523586462284.jpg","contentUrl":"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/04\/5ad01247e80ce-5ad01247e80dfListeriosis-Penyakit-Lama-Mewabah.Kompas.8-Maret-2018.Hal_.14-001.jpg-e1523586462284.jpg","width":1825,"height":1187},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/listeriosis-penyakit-lama-mewabah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Listeriosis, Penyakit Lama Mewabah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13461","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13461"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13461\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15494,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13461\/revisions\/15494"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13454"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13461"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13461"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13461"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}