{"id":13600,"date":"2018-04-16T13:47:09","date_gmt":"2018-04-16T06:47:09","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=13600"},"modified":"2025-05-01T12:37:09","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:09","slug":"fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\/","title":{"rendered":"Fransiskus Cornelis Dianbunda_Orang di Balik &#8220;Gemu Famire&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-13595\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/04\/Fransiskus-Cornelis-Dianbunda_Orang-di-Balik-Gemu-Famire.Kompas.10-Maret-2018.Hal_.16-001-1500x1219.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"1219\" \/><\/p>\n<p>Goyang &#8220;Gemu Famire&#8221; dua-tiga tahun terakhir melanda Nusantara.\u00a0 Goyang yang melekat pada lagu berjudul sama itu bahkan berita terkenal lewat masyarakat Indonesia di luar negeri, turis asing, dan tentu saja media sosial.\u00a0 pub Siapakah yang menciptakan lagu &#8220;Gemu Famire&#8221; yang asyik itu?\u00a0 Dia adalah Fransiskus Cornelis tud Dianbunda yang biasa disapa Nyong Frangko.<\/p>\n<p><strong>\u00a0Kornelis Kewa Ama<\/strong><\/p>\n<p>Frangko menceritakan bagaimana lagu &#8220;Gemu Fam\u00edre&#8221; itu tercipta.\u00a0 Suatu hari Frangko berpikir untuk mencip- takan sebuah lagu khas yang bisa mengingatkan orang pada Maumere, kota kelahirannya.<\/p>\n<p>Pada Mei 2011, ia berhasil menciptakan lagu &#8220;Gemu Famire&#8221; yang ia inginkan, energik, unik, serta mengandung ciri khas budaya Maumere dan Ende.\u00a0 Liriknya sederhana, tetapi menghibur.\u00a0 Musiknya sederhana, tetapi menggairahkan untuk bergoyang.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan (Gemu Famire &#8216;) setiap orang yang datang ke Maumere atau Flores bisa diajak bergoyang. Mereka tertarik, lalu bisa bawa pulang sesuatu dari sini, yakni album lagu itu,&#8221; ujar Frangko Februari lalu.\u00a0 Dan Frangko terkait lagu itu memang sederhana.\u00a0 Ia sadar orang- orang dari luar Maumere atau Ende dua kota di NTT yang menghubungkan lagu yang ringan, dan cinta orang di Maumere, pertengahan senang.<\/p>\n<p>Keinginan sudah tercapai.\u00a0 Lagu &#8220;Gemu Famire&#8221; dengan goyangannya meliuk-liuk belakang, tidak hanya dilakukan di Maumere dan Ende, tetapi juga di lot, diplomat, tentara, orang partai, Goyang ini juga dilakukan orang-perti Malaysia, Hongaria, Rusia, Ceko, meriah di halaman\u00a0 sekolah, mal tidak mengerti bahasa daerah yang digunakan dalam lirik lagu &#8220;Gemu Famire&#8221;.\u00a0 Namun, ia yakin irama lagu tersebut membuat hati orang yang unik Frangko itu asyik, ke kiri, ke kanan, ke depan, ke seantero Nusantara, bahkan dunia.\u00a0 Goyang &#8220;Gemu Famire&#8221; dilakukan berbagai kalangan mulai ibu rumah tangga, siswa sekolah, pramugari, piselebritas, menteri, hingga presiden.\u00a0 orang asing di sejumlah negara, Kanada, Belanda, Jerman, Vietnam, Australia, dan Perancis.<\/p>\n<p>Goyang &#8220;Gemu Famire&#8221; dilakukan bersama-sama dalam flashmob yang dung pertemuan, Kedutaan Besar Republik Indonesia di sejumlah negara, studio senam, ajang pencarian bakat, hingga di sela acara kongres partai.<\/p>\n<p>&#8220;Nona manis putarlah ke kiri \/ ke kiri \/ ke kiri \/ ke kiri \/ ke kiri \/ dan ke kiri manis eh \/\/ Sekarang kanan eh nona manis putarlah ke kanan \/ ke kanan \/ ke kanan \/ ke kanan \/ ke kanan manis eh \/\u00a0 \/.&#8221;<\/p>\n<p><strong>Bahasa leluhur <\/strong><\/p>\n<p>Menurut Frangko, keunikan lagu &#8220;Gemu Famire&#8221; adalah syairnya diambil dari bahasa leluhur yang dirangkai dengan musik yang tidak-tidak tertentu.\u00a0 Penggalan syair lagu itu antara lain berbunyi &#8220;Maumere dega- le kota Ende \/ pepin gisong gasong \/\/ la lele luk ele rebin ha \/ si la sol \/\/.&#8221;<\/p>\n<p>Unsur leluhur dari lagu ini, yakni degale dari bahasa daerah Lio (Ende) yang artinya &#8216;menuju&#8217;.\u00a0 Degale kota Ende, menuju kota Ende.\u00a0 Pepin gisong gasong dari bahasa Sikka artinya &#8216;pipi yang kembung berisi jagung yang ditumbuk halus&#8217;.\u00a0 La lele luk ele rebin ha artinya &#8216;sebuah tas dari anyaman daun lontar berisikan pa- kaian dan bekal jagung tumbuk&#8217;.\u00a0 &#8220;Gemu Famire&#8221; sendiri berarti telanjang kira-kira memasukkan nada-nada (fa-mi-re) ke dalam mulut.\u00a0 Maksudnya adalah menyanyikan nada-nada lagu fa-mi-re.\u00a0 Mereka bernyanyi samlu sampai tahun 1970, orang Sikka berjalan kaki atau naik kuda.\u00a0 Tidak ular yang siap mengancam.\u00a0 ngunyah jagung yang ditumbuk kemudian ditumbuk dengan batu bil beraktivitas apa saja.\u00a0 Frangko menceritakan, zaman yang bepergian Ende biasanya ada kendaraan roda empat atau roda dua seperti sekarang.\u00a0 Kondisi jalan pun masih berupa jalan setapak, belum bised aspal.\u00a0 Sisi kiri-kanan jalan penuh rumput dengan lintah dan Mereka berjalan kaki sambil mepai halus.\u00a0 Ini makanan khas orang Sikka zaman dulu.\u00a0 Kalau di Flores Timur yang dikenal adalah jagung &#8220;titi&#8221;, yakni jagung yang digoreng sampai berbentuk emping sehingga disebut emping jagung.<\/p>\n<p>Jagung merupakan makanan lokal NTT yang sudah dikenal sejak zaman nenek moyang.\u00a0 Untuk bekal perjalanan, jagung biasanya digoreng atau direbus, kemudian ditumbuk halus, dimasukkan ke dalam tas atau keranjang.\u00a0 Bekal itu bisa bertahan sampai 14 hari.<\/p>\n<p>Perjalanan jauh butuh tenaga.\u00a0 Makan bagi orang zaman dulu tidak harus duduk.\u00a0 Mereka biasa praktik sesuatu sambil makan.\u00a0 Mengembara di hutan sambil makan, berburu sambil makan, menenun sambil makan.\u00a0 Biasanya- reka berjalan kaki sambil menggendong keranjang atau tas dari anyaman daun lontar.\u00a0 Tas itu tidak hanya berisi makanan, tetapi juga senjata, sirih pinang, dan pakaian.\u00a0 Sambil berjalan mereka bisa sambil bernyanyi.<\/p>\n<p><strong>\u00a0 Guru musik<\/strong><\/p>\n<p>Sebelum goyang meledak, nama Nyong Frangko tidak dikenal, bahkan di kalangan masyarakat Maumereka, NTT, dari mana dia berasal.\u00a0 Dia memang bukan selebritas.\u00a0 Sehari-hari ia adalah pengajar musik di SMK Yohanes 23 Maumere.\u00a0 Selain itu, sejak 2013, dia mengelola band sekolah bernama Bahana 23 Band SMK Yohannes 23.<\/p>\n<p>Lewat bimbingannya, para siswa di sekolah itu meraih beberapa penghargaan dalam lomba pentas seni musik tingkat SMA \/ SMK di Maumere.\u00a0 &#8220;Saya sebenarnya tidak punya musik dasar. Saya belajar musik secara otodidak melalui internet. Saya sering ikut pentas musik para Frater di Seminari Tinggi STFK Ledalero dan belajar buku-buku musik dari sana,&#8221; katanya.\u00a0 lain mengajar agama.<\/p>\n<p>Pendidikan zaman dulu yang di- terapkan para misionaris Katolik, seajarkan lagu-lagu gereja.\u00a0 Dengan begitu, not-not angka begitu diterapkan orang tua, terutama para guru zaman dulu, rilis anak-anak zaman sekarang.<\/p>\n<p>&#8220;Ini juga suatu kritik terhadap pendidikan. Lulusan sekolah pendidikan guru atau SPG, sekolah guru bawah dan guru atas atau SGA sangat pandai membaca not angka, bahkan not balok. Padahal, mereka itu tidak saya memegang gelar apa-apa selain\u00a0 disapa guru. Sekarang lulusan guru gelar sarjana, bahkan magister guru, belum tentu bisa membaca not angka, apalagi balok, &#8220;kata Frangko sambil tersenyum.<\/p>\n<p>la menambahkan, di NTT banyak anak muda yang memiliki suara yang bagus, menguasai alat musik tertentu dengan baik.\u00a0 Mereka bisa tampil di ajang nasional, bahkan internasional, tetapi tidak memiliki cara bagaimana meraih mimpi itu.\u00a0 Akhirnya, ketenaran mereka hanya sebatas di lingkungan desa atau kecamatan.<\/p>\n<p>Bahkan, ketika &#8220;Gemu Famire&#8221; meledak, banyak orang meragukan bahwa itu hasil karya Frangko.\u00a0 Mereka penilaian, tidak mungkin Frangko bisa menyenandungkan kata-kata leluhur dengan nada-nada yang bagus.\u00a0 Karena itu, demi melindungi hak ciptanya, November 2014, Frangko mendaftarkan lagu &#8220;Gemu Famire&#8221; ke Kementerian Hukum dan HAM.\u00a0 Kini, ia telah memiliki sertifikat hak kekayaan intelektual (HKI) atas lagu sebuah album berjudul Dungkele yang diluncurkan pada 2011 dalam terdiri atas delapan lagu daerah asal N&#8217;TT.<\/p>\n<p>Meski lagu &#8220;Gemu Famire&#8221; mele- dak dan dikenal di mana-mana, kenyataannya Frangko tidak mendapat keuntungan finansial.\u00a0 la menceritakan, album Dungkele hanya disalin dalam 800 keping karena anggaran terbatas.\u00a0 Album itu dijual di Maumere dan Ende.\u00a0 Kenyataannya, album Dungkele di mana-mana, di seantero Nusantara, dalam bentuk keping padat (CD) bajakan.<\/p>\n<p>&#8220;Saya tidak mendapat keuntungan dari hasil karya lagu itu. Pembajakan lagu ini terlalu marak. Saya hanya mendapat dari Google atas kontrol lagu itu. Itu pun tidak sampai 10 persen,&#8221; keluhnya.<\/p>\n<p>Begitulah kenyataannya, Frangko sejauh ini hanya mendapat kebanggaan karena ikut melambungkan nayang lebih menyukai pendengar.\u00a0 Nama Maumere dan Ende lewat &#8220;Gemu Famire&#8221;.<\/p>\n<p>Frangko kini sedang mempersiapkan album baru dengan satu atau dua lagu wujudkan album ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Kompas.10-Maret-2018.Hal_.16<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Goyang &#8220;Gemu Famire&#8221; dua-tiga tahun terakhir melanda Nusantara.\u00a0 Goyang yang melekat pada lagu berjudul sama itu bahkan berita terkenal lewat masyarakat Indonesia di luar negeri, turis asing, dan tentu saja media sosial.\u00a0 pub Siapakah yang menciptakan lagu &#8220;Gemu Famire&#8221; yang asyik itu?\u00a0 Dia adalah Fransiskus Cornelis tud Dianbunda yang biasa disapa Nyong Frangko. \u00a0Kornelis Kewa&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13595,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-13600","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Fransiskus Cornelis Dianbunda_Orang di Balik &quot;Gemu Famire&quot; - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Fransiskus Cornelis Dianbunda_Orang di Balik &quot;Gemu Famire&quot; - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Goyang &#8220;Gemu Famire&#8221; dua-tiga tahun terakhir melanda Nusantara.\u00a0 Goyang yang melekat pada lagu berjudul sama itu bahkan berita terkenal lewat masyarakat Indonesia di luar negeri, turis asing, dan tentu saja media sosial.\u00a0 pub Siapakah yang menciptakan lagu &#8220;Gemu Famire&#8221; yang asyik itu?\u00a0 Dia adalah Fransiskus Cornelis tud Dianbunda yang biasa disapa Nyong Frangko. \u00a0Kornelis Kewa...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-04-16T06:47:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/04\/Fransiskus-Cornelis-Dianbunda_Orang-di-Balik-Gemu-Famire.Kompas.10-Maret-2018.Hal_.16-001-e1523861195406.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1137\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"712\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Fransiskus Cornelis Dianbunda_Orang di Balik &#8220;Gemu Famire&#8221;\",\"datePublished\":\"2018-04-16T06:47:09+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\\\/\"},\"wordCount\":1084,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/04\\\/Fransiskus-Cornelis-Dianbunda_Orang-di-Balik-Gemu-Famire.Kompas.10-Maret-2018.Hal_.16-001-e1523861195406.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\\\/\",\"name\":\"Fransiskus Cornelis Dianbunda_Orang di Balik \\\"Gemu Famire\\\" - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/04\\\/Fransiskus-Cornelis-Dianbunda_Orang-di-Balik-Gemu-Famire.Kompas.10-Maret-2018.Hal_.16-001-e1523861195406.jpg\",\"datePublished\":\"2018-04-16T06:47:09+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:09+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/04\\\/Fransiskus-Cornelis-Dianbunda_Orang-di-Balik-Gemu-Famire.Kompas.10-Maret-2018.Hal_.16-001-e1523861195406.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/04\\\/Fransiskus-Cornelis-Dianbunda_Orang-di-Balik-Gemu-Famire.Kompas.10-Maret-2018.Hal_.16-001-e1523861195406.jpg\",\"width\":1137,\"height\":712},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Fransiskus Cornelis Dianbunda_Orang di Balik &#8220;Gemu Famire&#8221;\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Fransiskus Cornelis Dianbunda_Orang di Balik \"Gemu Famire\" - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Fransiskus Cornelis Dianbunda_Orang di Balik \"Gemu Famire\" - Library","og_description":"Goyang &#8220;Gemu Famire&#8221; dua-tiga tahun terakhir melanda Nusantara.\u00a0 Goyang yang melekat pada lagu berjudul sama itu bahkan berita terkenal lewat masyarakat Indonesia di luar negeri, turis asing, dan tentu saja media sosial.\u00a0 pub Siapakah yang menciptakan lagu &#8220;Gemu Famire&#8221; yang asyik itu?\u00a0 Dia adalah Fransiskus Cornelis tud Dianbunda yang biasa disapa Nyong Frangko. \u00a0Kornelis Kewa...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-04-16T06:47:09+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:09+00:00","og_image":[{"width":1137,"height":712,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/04\/Fransiskus-Cornelis-Dianbunda_Orang-di-Balik-Gemu-Famire.Kompas.10-Maret-2018.Hal_.16-001-e1523861195406.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Fransiskus Cornelis Dianbunda_Orang di Balik &#8220;Gemu Famire&#8221;","datePublished":"2018-04-16T06:47:09+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\/"},"wordCount":1084,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/04\/Fransiskus-Cornelis-Dianbunda_Orang-di-Balik-Gemu-Famire.Kompas.10-Maret-2018.Hal_.16-001-e1523861195406.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\/","name":"Fransiskus Cornelis Dianbunda_Orang di Balik \"Gemu Famire\" - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/04\/Fransiskus-Cornelis-Dianbunda_Orang-di-Balik-Gemu-Famire.Kompas.10-Maret-2018.Hal_.16-001-e1523861195406.jpg","datePublished":"2018-04-16T06:47:09+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:09+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/04\/Fransiskus-Cornelis-Dianbunda_Orang-di-Balik-Gemu-Famire.Kompas.10-Maret-2018.Hal_.16-001-e1523861195406.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/04\/Fransiskus-Cornelis-Dianbunda_Orang-di-Balik-Gemu-Famire.Kompas.10-Maret-2018.Hal_.16-001-e1523861195406.jpg","width":1137,"height":712},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/fransiskus-cornelis-dianbunda_orang-di-balik-gemu-famire\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Fransiskus Cornelis Dianbunda_Orang di Balik &#8220;Gemu Famire&#8221;"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13600","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13600"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13600\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24029,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13600\/revisions\/24029"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13595"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13600"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13600"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13600"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}