{"id":13950,"date":"2018-05-08T15:02:47","date_gmt":"2018-05-08T08:02:47","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=13950"},"modified":"2025-05-01T12:37:08","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:08","slug":"elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\/","title":{"rendered":"Elisa Manueke_Dokter Tentara Juara Dunia Paralayang"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-13951\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/05\/Elisa-Manueke_Dokter-Tentara-Juara-Dunia-Paralayang.Kompas.13-Maret-2018.Hal_.16-1500x1079.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"1079\" \/><\/p>\n<p>Kenikmatan terbang yang tak tergantikan dengan Kolonel dr Elisa Manueke berkeliling dunia sebagai atlet gantole dan juga paralayang.\u00a0 Namun, baru pada usia 57 tahun, dokter spesialis mata yang kini telah berubah Kepala Departemen Mata RSPAU dr S Hardjolukito, Yogyakarta, berhasil menjadi juara dunia di nomor yang sama pada kejuaraan dunia PGAWC 2017.<\/p>\n<p>Rakaryan Sukarjaputra<\/p>\n<p>Elisa Manueke melengkapi prestasi cabang paralayang Indonesia, yang batkan Rika Wijayanti sebagai juara pada tahun yang sama juga meno- dunia untuk kelompok putri.\u00a0 Prestasi itu diraih setelah berjuang mengikuti empat putaran kejuaraan dunia paralayang akurasi (PGAWC), yaitu di Saint Pierre), Indonesia (Manado), Slovenia (Kobarid), dan Serbia (Vrsac), Elisa meraih 24 cat Kanada (Mont poin, atau hanya terpaut satu poin Roni Pratama yang juga atlet Indonesia di peringkat kedua dengan 25 poin. Dalam cabang paralayang nomor yang tepat, jumlah poin yang lebih sedikit adalah yang lebih baik.<\/p>\n<p>Pencapaian Elisa juga terbilang lengkap karena dia mampu satu kali menjejakkan\u00a0 kakinya tepat di titik utama pendaratan, yang berupa se- buah titik bulat dengan diameter ha2 sentimeter, yaitu pada penerbangan keempat putaran terakhir di Slovenia, 23 September 2017. Jam terbang dan kemampuan menahan tekanan di tengah persaingan yang ketat menjadi kunci Elisa tampil baik di putaran terakhir di Slovenia.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan jam terbang tinggi, bisa lebih mengendalikan orang-orang saya menghadapi tantangan,&#8221; kata dokter TNI Angkatan Udara itu.\u00a0 Mereka yang juga perwira menengah yang lebih muda pada umumnya terlalu tegang sehingga belum berhasil meraih hasil terbaik, Elisa sangat tidak setuju jika ada batasan usia.<\/p>\n<p>Oleh karena atlet untuk olahraga terbang Sudah banyak bukti di berbagai kejuaraan internasional bagaimana atlet-atlet yang sudah berusaha di\u00a0 atas 50 tahun, bahkan 60 tahun, justru menjadi juara dunia karena keunggulan jam venia yang berusia tak jauh berbeda .<\/p>\n<p><strong>Tak disetujui Orang tua<\/strong><\/p>\n<p>Elisa menekuni olahraga terbang dari gantole di Bandung saat kuliah di ITB memberi tahu ada hasil yang lulus ikut tes masuk itu, tetapi terbangnya.\u00a0 Beberapa juara dunia di nomor paralayang antara lain Matjaz Sluga dan Matjaz Feraric dari Slo- dengan Elisa.\u00a0 Ketika itu, kawan Elisa tes masuk gantole.\u00a0 Karena tertarik, Elisa pun mengikutinya.\u00a0 Elisa ber- karena masih SMA, dia harus mendapatkan izin tertulis dari kedua orangtuanya.<\/p>\n<p>&#8220;Orangtua saya di Kalimantan Selatan langsung tidak setuju. Saya diminta ikut olahraga lainnya aja. Pas orang tua mau datang, saya putar otak bagaimana bisa mendapatkan tanda tangan untuk izin itu.\u00a0 Maka, saya pakai akal-akalan saja.\u00a0 Gantolenya ditarik pake motor, yang penting terbang dulu 11 meter, terus difoto.\u00a0 Foto saya terbang yang saya perlihatkan ke orangtua saya.\u00a0 Makanya, orangtua nengok ke kos-kosan, saya sodorkan formulir yang harus ditan- datangani, ya, mereka kemudian saya menandakan, &#8220;kisah Elisa.<\/p>\n<p>Maka, sejak kelas II di SMA Negeri Advent Bandung, dia resmi menjadi penerbang gantole,\u00a0 dengan tempat latihan di Cimahi dan Puncak. &#8220;Saya di gantole termasuk senior, orang ke-13 yang terbang.\u00a0 Wing 13 dibantu teman-teman namanya dulu, &#8220;paparnya. Kan sekolah kedokteran di Universitas.<\/p>\n<p>Bersekolah dari SD sampai SMA di Bandung, sejak 1982 Elisa terus menerus sitas Sam Ratulangi, Manado, yang merupakan tanuah asal leluhur dan terbang dan anti Sulawesi kedokterannya pada 1991. Masuk TNI AU melalui wajib militer.\u00a0 kedua orangtuanya.\u00a0 Kesibukannya Utara di berbagai kejuaraan mem- buat Elisa.<\/p>\n<p>Setahun kemudian, dia direkrut pada awalnya Elisa ditempatkan di Kalimantan organisasi Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) yang berada di bawah binaan TNI AU, sejak tahun 1995 anak Minahasa itu baru lulus sekolah\u00a0 mantan, tetapi karena dia juga di- Elisa dipindahkan ke Solo dan sampai sekarang tidak pernah keluar dari wilayah Solo atau Yogyakarta.<\/p>\n<p>Keliling dunia dengan menurunnya politik gantole, Elisa pun mulai belajar paralayang pada 1999 dan langsung menggilai paralayang lintas alam yang sangat berat tantangan- nya.\u00a0 &#8220;Saya keliling dunia ikut serta ber- bagai kejuaraan lintas negara tahun 2009-2011. Baru di 2012 suya belajar akurat karena diakselerasi ini meningkatkan podiumnya lebih besar. Kemudian keliling dunia bersama istri saya. Saya sih menangnya sedikit, istri tetapi saya bisa\u00a0 menjadi juara dunia tiga kali, 2012, 2013 dan 2014, &#8220;ungkap Elisa, menceritakkan istrinya se- karang ini, atlet paralayang nasional Lis Andriana.<\/p>\n<p>Gelar juara dunia pada tahun 2017 menjadi kado istimewa buat Elisa yang sudah harus pensiun dari dinas kemiliteran pada usia 58 tahun.\u00a0 &#8220;Meskipun saya pensiun, kalau terbang, ya, mudah-mudahan bisa berjalan. Yang penting jaga kondisi fisik,&#8221; ujar ayah dari lima anak itu.<\/p>\n<p>Di tingkat nasional, bergabung di pelatnas sejak 2008 untuk persiapan Asian Beach sampai\u00a0 sekarang ini.\u00a0 &#8220;Anak-anak muda itu lebih jago. Semua dari saya. Tetapi, saya punya pengalaman dan jam terbang yang bisa dibagi juga dengan mereka, Jadi, keberadaan saya di pelatnas juga untuk membantu mereka sebisa mungkin,&#8221; tambah Games nya.<\/p>\n<p>Sejak awal Elisa menyadari bahwa paralayang dan gantole adalah olahraga ekstrem, karena itu sangat bagus jika tetap rasa takut.\u00a0 &#8220;Takut itu harus ada dan normal Takut itu melindungi kita untuk tahu mana yang bahaya dan mana yang tidak, Jadi, bohong kalau ada orang (pilot) yang mengatakan tidak takut,&#8221; paparnya.\u00a0 Ketakutan itu justru melihara para pegiat olahraga tersebut untuk hati-hati dan mengikuti prosedur standar operasi.<\/p>\n<p>Bagi Elisa, sangat bagus jika membuat banyak anak muda Indonesia mau menekuni paralayang &#8220;Olahraga terbang ini luar biasa, benar menjadi membentuk karakter anak muda untuk berdisiplin diri. Untuk terbang itu enggak boleh begadang, mabok, apalagi narkoba.\u00a0 Kalau sampai mabok, ya, akan modar di udara. Mangkanya maboknya ke mabok terbang. Dan itu akan memacu prestasi di sekolah juga karena sudah terbiasa disiplin, &#8220;tutur Elisa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Kompas.13-Maret-2018.Hal_.16<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kenikmatan terbang yang tak tergantikan dengan Kolonel dr Elisa Manueke berkeliling dunia sebagai atlet gantole dan juga paralayang.\u00a0 Namun, baru pada usia 57 tahun, dokter spesialis mata yang kini telah berubah Kepala Departemen Mata RSPAU dr S Hardjolukito, Yogyakarta, berhasil menjadi juara dunia di nomor yang sama pada kejuaraan dunia PGAWC 2017. Rakaryan Sukarjaputra Elisa&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13951,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-13950","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Elisa Manueke_Dokter Tentara Juara Dunia Paralayang - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Elisa Manueke_Dokter Tentara Juara Dunia Paralayang - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kenikmatan terbang yang tak tergantikan dengan Kolonel dr Elisa Manueke berkeliling dunia sebagai atlet gantole dan juga paralayang.\u00a0 Namun, baru pada usia 57 tahun, dokter spesialis mata yang kini telah berubah Kepala Departemen Mata RSPAU dr S Hardjolukito, Yogyakarta, berhasil menjadi juara dunia di nomor yang sama pada kejuaraan dunia PGAWC 2017. Rakaryan Sukarjaputra Elisa...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-05-08T08:02:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/05\/Elisa-Manueke_Dokter-Tentara-Juara-Dunia-Paralayang.Kompas.13-Maret-2018.Hal_.16-e1525766490667.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"966\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1016\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Elisa Manueke_Dokter Tentara Juara Dunia Paralayang\",\"datePublished\":\"2018-05-08T08:02:47+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\\\/\"},\"wordCount\":859,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/05\\\/Elisa-Manueke_Dokter-Tentara-Juara-Dunia-Paralayang.Kompas.13-Maret-2018.Hal_.16-e1525766490667.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\\\/\",\"name\":\"Elisa Manueke_Dokter Tentara Juara Dunia Paralayang - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/05\\\/Elisa-Manueke_Dokter-Tentara-Juara-Dunia-Paralayang.Kompas.13-Maret-2018.Hal_.16-e1525766490667.jpg\",\"datePublished\":\"2018-05-08T08:02:47+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:08+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/05\\\/Elisa-Manueke_Dokter-Tentara-Juara-Dunia-Paralayang.Kompas.13-Maret-2018.Hal_.16-e1525766490667.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/05\\\/Elisa-Manueke_Dokter-Tentara-Juara-Dunia-Paralayang.Kompas.13-Maret-2018.Hal_.16-e1525766490667.jpg\",\"width\":966,\"height\":1016},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Elisa Manueke_Dokter Tentara Juara Dunia Paralayang\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Elisa Manueke_Dokter Tentara Juara Dunia Paralayang - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Elisa Manueke_Dokter Tentara Juara Dunia Paralayang - Library","og_description":"Kenikmatan terbang yang tak tergantikan dengan Kolonel dr Elisa Manueke berkeliling dunia sebagai atlet gantole dan juga paralayang.\u00a0 Namun, baru pada usia 57 tahun, dokter spesialis mata yang kini telah berubah Kepala Departemen Mata RSPAU dr S Hardjolukito, Yogyakarta, berhasil menjadi juara dunia di nomor yang sama pada kejuaraan dunia PGAWC 2017. Rakaryan Sukarjaputra Elisa...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-05-08T08:02:47+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:08+00:00","og_image":[{"width":966,"height":1016,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/05\/Elisa-Manueke_Dokter-Tentara-Juara-Dunia-Paralayang.Kompas.13-Maret-2018.Hal_.16-e1525766490667.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Elisa Manueke_Dokter Tentara Juara Dunia Paralayang","datePublished":"2018-05-08T08:02:47+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:08+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\/"},"wordCount":859,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/05\/Elisa-Manueke_Dokter-Tentara-Juara-Dunia-Paralayang.Kompas.13-Maret-2018.Hal_.16-e1525766490667.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\/","name":"Elisa Manueke_Dokter Tentara Juara Dunia Paralayang - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/05\/Elisa-Manueke_Dokter-Tentara-Juara-Dunia-Paralayang.Kompas.13-Maret-2018.Hal_.16-e1525766490667.jpg","datePublished":"2018-05-08T08:02:47+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:08+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/05\/Elisa-Manueke_Dokter-Tentara-Juara-Dunia-Paralayang.Kompas.13-Maret-2018.Hal_.16-e1525766490667.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/05\/Elisa-Manueke_Dokter-Tentara-Juara-Dunia-Paralayang.Kompas.13-Maret-2018.Hal_.16-e1525766490667.jpg","width":966,"height":1016},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/elisa-manueke_dokter-tentara-juara-dunia-paralayang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Elisa Manueke_Dokter Tentara Juara Dunia Paralayang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13950","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13950"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13950\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24046,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13950\/revisions\/24046"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13951"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13950"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13950"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13950"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}