{"id":14297,"date":"2018-07-05T13:11:02","date_gmt":"2018-07-05T06:11:02","guid":{"rendered":"https:\/\/library.uc.ac.id\/?p=14297"},"modified":"2025-05-01T10:34:07","modified_gmt":"2025-05-01T03:34:07","slug":"menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\/","title":{"rendered":"Menggapai Hunian Idaman.Kompas.19 Maret 2018.Hal.9"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-14298\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2018\/07\/Menggapai-Hunian-Idaman.Kompas.19-Maret-2018.Hal_.9-295x1500.jpg\" alt=\"\" width=\"295\" height=\"1500\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/07\/Menggapai-Hunian-Idaman.Kompas.19-Maret-2018.Hal_.9-295x1500.jpg 295w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/07\/Menggapai-Hunian-Idaman.Kompas.19-Maret-2018.Hal_.9-59x300.jpg 59w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/07\/Menggapai-Hunian-Idaman.Kompas.19-Maret-2018.Hal_.9-768x3907.jpg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/07\/Menggapai-Hunian-Idaman.Kompas.19-Maret-2018.Hal_.9.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 295px) 100vw, 295px\" \/><\/p>\n<p>Saat ini, jumlah <em>backlog<\/em> perumahan di Indonesia sudah mencapai 11,4 juta unit. Sementara itu, kebutuhan hunian terus bertambah sekitar 800 ribu unit setiap tahun. Kebutuhan akan perumahan ini semakinmendesak, melihat pada 2035, Indonesia diperkirakan akan mendapatkan bonus demografi.<\/p>\n<p>Bank Dunia memperkirakan sekitar 68 persen penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan pada 2025. Dari jumlah ini, sebagian besar akan diisi oleh generasi milenial, generasi yang lahir pada 1980-1999. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, bonus demografi akan terus berlangsung sampai 2035.<\/p>\n<p>Kondisi ini jelas akan melambungkan harga hunian dan lahan. Padahal, kenaikan gaji karyawan pada umumnya tidak bisa mengikuti harga hunian. Mengutip <em>Kompas<\/em> (29\/1), data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menunjukkan harga rumah di Jabodetabek rata-rata naik 20 persen per tahun. Angka ini melampaui kenaikan gaji yang rata-rata hanya 10 persen per tahun. Sementara itu, upah minimum di Jabodetabek rata-rata sebesar Rp. 3.1 juta atau sekitar 8 persen dari rata-rata harga tanah.<\/p>\n<p>Tak heran, banyak generasi milenial memilih menunda keinginannya untuk membeli rumah. Padahal, hal ini salah. Sedini mungkin, mereka seharusnya merencanakan dan mengalokasikan dana untuk membeli rumah. Sebab, semakin ditunda, semakin mahal.<\/p>\n<p>Walaupun demikian, masih banyak orang yang menganggap bahwa generasi milenial tidak membutuhkan rumah atau tidak memiliki keinginan untuk memilikinya. Anggapan ini setidaknya bisa dipatahkan. Hasil jajak pendapat <em>Kompas<\/em> beberapa waktu lalu menunjukkan, 96 persen responden kalangan muda sangat menginginkan memiliki rumah sendiri.<\/p>\n<p>Sayangnya, beberapa anak muda sekarang ini tidak bisa mengurangi biaya gaya hodup. Kebanyakan dari mereka berpikir, \u201cHidup hanya sekali, jadi harus dinikmati\u201d. Tak heran, kebanyakan dari anak milenial sekarang mengalokasikan pendapatannya untuk jalan-jalan atau gaya hidup lainnya. Padahal, jika dia mengalokasikan untuk membeli rumah, secara tidak langsung, uangnya bertambah dalam bentuk investasi.<\/p>\n<p>Atur strategi<\/p>\n<p>Jika Anda termasuk orang yang ingin memiliki rumah, sebaiknya segera direncanakan. Bagi generasi milenial, Anda tetap bisa membeli rumah. Ada banyak cara untuk bisa mendukung keinginan dalam membeli rumah.<\/p>\n<p>Pertama, menyisihkan sebagian penghasilan. Menurut CEO dan Chief Planner ZAP Finance Prita Hapsari Ghozie, generasi muda harus bisa menyisihkan 45 persen dari gaji untuk membayar uang muka rumah. Setelah uang muka terpenuhi, baru bisa mengajukan KPR. Jumlah 45 persen ini dihitung dari pos pengeluaran ideal keluarga.<\/p>\n<p>Biasanya dalam pengeluaran keluarga, pembagian keuangan meliputi 5 persen untuk zakat atau sumbangan, 30 persen biaya hidup rutin bulanan, 15 persen menabung dan investasi, 30 persen biaya cicilan, 10 persen untuk dana darurat, serta 10 persen untuk daya hidup.<\/p>\n<p>Namun, perhitungan berubah untuk mereka yang belum punya hunian. Sebanyak 15 persen untuk tabungan dan investasi serta 30 persen untuk biaya cicilan, harus dialihkan semuanya untuk uang muka rumah. Hal ini akan terasa berat bagi mereka yang lebih mementingkan gaya hidup. Namun, tidak akan terjadi bagi mereka yang memang sudah berkeinginan memiliki rumah.<\/p>\n<p>Kedua, generasi milenial bisa berpindah perusahaan paling lama setiap lima tahun. Pindah perusahaan tentu dengan syarat mendapatkan kenaikan gaji. Dengan pengalaman bekerja sebelumnya, daya tawar untuk mendapatkan gaji lebih tinggi lebih dimungkinkan.<\/p>\n<p>Ketiga, pemilihan lokasi rumah. Hal ini dibutuhkan ketekunan karena dengan pembelian rumah harus menyesuaikan juga dengan gaji saat ini. Namun, hal ini bukan berarti asal pilih. Yang harus diingat, rumah merupakan asset yang nilainya terus bertambah. Pilihlah lokasi yang walaupun dikatakan jauh dari kantor, tetapi daerahnya berada di Kawasan yang nantinya akan berkembang. Ingat, pertumbuhan nilai rumah sekitar 20 persen per tahun. Jika Anda beli rumah sekitar Rp 400 juta, 10 tahun kemudian, rumah tersebut akan menjadi Rp 1,2 miliar.<\/p>\n<p>Keempat, tentu memilih KPR yang baik dari bank yang kredibel pula. Pilihlah perbankan yang menawarkan KPR sesuai dengan pendapatan, bukan gaya hidup Anda. Ada yang menawarkan program cicilan dengan bunga murah atau tenor panjang. Sekarang, kembali lagi apakah Anda siap untuk mengurangi gaya hidup demi memiliki rumah atau tidak [\u201cVTO\u201d]\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Kompas. 19 Maret 2018.Hal 9<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat ini, jumlah backlog perumahan di Indonesia sudah mencapai 11,4 juta unit. Sementara itu, kebutuhan hunian terus bertambah sekitar 800 ribu unit setiap tahun. Kebutuhan akan perumahan ini semakinmendesak, melihat pada 2035, Indonesia diperkirakan akan mendapatkan bonus demografi. Bank Dunia memperkirakan sekitar 68 persen penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan pada 2025. Dari jumlah ini,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14299,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-14297","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menggapai Hunian Idaman.Kompas.19 Maret 2018.Hal.9 - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menggapai Hunian Idaman.Kompas.19 Maret 2018.Hal.9 - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Saat ini, jumlah backlog perumahan di Indonesia sudah mencapai 11,4 juta unit. Sementara itu, kebutuhan hunian terus bertambah sekitar 800 ribu unit setiap tahun. Kebutuhan akan perumahan ini semakinmendesak, melihat pada 2035, Indonesia diperkirakan akan mendapatkan bonus demografi. Bank Dunia memperkirakan sekitar 68 persen penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan pada 2025. Dari jumlah ini,...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-07-05T06:11:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T03:34:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/07\/Menggapai-Hunian-Idaman.F.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1039\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"691\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Menggapai Hunian Idaman.Kompas.19 Maret 2018.Hal.9\",\"datePublished\":\"2018-07-05T06:11:02+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T03:34:07+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\\\/\"},\"wordCount\":592,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/07\\\/Menggapai-Hunian-Idaman.F.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\\\/\",\"name\":\"Menggapai Hunian Idaman.Kompas.19 Maret 2018.Hal.9 - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/07\\\/Menggapai-Hunian-Idaman.F.jpg\",\"datePublished\":\"2018-07-05T06:11:02+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T03:34:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/07\\\/Menggapai-Hunian-Idaman.F.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2018\\\/07\\\/Menggapai-Hunian-Idaman.F.jpg\",\"width\":1039,\"height\":691},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menggapai Hunian Idaman.Kompas.19 Maret 2018.Hal.9\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menggapai Hunian Idaman.Kompas.19 Maret 2018.Hal.9 - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menggapai Hunian Idaman.Kompas.19 Maret 2018.Hal.9 - Library","og_description":"Saat ini, jumlah backlog perumahan di Indonesia sudah mencapai 11,4 juta unit. Sementara itu, kebutuhan hunian terus bertambah sekitar 800 ribu unit setiap tahun. Kebutuhan akan perumahan ini semakinmendesak, melihat pada 2035, Indonesia diperkirakan akan mendapatkan bonus demografi. Bank Dunia memperkirakan sekitar 68 persen penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan pada 2025. Dari jumlah ini,...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2018-07-05T06:11:02+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T03:34:07+00:00","og_image":[{"width":1039,"height":691,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/07\/Menggapai-Hunian-Idaman.F.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Menggapai Hunian Idaman.Kompas.19 Maret 2018.Hal.9","datePublished":"2018-07-05T06:11:02+00:00","dateModified":"2025-05-01T03:34:07+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\/"},"wordCount":592,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/07\/Menggapai-Hunian-Idaman.F.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\/","name":"Menggapai Hunian Idaman.Kompas.19 Maret 2018.Hal.9 - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/07\/Menggapai-Hunian-Idaman.F.jpg","datePublished":"2018-07-05T06:11:02+00:00","dateModified":"2025-05-01T03:34:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/07\/Menggapai-Hunian-Idaman.F.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2018\/07\/Menggapai-Hunian-Idaman.F.jpg","width":1039,"height":691},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menggapai-hunian-idaman-kompas-19-maret-2018-hal-9\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menggapai Hunian Idaman.Kompas.19 Maret 2018.Hal.9"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14297","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14297"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14297\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15110,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14297\/revisions\/15110"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14299"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14297"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14297"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14297"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}