{"id":19617,"date":"2020-07-07T14:56:40","date_gmt":"2020-07-07T07:56:40","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?p=19617"},"modified":"2020-10-08T18:50:42","modified_gmt":"2020-10-08T11:50:42","slug":"menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/","title":{"rendered":"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (7)_Pernah Ada Pemakaman Belanda Terbesar. Radar Surabaya. 27 Juni 2020. Hal.3,7. Chrisyandi. Library"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-19618\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/Menelusuri-Sejarah-Kawasan-Krembangan-sebagai-Bagian-Europeesche-Wijk-7_Pernah-Ada-Pemakaman-Belanda-Terbesar.-Radar-Surabaya.-27-Juni-2020.-Hal.37.-Chrisyandi.-Library.-Library-1500x903.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"903\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/Menelusuri-Sejarah-Kawasan-Krembangan-sebagai-Bagian-Europeesche-Wijk-7_Pernah-Ada-Pemakaman-Belanda-Terbesar.-Radar-Surabaya.-27-Juni-2020.-Hal.37.-Chrisyandi.-Library.-Library-1500x903.jpg 1500w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/Menelusuri-Sejarah-Kawasan-Krembangan-sebagai-Bagian-Europeesche-Wijk-7_Pernah-Ada-Pemakaman-Belanda-Terbesar.-Radar-Surabaya.-27-Juni-2020.-Hal.37.-Chrisyandi.-Library.-Library-300x181.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/Menelusuri-Sejarah-Kawasan-Krembangan-sebagai-Bagian-Europeesche-Wijk-7_Pernah-Ada-Pemakaman-Belanda-Terbesar.-Radar-Surabaya.-27-Juni-2020.-Hal.37.-Chrisyandi.-Library.-Library-1030x620.jpg 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/Menelusuri-Sejarah-Kawasan-Krembangan-sebagai-Bagian-Europeesche-Wijk-7_Pernah-Ada-Pemakaman-Belanda-Terbesar.-Radar-Surabaya.-27-Juni-2020.-Hal.37.-Chrisyandi.-Library.-Library-768x462.jpg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/Menelusuri-Sejarah-Kawasan-Krembangan-sebagai-Bagian-Europeesche-Wijk-7_Pernah-Ada-Pemakaman-Belanda-Terbesar.-Radar-Surabaya.-27-Juni-2020.-Hal.37.-Chrisyandi.-Library.-Library-1536x925.jpg 1536w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/Menelusuri-Sejarah-Kawasan-Krembangan-sebagai-Bagian-Europeesche-Wijk-7_Pernah-Ada-Pemakaman-Belanda-Terbesar.-Radar-Surabaya.-27-Juni-2020.-Hal.37.-Chrisyandi.-Library.-Library-2048x1233.jpg 2048w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/Menelusuri-Sejarah-Kawasan-Krembangan-sebagai-Bagian-Europeesche-Wijk-7_Pernah-Ada-Pemakaman-Belanda-Terbesar.-Radar-Surabaya.-27-Juni-2020.-Hal.37.-Chrisyandi.-Library.-Library-705x424.jpg 705w\" sizes=\"auto, (max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/p>\n<p>\u201cSebagai bagian dari Europeesche Wijk (distrik Eropa), Krembangan tidak hanya dikenal sebagai tempat yang memiliki lapangan terbang, akan tetapi juga memiliki kawasan makam yang besar. Makam ini adalah makam orang-orang Eropa yang tinggal di Hindia-Belanda (Surabaya) saat itu,\u201d Mus Purmadani.<\/p>\n<p>Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, saat ini untuk menemukan makam ini tidaklah mudah, pasalnya makan ini sudah beralih fungsi menjadi <em>water toren <\/em>(menara air). Meski demikian sisa-sisa jeberadaan makam ini masih bisa diketahui dari nama Jalan Krembangan Makam. \u201cJadi meskipun makamnya sudah tidak ada, tapi warga mengenal kawasan ini dengan krembangan Makam,\u201d katanya kepada Radar Surabaya.<\/p>\n<p>Kompleks pemakaman orang-orang Belanda dan Eropa ini disebut <em>kerkhof. <\/em>Keberadaan <em>kerkhof <\/em>terkesan lebih megah serta memiliki hiasan yang lebih kata bila dibandingkan makam pribumi. \u201cKata <em>kerkhof <\/em>berasal dari Bahasa Belanda yang berarti halaman gereja. Hal tersebut merujuk pada kebiasaan pemakaman di Eropa sebelum abad ke-19,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Pria yang juga pemerhati sejarah Kota Surabaya ini menuturkan, saat itu orang-orang Eropa memakamkan jenazah di halaman gereja. Pemilihan halaman gereja sebagai tempat permakaman didasarkan atas aspek religi, di mana orang Eropa percaya bahwa halaman gereja merupakan tempat yang suci.<\/p>\n<p>\u201cKebiasaan dari Eropa tersebut kemudian dibawa oleh orang Belanda pada masa kolonial,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, pemakaman Belanda pertama di Surabaya beradandi halaman gereja yang dulu pernah berdiri di <em>Willemsplein <\/em>di kawasan Krembangan. Gereja tersebur dibangun oleh Abraham Christoffel Coertz pada 1759. Sebagai mana tradisi pemakaman di Eropa, orang-orang Belanda di Surabaya juga memakamkan jenazah di halaman gereja (<em>kerkhof<\/em>) karena saat bagi orang Belanda dan Eropa lain, gereja adalah titik dokus yang penting dalam kehidupan masyarakat, mengingat segala kegiatan penting dilakukan di sini sepertu upacara pembaptisan bayi, pernikahan, dan kematian. Selain itu, halaman gereja juga dipandang sebagai tempat suci.<\/p>\n<p><strong>(Bersambung\/nur)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Sumber: Radar Surabaya. 27 Juni 2020. Hal.3,7<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cSebagai bagian dari Europeesche Wijk (distrik Eropa), Krembangan tidak hanya dikenal sebagai tempat yang memiliki lapangan terbang, akan tetapi juga memiliki kawasan makam yang besar. Makam ini adalah makam orang-orang Eropa yang tinggal di Hindia-Belanda (Surabaya) saat itu,\u201d Mus Purmadani. Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, saat ini untuk menemukan makam ini tidaklah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19619,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4151,4159],"tags":[],"class_list":["post-19617","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uc-news-2020","category-uc-news-juni-2020"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (7)_Pernah Ada Pemakaman Belanda Terbesar. Radar Surabaya. 27 Juni 2020. Hal.3,7. Chrisyandi. Library - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (7)_Pernah Ada Pemakaman Belanda Terbesar. Radar Surabaya. 27 Juni 2020. Hal.3,7. Chrisyandi. Library - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u201cSebagai bagian dari Europeesche Wijk (distrik Eropa), Krembangan tidak hanya dikenal sebagai tempat yang memiliki lapangan terbang, akan tetapi juga memiliki kawasan makam yang besar. Makam ini adalah makam orang-orang Eropa yang tinggal di Hindia-Belanda (Surabaya) saat itu,\u201d Mus Purmadani. Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, saat ini untuk menemukan makam ini tidaklah...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-07-07T07:56:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-10-08T11:50:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/SP-0707_Page_02.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1077\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"501\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (7)_Pernah Ada Pemakaman Belanda Terbesar. Radar Surabaya. 27 Juni 2020. Hal.3,7. Chrisyandi. Library\",\"datePublished\":\"2020-07-07T07:56:40+00:00\",\"dateModified\":\"2020-10-08T11:50:42+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\\\/\"},\"wordCount\":307,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2020\\\/07\\\/SP-0707_Page_02.jpg\",\"articleSection\":[\"UC News 2020\",\"UC News Juni 2020\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\\\/\",\"name\":\"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (7)_Pernah Ada Pemakaman Belanda Terbesar. Radar Surabaya. 27 Juni 2020. Hal.3,7. Chrisyandi. Library - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2020\\\/07\\\/SP-0707_Page_02.jpg\",\"datePublished\":\"2020-07-07T07:56:40+00:00\",\"dateModified\":\"2020-10-08T11:50:42+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2020\\\/07\\\/SP-0707_Page_02.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2020\\\/07\\\/SP-0707_Page_02.jpg\",\"width\":1077,\"height\":501},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (7)_Pernah Ada Pemakaman Belanda Terbesar. Radar Surabaya. 27 Juni 2020. Hal.3,7. Chrisyandi. Library\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (7)_Pernah Ada Pemakaman Belanda Terbesar. Radar Surabaya. 27 Juni 2020. Hal.3,7. Chrisyandi. Library - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (7)_Pernah Ada Pemakaman Belanda Terbesar. Radar Surabaya. 27 Juni 2020. Hal.3,7. Chrisyandi. Library - Library","og_description":"\u201cSebagai bagian dari Europeesche Wijk (distrik Eropa), Krembangan tidak hanya dikenal sebagai tempat yang memiliki lapangan terbang, akan tetapi juga memiliki kawasan makam yang besar. Makam ini adalah makam orang-orang Eropa yang tinggal di Hindia-Belanda (Surabaya) saat itu,\u201d Mus Purmadani. Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, saat ini untuk menemukan makam ini tidaklah...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2020-07-07T07:56:40+00:00","article_modified_time":"2020-10-08T11:50:42+00:00","og_image":[{"width":1077,"height":501,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/SP-0707_Page_02.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (7)_Pernah Ada Pemakaman Belanda Terbesar. Radar Surabaya. 27 Juni 2020. Hal.3,7. Chrisyandi. Library","datePublished":"2020-07-07T07:56:40+00:00","dateModified":"2020-10-08T11:50:42+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/"},"wordCount":307,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/SP-0707_Page_02.jpg","articleSection":["UC News 2020","UC News Juni 2020"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/","name":"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (7)_Pernah Ada Pemakaman Belanda Terbesar. Radar Surabaya. 27 Juni 2020. Hal.3,7. Chrisyandi. Library - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/SP-0707_Page_02.jpg","datePublished":"2020-07-07T07:56:40+00:00","dateModified":"2020-10-08T11:50:42+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/SP-0707_Page_02.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/07\/SP-0707_Page_02.jpg","width":1077,"height":501},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelusuri-sejarah-kawasan-krembangan-sebagai-bagian-europeesche-wijk-7_pernah-ada-pemakaman-belanda-terbesar-radar-surabaya-27-juni-2020-hal-37-chrisyandi-library\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menelusuri Sejarah Kawasan Krembangan sebagai Bagian Europeesche Wijk (7)_Pernah Ada Pemakaman Belanda Terbesar. Radar Surabaya. 27 Juni 2020. Hal.3,7. Chrisyandi. Library"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19617","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19617"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19617\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20664,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19617\/revisions\/20664"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19619"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19617"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19617"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19617"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}