{"id":20007,"date":"2020-08-31T12:25:10","date_gmt":"2020-08-31T05:25:10","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?p=20007"},"modified":"2020-10-26T10:16:13","modified_gmt":"2020-10-26T03:16:13","slug":"menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\/","title":{"rendered":"Menelisik Jalan Undaan sebagai Warisan Kawasan Perdagangan (18)_Penduduk Lokal dan Pendatang Hidup Berdampingan. Radar Surabaya. 29 Agustus 2020. Hal.3. Library"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/08\/Menelisik-Jalan-Undaan-sebagai-Warisan-Kawasan-Perdagangan-18_Penduduk-Lokal-dan-Pendatang-Hidup-Berdampingan.-Radar-Surabaya.-29-Agustus-2020.-Hal.3.-Library-scaled.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-20008 size-extra_large\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/08\/Menelisik-Jalan-Undaan-sebagai-Warisan-Kawasan-Perdagangan-18_Penduduk-Lokal-dan-Pendatang-Hidup-Berdampingan.-Radar-Surabaya.-29-Agustus-2020.-Hal.3.-Library-1500x489.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"489\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/08\/Menelisik-Jalan-Undaan-sebagai-Warisan-Kawasan-Perdagangan-18_Penduduk-Lokal-dan-Pendatang-Hidup-Berdampingan.-Radar-Surabaya.-29-Agustus-2020.-Hal.3.-Library-1500x489.jpg 1500w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/08\/Menelisik-Jalan-Undaan-sebagai-Warisan-Kawasan-Perdagangan-18_Penduduk-Lokal-dan-Pendatang-Hidup-Berdampingan.-Radar-Surabaya.-29-Agustus-2020.-Hal.3.-Library-300x98.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/08\/Menelisik-Jalan-Undaan-sebagai-Warisan-Kawasan-Perdagangan-18_Penduduk-Lokal-dan-Pendatang-Hidup-Berdampingan.-Radar-Surabaya.-29-Agustus-2020.-Hal.3.-Library-1030x336.jpg 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/08\/Menelisik-Jalan-Undaan-sebagai-Warisan-Kawasan-Perdagangan-18_Penduduk-Lokal-dan-Pendatang-Hidup-Berdampingan.-Radar-Surabaya.-29-Agustus-2020.-Hal.3.-Library-768x250.jpg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/08\/Menelisik-Jalan-Undaan-sebagai-Warisan-Kawasan-Perdagangan-18_Penduduk-Lokal-dan-Pendatang-Hidup-Berdampingan.-Radar-Surabaya.-29-Agustus-2020.-Hal.3.-Library-1536x501.jpg 1536w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/08\/Menelisik-Jalan-Undaan-sebagai-Warisan-Kawasan-Perdagangan-18_Penduduk-Lokal-dan-Pendatang-Hidup-Berdampingan.-Radar-Surabaya.-29-Agustus-2020.-Hal.3.-Library-2048x668.jpg 2048w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/08\/Menelisik-Jalan-Undaan-sebagai-Warisan-Kawasan-Perdagangan-18_Penduduk-Lokal-dan-Pendatang-Hidup-Berdampingan.-Radar-Surabaya.-29-Agustus-2020.-Hal.3.-Library-705x230.jpg 705w\" sizes=\"auto, (max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/a><\/p>\n<p>\u201cPerumahan rakyat bergaya loji tempo dulu menjadi pilihan para pejabat serta kaum elit di kawasan Jalan Undaan. Kebanyakan yang tinggal adalah pendatang dari Eropa, Arab, dan Tionghoa hingga membuat beberapa warga pribumi tergusur hingga ke pinggir kota,\u201d Ginanjar Elyas Saputra<\/p>\n<p>SEJARAWAN sekaligus pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika menceritakan, berdasarkan buku <em>Nieuwe <\/em><em>Soerabaia, <\/em>penduduk lokal yang pernah bermukim di kawasan ini tergusur. Meski\u00adpun tergusur, masih ada beberapa yang masih berta\u00adhan tinggal di Undaan.<\/p>\n<p>&#8220;jadi berbeda dengan kawasan yang padat pendu\u00adduk dengan yang tidak padat penduduk. Masyarakat Surabaya yang tinggal di Undaan cenderung sedikit, sehingga berisiko tergusur dengan berbagai cara,&#8221; kata Chrisyandi kepada Radar Surabaya.<\/p>\n<p>Sementara itu, berbeda dengan warga Undaan yang berkecukupan dan sudah tinggal puluhan tahun di kawasan ini. Warga lokal yang punya uang pasti dengan cepat membeli rumah sesuai dengan <em>budget <\/em>masing\u00ad-masing.<\/p>\n<p>&#8220;Mereka (warga lokal, Red) meniru orang pendatang, membeli sebidang tanah di kawasan ini. Ada pula yang beli tanah kemudian membangun rumah dengan menempel ke rumah besar yang ada di sampingnya,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Bagaimana bila yang tidak mampu? Warga lokal beli sebidang tanah saja, hanya saja tidak mampu bangun rumah, sehingga hanya membuat bangunan semi permanen yang terbuat dari bambu (berdinding <em>gedhek <\/em>atau bambu).<\/p>\n<p>&#8220;Penduduk lokal juga membaur dengan para pendatang. Jadi mereka kehidupannya berdam\u00adPingan,&#8221; tambahnya. <strong>(bersambung\/nur)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Radar Surabaya. 29 Agustus 2020. Hal. 3<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cPerumahan rakyat bergaya loji tempo dulu menjadi pilihan para pejabat serta kaum elit di kawasan Jalan Undaan. Kebanyakan yang tinggal adalah pendatang dari Eropa, Arab, dan Tionghoa hingga membuat beberapa warga pribumi tergusur hingga ke pinggir kota,\u201d Ginanjar Elyas Saputra SEJARAWAN sekaligus pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika menceritakan, berdasarkan buku Nieuwe Soerabaia, penduduk&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":20009,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4151,4161],"tags":[],"class_list":["post-20007","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uc-news-2020","category-uc-news-agustus-2020"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menelisik Jalan Undaan sebagai Warisan Kawasan Perdagangan (18)_Penduduk Lokal dan Pendatang Hidup Berdampingan. Radar Surabaya. 29 Agustus 2020. Hal.3. Library - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menelisik Jalan Undaan sebagai Warisan Kawasan Perdagangan (18)_Penduduk Lokal dan Pendatang Hidup Berdampingan. Radar Surabaya. 29 Agustus 2020. Hal.3. Library - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u201cPerumahan rakyat bergaya loji tempo dulu menjadi pilihan para pejabat serta kaum elit di kawasan Jalan Undaan. Kebanyakan yang tinggal adalah pendatang dari Eropa, Arab, dan Tionghoa hingga membuat beberapa warga pribumi tergusur hingga ke pinggir kota,\u201d Ginanjar Elyas Saputra SEJARAWAN sekaligus pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika menceritakan, berdasarkan buku Nieuwe Soerabaia, penduduk...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-08-31T05:25:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-10-26T03:16:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/08\/t2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1246\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"798\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Menelisik Jalan Undaan sebagai Warisan Kawasan Perdagangan (18)_Penduduk Lokal dan Pendatang Hidup Berdampingan. Radar Surabaya. 29 Agustus 2020. Hal.3. Library\",\"datePublished\":\"2020-08-31T05:25:10+00:00\",\"dateModified\":\"2020-10-26T03:16:13+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\\\/\"},\"wordCount\":240,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2020\\\/08\\\/t2.jpg\",\"articleSection\":[\"UC News 2020\",\"UC News Agustus 2020\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\\\/\",\"name\":\"Menelisik Jalan Undaan sebagai Warisan Kawasan Perdagangan (18)_Penduduk Lokal dan Pendatang Hidup Berdampingan. Radar Surabaya. 29 Agustus 2020. Hal.3. Library - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2020\\\/08\\\/t2.jpg\",\"datePublished\":\"2020-08-31T05:25:10+00:00\",\"dateModified\":\"2020-10-26T03:16:13+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2020\\\/08\\\/t2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2020\\\/08\\\/t2.jpg\",\"width\":1246,\"height\":798},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menelisik Jalan Undaan sebagai Warisan Kawasan Perdagangan (18)_Penduduk Lokal dan Pendatang Hidup Berdampingan. Radar Surabaya. 29 Agustus 2020. Hal.3. Library\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menelisik Jalan Undaan sebagai Warisan Kawasan Perdagangan (18)_Penduduk Lokal dan Pendatang Hidup Berdampingan. Radar Surabaya. 29 Agustus 2020. Hal.3. Library - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menelisik Jalan Undaan sebagai Warisan Kawasan Perdagangan (18)_Penduduk Lokal dan Pendatang Hidup Berdampingan. Radar Surabaya. 29 Agustus 2020. Hal.3. Library - Library","og_description":"\u201cPerumahan rakyat bergaya loji tempo dulu menjadi pilihan para pejabat serta kaum elit di kawasan Jalan Undaan. Kebanyakan yang tinggal adalah pendatang dari Eropa, Arab, dan Tionghoa hingga membuat beberapa warga pribumi tergusur hingga ke pinggir kota,\u201d Ginanjar Elyas Saputra SEJARAWAN sekaligus pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika menceritakan, berdasarkan buku Nieuwe Soerabaia, penduduk...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2020-08-31T05:25:10+00:00","article_modified_time":"2020-10-26T03:16:13+00:00","og_image":[{"width":1246,"height":798,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/08\/t2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Menelisik Jalan Undaan sebagai Warisan Kawasan Perdagangan (18)_Penduduk Lokal dan Pendatang Hidup Berdampingan. Radar Surabaya. 29 Agustus 2020. Hal.3. Library","datePublished":"2020-08-31T05:25:10+00:00","dateModified":"2020-10-26T03:16:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\/"},"wordCount":240,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/08\/t2.jpg","articleSection":["UC News 2020","UC News Agustus 2020"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\/","name":"Menelisik Jalan Undaan sebagai Warisan Kawasan Perdagangan (18)_Penduduk Lokal dan Pendatang Hidup Berdampingan. Radar Surabaya. 29 Agustus 2020. Hal.3. Library - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/08\/t2.jpg","datePublished":"2020-08-31T05:25:10+00:00","dateModified":"2020-10-26T03:16:13+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/08\/t2.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/08\/t2.jpg","width":1246,"height":798},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menelisik-jalan-undaan-sebagai-warisan-kawasan-perdagangan-18_penduduk-lokal-dan-pendatang-hidup-berdampingan-radar-surabaya-29-agustus-2020-hal-3-library\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menelisik Jalan Undaan sebagai Warisan Kawasan Perdagangan (18)_Penduduk Lokal dan Pendatang Hidup Berdampingan. Radar Surabaya. 29 Agustus 2020. Hal.3. Library"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20007","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20007"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20007\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20932,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20007\/revisions\/20932"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20009"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20007"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20007"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20007"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}