{"id":2024,"date":"2016-08-16T11:30:06","date_gmt":"2016-08-16T04:30:06","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=2024"},"modified":"2025-05-01T10:57:28","modified_gmt":"2025-05-01T03:57:28","slug":"perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\/","title":{"rendered":"Carmelita Hartono tentang Ekonomi Maritim Perbanyak Pelaku Usaha Pelayaran"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2016\/08\/3-Februari-2016.-Carmelita-Hartoto-tentang-Ekonomi-Maritim_Perbanyak-Pelaku-Usaha-Pelayaran.-Jawa-Pos.-3-Februari-2016.Hal_.19.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2025\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2016\/08\/3-Februari-2016.-Carmelita-Hartoto-tentang-Ekonomi-Maritim_Perbanyak-Pelaku-Usaha-Pelayaran.-Jawa-Pos.-3-Februari-2016.Hal_.19.jpg\" alt=\"3 Februari 2016. Carmelita Hartoto tentang Ekonomi Maritim_Perbanyak Pelaku Usaha Pelayaran. Jawa Pos. 3 Februari 2016.Hal.1,9\" width=\"5290\" height=\"4869\" \/><\/a><\/p>\n<p>Komitmen pemerintahan joko widodo untuk memberdayakan ekonomi berbasis maritime perlu diterjemahkan dalam tataran kebijakan. Butuh terobosan agar industry pelaayran yang menjadi tulang punggung ekonomi kelautan bisa Berjaya.<\/p>\n<p>Carmelita hartoto, presiden direktur PT Andhika lines, mengungkapkan, ekonomi berbasis maritime tidak cukup dilakukan melalui upaya pembentukan poros maritime.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Asing kuasai angkutan ekspor-impor<\/p>\n<p>Prosedur yang berbelit harus di permudah. Juga perlu ada komitmen menurunkan biaya logistic. \u201ckalau mau ekonomi melesat,mestinya kebijakan pemerintah benar benar memihak pengusaha dalam negri\u201d ujar ketua umum Indonesia national shipowners association (INSA) itu. Dia memerinci sejumlah kebijakan yang perlu diperhatikan guna mendorong industry berbasis maritime. Pertama, memacu pembangunan infrastruktur disektor kelautan. Bukan saja jumlah kapalnya, melainkan juga jalur pelayaran,pergudangan, hingga dermaga serta pelabuhannya. \u201cpemerintah memang sedang membangun semua itu. Namun, kami melihat sekarang ini kurang banyak dan kurang cepat\u201d tuturnya. Perempuan yang akrab dipanggil memey itu menambahkan, dana APBN yang dialokasikan untuk pengembangan maritime mesti diperbesar. Terutama untuk membuka jalur jalur pelayaran baru di berbagai pelosok negeri. \u201cswasta siap membantu di jalur jalur pelayaran yang selama ini hanya dilayani kapal pemerintah\u201d tuturnya. Menurut dia, semakin banyak pelaku usaha dijalur pelayaran tertentu, pelayanan terhadap penumpang akan semakin membaik. Sebab, pelaku usaha akan saling berkompetisi. Hal itu lebih baik daripada satu jalur pelayanan hanya dilayani satu pelaku usaha. \u201cpemerintah dan swasta perlu bersinergi\u201d ujarnya. Namun, untuk rute yang sudah dilayani kapal swasta,dia menyarankan kapal pemerintah tidak masuk. Sebab,pelayaran swasta sudah pasti akan kalah. \u201ctariff kapal BUMN disubsidi pemerintah. Pasti tariff lebih murah. Tidak fair kalau masuk kejalur swasta\u201d ungkapnya. Kapal bumn disarankan mencari rute rute yang secara ekonomis tidak mampu dilayani swasta. Dengan begitu, dana subsidi tiket dalam bentuk anggaran PSO(public service obligation) bisa dinikmati masyarakat yang membutuhkan. \u201cmasih banyak pulau yang belum terlayani angkutan laut. Kapal pemerintah harus focus kesana\u201d memey juga mengkritisi kebijakan pemerintah yang mewajibkan semua pelaku usaha memakai rupiah dalam transaksi. \u201ckami mendukung kebijakan itu. Namun, untuk industry pelayaran, ada yang bisa dan ada yang tidak seperti kapal kapal offshore. Tidak bisa dipukul rata seperti itu\u201d tandasnya. Dia mencontohkan, kapal kapal yang melayani distribusi minyak dan gas pertamina memiliki kontrak dalam mata uang dolar amerika serikat. Otomatis,pinjaman ke bank juga dibuat dalam usd dengan bunga 8 persen pertahun. \u201cnah, karena diganti rupiah, pinjaman juga harus rupiah. Bunga bank naik menjadi 12 persen pertahun\u201d terangnya. Akibatnya pemilik kapal membebankan bunga tinggi itu ke tariff yang dibayar pengguna. Dalam hal ini, pemerintah melalui pertamina harus mengeluarkan dana yang lebih besar untuk membayar pemilik kapal. \u201cdi singapura atau Malaysia, kebijakannya tidak seperti itu. Harus dipilah pilah. Jadi, tidak harus semua pakai rupiah\u201d tambahnya. Dia berharap pemerintah membandingkan dengan kebijakan di negara lain. Sebab, Indonesia sudah masuk dalam era pasar bebas. \u201ckita banyak berurusan dengan dunia internasional. Hampir semua bayar pakai dolar seperti asuransi,sparepart, dan biaya biaya lain. Kapal asing juga sama\u201d sebutnya. Salah satu yang menjadi perhatian memey adalah tingginya suku bunga kredit bank. Menurut ibu tiga anak tersebut, bunga bank di Indonesia termasuk paling tinggi diantara negara negara asean lainnya. \u201ckalau mau menang di masyarakat ekonomi asean, seharusnya suku bunga bank 4-5 persen saja\u201d katanya. Selain itu kalangan pelaku usaha di bidang pelayaran meminta pemerintah kembali menurunkan harga bahan bakar minyak karena harga minyak dunia sudah sangat rendah. \u201charga bbm sudah turun, tapi sedikit sekali. Padahal, biaya operasional\u201d jelasnya. Menurut dia, daya saing industry pelayaran nasional perlu ditingkatkan dengan menurunkan biaya tinggi. \u201cmeskipun kita punya asas cabotage (pelayaran didalam negeri wajib diangkut kapal berbendera Indonesia), mayoritas angkutan ekspor impor kita sekarang masih dilayani kapal asing\u201d tuturnya. Saying, kapal kapal asing tersebut tidak dikenal pajak apa pun oleh pemerintahan Indonesia. \u201cbagaimana kita mau bersaing dengan kapal asing di pelayaran ekspor impor kalau kita banyak dikenai pajak? Sedangkan kapal asing tidak sama sekali. Persaingan jelas tidak imbang antara kapal local dan asing\u201d tegasnya. Karena itu, insa sudah protes ke kementerian keuangan agar kapal kapal asing juga dikenai pajak yang sama dengan kapal domestic. \u201cpotensinya sangat besar. Kalau harga komoditas sedang bagus,negara bisa dapat Rp 80 triliun pertahun dari pajak kapal asing. Itu lebih baik daripada terus menerus kejar pajak pribadi\u201d ujarnya kesal. Sepak terjang memey dalam industry pelayaran tidak perlu diragukan lagi. Dialah satu satunya perempuan yang berhasil menjadi pemimpin industry pelayanan nasional. Pada tahun 2011 dia terpilih sebagai ketua umum insa. Lalu, akhir 2015 dia kembali terpilih untuk periode kedua hingga 2019. \u201cdulu ayah saya juga ketua umum insa\u201d terangnya. Perempuan ramah tersebut memang mewarisi kerajaan bisnis ayahnya,almarhum hartoto hardikusumo. Dia bisa mengembangkan bisnis perusahaan dengan apik. Terbukti, jumlah kapal berkembang dari hanya dua unit menjadi belasan unit. \u201csebenarnya saya terjun ke bisnis pelayaran tanpa sengaja\u201d katanya. Perjalanan hidup memey berubah 180 derajat ketika sanga ayah meninggal pada 1994. Sebagai anak sulung diantara tiga putrid, memey harus menerima tongkat estafet bisnis yang dibangun ayahnya sejak 1972 dengan bendera andhika lines. Padahal memey telah memiliki karir mapan di sebuah perusahaan keuangan di London. \u201csaya harus pulang dan mulai belajar dari nol\u201d ungkapnya. Menggeluti bisnis pelayaran, pergudangan, dan bongkar muat membuat perempuan yang berulang tahun setiap 22 juni tersebut akrab dengan kehidupan pelabuhan yang dicitrakan sebagai kawasan keras. Namun, dia mengaku selama ini belum pernah ada yang kurang ajar. \u201cdilingkungan seperti itu tidak perlu kasar dan emosian. Kalau kita senyum,mereka justru segan\u201d katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: jawa pos, Rabu 3 Februari 2016<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Komitmen pemerintahan joko widodo untuk memberdayakan ekonomi berbasis maritime perlu diterjemahkan dalam tataran kebijakan. Butuh terobosan agar industry pelaayran yang menjadi tulang punggung ekonomi kelautan bisa Berjaya. Carmelita hartoto, presiden direktur PT Andhika lines, mengungkapkan, ekonomi berbasis maritime tidak cukup dilakukan melalui upaya pembentukan poros maritime. &nbsp; Asing kuasai angkutan ekspor-impor Prosedur yang berbelit harus&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2025,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-2024","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Carmelita Hartono tentang Ekonomi Maritim Perbanyak Pelaku Usaha Pelayaran - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Carmelita Hartono tentang Ekonomi Maritim Perbanyak Pelaku Usaha Pelayaran - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Komitmen pemerintahan joko widodo untuk memberdayakan ekonomi berbasis maritime perlu diterjemahkan dalam tataran kebijakan. Butuh terobosan agar industry pelaayran yang menjadi tulang punggung ekonomi kelautan bisa Berjaya. Carmelita hartoto, presiden direktur PT Andhika lines, mengungkapkan, ekonomi berbasis maritime tidak cukup dilakukan melalui upaya pembentukan poros maritime. &nbsp; Asing kuasai angkutan ekspor-impor Prosedur yang berbelit harus...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-08-16T04:30:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T03:57:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/3-Februari-2016.-Carmelita-Hartoto-tentang-Ekonomi-Maritim_Perbanyak-Pelaku-Usaha-Pelayaran.-Jawa-Pos.-3-Februari-2016.Hal_.19-e1491377883908.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1095\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1766\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Carmelita Hartono tentang Ekonomi Maritim Perbanyak Pelaku Usaha Pelayaran\",\"datePublished\":\"2016-08-16T04:30:06+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T03:57:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\\\/\"},\"wordCount\":877,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/08\\\/3-Februari-2016.-Carmelita-Hartoto-tentang-Ekonomi-Maritim_Perbanyak-Pelaku-Usaha-Pelayaran.-Jawa-Pos.-3-Februari-2016.Hal_.19-e1491377883908.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\\\/\",\"name\":\"Carmelita Hartono tentang Ekonomi Maritim Perbanyak Pelaku Usaha Pelayaran - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/08\\\/3-Februari-2016.-Carmelita-Hartoto-tentang-Ekonomi-Maritim_Perbanyak-Pelaku-Usaha-Pelayaran.-Jawa-Pos.-3-Februari-2016.Hal_.19-e1491377883908.jpg\",\"datePublished\":\"2016-08-16T04:30:06+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T03:57:28+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/08\\\/3-Februari-2016.-Carmelita-Hartoto-tentang-Ekonomi-Maritim_Perbanyak-Pelaku-Usaha-Pelayaran.-Jawa-Pos.-3-Februari-2016.Hal_.19-e1491377883908.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/08\\\/3-Februari-2016.-Carmelita-Hartoto-tentang-Ekonomi-Maritim_Perbanyak-Pelaku-Usaha-Pelayaran.-Jawa-Pos.-3-Februari-2016.Hal_.19-e1491377883908.jpg\",\"width\":1095,\"height\":1766},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Carmelita Hartono tentang Ekonomi Maritim Perbanyak Pelaku Usaha Pelayaran\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Carmelita Hartono tentang Ekonomi Maritim Perbanyak Pelaku Usaha Pelayaran - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Carmelita Hartono tentang Ekonomi Maritim Perbanyak Pelaku Usaha Pelayaran - Library","og_description":"Komitmen pemerintahan joko widodo untuk memberdayakan ekonomi berbasis maritime perlu diterjemahkan dalam tataran kebijakan. Butuh terobosan agar industry pelaayran yang menjadi tulang punggung ekonomi kelautan bisa Berjaya. Carmelita hartoto, presiden direktur PT Andhika lines, mengungkapkan, ekonomi berbasis maritime tidak cukup dilakukan melalui upaya pembentukan poros maritime. &nbsp; Asing kuasai angkutan ekspor-impor Prosedur yang berbelit harus...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2016-08-16T04:30:06+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T03:57:28+00:00","og_image":[{"width":1095,"height":1766,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/3-Februari-2016.-Carmelita-Hartoto-tentang-Ekonomi-Maritim_Perbanyak-Pelaku-Usaha-Pelayaran.-Jawa-Pos.-3-Februari-2016.Hal_.19-e1491377883908.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Carmelita Hartono tentang Ekonomi Maritim Perbanyak Pelaku Usaha Pelayaran","datePublished":"2016-08-16T04:30:06+00:00","dateModified":"2025-05-01T03:57:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\/"},"wordCount":877,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/3-Februari-2016.-Carmelita-Hartoto-tentang-Ekonomi-Maritim_Perbanyak-Pelaku-Usaha-Pelayaran.-Jawa-Pos.-3-Februari-2016.Hal_.19-e1491377883908.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\/","name":"Carmelita Hartono tentang Ekonomi Maritim Perbanyak Pelaku Usaha Pelayaran - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/3-Februari-2016.-Carmelita-Hartoto-tentang-Ekonomi-Maritim_Perbanyak-Pelaku-Usaha-Pelayaran.-Jawa-Pos.-3-Februari-2016.Hal_.19-e1491377883908.jpg","datePublished":"2016-08-16T04:30:06+00:00","dateModified":"2025-05-01T03:57:28+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/3-Februari-2016.-Carmelita-Hartoto-tentang-Ekonomi-Maritim_Perbanyak-Pelaku-Usaha-Pelayaran.-Jawa-Pos.-3-Februari-2016.Hal_.19-e1491377883908.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/3-Februari-2016.-Carmelita-Hartoto-tentang-Ekonomi-Maritim_Perbanyak-Pelaku-Usaha-Pelayaran.-Jawa-Pos.-3-Februari-2016.Hal_.19-e1491377883908.jpg","width":1095,"height":1766},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/perbanyak-pelaku-usaha-pelayaran\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Carmelita Hartono tentang Ekonomi Maritim Perbanyak Pelaku Usaha Pelayaran"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2024","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2024"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2024\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5775,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2024\/revisions\/5775"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2025"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2024"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2024"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2024"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}