{"id":2049,"date":"2016-08-16T11:37:13","date_gmt":"2016-08-16T04:37:13","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=2049"},"modified":"2025-05-01T10:57:28","modified_gmt":"2025-05-01T03:57:28","slug":"maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\/","title":{"rendered":"Jamal Ghozi tentang Industri Padat Karya Maksimalkan Keunggulan Jumlah Tenaga Kerja"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2016\/08\/13-Februari-2016.-Jamal-Ghozi-tentang-Industri-Padat-Karya_Maksimalkan-Keunggulan-Jumlah-Tenaga-Kerja.-Jawa-Pos.13-Februari-2016.Hal_.111.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2050\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2016\/08\/13-Februari-2016.-Jamal-Ghozi-tentang-Industri-Padat-Karya_Maksimalkan-Keunggulan-Jumlah-Tenaga-Kerja.-Jawa-Pos.13-Februari-2016.Hal_.111.jpg\" alt=\"13 Februari 2016. Jamal Ghozi tentang Industri Padat Karya_Maksimalkan Keunggulan Jumlah Tenaga Kerja. Jawa Pos.13 Februari 2016.Hal.1,11\" width=\"5316\" height=\"5884\" srcset=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/13-Februari-2016.-Jamal-Ghozi-tentang-Industri-Padat-Karya_Maksimalkan-Keunggulan-Jumlah-Tenaga-Kerja.-Jawa-Pos.13-Februari-2016.Hal_.111.jpg 5316w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/13-Februari-2016.-Jamal-Ghozi-tentang-Industri-Padat-Karya_Maksimalkan-Keunggulan-Jumlah-Tenaga-Kerja.-Jawa-Pos.13-Februari-2016.Hal_.111-271x300.jpg 271w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/13-Februari-2016.-Jamal-Ghozi-tentang-Industri-Padat-Karya_Maksimalkan-Keunggulan-Jumlah-Tenaga-Kerja.-Jawa-Pos.13-Februari-2016.Hal_.111-931x1030.jpg 931w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/13-Februari-2016.-Jamal-Ghozi-tentang-Industri-Padat-Karya_Maksimalkan-Keunggulan-Jumlah-Tenaga-Kerja.-Jawa-Pos.13-Februari-2016.Hal_.111-1355x1500.jpg 1355w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/13-Februari-2016.-Jamal-Ghozi-tentang-Industri-Padat-Karya_Maksimalkan-Keunggulan-Jumlah-Tenaga-Kerja.-Jawa-Pos.13-Februari-2016.Hal_.111-637x705.jpg 637w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/13-Februari-2016.-Jamal-Ghozi-tentang-Industri-Padat-Karya_Maksimalkan-Keunggulan-Jumlah-Tenaga-Kerja.-Jawa-Pos.13-Februari-2016.Hal_.111-450x498.jpg 450w\" sizes=\"auto, (max-width: 5316px) 100vw, 5316px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara, sebenarnya Indonesia paling berpotensi menjadi negara industri. Dukungan tenaga kerja yang melimpah dan terampil perlu disempurnakan dengan penciptaan iklim usaha yang kondusif.<\/p>\n<p>BAGI Jamal Ghozi, CEO Pisma Group, kepercayaan dari pemodal asing merupakan indikator masih besarnya peluang menjadi negara industri.<\/p>\n<p>\u201cJepang sudah menyatakan akan menjadikan Indonesia sebagai pusat industri otomotif untuk kawasan Asia Pasifik. Nanti industri-industri lain pasti menyusul,\u201d ujarnya saat ditemui di kawasan industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat, Kamis (11\/2).<\/p>\n<p>Dari berbagai pilihan negara di Asia, Jepang lebih memilih Indonesia untuk menjadi negara penyokong industrinya.<\/p>\n<p>Sebab, Indonesia memiliki berbagai kelebihan dibanding negara lain. \u201cJumlah tenaga kerja kita sangat banyak. Mau berapa pun orang pasti tersedia. Untuk industri padat karya, itu sangat penting,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Jamal membandingkan dengan Vietnam yang selama ini dianggap sebagai pesaing Indonesia dalam hal upah buruh murah. Menurut pria murah senyum itu, jumlah tenaga kerja di Vietnam kurang memadai. \u201cSekarang banyak pabrik di Vietnam yang tutup karena enggak ada pekerjanya. Susah cari orang,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Hal itu terutama terjadi di sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) yang membutuhkan banyak tenaga kerja. Akibat kekurangan pekerja tersebut, banyak industri TPT di Vietnam yang hengkang dan pindah ke Indonesia. \u201cDi sini tenaga kerja banyak, kerjanya juga bagus,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p>Hal tersebut tentu membawa keuntungan bagi Indonesia. Sebagai contoh, industri TPT dari yang bahan baku hingga garmen menyerap puluhan ribuh tenaga kerja. \u201cIndustri tekstil itu termasuk padat karya. Jadi tidak mungkin cuma 1.000-2.000 orang,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Walaupun ada yang menilai upah tenaga kerja di Indonesia termasuk tinggi, di balik itu, banyaknya jumlah tenaga kerja merupakan hal yang menarik bagi investasi industri padat karya. \u201cKita saja (Pisma Group, Red) untuk pabrik <em>spare part<\/em> dan tekstil menyerap 15 ribu tenaga kerja,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Jamal sangat mengapresiasi pekerja yang loyal. Sebab, semakin lama mereka bekerja semakin ahli menangani pekerjaan. \u201cDulu saya punya pabrik <em>handphone <\/em>\u00a0Nexian, itu tenaga kerjanya orang Indonesia semua. Artinya, <em>skill<\/em> tenaga kerja Indonesia bagus. Mereka mau belajar, semakin lama semakin pintar,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Pria 56 tahun itu menilai sumbe daya manusia (SDM) di Indonesia sangat siap menghadapi persaingan global. Tak heran, sektor otomotif\u00a0 yang selama ini dikuasai Jepang sekarang hampir semuanya dibuat di Indonesia. \u201cDulu mungkin 50 persen masih impor. Sekarang sudah lebih 70 persen dibuat di sini,\u201d ujarnya bangga.<\/p>\n<p>Jamal menilai Jepang tidak pelit dalam hal berbagi ilmu dengan tenaga kerja di Indonesia. \u201cJepang wajib transfer teknologi. Karena kalau tidak, bisnis mereka di sini tidak akan bisa berkembang. Di pabril <em>spare part<\/em> kami, orang Jepang Cuma tujuh orang. Itu pun karena mereka betah tinggal di Indonesia,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Menurut Jamal, pemerintah harus bersinergi dengan pengusaha, khususnya dalam hal mendongkrak industri yang banyak menyerap tenaga kerja. \u201cKalau industri lokal kita tidak di-<em>support<\/em>, jadinya seperti sekarang. Banyak yang ditutup, karyawan di<em>-cut<\/em>. Akhirnya pengangguran semakin banyak,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Sebagai pelaku usaha industri padat karya, Jamal berharap pemerintah memberikan dukungan dalam bentuk insentif pajak, penurunan tarif listrik, dan bunga bank. Jamal sangat ingin industri padat karya berkembang pesat karena orang tuanya merintis bisnis Pisma Group sejak 1972. Dimulai dengan pendirian pabrik tekstil di Pekalongan, Jawa Tengah, yang memproduksi sarung Gajah Duduk. \u201cAyah saya, Ghozi Salim, perintisnya. Saya generasi kedua yang mengembangkan,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Bisnis Pisma Group terus berkembang pesat hingga merambah berbagai jenis industri lain seperti produsen <em>spare part<\/em> kendaraan mobil dan sepeda motor melalui PT KMK Precision Indonesia yang menyiplai kebutuhan pabrik Honda, Toyota, Suzuki, dan sebagainya. \u201cKami juga <em>support<\/em> komponen elektronik seperti printer Epson. Tapi, 60 sampai 70 persen produk dipasok untuk otomotif,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Namun, Pisma Group lebih banyak dikenal masyarakat sebagai produsen sarung Gajah Duduk. Produk Pismatex itu tidak hanya menguasai pasar Indonesia, tapi juga Asia Tenggara. \u201cPangsa pasar sarung kami sekitar 60 persen. Paling besar di Malaysia. Bisa sampai 70 persen,\u201d katanya. Pihaknya kini akan masuk Myanmar. \u201cSudah bangun kantor di sana. Kita lihat orang Myanmar juga pakai sarung,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Jamal sangat bersyukur perusahaannya bisa berkembang pesat seperti sekarang. Dia teringat ketika kali pertama kembali ke tanah air, harus menyesuaikan diri dengan kondisi dan budaya kerja di Indonesia. \u201cSaya 13 tahun tinggal di sana, sekolah dan kerja di sana. Januari 1993 saya balik Indonesia,\u201d kata alumnus Teknik Pertekstilan Shinshu University, Jepang, itu. <strong>(wir\/c9\/sof)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Jawa Pos 13 Februari 2016<\/p>\n<p>UC Lib-Collect<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara, sebenarnya Indonesia paling berpotensi menjadi negara industri. Dukungan tenaga kerja yang melimpah dan terampil perlu disempurnakan dengan penciptaan iklim usaha yang kondusif. BAGI Jamal Ghozi, CEO Pisma Group, kepercayaan dari pemodal asing merupakan indikator masih besarnya peluang menjadi negara industri. \u201cJepang sudah menyatakan akan menjadikan Indonesia&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4487,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-2049","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Jamal Ghozi tentang Industri Padat Karya Maksimalkan Keunggulan Jumlah Tenaga Kerja - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jamal Ghozi tentang Industri Padat Karya Maksimalkan Keunggulan Jumlah Tenaga Kerja - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara, sebenarnya Indonesia paling berpotensi menjadi negara industri. Dukungan tenaga kerja yang melimpah dan terampil perlu disempurnakan dengan penciptaan iklim usaha yang kondusif. BAGI Jamal Ghozi, CEO Pisma Group, kepercayaan dari pemodal asing merupakan indikator masih besarnya peluang menjadi negara industri. \u201cJepang sudah menyatakan akan menjadikan Indonesia...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-08-16T04:37:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T03:57:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/13-Februari-2016.-Jamal-Ghozi-tentang-Industri-Padat-Karya_Maksimalkan-Keunggulan-Jumlah-Tenaga-Kerja.-Jawa-Pos.13-Februari-2016.Hal_.1111.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1506\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1338\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Jamal Ghozi tentang Industri Padat Karya Maksimalkan Keunggulan Jumlah Tenaga Kerja\",\"datePublished\":\"2016-08-16T04:37:13+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T03:57:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\\\/\"},\"wordCount\":692,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/08\\\/13-Februari-2016.-Jamal-Ghozi-tentang-Industri-Padat-Karya_Maksimalkan-Keunggulan-Jumlah-Tenaga-Kerja.-Jawa-Pos.13-Februari-2016.Hal_.1111.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\\\/\",\"name\":\"Jamal Ghozi tentang Industri Padat Karya Maksimalkan Keunggulan Jumlah Tenaga Kerja - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/08\\\/13-Februari-2016.-Jamal-Ghozi-tentang-Industri-Padat-Karya_Maksimalkan-Keunggulan-Jumlah-Tenaga-Kerja.-Jawa-Pos.13-Februari-2016.Hal_.1111.jpg\",\"datePublished\":\"2016-08-16T04:37:13+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T03:57:28+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/08\\\/13-Februari-2016.-Jamal-Ghozi-tentang-Industri-Padat-Karya_Maksimalkan-Keunggulan-Jumlah-Tenaga-Kerja.-Jawa-Pos.13-Februari-2016.Hal_.1111.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/08\\\/13-Februari-2016.-Jamal-Ghozi-tentang-Industri-Padat-Karya_Maksimalkan-Keunggulan-Jumlah-Tenaga-Kerja.-Jawa-Pos.13-Februari-2016.Hal_.1111.jpg\",\"width\":1506,\"height\":1338},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jamal Ghozi tentang Industri Padat Karya Maksimalkan Keunggulan Jumlah Tenaga Kerja\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jamal Ghozi tentang Industri Padat Karya Maksimalkan Keunggulan Jumlah Tenaga Kerja - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Jamal Ghozi tentang Industri Padat Karya Maksimalkan Keunggulan Jumlah Tenaga Kerja - Library","og_description":"Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara, sebenarnya Indonesia paling berpotensi menjadi negara industri. Dukungan tenaga kerja yang melimpah dan terampil perlu disempurnakan dengan penciptaan iklim usaha yang kondusif. BAGI Jamal Ghozi, CEO Pisma Group, kepercayaan dari pemodal asing merupakan indikator masih besarnya peluang menjadi negara industri. \u201cJepang sudah menyatakan akan menjadikan Indonesia...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2016-08-16T04:37:13+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T03:57:28+00:00","og_image":[{"width":1506,"height":1338,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/13-Februari-2016.-Jamal-Ghozi-tentang-Industri-Padat-Karya_Maksimalkan-Keunggulan-Jumlah-Tenaga-Kerja.-Jawa-Pos.13-Februari-2016.Hal_.1111.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Jamal Ghozi tentang Industri Padat Karya Maksimalkan Keunggulan Jumlah Tenaga Kerja","datePublished":"2016-08-16T04:37:13+00:00","dateModified":"2025-05-01T03:57:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\/"},"wordCount":692,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/13-Februari-2016.-Jamal-Ghozi-tentang-Industri-Padat-Karya_Maksimalkan-Keunggulan-Jumlah-Tenaga-Kerja.-Jawa-Pos.13-Februari-2016.Hal_.1111.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\/","name":"Jamal Ghozi tentang Industri Padat Karya Maksimalkan Keunggulan Jumlah Tenaga Kerja - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/13-Februari-2016.-Jamal-Ghozi-tentang-Industri-Padat-Karya_Maksimalkan-Keunggulan-Jumlah-Tenaga-Kerja.-Jawa-Pos.13-Februari-2016.Hal_.1111.jpg","datePublished":"2016-08-16T04:37:13+00:00","dateModified":"2025-05-01T03:57:28+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/13-Februari-2016.-Jamal-Ghozi-tentang-Industri-Padat-Karya_Maksimalkan-Keunggulan-Jumlah-Tenaga-Kerja.-Jawa-Pos.13-Februari-2016.Hal_.1111.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/13-Februari-2016.-Jamal-Ghozi-tentang-Industri-Padat-Karya_Maksimalkan-Keunggulan-Jumlah-Tenaga-Kerja.-Jawa-Pos.13-Februari-2016.Hal_.1111.jpg","width":1506,"height":1338},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/maksimalkan-keunggulan-jumlah-tenaga-kerja\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jamal Ghozi tentang Industri Padat Karya Maksimalkan Keunggulan Jumlah Tenaga Kerja"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2049","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2049"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2049\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8253,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2049\/revisions\/8253"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4487"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2049"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2049"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2049"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}