{"id":20558,"date":"2020-10-05T10:59:58","date_gmt":"2020-10-05T03:59:58","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?p=20558"},"modified":"2020-10-05T13:18:18","modified_gmt":"2020-10-05T06:18:18","slug":"satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\/","title":{"rendered":"Satu-satunya Warisan Budaya yang Diakui Dunia dari Indonesia, Apa Istimewanya?"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-20559\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/10\/iTalk-dan-MKU.png\" alt=\"\" width=\"1080\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/10\/iTalk-dan-MKU.png 1080w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/10\/iTalk-dan-MKU-300x300.png 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/10\/iTalk-dan-MKU-1030x1030.png 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/10\/iTalk-dan-MKU-80x80.png 80w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/10\/iTalk-dan-MKU-768x768.png 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/10\/iTalk-dan-MKU-36x36.png 36w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/10\/iTalk-dan-MKU-180x180.png 180w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/10\/iTalk-dan-MKU-705x705.png 705w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/p>\n<p>Oleh Jesslyn Kyla Abianto (Mahasiswa CBZ)<\/p>\n<p>Budaya Indonesia tidak akan pernah lepas dari yang namanya batik. Batik yang sudah menjadi identitas dari Indonesia itu sendiri ternyata memiliki sejarah yang masih harus dipertanyakan asal mulanya. Namun secara historis, batik sudah ada dari zaman nenek moyang kita pada zaman Kerajaan Majapahit. Hal ini dibuktikan dengan adanya relief Candi Penataran yang menggunakan kain kain Panjang dengan motif batik. Tidak hanya itu, namun batik juga ditemukan di relief Candi Borobudur yang yang dibangun di abad ke-9. Batik ini awalnya digunakan hanya untuk memperindah tulisan-tulisan naskah pada daun lontar. Namun seiring berkembangnya interaksi budaya antara Indonesia dan bangsa asing, maka batik mulai dikenal pada kain. Sejak saat itu, batikpun mulai berkembang pesat di setiap daerah, khususnya Pulau Jawa untuk juga menyalurkan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang beragam. Pada akhir abad ke-19, bahan-bahan dasar yang dipakai seperti kain mori putih dan warna-warna di lingkungan sekitar seperti mengkudu, nila tom, soga jambal, dsb. Namun setelah Perang Dunia pertama, bahan pewarna kimiapun mulai digunakan dan batik mulai diperjualkan. Dimualai dari ini, akhirnya batik sudah berkembang pesat dan makin dikenal sampai era ini.<\/p>\n<p>Batik tidak hanya menjadi identitas budaya Indonesia, namun batik juga sudah ditetapkan sebagai Indonesian Cultural Heritage atau warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009. Hal ini cukup mengagumkan karena batik merupakan 1 1 nya budaya warisan yang tercatat dan dikenal mendunia oleh UNESCO, sedangkan China telah menyumbang 21 budaya warisan dan Jepang 13 warisan. Namun dibalik pengakuan warisan budaya oleh UNESCO, ternyata sebelumnya Indonesia mengalami kasus \u2018perebutan\u2019 warisan budaya dengan Malaysia. Saat itu, Malaysia mengklaim bahwa batik juga sudah ada dari saat mereka kecil. Namun hal ini tidak dapat dipastikan kebenarannya karena seperti yang kita tahu, batik yang sudah ada dari zaman nenek moyang kita itu mengalami penyebaran baik dari jalur perdagangan, jalur penyebaran agama Islam, dll. Jadi tidak heran jika batik ikut terbawa dari satu bangsa ke bangsa lainnya dan terus dipopulerkan.<\/p>\n<p>Tanggal 2 Oktober sudah dipopulerkan menjadi Hari Batik Nasional, sehingga tidak heran bahwa setiap tanggal itu baik para pekerja, atau murid-murid biasanya disuruh untuk menggunakan kain batik. Namun apasih sebenarnya arti batik itu sendiri? Kata batik itu berasal dari Bahasa Jawa yang berarti \u201camba\u201d atau titik. Kenapa titik? Karena teknik membuat motif batik diatas kain dengan canting yang berujung kecil itu memberi kesan seolah-olah orang sedang menulis titik-titik. Biasanya, bahan yang digunakan juga berupa malam \/ lilin yang diaplikasikan diatas kain sehingga menahan bahan pewarna yang ada. Ada juga yang mengatakan bahwa awal mulanya mereka menggunakan kain simbut dari Banten dan bubur nasi sebagai penahan warna. Namun karena sayap industrial yang mulai berkembang pesat, juga mengharuskan adanya perkembangan pada cara pembuatan batik itu sendiri. Adanya permintaan yang menumpuk terhadap batik itu sendiri, akhirnya dibutuhkan proses yang lebih cepat dan harga yang lebih murah dibanding batik tulis asli. Hingga sekarang, banyak kita temukan batik dengan teknik otomatisasi atau juga disebut sebagai batik printing. Tidak hanya dari prosesnya saja, namun kain-kain batik juga kini sudah bisa dilihat dengan model-model baru yang sudah semakin modern.<\/p>\n<p>Terlepas dari bagaimana cara pembuatannya, yang terpenting adalah bagaimana kita menghargai budaya itu sendiri ya teman-teman! Seperti kata Nelson Mandela, \u201cBangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya, Indonesia layak disebut bangsa yang berbudaya\u201d. Budaya yang sudah diwariskan turun temurun hingga menjadi identitas Bangsa Indonesia hingga saat ini patut dijaga dan sudah seharusnya warga Indonesia bangga terhadap hal itu. Jadi jangan lupa untuk selalu melestarikan budaya Indonesia yah teman-teman!. Apalagi dengan adanya modernisasi pada kain Batik, tentunya anak muda hingga seluruh kalangan masyarakat Indonesia tidak segan untuk menggunakannya!<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-20563\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/10\/iTalk-dan-MKU-1.png\" alt=\"\" width=\"1080\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/10\/iTalk-dan-MKU-1.png 1080w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/10\/iTalk-dan-MKU-1-300x300.png 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/10\/iTalk-dan-MKU-1-1030x1030.png 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/10\/iTalk-dan-MKU-1-80x80.png 80w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/10\/iTalk-dan-MKU-1-768x768.png 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/10\/iTalk-dan-MKU-1-36x36.png 36w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/10\/iTalk-dan-MKU-1-180x180.png 180w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/10\/iTalk-dan-MKU-1-705x705.png 705w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/p>\n<p><strong>Daftar Pustaka <\/strong><\/p>\n<p>Dzulfaroh, Ahmad (2020, October 2). Hari Batik Nasional 2 Oktober, Ini Sejarah di Balik Penetapannya. Kompas.com. Diakses di <a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/tren\/read\/2020\/10\/02\/071000065\/hari-batik-nasional-2-oktober-ini-sejarah-di-balik-penetapannya?page=all\">https:\/\/www.kompas.com\/tren\/read\/2020\/10\/02\/071000065\/hari-batik-nasional-2-oktober-ini-sejarah-di-balik-penetapannya?page=all<\/a>. 2 Oktober 2020.<\/p>\n<p>Azanella, Luthfia (2020, December 12). Batik Diklaim China, 2009 UNESCO Catat sebagai Warisan Budaya Indonesia. Kompas.com. Diakses di <a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/tren\/read\/2020\/07\/12\/204000265\/batik-diklaim-china-2009-unesco-catat-sebagai-warisan-budaya-indonesia?page=2\">https:\/\/www.kompas.com\/tren\/read\/2020\/07\/12\/204000265\/batik-diklaim-china-2009-unesco-catat-sebagai-warisan-budaya-indonesia?page=2<\/a>. 2 Oktober 2020.<\/p>\n<p>Anonimus (2019, Maret 16). MENGENAL BATIK DI ZAMAN MAJAPAHIT. Surabayastory.com. Diakses di <a href=\"https:\/\/surabayastory.com\/2019\/03\/16\/mengenal-batik-di-zaman-majapahit\/\">https:\/\/surabayastory.com\/2019\/03\/16\/mengenal-batik-di-zaman-majapahit\/<\/a>. 2 Oktober 2020.<\/p>\n<p>Anonimus (2019, Oktober 2). Di Balik Hari Batik Nasional: Diklaim Malaysia sampai Dipatenkan UNESCO. Diakses di <a href=\"https:\/\/www.inibaru.id\/hits\/di-balik-hari-batik-nasional-diklaim-malaysia-sampai-dipatenkan-unesco\">https:\/\/www.inibaru.id\/hits\/di-balik-hari-batik-nasional-diklaim-malaysia-sampai-dipatenkan-unesco<\/a>. 2 Oktober 2020.<\/p>\n<p>Kustiyah, Iskandar (2017, Januari). Batik Sebagai Identitas Kultural Bangsa Indonesia Di Era Globalisasi. Neliti.com. Diakses di <a href=\"https:\/\/www.neliti.com\/publications\/62476\/batik-sebagai-identitas-kultural-bangsa-indonesia-di-era-globalisasi\">https:\/\/www.neliti.com\/publications\/62476\/batik-sebagai-identitas-kultural-bangsa-indonesia-di-era-globalisasi<\/a>. 3 Oktober 2020.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Jesslyn Kyla Abianto (Mahasiswa CBZ) Budaya Indonesia tidak akan pernah lepas dari yang namanya batik. Batik yang sudah menjadi identitas dari Indonesia itu sendiri ternyata memiliki sejarah yang masih harus dipertanyakan asal mulanya. Namun secara historis, batik sudah ada dari zaman nenek moyang kita pada zaman Kerajaan Majapahit. Hal ini dibuktikan dengan adanya relief&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[100],"tags":[],"class_list":["post-20558","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-library-info"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Satu-satunya Warisan Budaya yang Diakui Dunia dari Indonesia, Apa Istimewanya? - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Satu-satunya Warisan Budaya yang Diakui Dunia dari Indonesia, Apa Istimewanya? - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh Jesslyn Kyla Abianto (Mahasiswa CBZ) Budaya Indonesia tidak akan pernah lepas dari yang namanya batik. Batik yang sudah menjadi identitas dari Indonesia itu sendiri ternyata memiliki sejarah yang masih harus dipertanyakan asal mulanya. Namun secara historis, batik sudah ada dari zaman nenek moyang kita pada zaman Kerajaan Majapahit. Hal ini dibuktikan dengan adanya relief...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-10-05T03:59:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-10-05T06:18:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/10\/iTalk-dan-MKU.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Satu-satunya Warisan Budaya yang Diakui Dunia dari Indonesia, Apa Istimewanya?\",\"datePublished\":\"2020-10-05T03:59:58+00:00\",\"dateModified\":\"2020-10-05T06:18:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\\\/\"},\"wordCount\":710,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2020\\\/10\\\/iTalk-dan-MKU.png\",\"articleSection\":[\"Library Info\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\\\/\",\"name\":\"Satu-satunya Warisan Budaya yang Diakui Dunia dari Indonesia, Apa Istimewanya? - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2020\\\/10\\\/iTalk-dan-MKU.png\",\"datePublished\":\"2020-10-05T03:59:58+00:00\",\"dateModified\":\"2020-10-05T06:18:18+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2020\\\/10\\\/iTalk-dan-MKU.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2020\\\/10\\\/iTalk-dan-MKU.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Satu-satunya Warisan Budaya yang Diakui Dunia dari Indonesia, Apa Istimewanya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Satu-satunya Warisan Budaya yang Diakui Dunia dari Indonesia, Apa Istimewanya? - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Satu-satunya Warisan Budaya yang Diakui Dunia dari Indonesia, Apa Istimewanya? - Library","og_description":"Oleh Jesslyn Kyla Abianto (Mahasiswa CBZ) Budaya Indonesia tidak akan pernah lepas dari yang namanya batik. Batik yang sudah menjadi identitas dari Indonesia itu sendiri ternyata memiliki sejarah yang masih harus dipertanyakan asal mulanya. Namun secara historis, batik sudah ada dari zaman nenek moyang kita pada zaman Kerajaan Majapahit. Hal ini dibuktikan dengan adanya relief...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2020-10-05T03:59:58+00:00","article_modified_time":"2020-10-05T06:18:18+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":1080,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/10\/iTalk-dan-MKU.png","type":"image\/png"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Satu-satunya Warisan Budaya yang Diakui Dunia dari Indonesia, Apa Istimewanya?","datePublished":"2020-10-05T03:59:58+00:00","dateModified":"2020-10-05T06:18:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\/"},"wordCount":710,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/10\/iTalk-dan-MKU.png","articleSection":["Library Info"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\/","name":"Satu-satunya Warisan Budaya yang Diakui Dunia dari Indonesia, Apa Istimewanya? - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/10\/iTalk-dan-MKU.png","datePublished":"2020-10-05T03:59:58+00:00","dateModified":"2020-10-05T06:18:18+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/10\/iTalk-dan-MKU.png","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/10\/iTalk-dan-MKU.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/satu-satunya-warisan-budaya-yang-diakui-dunia-dari-indonesia-apa-istimewanya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Satu-satunya Warisan Budaya yang Diakui Dunia dari Indonesia, Apa Istimewanya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20558","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20558"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20558\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20562,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20558\/revisions\/20562"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20558"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20558"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20558"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}