{"id":21309,"date":"2020-11-24T14:50:04","date_gmt":"2020-11-24T07:50:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?p=21309"},"modified":"2020-12-01T15:31:32","modified_gmt":"2020-12-01T08:31:32","slug":"stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\/","title":{"rendered":"Stasiun Semut, Stasiun Pertama di Surabaya (8) Penunjang Jalur Ekspor Perdagangan Hasil Bumi. Radar Surabaya, 20 November 2020, Halaman 3 dan 7. Chrisyandi Tri Katika. LIB"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-21313\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/11\/CTK-20-Nov-2020-1500x694.png\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"694\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/11\/CTK-20-Nov-2020-1500x694.png 1500w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/11\/CTK-20-Nov-2020-300x139.png 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/11\/CTK-20-Nov-2020-1030x477.png 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/11\/CTK-20-Nov-2020-768x356.png 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/11\/CTK-20-Nov-2020-1536x711.png 1536w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/11\/CTK-20-Nov-2020-705x326.png 705w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/11\/CTK-20-Nov-2020.png 1998w\" sizes=\"auto, (max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/p>\n<p><strong>\u201cKeberadaan Stasiun Surabaya Kota atau Stasiun Semut menjadi penunjang perekonomian dari hasil perkebunan pada periode abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Hasil-hasil perkebunan sebelumnya diangkut melalui jalur sungai dari pedalaman Jatim. Namun, hal ini kurang efektif dan masif sehingga dibutuhkan moda transportasi <\/strong><strong>yang lebih besar dan masal yakni jalur kereta api,\u201d Mus Purmadani<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong>PEMERHATI sejarah Kota Surabaya dari Universitas Ciputra Surabaya, Chrisyandi Tri. <u>Kartika<\/u> mengatakan, ide atau gagasan pembangunan jaringan perkeretaapian di tanah jajahan Hindia Belanda muncul pada tahun 1840. Namun demikian, di pulau Jawa baru terealisasi pada tahun 1864.<\/p>\n<p>Pemerintah Hindia Belanda memberi lampu hijau terhadap pembangunan jalur kereta api yang dilaksanakan oleh perusahaan perkeretaapian Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) dan Staatsspoor-wegen (SS). &#8220;Jalur kereta api dibangun di kota-kota yang. dekat dengan pelabuhan laut seperti Batavia, Surabaya dan Semarang,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Pustakawan Universitas Ciputra <u>Surabaya<\/u> ini menambahkan bahwa jaringan perkereta apian di Jawa merupakan salah satu jalur yang paling lengkap di Asia. Karena melintasi wilayah pedalaman yang jauh dari area perkebunan.<\/p>\n<p>Salah satu kota besar di Jawa Timur yang memiliki jaringan perkeretaapian yang cukup penting adalah Surabaya. Kota ini menjadi penting karena wilayahnya yang cukup strategis sebagai jalur perdagangan ke luar pulau maupun negara.<\/p>\n<p>&#8220;Jalur perdagangan Surabaya terbentuk semenjak era pra-kolonial, dimana Sungai Kalimas dan Pelabuhan Tanjung Perak menjadi sentral aktivitas perekonomian Surabaya dan kota-kota penyangga di sekitarnya seperti Gresik, Tuban, Malang, Pasuruan, Jombang dan Mojokerto,&#8221; urainya.<\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong>Pembangunan jalur kereta api di Surabaya, pertama kali dikerjakan oleh perusahaan negara Staatsspor-wegen (SS) dengan jalur Surabaya- Pasuruan sejauh 63 km dan menjadi awal dibukanya jalur-jalur kereta api lain di wilayah <em>hinterland <\/em>sekitar Surabaya.<\/p>\n<p>Pembangunan Stasiun Semut yang telah diresmikan pada tahun 1878 didasari atas penyediaan infrastruktur penunjang untuk mengangkut hasil perkebunan dari luar wilayah Surabaya seperti Pasuruan yang akan disalurkan ke Pelabuhan Tanjung Perak untuk diekspor ke Eropa. &#8220;Stasiun ini menempati posisi yang penting dalam arus lalu lintas jalur perkeretaapian di Jawa yang menghubungkan antar wilayah pedalaman dan pelabuhan,&#8221; jelasnya. <strong>(bersambung\/jay)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Sumber: Radar Surabaya. 20 November 2029. Hal 3, 7<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cKeberadaan Stasiun Surabaya Kota atau Stasiun Semut menjadi penunjang perekonomian dari hasil perkebunan pada periode abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Hasil-hasil perkebunan sebelumnya diangkut melalui jalur sungai dari pedalaman Jatim. Namun, hal ini kurang efektif dan masif sehingga dibutuhkan moda transportasi yang lebih besar dan masal yakni jalur kereta api,\u201d Mus Purmadani \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 PEMERHATI&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21311,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4164],"tags":[],"class_list":["post-21309","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uc-news-november-2020"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Stasiun Semut, Stasiun Pertama di Surabaya (8) Penunjang Jalur Ekspor Perdagangan Hasil Bumi. Radar Surabaya, 20 November 2020, Halaman 3 dan 7. Chrisyandi Tri Katika. LIB - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Stasiun Semut, Stasiun Pertama di Surabaya (8) Penunjang Jalur Ekspor Perdagangan Hasil Bumi. Radar Surabaya, 20 November 2020, Halaman 3 dan 7. Chrisyandi Tri Katika. LIB - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u201cKeberadaan Stasiun Surabaya Kota atau Stasiun Semut menjadi penunjang perekonomian dari hasil perkebunan pada periode abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Hasil-hasil perkebunan sebelumnya diangkut melalui jalur sungai dari pedalaman Jatim. Namun, hal ini kurang efektif dan masif sehingga dibutuhkan moda transportasi yang lebih besar dan masal yakni jalur kereta api,\u201d Mus Purmadani \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 PEMERHATI...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-11-24T07:50:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-12-01T08:31:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/11\/CTK-20-Nov-2020-Copy.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"330\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"330\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Stasiun Semut, Stasiun Pertama di Surabaya (8) Penunjang Jalur Ekspor Perdagangan Hasil Bumi. Radar Surabaya, 20 November 2020, Halaman 3 dan 7. Chrisyandi Tri Katika. LIB\",\"datePublished\":\"2020-11-24T07:50:04+00:00\",\"dateModified\":\"2020-12-01T08:31:32+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\\\/\"},\"wordCount\":342,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2020\\\/11\\\/CTK-20-Nov-2020-Copy.png\",\"articleSection\":[\"UC News November 2020\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\\\/\",\"name\":\"Stasiun Semut, Stasiun Pertama di Surabaya (8) Penunjang Jalur Ekspor Perdagangan Hasil Bumi. Radar Surabaya, 20 November 2020, Halaman 3 dan 7. Chrisyandi Tri Katika. LIB - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2020\\\/11\\\/CTK-20-Nov-2020-Copy.png\",\"datePublished\":\"2020-11-24T07:50:04+00:00\",\"dateModified\":\"2020-12-01T08:31:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2020\\\/11\\\/CTK-20-Nov-2020-Copy.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2020\\\/11\\\/CTK-20-Nov-2020-Copy.png\",\"width\":330,\"height\":330},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Stasiun Semut, Stasiun Pertama di Surabaya (8) Penunjang Jalur Ekspor Perdagangan Hasil Bumi. Radar Surabaya, 20 November 2020, Halaman 3 dan 7. Chrisyandi Tri Katika. LIB\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Stasiun Semut, Stasiun Pertama di Surabaya (8) Penunjang Jalur Ekspor Perdagangan Hasil Bumi. Radar Surabaya, 20 November 2020, Halaman 3 dan 7. Chrisyandi Tri Katika. LIB - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Stasiun Semut, Stasiun Pertama di Surabaya (8) Penunjang Jalur Ekspor Perdagangan Hasil Bumi. Radar Surabaya, 20 November 2020, Halaman 3 dan 7. Chrisyandi Tri Katika. LIB - Library","og_description":"\u201cKeberadaan Stasiun Surabaya Kota atau Stasiun Semut menjadi penunjang perekonomian dari hasil perkebunan pada periode abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Hasil-hasil perkebunan sebelumnya diangkut melalui jalur sungai dari pedalaman Jatim. Namun, hal ini kurang efektif dan masif sehingga dibutuhkan moda transportasi yang lebih besar dan masal yakni jalur kereta api,\u201d Mus Purmadani \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 PEMERHATI...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2020-11-24T07:50:04+00:00","article_modified_time":"2020-12-01T08:31:32+00:00","og_image":[{"width":330,"height":330,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/11\/CTK-20-Nov-2020-Copy.png","type":"image\/png"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Stasiun Semut, Stasiun Pertama di Surabaya (8) Penunjang Jalur Ekspor Perdagangan Hasil Bumi. Radar Surabaya, 20 November 2020, Halaman 3 dan 7. Chrisyandi Tri Katika. LIB","datePublished":"2020-11-24T07:50:04+00:00","dateModified":"2020-12-01T08:31:32+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\/"},"wordCount":342,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/11\/CTK-20-Nov-2020-Copy.png","articleSection":["UC News November 2020"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\/","name":"Stasiun Semut, Stasiun Pertama di Surabaya (8) Penunjang Jalur Ekspor Perdagangan Hasil Bumi. Radar Surabaya, 20 November 2020, Halaman 3 dan 7. Chrisyandi Tri Katika. LIB - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/11\/CTK-20-Nov-2020-Copy.png","datePublished":"2020-11-24T07:50:04+00:00","dateModified":"2020-12-01T08:31:32+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/11\/CTK-20-Nov-2020-Copy.png","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/11\/CTK-20-Nov-2020-Copy.png","width":330,"height":330},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/stasiun-semut-stasiun-pertama-di-surabaya-8-penunjang-jalur-ekspor-perdagangan-hasil-bumi-radar-surabaya-20-november-2020-halaman-3-dan-7-chrisyandi-tri-katika-lib\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Stasiun Semut, Stasiun Pertama di Surabaya (8) Penunjang Jalur Ekspor Perdagangan Hasil Bumi. Radar Surabaya, 20 November 2020, Halaman 3 dan 7. Chrisyandi Tri Katika. LIB"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21309","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21309"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21309\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21421,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21309\/revisions\/21421"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21311"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21309"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21309"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21309"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}