{"id":23195,"date":"2021-02-10T10:26:11","date_gmt":"2021-02-10T03:26:11","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?p=23195"},"modified":"2025-05-01T11:00:59","modified_gmt":"2025-05-01T04:00:59","slug":"karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\/","title":{"rendered":"Karena Hidup Banyak Warna_Kompas.31 Januari 2021.Hal.8"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Karena-Hidup-Banyak-Warna_Kompas.31-Januari-2021.Hal_.8.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-23196 size-full\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Karena-Hidup-Banyak-Warna_Kompas.31-Januari-2021.Hal_.8.png\" alt=\"\" width=\"1401\" height=\"1441\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Karena-Hidup-Banyak-Warna_Kompas.31-Januari-2021.Hal_.8.png 1401w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Karena-Hidup-Banyak-Warna_Kompas.31-Januari-2021.Hal_.8-292x300.png 292w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Karena-Hidup-Banyak-Warna_Kompas.31-Januari-2021.Hal_.8-1001x1030.png 1001w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Karena-Hidup-Banyak-Warna_Kompas.31-Januari-2021.Hal_.8-768x790.png 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Karena-Hidup-Banyak-Warna_Kompas.31-Januari-2021.Hal_.8-36x36.png 36w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Karena-Hidup-Banyak-Warna_Kompas.31-Januari-2021.Hal_.8-685x705.png 685w\" sizes=\"auto, (max-width: 1401px) 100vw, 1401px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Tak ada batasan dalam aplikasi warna. Pria juga punya kebebasan berekspresi melalui warna. Entah bermula kapan dan dari mana, corak dan <em>tone<\/em> busana pria seakan terikat pada pakem tertentu. Sebagian pria pun engga keluar jalur, terlampau cemas dengan asumsi. Bukankah lebih menantang saat hidup lebih berwarna?<\/p>\n<p>Riana A Ibrahim<\/p>\n<p>Di panggung virtual Milan Fashion Week pada 10-14 Januari 2021 dan Paris Fashion Week pada 19-24 Januari 2021, tren busana pria untuk musim gugur dan musim dingin 2021\/2022 dipenuhi ragam warna. Meski warna solid, seperti hitam, putih, dan coklat masih mendominasi, kehadiran warna cerah dan menyala dalam koleksi kali ini cukup menyegarkan mata.<\/p>\n<p>Merujuk pada keluaran koleksi musim yang sama pada tahun sebelumnya, pemilihan warna dan motif bagi busana pria jauh lebih terbatas dibandingkan dengan saat ini. \u201cPandemi ini memunculkan ragam perasaan. Tidak melulu suram, tetapi memang bercampur semuanya. Ini semacam simbol dari semua perasaan yang kita rasakan saat ini,\u201d ujar Co-Creative Director dari Prada, Raf Simons, saat wawancara dengan <em>Vogue<\/em>.<\/p>\n<p>Warna netral, seperti hitam, abu-abu, dan <em>navy<\/em>, tentu tidak dapat ditinggalkan. Namun, perpaduan dengan berbagai corak dan motif yang dicetak di atas <em>long-john<\/em>, sweater, parka, jaket bomber, cardigan, mantel, hingga kemeja membawa rasa yang berbeda.<\/p>\n<p>Sebanyak 42 tampilan yang dibesut Simons bersama Miuccia Prada ini juga menawarkan desain tanpa motif, tetapi menonjolkan warna. Beberapa mantel dan jaket bomber sengaja dipilih berwarna <em>pink <\/em>muda, kuning, hijau, oranye, ungu, <em>pink <\/em>tua, dan biru muda.<\/p>\n<p>Berbagai aksesori, seperti sarung tangan, tas, dan syal, juga memanfaatkan warna terang walau dikombinasikan dengan setelan hitam.<\/p>\n<p>Jenama Dior melalui Kim Jones mengeluarkan 45 tampilan pada penyelenggaraan Paris Fashion Week secara virtual. Karakter elegan yang menjadi ciri Dior tak lekang meski berpadu dalam warna, seperti kuning, oranye, merah, dan hijau. Beberapa mantel bahkan menggunakan gradasi warna oranye tua ke hitam.<\/p>\n<p>Tampilannya pun tak sekadar sweater, mantel, atau jaket bomber. Ada setelan yang mirip, seperti piyama dengan <em>hoodie<\/em> untuk atasannya. Ada pula kemeja dengan detail mirip dengan pakaian militer Perancis pada masa Napoleon. Aksesori berupa baret, fedora, dan <em>beanie<\/em> (tutup kepala) juga mempercantik karya Jones ini.<\/p>\n<p>\u201cWarna-warna ini sengaja dipakai agar tetap kasual dan dapat digunakan kapan saja, bahkan saat ingin sekadar keluar jalan-jalan. Namun, yang pasti, para pria akan tetap nyaman mengenakannya,\u201d ujar Jones.<\/p>\n<p><strong>Bersantai<\/strong><\/p>\n<p>Kenyamanan busana ini menjadi kunci dalam pergelaran virtual yang bertransformasi menjadi lebih kreatif. Nyaris semua jenama mengatur jalan cerita pada pertunjukkan virtualnya, bukan sekadar para model melintasi landas peraga. Ada yang membuat film pendek, membuat koreografi apik, mengintip dari proses pembuatan, hingga berada di belakang panggung model.<\/p>\n<p>Kesan nyaman dan santaipun menguat pada tampilan busana Fendi, misalnya. Siluet seperti mantel dan jaket tetap diandalkan untuk koleksi musim dingin. Namun, ia memadukannya dengan piyama satin yang berwarna, <em>dungaree<\/em> (celana berbahan denim) dipadu kemeja dan luaran atau kaus <em>turtleneck<\/em>.<\/p>\n<p>Aksesori yang disematkan pun terlihat santai dengan sandal rumah. \u201cDibuat senyaman mungkin dan fungsional. Pakaian bisa membuatmu merasa lebih baik dan memiliki efek terapeutik juga. Aku rasa pada masa depan, mode akan lebih individualistis dan lebih personal. Ide ini yang harus dijaga,\u201d kata Silvia Fendi dari jenama Fendi.<\/p>\n<p>Kean Etro dari jenama Etro juga terinspirasi kehidupan pribadinya pada masa kecil. Saat itu tak ada keraguan untuk mengenakan pakaian apa saja yang ada di dalam lemari pakaian. Itu pula yang dijadikan landasan dalam membesut koleksi musim gugurnya yang penuh warna dan motif etnik.<\/p>\n<p>\u201cMemadu-padankan yang ada, dengan warna-warna yang ada, tetapi tetap menarik. Karena, sejatinya tiap orang itu adalah penata gaya untuk dirinya sendiri, desainer untuk dirinya sendiri,\u201d ujar Etro.<\/p>\n<p>Busana yang dimunculkan kali ini memang simple. Kemeja satin, celana pendek, celana panjang, jubah longgar, jaket, cardigan, hingga kaus polo dengan warna-warna seperti kuning lemon, ungu, <em>pink<\/em>, hijau, toska, dan biru.<\/p>\n<p><strong>Bersuara<\/strong><\/p>\n<p>Kesempatan bermain warna ini nyatanya juga mampu menjadi ajang untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi. Etudes melalui tiga desainernya, Jeremia Egry, Aurelien Arbet, dan Jose Lamali, juga berbicara lewat warna sebagai bentuk elaborasi semangat.<\/p>\n<p>Meski hanya bermain warna ungu dan coklat tanah, ketiganya mampu menunjukkan kehidupan masih bergerak di tengah pandemic ini sekaligus menyimpan pesan lain.<\/p>\n<p>Dalam prosesnya, ketiganya menggandeng seorang seniman asal Los Angeles, Martine Syms. Kolaborasi ini dimanfaatkan Syms untuk berkisah tentang warga kulit hitam. Kecintaan pada warna dituangkannya bersama dengan ketiga desainer ini menjadi koleksi, seperti sweater hoodie, cardigan, mantel, celana panjang satin, dan kemeja kotak-kotak yang berpotongan longgar dipadu dengan topi bisbol, <em>beanie<\/em>, dan kalung.<\/p>\n<p>Pada presentasi virtual, mereka juga seakan meloncat kembali ke tahun 90-an. Kehadiran simbol Beavis dan Butt-Head serta latar yang mengingatkan zaman kejayaan MTV ini menguatkan nostalgia. Ini juga seakan mengingatkan bahwa lewat masa kejayaan musik televisi itu, gap yang kini lebar pernah rekat.<\/p>\n<p>Virgil Abloh dari Louis Vuitton juga menyuarakan kesetaraan bagi warga kulit hitam, menyambung pergerakan Black Lives Matter beberapa waktu lalu. \u201cAda banyak kisah perpaduan budaya di sini. Berangkat dari situ, muncul bahasa baru,\u201d ujar Abloh.<\/p>\n<p>Sejumlah tampilan dari 70 gaya yang disuguhkan terkesan unik dan eksentrik. Mantelnya sengaja dibuat panjang hingga menyapu lantai dengan bentuk mengembang di bagian bawah, paduan blazer atau sweater dengan kilt (rok khas Skotlandia), topi lebar, juga balutan kain motif khas Afrika yang warna-warni.<\/p>\n<p>Karya Abloh ini pun disebut-sebut koleksi terbaik sejak dia bergabung pada 2018. Keberanian yang membakarnya berkisah lewat busananya kali ini. \u201cKita selalu bilang kita menginginkan keberagaman, bukankah itu yang selalu kita katakana di 2020? Membuat perubahan artinya seperti ini. Aku tidak mau menoleh ke belakang. Ini saatnya memutuskan masa depan,\u201d kata Abloh yang merupakan keturunan imigran dari Ghana.<\/p>\n<p>Seperti yang dikatakan Abloh, perubahan zaman semestinya juga diikuti perubahan pandangan. Tren mode memang pernah mengesankan betapa pria hanya cocok dengan warna hitam, abu-abu, putih, atau biru tua.<\/p>\n<p>Namun, jika jauh mundur ratusan tahun lalu, di berbagai belahan dunia, para pria berani mengenakan jas berwarna cerah atau celana dengan warna terang sebagai bentuk ekspresi diri tanpa dipandang sebelah mata. Para pria pada era <em>flower generation<\/em> juga tak terbebani oleh warna busana.<\/p>\n<p>Jadi, siap untuk hidup yang lebih berwarna?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Kompas, 31 Januari 2021<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tak ada batasan dalam aplikasi warna. Pria juga punya kebebasan berekspresi melalui warna. Entah bermula kapan dan dari mana, corak dan tone busana pria seakan terikat pada pakem tertentu. Sebagian pria pun engga keluar jalur, terlampau cemas dengan asumsi. Bukankah lebih menantang saat hidup lebih berwarna? Riana A Ibrahim Di panggung virtual Milan Fashion Week&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23197,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-23195","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Karena Hidup Banyak Warna_Kompas.31 Januari 2021.Hal.8 - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Karena Hidup Banyak Warna_Kompas.31 Januari 2021.Hal.8 - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tak ada batasan dalam aplikasi warna. Pria juga punya kebebasan berekspresi melalui warna. Entah bermula kapan dan dari mana, corak dan tone busana pria seakan terikat pada pakem tertentu. Sebagian pria pun engga keluar jalur, terlampau cemas dengan asumsi. Bukankah lebih menantang saat hidup lebih berwarna? Riana A Ibrahim Di panggung virtual Milan Fashion Week...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-02-10T03:26:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T04:00:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Karena-Hidup-Banyak-Warna_Kompas.31-Januari-2021.Hal_.8gbr.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"709\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"513\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Karena Hidup Banyak Warna_Kompas.31 Januari 2021.Hal.8\",\"datePublished\":\"2021-02-10T03:26:11+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T04:00:59+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\\\/\"},\"wordCount\":973,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/02\\\/Karena-Hidup-Banyak-Warna_Kompas.31-Januari-2021.Hal_.8gbr.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\\\/\",\"name\":\"Karena Hidup Banyak Warna_Kompas.31 Januari 2021.Hal.8 - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/02\\\/Karena-Hidup-Banyak-Warna_Kompas.31-Januari-2021.Hal_.8gbr.jpg\",\"datePublished\":\"2021-02-10T03:26:11+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T04:00:59+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/02\\\/Karena-Hidup-Banyak-Warna_Kompas.31-Januari-2021.Hal_.8gbr.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/02\\\/Karena-Hidup-Banyak-Warna_Kompas.31-Januari-2021.Hal_.8gbr.jpg\",\"width\":709,\"height\":513},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Karena Hidup Banyak Warna_Kompas.31 Januari 2021.Hal.8\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Karena Hidup Banyak Warna_Kompas.31 Januari 2021.Hal.8 - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Karena Hidup Banyak Warna_Kompas.31 Januari 2021.Hal.8 - Library","og_description":"Tak ada batasan dalam aplikasi warna. Pria juga punya kebebasan berekspresi melalui warna. Entah bermula kapan dan dari mana, corak dan tone busana pria seakan terikat pada pakem tertentu. Sebagian pria pun engga keluar jalur, terlampau cemas dengan asumsi. Bukankah lebih menantang saat hidup lebih berwarna? Riana A Ibrahim Di panggung virtual Milan Fashion Week...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2021-02-10T03:26:11+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T04:00:59+00:00","og_image":[{"width":709,"height":513,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Karena-Hidup-Banyak-Warna_Kompas.31-Januari-2021.Hal_.8gbr.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Karena Hidup Banyak Warna_Kompas.31 Januari 2021.Hal.8","datePublished":"2021-02-10T03:26:11+00:00","dateModified":"2025-05-01T04:00:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\/"},"wordCount":973,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Karena-Hidup-Banyak-Warna_Kompas.31-Januari-2021.Hal_.8gbr.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\/","name":"Karena Hidup Banyak Warna_Kompas.31 Januari 2021.Hal.8 - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Karena-Hidup-Banyak-Warna_Kompas.31-Januari-2021.Hal_.8gbr.jpg","datePublished":"2021-02-10T03:26:11+00:00","dateModified":"2025-05-01T04:00:59+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Karena-Hidup-Banyak-Warna_Kompas.31-Januari-2021.Hal_.8gbr.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Karena-Hidup-Banyak-Warna_Kompas.31-Januari-2021.Hal_.8gbr.jpg","width":709,"height":513},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/karena-hidup-banyak-warna_kompas-31-januari-2021-hal-8\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Karena Hidup Banyak Warna_Kompas.31 Januari 2021.Hal.8"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23195","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23195"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23195\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24263,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23195\/revisions\/24263"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23197"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23195"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23195"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23195"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}