{"id":23246,"date":"2021-02-10T15:03:20","date_gmt":"2021-02-10T08:03:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?p=23246"},"modified":"2025-05-01T12:20:28","modified_gmt":"2025-05-01T05:20:28","slug":"sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\/","title":{"rendered":"Sigit Ibrahim_Penyelamat Primata Teraniaya. Kompas. 9 Februari 2021. Hal.16"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Sigit-Ibrahim_Penyelamat-Primata-Teraniaya.-Kompas.-9-Februari-2021.-Hal.16.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-23248 size-full\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Sigit-Ibrahim_Penyelamat-Primata-Teraniaya.-Kompas.-9-Februari-2021.-Hal.16.jpg\" alt=\"\" width=\"1410\" height=\"1454\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Sigit-Ibrahim_Penyelamat-Primata-Teraniaya.-Kompas.-9-Februari-2021.-Hal.16.jpg 1410w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Sigit-Ibrahim_Penyelamat-Primata-Teraniaya.-Kompas.-9-Februari-2021.-Hal.16-291x300.jpg 291w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Sigit-Ibrahim_Penyelamat-Primata-Teraniaya.-Kompas.-9-Februari-2021.-Hal.16-999x1030.jpg 999w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Sigit-Ibrahim_Penyelamat-Primata-Teraniaya.-Kompas.-9-Februari-2021.-Hal.16-768x792.jpg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Sigit-Ibrahim_Penyelamat-Primata-Teraniaya.-Kompas.-9-Februari-2021.-Hal.16-36x36.jpg 36w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Sigit-Ibrahim_Penyelamat-Primata-Teraniaya.-Kompas.-9-Februari-2021.-Hal.16-684x705.jpg 684w\" sizes=\"auto, (max-width: 1410px) 100vw, 1410px\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Penyelamat Primata Teraniaya<\/strong><\/p>\n<p>Pernah menjalani hidup sebagai pemburu satwa liar di hutan-hutan. Sigit Ibrahim (32) kini berubah menjadi perawat dan penyelamat satwa. Sudah lebih dari satu dasawarsa ini dia menjadi teman primata yang teraniaya manusia.<\/p>\n<p>Machradin Wahyudi Ritonga<\/p>\n<p>Maria, seekor lutung jawa timur (<em>Trachypithecus auratus<\/em>), berusia empat tahun, tiba-tiba mengeluarkan air seni bening saat petugas Pusat Rehabilitasi Primata Jawa (PRPJ)-The Aspinall Foundation hendak memberi makan daun kaliandra merah, Rabu (3\/2\/2021).<\/p>\n<p>Saking banyaknya, air seni itu hampir mengenai Sigit dan petugas lain di bawahnya. Lutung lain di sebelah Maria juga ikut bertingkah. Satwa berambut keemasan itu seketika melompat ke sudut atas kendang berukuran 2 meter x 2 meter setinggi 3 meter. Dia terbiasa menjauhi manusia yang mendekatinya.<\/p>\n<p>Melihat itu semua, Sigit justru tertawa bahagia. Bagi dia, ulah dua lutung tersebut memperlihatkan keberhasilan pendampingan. Dia makin yakin, kedua primate itu bakal siap dilepasliarkan pada tahun ini. \u201cPerilaku itu tanda mereka sehat dan siap dilepas di alam liar. Air seni bening tanda lutung tidak dehidrasi,\u201d kata Sigit.<\/p>\n<p>Kondisi itu kontras dibandingkan saat lutung-lutung itu datang pada Agustus 2020. Seperti banyak primata yang lama dipelihara manusia, mereka kehilangan sifat liar. Lutung itu sudah terbiasa berjalan menggunakan kaki, bukan bergelantungan. Hal itu dipicu kendang kecil yang tidak mempunyai tempat untuk menggelantung.<\/p>\n<p>Bahkan, Sigit pernah menemui primate lainnya, owa jawa (<em>Hylobates moloch<\/em>), yang hidup seperti manusia, makan makanan manusia, dan tidur di Kasur. Owa yang diberi nama Puput ini butuh sekitar lima tahun hingga dia kembali menemukan insting liarnya. \u201cKalau seperti ini, belum bisa dilepas di alam liar. Mereka bisa jadi sasaran empuk predator. Owa juga harusnya bergelantungan di pohon. Karena itu, di sini, kami coba meminimalkan kontak manusia dengan satwa dan memberi ruang bagi mereka untuk berkomunikasi dengan sesama,\u201d tutur Sigit.<\/p>\n<p><strong>Banyak belajar<\/strong><\/p>\n<p>Petualangan Sigit bersama PRPJ-Aspinall mendampingi primate jawa korban perburuan liar hingga perdagangan illegal dimulai sejak 2011. Selain lutung jawa, di sana juga ikut dirawat owa jawa dan surili (<em>Presbytis comata<\/em>).<\/p>\n<p>Berada di lahan seluas 12 hektar, tempat ini ada di lembah Gunung Tikukur dan Gunung Patuha, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tahun ini, selain dua lutung itu, ada juga 55 primata lain yang menghuni 28 kandang rehabilitasi.<\/p>\n<p>Kisah Sigit ini tidak terjadi begitu saja. Sigit muda pernah ikut memburu hewan liar di hutan. Dia biasa pergi bersama ayahnya bermodalkan senjata rakitan. Hingga akhirnya, tindakannya itu berhenti pada 1998 saat ditegur aparat keamanan ketika sedang berburu. \u201cDari sana saya sadar kalau berburu itu salah. Bapak saya setelah itu juga tidak mau berburu lagi. Kami justru lebih peduli terhadap alam,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Meninggalkan senjata rakitat, Sigit memilih menjadi sukarelawan hutan. Tahun 2006, ia ikut memadamkan kebakaran di kawasan Gunung Tilu. Di sana, ia bertemu Made Wedana, Country Director The Aspinall Foundation-Indonesia. Program yang mengajaknya bergabung, \u201cBagi saya ini seperti penebusan dosa dari masa lalu sebagai pemburu,\u201d kata Sigit.<\/p>\n<p>Bersama Made, Sigit mengawali kecintaannya terhadap primate sebagai asisten peneliti. Dia lantas menjadi perawat satwa sebelum menjadi Manajer Operasional PRPJ-Aspinall sejak tahun ini.<\/p>\n<p>Bukan perkara mudah menyelamatkan satwa liar. Gigitan, jambakan, dan cakaran sudah biasa ia dapatkan. Sigit mempunyai kenang-kenangan abadi di pergelangan tangannya berupa 10 bekas jahitan akibat digigit seekor lutung pada 2018.<\/p>\n<p>Akan tetapi, ia tetap bahagia menjalani pilihan hidupnya. Banyak ilmu menarik yang ia dapatkan, mulai dari mencari persebaran satwa, memahami kondisi satwa di alam, hingga mengetahui peran mereka bagi alam. Ia juga belajar beragam metode yang harus dilakukan untuk mendukung terapi primata teraniaya itu.<\/p>\n<p>Salah satunya meletakkan makanan di ketinggian dan menanam beragam pohon yang kerap disinggahi primata tersebut. Sigit mencontohkan pohon saninten. Selain kuat mencengkeram tanah, saninten juga menyediakan buah terenak bagi suril sekaligus menyediakan asupan anti bakteri.<\/p>\n<p>Ada lagi daun pohon rasamala yang biasa dipilih suril yang mengalami gangguan pencernaan. Atau simak juga khasiat pohon huru (<em>Cinnamomum porrectum<\/em>) atau pasang (<em>Quercus sundaicus<\/em>). Daun kedua pohon ini efektif sebagai antirematik.<\/p>\n<p>\u201cPohon-pohon itu juga dikenal manusia sebagai tanaman pencegah longsor sekaligus obat. Ironisnya, itu bukan jenis pohon yang mudah ditemui lagi. Surili seperti mengingatkan pentingnya kekayaan alam Nusantara,\u201d ujar Sigit.<\/p>\n<p>Tak hanya menjadi tempat bertahan hidup, pohon-pohon itu juga menjadi tempat perjodohan sempurna. Di sana, primatan bisa saling mengenal satu sama lain untuk mandiri kelak di alam liar.<\/p>\n<p>\u201cKami memang seperti biro jodoh. Lebih khusus untuk owa jawa. Mereka biasanya dilepas dengan pasangannya, karena hewan monogami,\u201d tutur Sigit.<\/p>\n<p>Pendampingan pada primate itu tidak selesai pada saat mereka kembali liar. Observasi rutin setidaknya sejak seminggu dilepaskan dari kendang habituasi harus terus dilakukan.<\/p>\n<p>Ada tiga tempat pelepas-liaran di Jabar, yakni Cagar Alam Gunung Tilu di Kabupaten Bandung, Situ Patenggang, Kabupaten Bandung, dan Gunung Burangrang (Kabupaten Bandung Barat).<\/p>\n<p><strong>Untuk manusia<\/strong><\/p>\n<p>Sejauh ini, lanjut Sigit, ada 71 ekor primata yang telah dilepasliarkan. Banyak dari mereka sudah mandiri dan beranak pinak. Hal itu juga yang mendorongnya ingin terus setia. Apalagi, penyelamatan ini lebih dari sekadar menambah populasi di alam. Keberadaan satwa liar erat kaitannya dengan kesejahteraan manusia.<\/p>\n<p>Surili, kata Sigit, efektif menyebar benih pohon. Saat banyak pohon tumbuh, peran Gunung Tilu, misalnya, sebagai penyedia air lewat 20 aliran sungai akan terus terjaga.<\/p>\n<p>Ke depan, Sigit sangat sadar kampanye perlindungan primata tidak bisa berjalan sendiri. Butuh peran serta masyarakat untuk menjamin masa depan tetap ada. Atas dasar itu, ia ikut serta memberikan edukasi dalam rangkaian pembuatan film <em>Spesies Liar<\/em>. Film ini dibuat menyambut Hari Primata Nasional tanggal 30 Januari 2021.<\/p>\n<p>\u201cSaya tidak terlibat dalam pembuatan film, tetapi diminta memberi edukasi. Kebetulan waktunya bersamaan dengan pandemi. Saya beri gambaran kalau terkurung itu tidak menyenangkan, lebih enak bebas di alam,\u201d tuturnya<\/p>\n<p><strong>Sigit Ibrahim<\/strong><\/p>\n<p>Lahir: Bandung, 12 Mei 1988<\/p>\n<p>Pendidikan: SMAN 1 Ciwidey (2006)<\/p>\n<p>Jabatan terakhir:<\/p>\n<ul>\n<li>Manajer Operasional Pusat Rehabilitasi Primata Jawa-The Aspinall Foundation (2021-sekarang)<\/li>\n<li>Kepala Perawat (2014-2020)<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Kompas, 9 Februari 2021<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyelamat Primata Teraniaya Pernah menjalani hidup sebagai pemburu satwa liar di hutan-hutan. Sigit Ibrahim (32) kini berubah menjadi perawat dan penyelamat satwa. Sudah lebih dari satu dasawarsa ini dia menjadi teman primata yang teraniaya manusia. Machradin Wahyudi Ritonga Maria, seekor lutung jawa timur (Trachypithecus auratus), berusia empat tahun, tiba-tiba mengeluarkan air seni bening saat petugas&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23249,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-23246","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Sigit Ibrahim_Penyelamat Primata Teraniaya. Kompas. 9 Februari 2021. Hal.16 - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sigit Ibrahim_Penyelamat Primata Teraniaya. Kompas. 9 Februari 2021. Hal.16 - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penyelamat Primata Teraniaya Pernah menjalani hidup sebagai pemburu satwa liar di hutan-hutan. Sigit Ibrahim (32) kini berubah menjadi perawat dan penyelamat satwa. Sudah lebih dari satu dasawarsa ini dia menjadi teman primata yang teraniaya manusia. Machradin Wahyudi Ritonga Maria, seekor lutung jawa timur (Trachypithecus auratus), berusia empat tahun, tiba-tiba mengeluarkan air seni bening saat petugas...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-02-10T08:03:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:20:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Sigit-Ibrahim_Penyelamat-Primata-Teraniaya.-Kompas.-9-Februari-2021.-Hal.16gbr.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"443\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"357\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Sigit Ibrahim_Penyelamat Primata Teraniaya. Kompas. 9 Februari 2021. Hal.16\",\"datePublished\":\"2021-02-10T08:03:20+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:20:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\\\/\"},\"wordCount\":916,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/02\\\/Sigit-Ibrahim_Penyelamat-Primata-Teraniaya.-Kompas.-9-Februari-2021.-Hal.16gbr.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\\\/\",\"name\":\"Sigit Ibrahim_Penyelamat Primata Teraniaya. Kompas. 9 Februari 2021. Hal.16 - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/02\\\/Sigit-Ibrahim_Penyelamat-Primata-Teraniaya.-Kompas.-9-Februari-2021.-Hal.16gbr.jpg\",\"datePublished\":\"2021-02-10T08:03:20+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:20:28+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/02\\\/Sigit-Ibrahim_Penyelamat-Primata-Teraniaya.-Kompas.-9-Februari-2021.-Hal.16gbr.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/02\\\/Sigit-Ibrahim_Penyelamat-Primata-Teraniaya.-Kompas.-9-Februari-2021.-Hal.16gbr.jpg\",\"width\":443,\"height\":357},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sigit Ibrahim_Penyelamat Primata Teraniaya. Kompas. 9 Februari 2021. Hal.16\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sigit Ibrahim_Penyelamat Primata Teraniaya. Kompas. 9 Februari 2021. Hal.16 - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sigit Ibrahim_Penyelamat Primata Teraniaya. Kompas. 9 Februari 2021. Hal.16 - Library","og_description":"Penyelamat Primata Teraniaya Pernah menjalani hidup sebagai pemburu satwa liar di hutan-hutan. Sigit Ibrahim (32) kini berubah menjadi perawat dan penyelamat satwa. Sudah lebih dari satu dasawarsa ini dia menjadi teman primata yang teraniaya manusia. Machradin Wahyudi Ritonga Maria, seekor lutung jawa timur (Trachypithecus auratus), berusia empat tahun, tiba-tiba mengeluarkan air seni bening saat petugas...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2021-02-10T08:03:20+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:20:28+00:00","og_image":[{"width":443,"height":357,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Sigit-Ibrahim_Penyelamat-Primata-Teraniaya.-Kompas.-9-Februari-2021.-Hal.16gbr.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Sigit Ibrahim_Penyelamat Primata Teraniaya. Kompas. 9 Februari 2021. Hal.16","datePublished":"2021-02-10T08:03:20+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:20:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\/"},"wordCount":916,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Sigit-Ibrahim_Penyelamat-Primata-Teraniaya.-Kompas.-9-Februari-2021.-Hal.16gbr.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\/","name":"Sigit Ibrahim_Penyelamat Primata Teraniaya. Kompas. 9 Februari 2021. Hal.16 - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Sigit-Ibrahim_Penyelamat-Primata-Teraniaya.-Kompas.-9-Februari-2021.-Hal.16gbr.jpg","datePublished":"2021-02-10T08:03:20+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:20:28+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Sigit-Ibrahim_Penyelamat-Primata-Teraniaya.-Kompas.-9-Februari-2021.-Hal.16gbr.jpg","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Sigit-Ibrahim_Penyelamat-Primata-Teraniaya.-Kompas.-9-Februari-2021.-Hal.16gbr.jpg","width":443,"height":357},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sigit-ibrahim_penyelamat-primata-teraniaya-kompas-9-februari-2021-hal-16\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sigit Ibrahim_Penyelamat Primata Teraniaya. Kompas. 9 Februari 2021. Hal.16"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23246","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23246"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23246\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24348,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23246\/revisions\/24348"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23249"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23246"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23246"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23246"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}