{"id":26895,"date":"2021-06-30T15:45:25","date_gmt":"2021-06-30T08:45:25","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?p=26895"},"modified":"2025-05-01T12:55:18","modified_gmt":"2025-05-01T05:55:18","slug":"resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\/","title":{"rendered":"Resiko Anak Punya Anak.Kompas.1 Maret 2021.Hal.5"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/Resiko-Anak-Punya-Anak.Kompas.1-Maret-2021.Hal_.5.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-26896 size-full\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/Resiko-Anak-Punya-Anak.Kompas.1-Maret-2021.Hal_.5.png\" alt=\"\" width=\"1230\" height=\"1998\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/Resiko-Anak-Punya-Anak.Kompas.1-Maret-2021.Hal_.5.png 1230w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/Resiko-Anak-Punya-Anak.Kompas.1-Maret-2021.Hal_.5-185x300.png 185w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/Resiko-Anak-Punya-Anak.Kompas.1-Maret-2021.Hal_.5-634x1030.png 634w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/Resiko-Anak-Punya-Anak.Kompas.1-Maret-2021.Hal_.5-768x1248.png 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/Resiko-Anak-Punya-Anak.Kompas.1-Maret-2021.Hal_.5-946x1536.png 946w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/Resiko-Anak-Punya-Anak.Kompas.1-Maret-2021.Hal_.5-923x1500.png 923w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/Resiko-Anak-Punya-Anak.Kompas.1-Maret-2021.Hal_.5-434x705.png 434w\" sizes=\"auto, (max-width: 1230px) 100vw, 1230px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Perempuan yang menikah di usia anak memiliki risiko kesehatan reproduksi dan mental yang serius.\u00a0 Belum lagi berbagai dampak buruk pada anak yang dilahirkannya saat masih anak-anak.<\/p>\n<p>Promosi perkawinan anak yang dilakukan I wedding oryanizer, baik dalam bentuk berani maupun penyebaran pamflet yang berisi ajakan untuk menikah pada usia 12-21 tahun, membuat geram Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati serta aktivis organisasi perlindungan anak dan perempuan. Ajakan itu kontraproduktif dengan upaya menghapus praktik perkawinan anak yang gencar dilakukan pemerintah saat ini.<\/p>\n<p>Anak yang dipaksakan atau karena kondisi tertentu harus menikah pada usia 18 tahun akan memiliki kerentanan yang lebih besar, baik secara akses pendidikan, kualitas kesehatan, potensi mengalami kekerasan, serta hidup dalam kemiskinan,&#8221; ujar Darmawati, Rabu (24\/2\/2021).<\/p>\n<p>Selain pelanggaran hak asasi manusia (HAM), Menteri PPPA mengingatkan, dampak perkawinan hanya akan dialami oleh anak yang dinikahkan, tetapi juga berdampak pada anak yang dilahirkan serta berpotensi memunculkan kemiskinan antargenerasi.<\/p>\n<p>Ini diingatkannya karena sangat berbahaya jika sampai ada masyarakat yang terpengaruh dan mengikuti promosi yang dianjurkan\/ajakan menikah pada usia 12 tahun.\u00a0 Jika itu dilakukan, yang akan terjadi &#8220;anak punya anak&#8221;.\u00a0 Arti jadi akan memiliki anak. Anak-anak perempuan ketika masa yang akan terjadi pada nya, saat memasuki masa indung telur tidak mempromonya, seorang perempuan yang masih anak-anak.<\/p>\n<p>Kanker mulut rahim<\/p>\n<p>Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo\u00a0 berulang kali mengingatkan bahaya besar yang akan mengancam perkawinan anak.\u00a0 Tidak hanya meningkatkan angka kematian ibu dan anak, dampak biologinya sangat besar karena banyak proses pertumbuhan dan perkembangan yang tak berlanjut seperti yang diharapkan.<\/p>\n<p>Yang tak banyak diketahui, usia anak sangat memengaruhi pertumbuhan tulang &#8220;Ketika anak perempuan hamil dan kemudian tulang diambil oleh janinnya, maka tulang pun berhenti tumbuhnya sehingga dia tak punya kesempatan men- jadi perempuan yang lebih tinggi,&#8221; ujar\u00a0 Hasto.<\/p>\n<p>Artinya, ia kehilangan kesempatan melewati titik puncak massa tulang (puncak usia tulang sekitar 32 tahun. Akibat menopause yang dimulai sekitar usia 51 tahun, tulangnya lebih cepat keropos seiring duksi hormon estrogen.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, ia pun terkena kanker mulut rahim jika melakukan hubungan seksual terlalu dini pada usia di bawah 21 tahun.<\/p>\n<p>Sebab, menurut Hasto, pada saat usia anak, sesungguhnya anak belum siap melakukan proses reproduksi. Harmoniati juga mengingat Kesehatan mental Selain memengaruhi kesehatan secara fisik, Ketua Tuan Tugas Perlindungan Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Eva Devita yinya, serta berpikir bunuh diri atau menyembuhkan bayinya.\u00a0 jangka panjang pada kesehat perkawinan anak.\u00a0 Direktur kan, perkawinan anak memberikan dampak .<\/p>\n<p><strong>Kesehatan mental <\/strong><\/p>\n<p>Pada ibu yang masih remaja, seperti baby blues, depresi, ansietas, sulit bonding\/melekat dengan Selain itu, muncul dampak pada bayi yang dilahirkan rendah, seperti berat lahir rendah, pramaturitas, malnutrisi, tengkes, gangguan perkembangan, pendidikan rendah, serta risiko mengalami kekerasan dan penetrasi karena. Sangat besar, tak mudah mencegah Institut Kapal Perempuan Misiyah mengungkapkan, di lapangan masih banyak kendala yang dijumpai aktivis organisasi masyarakat sipil dalam menangani kasus kawinan anak.\u00a0 Bahkan, pada masa pandemi Covid-19, perkawinan anak marak terjadi.<\/p>\n<p>Mari bersama-sama mencegah anak punya anak demi masa depan bangsa.\u00a0 (SONYA HELLEN SINOMBOR)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perempuan yang menikah di usia anak memiliki risiko kesehatan reproduksi dan mental yang serius.\u00a0 Belum lagi berbagai dampak buruk pada anak yang dilahirkannya saat masih anak-anak. Promosi perkawinan anak yang dilakukan I wedding oryanizer, baik dalam bentuk berani maupun penyebaran pamflet yang berisi ajakan untuk menikah pada usia 12-21 tahun, membuat geram Menteri Pemberdayaan Perempuan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26897,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-26895","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Resiko Anak Punya Anak.Kompas.1 Maret 2021.Hal.5 - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Resiko Anak Punya Anak.Kompas.1 Maret 2021.Hal.5 - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perempuan yang menikah di usia anak memiliki risiko kesehatan reproduksi dan mental yang serius.\u00a0 Belum lagi berbagai dampak buruk pada anak yang dilahirkannya saat masih anak-anak. Promosi perkawinan anak yang dilakukan I wedding oryanizer, baik dalam bentuk berani maupun penyebaran pamflet yang berisi ajakan untuk menikah pada usia 12-21 tahun, membuat geram Menteri Pemberdayaan Perempuan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-06-30T08:45:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:55:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/rs.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"992\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"180\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Resiko Anak Punya Anak.Kompas.1 Maret 2021.Hal.5\",\"datePublished\":\"2021-06-30T08:45:25+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:55:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\\\/\"},\"wordCount\":493,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/06\\\/rs.png\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\\\/\",\"name\":\"Resiko Anak Punya Anak.Kompas.1 Maret 2021.Hal.5 - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/06\\\/rs.png\",\"datePublished\":\"2021-06-30T08:45:25+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:55:18+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/06\\\/rs.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/06\\\/rs.png\",\"width\":992,\"height\":180},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Resiko Anak Punya Anak.Kompas.1 Maret 2021.Hal.5\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Resiko Anak Punya Anak.Kompas.1 Maret 2021.Hal.5 - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Resiko Anak Punya Anak.Kompas.1 Maret 2021.Hal.5 - Library","og_description":"Perempuan yang menikah di usia anak memiliki risiko kesehatan reproduksi dan mental yang serius.\u00a0 Belum lagi berbagai dampak buruk pada anak yang dilahirkannya saat masih anak-anak. Promosi perkawinan anak yang dilakukan I wedding oryanizer, baik dalam bentuk berani maupun penyebaran pamflet yang berisi ajakan untuk menikah pada usia 12-21 tahun, membuat geram Menteri Pemberdayaan Perempuan...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2021-06-30T08:45:25+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:55:18+00:00","og_image":[{"width":992,"height":180,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/rs.png","type":"image\/png"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Resiko Anak Punya Anak.Kompas.1 Maret 2021.Hal.5","datePublished":"2021-06-30T08:45:25+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:55:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\/"},"wordCount":493,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/rs.png","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\/","name":"Resiko Anak Punya Anak.Kompas.1 Maret 2021.Hal.5 - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/rs.png","datePublished":"2021-06-30T08:45:25+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:55:18+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/rs.png","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/06\/rs.png","width":992,"height":180},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/resiko-anak-punya-anak-kompas-1-maret-2021-hal-5\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Resiko Anak Punya Anak.Kompas.1 Maret 2021.Hal.5"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26895","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26895"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26895\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27501,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26895\/revisions\/27501"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26897"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26895"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26895"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26895"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}