{"id":28280,"date":"2021-08-04T15:11:46","date_gmt":"2021-08-04T08:11:46","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?p=28280"},"modified":"2025-05-01T12:20:27","modified_gmt":"2025-05-01T05:20:27","slug":"menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\/","title":{"rendered":"Menghidupkan Seni Melalui Ruang Virtual. Kompas 16 Juni 2021. Hal. 18"},"content":{"rendered":"<p>Berbagai aktivitas seni yang dilakukan secara virtual berkembang selama pandemi Covid-19. Hal itu menjadi bagian dari proses adaptasi para pelaku dan penikmat seni di tengah tingginya penyebaran penyakit yang disebabkan virus korona tipe baru tersebut. Meski tidak dapat menggantikan pengalaman batin dari interaksi fisik dengan seni. pertunjukan ataupun aktivitas seni lainnya secara daring menjaga napas kesenian agar tetap panjang.<\/p>\n<p>Menyaksikan pertunjukan seni lewat Zoom, Youtube, atau media sosial bukan hal baru lagi. Seniman dan penikmat seni sudah beradaptasi dengan situasi pandemi Covid-19 Kompromi tersebut, ditambah dengan kreativitas dan kemauan belajar hal baru, menghidupkan lagi denyut kesenian di berbagai daerah di Indonesia yang sempat mati suri seiring pembatasan kegiatan masyarakat untuk mengendalikan penyebaran penyakit yang mewahah itu.<\/p>\n<p>Tujuh penari membuka perbelatan International Mask Festival (IMF) 2021 di Ndalem Purwohamijayan. Surakarta, Jawa Tengah, Jumat 011\/6\/2020). Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, IMF kali ini dilakukan secara hibrida; secara dalam jaringan atau berani lewat Youtube dan berlangsung luar jaringan atau luring secara terbatas<\/p>\n<p>Para penonton mengandalkan koneksi internet dan menyaksikan dari jauh. Ada penonton dari Jawa Timur, Jawa Barat, hingga Kalimantan Timur. Dinamika tarian yang di pentaskan langsung dari Solo itu sedikit banyak bisa dinikmati audiens. Hal itu berkat gerak kamera yang dioperasikan videografer berbaju hitam di lapangan. Ia terekam kamera utama sedang menyorot para penari dari dekat sambil bungkuk-bungkuk.<\/p>\n<p>Perhelatan internasional bidang seni yang berlangsung pada 11-12 Juni 2021 tersebut menyuguhkan 30 penampilan. Ada seniman tari Indonesia dan luar negeri, yaitu Malaysia, Filipina, Perancis, Korea Selatan, dan Vietnam. Hingga Senin (14\/6), festival dua hari ini ditonton 9.800 kali di Youtube.<\/p>\n<p>&#8220;IMF tahun ini sebagai diplomasi budaya antarmasyarakat sekaligus promosi pariwisata Solo dalam jangka panjang. Kegiatan ini juga bertujuan untuk merajut harmoni dalam keberagaman topeng di dunia lewat seni pertunjukan,&#8221; kata Chief Executive IMF Mimi Zulaikha pada pembukaan IMF 2021.<\/p>\n<p>Pertunjukan seni daring juga dilakukan seniman kontemporer Melati Suryodarmo, Sabtu (12\/6). Pertunjukan berjudul &#8220;The Promise&#8221; ini menjadi bagian dari pameran &#8220;Why Let the Chicken Run&#8221;. Pameran Why Let the Chicken Run ditampilkan di Museum Seni Modern dan Kontemporer Nusantara (Macan) pada 2020 dan 2021.<\/p>\n<p>Penonton menyaksikan penampilan Melati melalui layanan konferensi video Zoom. Ia duduk mengenakan gaun merah sambil menimang hati sapi segar. Ia tak bicara selama pertunjukan berlangsung tiga jam. Pertunjukan ini mengacu pada istilah &#8220;makan hati&#8221;.<\/p>\n<p>Mengutip laman museum Macan, The Promise mengekspresikan rasa sakit dan kehilangan Melati dari kisah panjang ibunya melawan penyakit kanker. Pertunjukan ini juga menampilkan pengalaman perempuan yang universal dan luas.<\/p>\n<p>Sekali lagi, kerja kamera di lapangan membantu audiens terhubung dengan seni yang ditampilkan. Kerja kamera pula yang membuat audiens di rumah menangkap ekspresi kesedihan sang seniman.<\/p>\n<p><strong>Tanpa sorak-sorai<\/strong><\/p>\n<p>Menurut pemain bas grup musik Slank, Ivan, manggung tanpa penonton yang menyaksikan langsung itu gampang-gampang susah. Tidak ada sorak-sorai penonton. Padahal, itu bahan bakar musisi kala manggung. Energi dari penonton menentukan euforia suatu pertunjukan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami tetap berekspresi maksimal, main band seolah-olah di depan kami ada ratusan ribu orang, Kami harus sok asyik suja,&#8221; katanya dalam webinar bertema &#8220;Budaya dan Seni untuk Melawan Pandemi&#8221;, Kamis (3\/6).<\/p>\n<p>Dengan kondisi pandemi Covid-19, tantangan itu dimaklumi. Pandemi bahkan dinilai membawa berkah terselubung. Ivan mengatakan, situasi pandemi melatih kepekaan manusia. Kepekaan itu menjadi modal dan inspirasi bagi Slank buat ber karya.<\/p>\n<p>Pada kesempatan yang sama, seniman Butet Kartaredjasa mengatakan, pertunjukan virtual mendorong praktik seni yang inklusif. Dengan internet, penikmat seni tidak lagi hanya menjangkau kota-kota besar, tetapi juga pelosok daerah di Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Kami tersadarkan bahwa tiket pertunjukan virtual bisa lebih murah dari panggung pertunjukan, Penontonnya pun jangkauannya lebih luas,&#8221; kata Butet.<\/p>\n<p>&#8220;Artinya, jika tempo hari saya buat pertunjukan, yang nonton hanya di Jakarta, Yogyakarta, dan kota besar lain. Kini saya bisa mempraktikkan suatu sajian yang berkeadilan. Orang-orang di mana pun bisa menikmati pertunjukan saya dengan murah,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Adapun Butet diminta Komite Pencegahan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional untuk membantu menggelar Pertunjukan Virtual Panggung Tradisional. Ia mengatakan, ada sekitar 12 agenda virtual yang akan tayang hingga September 2021. Para seniman dijadwalkan tampil bergantian, setidaknya dua kali sebulan.<\/p>\n<p><strong>Jalan keluar<\/strong><\/p>\n<p>Pertunjukan virtual dinilai sebagai jalan keluar seniman di masa paceklik akibat pandemi Covid-19. Bukan hanya ruang berkesenian yang menjadi terbuka. Pekerja industri kreatif yang mendukung pertunjukan pun ikut kebagian rezeki.<\/p>\n<p>Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Hilmar Farid mengatakan, pihaknya sedang merancang rencana pemulihan tempat dan komunitas seni. Hal itu bertujuan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem seni, khususnya maestro seni.<\/p>\n<p>&#8220;Seniman yang sekolah empat tahun belum tentu menjadi seniman yang baik. Perlu waktu yang cukup panjang dan energi yang tidak sedikit. Ini (seniman) adalah investasi yang luar biasa. Jika orang-orang. khususnya maestro seni, hilang karena pandemi, akan sulit mengembalikannya lagi,&#8221; kata Hilmar.<\/p>\n<p>Pemerintah pun bekerja sama dengan seniman-seniman untuk memuat pertunjukan. Protokol kesehatan pertunjukan seni juga sudah disusun. Ia berharap pemerintah daerah turut ambil bagian membantu seniman di level akar rumput.<\/p>\n<p>Saat dihubungi secara terpisah, peneliti budaya, media. dan komunikasi Idi Subandy Ibrahim mengatakan, pertunjukan seni virtual membatasi cara seniman berekes presi. Cara audiens mengapresiasi juga menjadi terbatas Perubahan cara menikmati seni diperkirakan bisa terjadi di generasi mendatang.<\/p>\n<p>&#8220;Pemaknaan dan apresiasi terhadap karya seni itu berbeda untuk setiap generasi. Buat generasi baru, ini (pertunjukan seni virtual) mungkin hal yang biasa, tetapi menjadi guncangan buat generasi lama,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, ruang untuk belajar seni secara daring semakin terbuka lebar. Pendiri mejaseni.com, Budi Bagus Prasetyo, mengatakan, platformnya dibuat agar masyarakat bisa belajar seni secara aman. Platform kursus seni ini terbuka untuk publik, baik anak-anak, orang dewasa, maupun pegiat seni profesional. Sejumlah seniman dari berbagai latar belakang dilibatkan sebagai pembimbing<\/p>\n<p>Seni merupakan hal yang penting karena saya yakin bahwa bangsa yang beradab adalah yang (masyarakatnya) berkesenian. Seni yang di sediakan secara daring dapat diakses dengan mudah dan murah oleh publik selama ada jaringan internet,&#8221; kata Budi, pekan lalu.<\/p>\n<p>Kemendikbud Ristek juga menyediakan kesempatan bagi siswa sekolah untuk belajar seni dari seniman. Ada 924 seniman dari berbagai kabupaten\/kota yang akan terlibat dalam program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) ini. Kelas seni akan digelar secara luring, daring hingga campuran, tergantung kebijakan setiap sekolah.<\/p>\n<p>Menurut Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Ristek Restu Gunawan, siswa perlu belajar seni untuk mewujudkan karakter Pancasila, lebih mengenal kebudayaan, dan memahami kebinekaan global. Adapun seni melatih siswa mengolah rasa, belajar empati, toleransi, kerja sama, dan mempertajam intelektualitas.<\/p>\n<p>Sumber: Kompas 16 Juni 2021. Hal. 18<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/Menghidupkan-Seni-Melalui-Ruang-Virtual.-Kompas-16-Juni-2021.-Hal.-18.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-28281 size-full\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/Menghidupkan-Seni-Melalui-Ruang-Virtual.-Kompas-16-Juni-2021.-Hal.-18.png\" alt=\"\" width=\"1114\" height=\"1742\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/Menghidupkan-Seni-Melalui-Ruang-Virtual.-Kompas-16-Juni-2021.-Hal.-18.png 1114w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/Menghidupkan-Seni-Melalui-Ruang-Virtual.-Kompas-16-Juni-2021.-Hal.-18-192x300.png 192w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/Menghidupkan-Seni-Melalui-Ruang-Virtual.-Kompas-16-Juni-2021.-Hal.-18-659x1030.png 659w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/Menghidupkan-Seni-Melalui-Ruang-Virtual.-Kompas-16-Juni-2021.-Hal.-18-768x1201.png 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/Menghidupkan-Seni-Melalui-Ruang-Virtual.-Kompas-16-Juni-2021.-Hal.-18-982x1536.png 982w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/Menghidupkan-Seni-Melalui-Ruang-Virtual.-Kompas-16-Juni-2021.-Hal.-18-959x1500.png 959w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/Menghidupkan-Seni-Melalui-Ruang-Virtual.-Kompas-16-Juni-2021.-Hal.-18-451x705.png 451w\" sizes=\"auto, (max-width: 1114px) 100vw, 1114px\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berbagai aktivitas seni yang dilakukan secara virtual berkembang selama pandemi Covid-19. Hal itu menjadi bagian dari proses adaptasi para pelaku dan penikmat seni di tengah tingginya penyebaran penyakit yang disebabkan virus korona tipe baru tersebut. Meski tidak dapat menggantikan pengalaman batin dari interaksi fisik dengan seni. pertunjukan ataupun aktivitas seni lainnya secara daring menjaga napas&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28282,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-28280","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menghidupkan Seni Melalui Ruang Virtual. Kompas 16 Juni 2021. Hal. 18 - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menghidupkan Seni Melalui Ruang Virtual. Kompas 16 Juni 2021. Hal. 18 - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berbagai aktivitas seni yang dilakukan secara virtual berkembang selama pandemi Covid-19. Hal itu menjadi bagian dari proses adaptasi para pelaku dan penikmat seni di tengah tingginya penyebaran penyakit yang disebabkan virus korona tipe baru tersebut. Meski tidak dapat menggantikan pengalaman batin dari interaksi fisik dengan seni. pertunjukan ataupun aktivitas seni lainnya secara daring menjaga napas...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-08-04T08:11:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:20:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/laskdfj.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"515\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"587\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Menghidupkan Seni Melalui Ruang Virtual. Kompas 16 Juni 2021. Hal. 18\",\"datePublished\":\"2021-08-04T08:11:46+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:20:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\\\/\"},\"wordCount\":1028,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/08\\\/laskdfj.png\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\\\/\",\"name\":\"Menghidupkan Seni Melalui Ruang Virtual. Kompas 16 Juni 2021. Hal. 18 - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/08\\\/laskdfj.png\",\"datePublished\":\"2021-08-04T08:11:46+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:20:27+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/08\\\/laskdfj.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/08\\\/laskdfj.png\",\"width\":515,\"height\":587},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menghidupkan Seni Melalui Ruang Virtual. Kompas 16 Juni 2021. Hal. 18\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menghidupkan Seni Melalui Ruang Virtual. Kompas 16 Juni 2021. Hal. 18 - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menghidupkan Seni Melalui Ruang Virtual. Kompas 16 Juni 2021. Hal. 18 - Library","og_description":"Berbagai aktivitas seni yang dilakukan secara virtual berkembang selama pandemi Covid-19. Hal itu menjadi bagian dari proses adaptasi para pelaku dan penikmat seni di tengah tingginya penyebaran penyakit yang disebabkan virus korona tipe baru tersebut. Meski tidak dapat menggantikan pengalaman batin dari interaksi fisik dengan seni. pertunjukan ataupun aktivitas seni lainnya secara daring menjaga napas...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2021-08-04T08:11:46+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:20:27+00:00","og_image":[{"width":515,"height":587,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/laskdfj.png","type":"image\/png"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Menghidupkan Seni Melalui Ruang Virtual. Kompas 16 Juni 2021. Hal. 18","datePublished":"2021-08-04T08:11:46+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:20:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\/"},"wordCount":1028,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/laskdfj.png","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\/","name":"Menghidupkan Seni Melalui Ruang Virtual. Kompas 16 Juni 2021. Hal. 18 - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/laskdfj.png","datePublished":"2021-08-04T08:11:46+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:20:27+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/laskdfj.png","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/laskdfj.png","width":515,"height":587},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menghidupkan-seni-melalui-ruang-virtual-kompas-16-juni-2021-hal-18\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menghidupkan Seni Melalui Ruang Virtual. Kompas 16 Juni 2021. Hal. 18"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28280","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28280"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28280\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30138,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28280\/revisions\/30138"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28282"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28280"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28280"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28280"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}