{"id":28930,"date":"2021-08-23T12:06:21","date_gmt":"2021-08-23T05:06:21","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?p=28930"},"modified":"2025-05-01T12:39:22","modified_gmt":"2025-05-01T05:39:22","slug":"bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\/","title":{"rendered":"Bangkitkan Varietas Avokad Sindangseret. Kompas. 21 Juli 2021. Hal. 16"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/Bangkitkan-Varietas-Avokad-Sindangseret.-Kompas.-21-Juli-2021.-Hal.-16.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-28931\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/Bangkitkan-Varietas-Avokad-Sindangseret.-Kompas.-21-Juli-2021.-Hal.-16-1030x826.png\" alt=\"\" width=\"1030\" height=\"826\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/Bangkitkan-Varietas-Avokad-Sindangseret.-Kompas.-21-Juli-2021.-Hal.-16-1030x826.png 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/Bangkitkan-Varietas-Avokad-Sindangseret.-Kompas.-21-Juli-2021.-Hal.-16-300x240.png 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/Bangkitkan-Varietas-Avokad-Sindangseret.-Kompas.-21-Juli-2021.-Hal.-16-768x616.png 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/Bangkitkan-Varietas-Avokad-Sindangseret.-Kompas.-21-Juli-2021.-Hal.-16-1536x1231.png 1536w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/Bangkitkan-Varietas-Avokad-Sindangseret.-Kompas.-21-Juli-2021.-Hal.-16-1500x1202.png 1500w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/Bangkitkan-Varietas-Avokad-Sindangseret.-Kompas.-21-Juli-2021.-Hal.-16-705x565.png 705w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/Bangkitkan-Varietas-Avokad-Sindangseret.-Kompas.-21-Juli-2021.-Hal.-16.png 1976w\" sizes=\"auto, (max-width: 1030px) 100vw, 1030px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Reza Mulyana (26) membangkitkan kembali avokad Sindangreret setelah hampir satu dekade tidak terdengar. Petani muda ini ingin membangun mata rantai produksi sehingga kelezatan avokad superior asal Garut ini bisa dinikmati petani, penjual hingga penggemar buah.<\/p>\n<p>Namun, mencapai tujuan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi, tantangan Reza harus memastikan kualitas buah yang konsisten. Artinya, bibit diproduksi harus tetap yang mempertahankan cita rasa buah yang menjadi keunggulannya.<\/p>\n<p>Ketekunan ini tergambar dari hamparan bibit avokad Sindangreret yang ada di belakang rumah kakeknya di Kampung Sindangreret, Desa Karangpawitan, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (22\/5\/2021). Selain itu, sejumlah umlah bibit jeruk menyempil di beberapa sisi lahan.<\/p>\n<p>Di salah satu sudut, Iwan (25), salah satu pembibit avokad, tekun melakukan kegiatan pucuk. Pria asal Malangbong, Garut ini turut membantu Reza membudidaya avokad. Matanya tajam, berkonsentrasi untuk emastikan sambungan tidak gagal.<\/p>\n<p>&#8220;Saya membudidayakan avokad introduksi (impor) dari Meksiko, Thailand, Vietnam, dan Australia. Salah seorang rekan mengatakan di Garut ada budidaya avokad superior. Jadi, saya belajar dengan Kang Reza,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Reza pun mengamati pekerjaan Iwan dan sejumlah pemulia tanaman lain di lahan sekitar 10 meter x 10 meter itu. Dia bersyukur, kerja kerasnya membuahkan hasil. Dalam setahun, bibit avokad Sindangreret sudah mulai dilirik. &#8220;Sekarang bibit-bibitnya sudah mulai dicari. Saya mencoba memperbanyak \u00a0aslinya. Sekarang masih fokus untuk konsistensi kualitas bibit,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Dimulai sejak akhir 2019, Reza mem budidayakan benih-benih indukan sehingga avokad Sindangreret ini bisa menjadi pilihan menarik bagi para petani buah. Reza memulainya dengan pemuliaan bibit avokad.<\/p>\n<p>Sebenarnya, ketertarikan Reza terhadap avokad Sindangreret sudah ada sejak beberapa tahun sebelumnya. Dia menyadari avokad ini belum mendapatkan perhatian. Padahal, keistimewaannya di akui Kementerian Pertanian selama lebih dari satu dekade.<\/p>\n<p>Kakek Reza, Dede Rustandi (73), menjadi pemilik dari pohon induk tunggal yang mendaftarkan varietas ini bersama Pemerintah Kabupaten Garut pada tahun 2010. Buah asli dari tanah kelahiran Reza ini menjadi salah satu dari dasar), ungu (benih pokok), dan 23 jenis avokad superior di Indonesia.<\/p>\n<p>Dengan semangat Reza memaparkan kelebihan buah ini. Daging buah avokad Sindangreret legit dan berwarna kuning mentega, Tekstur daging buah ini halus tidak berserat dengan ketebalan hingga 4,1 sentimeter. Ukuran bijinya juga kecil sehingga dagingnya tebal. Kadar proteinnya juga sekitar 0,82 persen sehingga bergizi tinggi dibandingkan dengan avokad biasa.<\/p>\n<p><strong>Terabaikan<\/strong><\/p>\n<p>Semua keunggulan ini tidak lantas membuat avokad Sindang reret ini langsung menjadi primadona di Garut. Reza bercerita, pada saat yang bersa maan, pemerintah daerah Garut tengah fokus menangani pe lestarian jeruk Garut melalui Program 1 Juta Pohon Jeruk sejak 2008.<\/p>\n<p>Dampaknya, nama avokad Sindangreret kembali samar setelah diresmikan. Bibit indukan yang dibagikan setelah peresmian banyak yang tidak terlacak. Yang tersisa hanya beberapa pohon induk label putih yang berada di sekitar rumah kakeknya.<\/p>\n<p>Label putih atau benih dasar adalah indukan yang disertifikasi resmi untuk budidaya tanaman. Pelabelan dibagi menjadi empat, yaitu label kuning (benih penjenis), putih (benih dasar), ungu (benih pokok), dan biru (benih sebar).<\/p>\n<p>Label kuning menandakan pohon induk memiliki kemurnian tinggi dan menjadi varietas awal yang diajukan oleh pemilik pohon induk tunggal. Setelah itu, label putih adalah turunan pertama dari label kuning dengan kemurnian tinggi.<\/p>\n<p>Namun, bibit label putih pun tidak bisa diperbanyak lagi karena label kuning sudah lama mati. Karena itu, dengan sisa yang ada, Reza mencoba mem perbanyak benih label ungu dan biru.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Pohon induk label kuning sudah lama mati saat saya kecil. Beruntung, waktu itu kakek menanam langsung dari biji sehingga sekarang menjadi label putih. Hanya ini yang sekarang kami miliki karena yang lain sudah tidak terlacak lagi sewaktu peresmian varietas,&#8221; ujarnya<\/p>\n<p>Kondisi inilah yang membuat Reza memutuskan fokus budidaya bibit untuk menyela matkan varietas tersebut. Dengan sisa label putih yang ada, dia mencoba membangkitkan kembali avokad Sindangreret.<\/p>\n<p>&#8220;Bisa dikatakan ini (label putih) adalah harta Garut. Saya harus memanfaatkan ini untuk sebelum mereka mati. Jika mereka mati, tidak ada harapan lagi bagi avokad Sindangreret. Jadi, saya memulai dengan memperbanyak label ungu,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Label ungu menjadi target karena memiliki kemurnian yang hampir menyamai label putih. Reza berpikir, jika label ungu sudah bisa diperbanyak, varietas avokad Sindangreret yang dihasilkan akan memiliki kualitas yang konsisten.<\/p>\n<p>Meskipun baik, niat ini tidak langsung mendapatkan respons positif. Sejumlah rekan sesama mahasiswa dan para pembibit seakan meremehkan tekad Reza karena avokad tidak lebih laku daripada jeruk Garut.<\/p>\n<p>Reza pun tidak menampik hal tersebut. Dia berujar, jika dihitung, omzet tahunan menjual bibit jeruk mencapai Rp 100 juta, sedangkan bibit avokad hanya berkisar Rp 80 juta per tahun.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau bukan saya siapa lagi. Ini adalah warisan keanekaragaman varietas unggulan yang ada di Garut. jangan sampai hilang,&#8221; ujarnya. hodno<\/p>\n<p>Pandemi yang muncul pada Maret 2020 pun memukul telak usaha pembibitan. Reza bercerita, selama tiga bulan pertama pandemi, tidak ada bibit yang terjual.<\/p>\n<p>Meskipun belum terlihat menguntungkan, Reza tetap bertahan dengan penuh strategi. Dia memiliki impian untuk membentuk rantai produksi avokad Sindangreret dari hulu ke hilir sehingga kestabilan suplai, dari kuantitas hingga ku- alitas dapat terjamin dan konsisten. &#8220;Karena itu, di awal saya harus memastikan buah yang beredar ini memiliki kualitas yang tidak berubah. Sektor hulu yang harus diperkuat, yaitu kualitas bibit yang beredar harus konsisten. Tidak apa-apa sekarang belum kelihatan hasilnya, semua tidak instan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Selama pemuliaan, Reza akhirnya menghasilkan kurang lebih 60 label ungu hingga pertengahan 2021. Selain itu, dia mencoba mencari dan belajar dari berbagai cara untuk meningkatkan label ungu secepat dan sebanyak mungkin<\/p>\n<p>Selain label ungu, Reza telah menghasilkan lebih dari 5.000 bibit avokad Sindangreret dari metode sambung pucuk. &#8220;Setelah bibit mencukupi, sava berencana untuk memberikan pelatihan kepada petani buah. Dengan berbagi ilmu, semoga kami semua bisa menghasilkan buah terbaik,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Jika konsistensi kualitas dan kuantitas bibit serta buah tercapai, Reza memiliki modal untuk memasarkannya di pasar premium sehingga memiliki ni lai tambah. Hal tersebut tentu menambah nilai ekonomi dari komoditas yang bakal mening katkan kesejahteraan petani buah.<\/p>\n<p>Impian dari petani milenial ini bukan hanya isapan jempol belaka. Jika tercapai, avokad asal Garut ini pun bisa bertahan dan menambah keanekaragaman buah superior di Nusantara.<\/p>\n<p>Bahkan, sejumlah petani mu da seperti Iwan pun mulai menunjukkan ketertarikan. &#8220;Meski buah luar negeri terlihat lebih besar, buah lokal ini punya ciri khas. Seperti kata Kang Reza, sayang saja kalau ini tidak di pertahankan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Kompas. 21 Juli 2021. Hal. 16<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Reza Mulyana (26) membangkitkan kembali avokad Sindangreret setelah hampir satu dekade tidak terdengar. Petani muda ini ingin membangun mata rantai produksi sehingga kelezatan avokad superior asal Garut ini bisa dinikmati petani, penjual hingga penggemar buah. Namun, mencapai tujuan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi, tantangan Reza harus memastikan kualitas buah yang konsisten. Artinya, bibit&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":28932,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-28930","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bangkitkan Varietas Avokad Sindangseret. Kompas. 21 Juli 2021. Hal. 16 - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bangkitkan Varietas Avokad Sindangseret. Kompas. 21 Juli 2021. Hal. 16 - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Reza Mulyana (26) membangkitkan kembali avokad Sindangreret setelah hampir satu dekade tidak terdengar. Petani muda ini ingin membangun mata rantai produksi sehingga kelezatan avokad superior asal Garut ini bisa dinikmati petani, penjual hingga penggemar buah. Namun, mencapai tujuan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi, tantangan Reza harus memastikan kualitas buah yang konsisten. Artinya, bibit...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-08-23T05:06:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:39:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/dfj.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"563\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"361\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Bangkitkan Varietas Avokad Sindangseret. Kompas. 21 Juli 2021. Hal. 16\",\"datePublished\":\"2021-08-23T05:06:21+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:39:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\\\/\"},\"wordCount\":995,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/08\\\/dfj.png\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\\\/\",\"name\":\"Bangkitkan Varietas Avokad Sindangseret. Kompas. 21 Juli 2021. Hal. 16 - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/08\\\/dfj.png\",\"datePublished\":\"2021-08-23T05:06:21+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:39:22+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/08\\\/dfj.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2021\\\/08\\\/dfj.png\",\"width\":563,\"height\":361},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bangkitkan Varietas Avokad Sindangseret. Kompas. 21 Juli 2021. Hal. 16\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bangkitkan Varietas Avokad Sindangseret. Kompas. 21 Juli 2021. Hal. 16 - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bangkitkan Varietas Avokad Sindangseret. Kompas. 21 Juli 2021. Hal. 16 - Library","og_description":"Reza Mulyana (26) membangkitkan kembali avokad Sindangreret setelah hampir satu dekade tidak terdengar. Petani muda ini ingin membangun mata rantai produksi sehingga kelezatan avokad superior asal Garut ini bisa dinikmati petani, penjual hingga penggemar buah. Namun, mencapai tujuan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi, tantangan Reza harus memastikan kualitas buah yang konsisten. Artinya, bibit...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2021-08-23T05:06:21+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:39:22+00:00","og_image":[{"width":563,"height":361,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/dfj.png","type":"image\/png"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Bangkitkan Varietas Avokad Sindangseret. Kompas. 21 Juli 2021. Hal. 16","datePublished":"2021-08-23T05:06:21+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:39:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\/"},"wordCount":995,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/dfj.png","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\/","name":"Bangkitkan Varietas Avokad Sindangseret. Kompas. 21 Juli 2021. Hal. 16 - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/dfj.png","datePublished":"2021-08-23T05:06:21+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:39:22+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/dfj.png","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/08\/dfj.png","width":563,"height":361},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/bangkitkan-varietas-avokad-sindangseret-kompas-21-juli-2021-hal-16\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bangkitkan Varietas Avokad Sindangseret. Kompas. 21 Juli 2021. Hal. 16"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28930","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28930"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28930\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30225,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28930\/revisions\/30225"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28932"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28930"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28930"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28930"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}