{"id":3305,"date":"2017-02-09T08:50:29","date_gmt":"2017-02-09T01:50:29","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=3305"},"modified":"2025-05-01T12:37:22","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:22","slug":"menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\/","title":{"rendered":"Nur Choliq Menjaga Kekayaan Laut Karimunjawa"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/02\/Nur-Choliq-Menjaga-Kekayaan-Laut-Karimunjawa.-Kompas.-11-Januari-2016.-Hal-16.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-3307\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/02\/Nur-Choliq-Menjaga-Kekayaan-Laut-Karimunjawa.-Kompas.-11-Januari-2016.-Hal-16.jpg\" alt=\"Nur Choliq Menjaga Kekayaan Laut Karimunjawa. Kompas. 11 Januari 2016. Hal 16\" width=\"984\" height=\"842\" srcset=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Nur-Choliq-Menjaga-Kekayaan-Laut-Karimunjawa.-Kompas.-11-Januari-2016.-Hal-16.jpg 3507w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Nur-Choliq-Menjaga-Kekayaan-Laut-Karimunjawa.-Kompas.-11-Januari-2016.-Hal-16-300x257.jpg 300w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Nur-Choliq-Menjaga-Kekayaan-Laut-Karimunjawa.-Kompas.-11-Januari-2016.-Hal-16-705x604.jpg 705w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Nur-Choliq-Menjaga-Kekayaan-Laut-Karimunjawa.-Kompas.-11-Januari-2016.-Hal-16-450x386.jpg 450w\" sizes=\"auto, (max-width: 984px) 100vw, 984px\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Nur Choliq<\/strong><\/p>\n<p>Selama bertahun-yahun, Nur Choliq (44) menggerakan tema-temannya sesama nelayan menjaga kelestarian laut Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dia tidak hanya aktif menyosialisasikan cara mencari ikan tanpa merusak lingkungan, tetapi juga ikut menangkap nelayan nakal yang membahayakan kelestarian laut. Tak jarang, tindakan tegasnya mengundang serangan balik yang membahayakan.<\/p>\n<p><strong>Oleh Haris Firdaus<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Nur Choliq adalah warga Desa Kemajon, Kecamatan Karimunjawa, Jepara. Selama beberapa tahu terakhir, dia menjabar Ketua Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (SPKP) di Desa Kemajon. Pembentukan SPKS diinisiasi Balai Taman Nasioal Karimunjawa dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kelestarian lingkungan.<\/p>\n<p>\u201cDi Desa Kemajon, SPKP terbentuk sejak tahun 2008. Namun, organisasi ini sempat tidak aktif sekitar dua tahun. Sejak 2010, SPKP kembali aktif,\u201d ujar Choliq. Kepulauan Karimunjawa, yang terdiri atas 27 pulau, merupakan tempat bertemunya bnyak kepentingan. Kepulauan itu sejak lama dikenal sebagai salah satu tujuan wisata favorit di Indonesia. Selain tempat wisata, kepulauan ini juga memiliki kekayaan laut yang melimpah dan menjadi sumber penghidupan ribuan nelayan di sana. Sejak 2009, pemerintah menetapkan Karimunjawa sebagai taman nasional sehingga aktivitas di kepulauan itu harus memperhatikan kaidah pelestarian lingkungan.<\/p>\n<p>Berdasarkan data Balai Taman Nasional Karimunjawa, luas Taman Nasional Karimunjawa mencapai 111.625 hektar. Taman nasional itu terdiri atas sembilan zona, yakni zona inti, zona rimba, zona perlindungan bahari, zona pemanfaatan darat, zona pemanfaatan wisata bahari, zona budidaya bahari, zona rehabilitas, zona perikanan tradisional, serta zona religi, budidaya, dan sejarah. Di setiap zona ada aturan terkait aktivitas apa saja yang boleh dilakukan dan dilarang.<\/p>\n<p>Choliq menjelaskan, tugas SPKP, antara lain, menyosialisasikan pembagian zona di Taman Nasional Karimunjawa dan aturan-aturan di setiap zona. Di zona inti, masyarakat dan nelayan dilarang beraktivitas karena zona itu tidak boleh mengalami perubahan akibat aktivitas manusia. Di zona inti, aktivitas yang diperbolehkan hanyalah kegiatan penelitian, pendidikan, pemantauan, dan pengamanan.<\/p>\n<p>Dia menambahkan, sebelum SPKP terbentuk, hubungan antara masyarakat dan Balai Taman Nasional Karimunjawa sempat tegang. Pasalnya, pemberlakuan zona di Karimunjawa dianggap membatasi warga mencari penghidupan. Namun, perlahan-lahan, ketegangan itu mencair. Choliq merekrut kepala dusun di Desa Kemajon untuk menjadi anggota SPKP. Dengannya, sosialisasi kepada warga menjadi lebih mudah. Selain itu, Choliq juga hadir dalam berbagai pertemuan masyarakat, misalnya pengajian dan arisan, untuk menyosialisasikan pentingnya menjaga kekayaan laut Karimunjawa. \u201cHasilnya, sekarang sebagian besar masyarakat Desa Kemajon sudah sadar tentang pentingnya menjaga lingkungan tetap lestari,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><strong>Patroli dan menangkap<\/strong><\/p>\n<p>Selain di SPKP, Choliq juga aktif dalam organisasi Masyarakat Mitra polisi Kehutanan (MMP). Berbeda dengan SPKP yang fokus pada sosialisasi ke masyarakat, MMP aktif berpatroli di laut. Bersama nelayan yang menjadi anggota MMP dan petugas Balai Taman Nasional Karimunjawa, Choliq pernah menangkap nelayan nakal.<\/p>\n<p>Choliq menuturkan, operasi penangkap nelayan nakal biasanya berawal dari laporan nelayan lokal yang melihat pelanggaran di laut. Setelah ditangkap, kapal milik nelayan nakal itu akan ditarik ke dermaga Karimunjawa dan awaknya diproses secara hukum hingga pengadilan.<\/p>\n<p>\u201cPenangkapan nelayan yang nakal tidak bisa dilakuakn sembarangan. Biasanya, kam, mereka bergerombol, jadi tidak bisa kami menangkap semuanya. Yang bisa ditangkap biasanya nelayan yang sedang menebar jaring karena mereka sulit lari,\u201d ujarnya. Upaya Choliq dan kawan-kawannya itu bukan tanpa hambatan. Sering kali, nelayan itu harus rela meminjamkan kapal untuk dipakai patroli tanpa biaya sewa, bahkan iuran membeli bahan bakar.<\/p>\n<p>Kadang-kadang, mereka juga mendapat intimidasi dari nelayan nakal yang tidak terima dengan kegiatan penertiban itu: \u201cPernah ada beberapa kapal nelayan dari daerah lain yang ingin menabrak salah satu kapal nelayan Karimunjawa karena mereka tidak terima dengan patroli dan penertiban yang kami lakukan,\u201d kata Choliq. Bahkan, Choliq dan teman-temannya pernah berhadap-hadapan dengan seorang aparat penegak huku, yang mengawal sebuah kapal tunda (<em>tugboat) <\/em>penarik tongkang batubara. Menurut Choliq, peristiwa itu terjadi pada September 2015. Saat itu, kapal tunda tersebut mengikatkan tali di terumbu karang untuk bersandar. Aktivitas itu berpotensi menyebabkan kerusakan terumbu karang sehingga Choliq dan teman-temannya bertindak.<\/p>\n<p>Lalu, bersama petugas Balai Taman Nasional Karimunjawa, mereka mendatangi kapal itu untuk mengingatkan. Namun ternyata di dalam kapal tersebut ada oknum petugas yan mengawal. \u201cLalu, si petugas malah memarahi kami. Ini yang kami sayangkan,\u201d ujar Choliq. Meski mendapat berbagai hambatan, Nur Choliq tidak lelah berujung demi kelestarian lingkungan Karimunjawa. Belakangan, dia ikut memperjuangan tercapainya kesepakatan bersama di antara nelayan Karimunjawa tentang pengelolaan sumber data laut di kepulauan tersebut. Kesepakatan itu, antara lain, berisi larangan ikan dengan peralatan yang merusak ikan dengan peralatan yang merusak lingkungan, misalnya bom, potasium, dan cantrang.<\/p>\n<p>Selain itu, penangkapan ikan dengan panah dan alat bantu kompresor juga dibatasi. Sebagaian nelayan Karimunjawa memang masih kerap mencari ikan dengan cara menyelam ke bawah laut, lalu menangkap ikan dengan panah. Mereka biasanya menggunakan kompresor sebagai alat bantu penyelaman. Cara semacam itu dianggap tak ramah lingkungan karena penyelam bisa menangkap ikan secara berlebihan. Kadang. Penyelam menginjak-injak terumbu karang sehingga menimbulkan kerusakan lingkungan.<\/p>\n<p>\u201cNelayan di Pulau Kemojan sudah sepakat tidak memakai panah dan alat bantu kompresor dlam menangkap ikan. Namun, di pulau lain di Karimunjawa, penangkap dengan cara itu masih diperbolehkan.. jadi, perjuangan kami memang masih panjang,\u201d kata Choliq.<\/p>\n<p><strong>Nur Choliq<\/strong><\/p>\n<p>Lahir\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Karimunjawa, 11 November 1971<\/p>\n<p>Keluarga\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Satu istri dan dua anak<\/p>\n<p>Pekerjaan\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Nelayan dan pedagang<\/p>\n<p>Aktivitas\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Ketua Sentra Penyuluhan Kehutanan Pedesaan di Desa Kemojan, Pengurus<\/p>\n<p>Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan di Desa Kemojan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pendidikan\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : SD Kemojan 1, Karimunjawa, Madrasah Tsanawiyah Darul Hikmah, Jepara<\/p>\n<p><strong>Sumber: <\/strong>Kompas, Senin, 11 Januari 2016<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nur Choliq Selama bertahun-yahun, Nur Choliq (44) menggerakan tema-temannya sesama nelayan menjaga kelestarian laut Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dia tidak hanya aktif menyosialisasikan cara mencari ikan tanpa merusak lingkungan, tetapi juga ikut menangkap nelayan nakal yang membahayakan kelestarian laut. Tak jarang, tindakan tegasnya mengundang serangan balik yang membahayakan. Oleh Haris Firdaus \u00a0 Nur&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4371,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-3305","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Nur Choliq Menjaga Kekayaan Laut Karimunjawa - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Nur Choliq Menjaga Kekayaan Laut Karimunjawa - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Nur Choliq Selama bertahun-yahun, Nur Choliq (44) menggerakan tema-temannya sesama nelayan menjaga kelestarian laut Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dia tidak hanya aktif menyosialisasikan cara mencari ikan tanpa merusak lingkungan, tetapi juga ikut menangkap nelayan nakal yang membahayakan kelestarian laut. Tak jarang, tindakan tegasnya mengundang serangan balik yang membahayakan. Oleh Haris Firdaus \u00a0 Nur...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-02-09T01:50:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Nur-Choliq-Menjaga-Kekayaan-Laut-Karimunjawa.-Kompas.-11-Januari-2016.-Hal-161.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1009\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1317\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Nur Choliq Menjaga Kekayaan Laut Karimunjawa\",\"datePublished\":\"2017-02-09T01:50:29+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\\\/\"},\"wordCount\":845,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Nur-Choliq-Menjaga-Kekayaan-Laut-Karimunjawa.-Kompas.-11-Januari-2016.-Hal-161.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\\\/\",\"name\":\"Nur Choliq Menjaga Kekayaan Laut Karimunjawa - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Nur-Choliq-Menjaga-Kekayaan-Laut-Karimunjawa.-Kompas.-11-Januari-2016.-Hal-161.jpg\",\"datePublished\":\"2017-02-09T01:50:29+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:22+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Nur-Choliq-Menjaga-Kekayaan-Laut-Karimunjawa.-Kompas.-11-Januari-2016.-Hal-161.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Nur-Choliq-Menjaga-Kekayaan-Laut-Karimunjawa.-Kompas.-11-Januari-2016.-Hal-161.jpg\",\"width\":1009,\"height\":1317},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Nur Choliq Menjaga Kekayaan Laut Karimunjawa\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Nur Choliq Menjaga Kekayaan Laut Karimunjawa - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Nur Choliq Menjaga Kekayaan Laut Karimunjawa - Library","og_description":"Nur Choliq Selama bertahun-yahun, Nur Choliq (44) menggerakan tema-temannya sesama nelayan menjaga kelestarian laut Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dia tidak hanya aktif menyosialisasikan cara mencari ikan tanpa merusak lingkungan, tetapi juga ikut menangkap nelayan nakal yang membahayakan kelestarian laut. Tak jarang, tindakan tegasnya mengundang serangan balik yang membahayakan. Oleh Haris Firdaus \u00a0 Nur...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-02-09T01:50:29+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:22+00:00","og_image":[{"width":1009,"height":1317,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Nur-Choliq-Menjaga-Kekayaan-Laut-Karimunjawa.-Kompas.-11-Januari-2016.-Hal-161.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Nur Choliq Menjaga Kekayaan Laut Karimunjawa","datePublished":"2017-02-09T01:50:29+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\/"},"wordCount":845,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Nur-Choliq-Menjaga-Kekayaan-Laut-Karimunjawa.-Kompas.-11-Januari-2016.-Hal-161.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\/","name":"Nur Choliq Menjaga Kekayaan Laut Karimunjawa - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Nur-Choliq-Menjaga-Kekayaan-Laut-Karimunjawa.-Kompas.-11-Januari-2016.-Hal-161.jpg","datePublished":"2017-02-09T01:50:29+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:22+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Nur-Choliq-Menjaga-Kekayaan-Laut-Karimunjawa.-Kompas.-11-Januari-2016.-Hal-161.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Nur-Choliq-Menjaga-Kekayaan-Laut-Karimunjawa.-Kompas.-11-Januari-2016.-Hal-161.jpg","width":1009,"height":1317},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/menjaga-kekayaan-lau-karimunjawa\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Nur Choliq Menjaga Kekayaan Laut Karimunjawa"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3305","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3305"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3305\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8167,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3305\/revisions\/8167"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4371"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3305"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3305"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3305"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}