{"id":33946,"date":"2022-01-24T09:26:12","date_gmt":"2022-01-24T02:26:12","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?p=33946"},"modified":"2025-05-01T12:17:06","modified_gmt":"2025-05-01T05:17:06","slug":"membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\/","title":{"rendered":"Membangun EQ Pemimpin. Kompas. 15 Januari 2022. Hal. 7"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/01\/Membangun-EQ-Pemimpin.-Kompas.-15-Januari-2022.-Hal.-7.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-33947 size-full\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/01\/Membangun-EQ-Pemimpin.-Kompas.-15-Januari-2022.-Hal.-7.png\" alt=\"\" width=\"1995\" height=\"991\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/01\/Membangun-EQ-Pemimpin.-Kompas.-15-Januari-2022.-Hal.-7.png 1995w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/01\/Membangun-EQ-Pemimpin.-Kompas.-15-Januari-2022.-Hal.-7-300x149.png 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/01\/Membangun-EQ-Pemimpin.-Kompas.-15-Januari-2022.-Hal.-7-1030x512.png 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/01\/Membangun-EQ-Pemimpin.-Kompas.-15-Januari-2022.-Hal.-7-768x381.png 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/01\/Membangun-EQ-Pemimpin.-Kompas.-15-Januari-2022.-Hal.-7-1536x763.png 1536w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/01\/Membangun-EQ-Pemimpin.-Kompas.-15-Januari-2022.-Hal.-7-1500x745.png 1500w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/01\/Membangun-EQ-Pemimpin.-Kompas.-15-Januari-2022.-Hal.-7-705x350.png 705w\" sizes=\"auto, (max-width: 1995px) 100vw, 1995px\" \/><\/a><\/p>\n<p>DUA puluh tahun belakangan ini, para ahli pemasaran mulai menyadari, mengiklankan produk dengan hanya menonjolkan fitur produk tidak terlalu efektif lagi. Banyak orang yang membeli lebih karena alasan emosional, seperti senang dengan tokoh iklannya. Hasil penelitian membuktikan, hanya 15 persen yang membeli atas dasar rasionalitas.<\/p>\n<p>People often buy on emotion and hilang. backfill with logic, kata seorang marketer profesional. Jadi, yang lebih penting adalah what it makes me feel daripada what it does for me. Fakta inilah yang kemudian membuat perusahaan-perusahaan, seperti Google, Facebook, Apple, sampai Mercedes- Benz secara serius mendalami kebutuhan pelanggannya dan menemukan emotional content dalam merancang produk mereka. Kita bisa melihat upaya Nike yang menjual sepatu dengan konteks emosional yang sangat luas.<\/p>\n<p>Sementara para marketer sibuk dengan emosionalitas manusia, ada satu area yang sering dilupakan orang, khususnya para pemimpin, yaitu bawahannya sendiri. Banyak yang merasa, connection atasan- bawahan memang sudah alami sehingga tidak memerlukan usaha khusus untuk mengembangkannya. Ada pula yang merasa, bila hubungan dengan bawahan baik, penyelesaian tugas menjadi lemah dan sasaran terancam sulit tercapai. Belum lagi ada atasan yang tidak mau berada dekat dengan bawahan karena khawatir wibawanya<\/p>\n<p>Apa akibatnya? Tak jarang kita menyaksikan banyaknya lack of trust ditunjukkan dengan sikap sinis karyawan terhadap sikap atasan dan tuntutan kerjanya. Ini semua bersumber dari emosi. Jadi, tak ada pilihan, emosionalitas perlu diaduk dalam kultur setiap perusahaan.<\/p>\n<p>Dunia memang sudah berubah. Dulu, sesudah industrial age, kita beranjak ke knowledge based economy, yaitu manajemen sumber daya manusia mulai dikelola, sekarang, kita sudah memasuki dunia connection based economy. Pekerjaan sekarang lebih membutuhkan inteligensi emosi, seperti empati, kolaborasi, dan kreativitas. Dalam suasana kepemimpinan yang mencekam dan menyakitkan hati, tidak mungkin kreativitas muncul. Yang terjadi malahan matinya sikap kritis yang sebenarnya adalah cikal bakal kreativitas. Emotion is fundamental to being a human. Apalagi dalam dunia kerja yang sudah didominasi oleh para milenial, kita perlu memperhitungkan sifat, visi, dan ekspektasi para bawahan. Hasil penelitian mengatakan bahwa 67 persen dari populasi milenial lebih senang bekerja di perusahaan dengan social responsibility yang lebih besar. Emotionally connective workplaces are more powerful than ever before. Emotion is core to any business relationship.<\/p>\n<p>Jadi, seberapa banyak pun perusahaan mencetak keuntungan, bila keterlibatan emosional karyawan lemah, perusahaan ini tidak memiliki nilai tambah. Hanya dengan hubungan emosional self interest karyawan bisa sejalan dengan interest perusahaan.<\/p>\n<p>Keterlibatan emosi karyawan juga perlu memperhatikan konteks perusahaan. Seorang atasan perlu memberi gambaran sejelas mungkin pada bawahannya tentang apa yang sedang terjadi dalam pergerakan bisnis perusahaan dan apa manfaatnya buat karyawan sendiri secara langsung dan secara tidak langsung ke perusahaan.<\/p>\n<p>Membangun perusahaan yang bermodal konektivitas tian mengatakan, para milenial ini emosi<\/p>\n<p>Sekarang, nilai tambah perusahaan sebagian besar terletak pada keterampilan dan kreativitas manusianya. Kebutuhan pelanggan yang senantiasa berubah membuat perusahaan juga secara agile bergerak mengikuti kemauan pasar. Bila karyawan mengandalkan atasan dan hanya bertindak sebagai robot menunggu perintah, perusahaan tersebut tidak bisa dinilai sebagai perusahaan yang kreatif.<\/p>\n<p>Perusahaan seperti Southwest Air lines berani memanfaatkan sense of belongingness karyawannya untuk bertahan pada masa sulit. CEO -nya Herb. Kelleher, dalam town hall dengan karyawannya ketika menghadapi ke sulitan, mengumumkan bahwa tidak bisnis ada seorang pun yang akan dipecat, tetapi setiap orang perlu bekrja lebih keras. Alhasil, Kelleher mendapatkan bantuan karyawan yang luar biasa untuk mempersingkat waktu boarding, check-in, dan lain-lain. Bahkan, dalam masa-masa sulit, karyawan bersedia menyumbangkan sebagian gajinya untuk mengurangi beban perusahaan.<\/p>\n<p>Jadi, bagaimana kita memanfaatkan emosi dalam membangun kerja tim dan kekuatan aset manusia kita? Semua orang tahu, emosi itu penting, tetapi tidak semuanya dapat menggunakan emosi untuk menjadikannya sebagai dasar memimpin. Banyak yang berpikir, menggunakan emosi dalam memimpin adalah mengekspresikan emosi. Padahal, ekspresi emosi tidak sepenuhnya diperlukan. Yang lebih diperlukan adalah sambung rasa yang terjadi antara atasan dan bawahan. Tidak selamanya hubungan ini tampak dari ekspresi emosi. Ada beberapa hal yang perlu menjadi panduan untuk menyambung rasa ini.<\/p>\n<p>Pertama, berilah perhatian penuh pada apa yang dirasakan lawan bicara ketika memberi instruksi, menanyakan perkembangan proyek ataupun menindaklanjuti tugas. Dari sana, kita dapat melanjutkan pembicaraan dengan hal-hal yang lebih personal dan mendalam.<\/p>\n<p>Kedua, hasil penelitian mengatakan, mood itu menular. Setiap orang mempunyai bad days. Namun, sebagai seorang pemimpin, mood negatif yang kita rasakan tidak boleh membebani tim. Ketidakpuasan kita terhadap kinerja bawahan pun perlu dikomunikasikan dengan penuh pertimbangan agar tidak membangkitkan kekecutan hati mereka sehingga sulit untuk tetap berkomunikasi secara sejajar dengan atasan.<\/p>\n<p>Ketiga, dalam memimpin, kita tidak bisa bersembunyi di balik kenyataan bahwa kita adalah orang yang introvert, tidak bisa ditebak perasaan nya. Pemimpin harus mengembang kan extraversion- nya, menggunakan emosi dan nilai yang dianut bawahan, serta berusaha mengarahkan bawahan sesuai dengan visi perusahaan.<\/p>\n<p>Keempat, sikap pemimpin juga perlu konsisten dan penuh optimisme. Respek adalah awal dari hubungan yang jujur dan efektif. pun perlu menyebarkan optimisme agar semua bawahan yakin meskipun jalan perusahaan yang tidak selamanya mulus.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Kompas. 15 Januari 2022. Hal. 7<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DUA puluh tahun belakangan ini, para ahli pemasaran mulai menyadari, mengiklankan produk dengan hanya menonjolkan fitur produk tidak terlalu efektif lagi. Banyak orang yang membeli lebih karena alasan emosional, seperti senang dengan tokoh iklannya. Hasil penelitian membuktikan, hanya 15 persen yang membeli atas dasar rasionalitas. People often buy on emotion and hilang. backfill with logic,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":33948,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-33946","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Membangun EQ Pemimpin. Kompas. 15 Januari 2022. Hal. 7 - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Membangun EQ Pemimpin. Kompas. 15 Januari 2022. Hal. 7 - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"DUA puluh tahun belakangan ini, para ahli pemasaran mulai menyadari, mengiklankan produk dengan hanya menonjolkan fitur produk tidak terlalu efektif lagi. Banyak orang yang membeli lebih karena alasan emosional, seperti senang dengan tokoh iklannya. Hasil penelitian membuktikan, hanya 15 persen yang membeli atas dasar rasionalitas. People often buy on emotion and hilang. backfill with logic,...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-01-24T02:26:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:17:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/01\/fMembangun-EQ-Pemimpin.-Kompas.-15-Januari-2022.-Hal.-7.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1212\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"112\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Membangun EQ Pemimpin. Kompas. 15 Januari 2022. Hal. 7\",\"datePublished\":\"2022-01-24T02:26:12+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:17:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\\\/\"},\"wordCount\":792,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2022\\\/01\\\/fMembangun-EQ-Pemimpin.-Kompas.-15-Januari-2022.-Hal.-7.png\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\\\/\",\"name\":\"Membangun EQ Pemimpin. Kompas. 15 Januari 2022. Hal. 7 - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2022\\\/01\\\/fMembangun-EQ-Pemimpin.-Kompas.-15-Januari-2022.-Hal.-7.png\",\"datePublished\":\"2022-01-24T02:26:12+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:17:06+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2022\\\/01\\\/fMembangun-EQ-Pemimpin.-Kompas.-15-Januari-2022.-Hal.-7.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2022\\\/01\\\/fMembangun-EQ-Pemimpin.-Kompas.-15-Januari-2022.-Hal.-7.png\",\"width\":1212,\"height\":112},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Membangun EQ Pemimpin. Kompas. 15 Januari 2022. Hal. 7\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Membangun EQ Pemimpin. Kompas. 15 Januari 2022. Hal. 7 - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Membangun EQ Pemimpin. Kompas. 15 Januari 2022. Hal. 7 - Library","og_description":"DUA puluh tahun belakangan ini, para ahli pemasaran mulai menyadari, mengiklankan produk dengan hanya menonjolkan fitur produk tidak terlalu efektif lagi. Banyak orang yang membeli lebih karena alasan emosional, seperti senang dengan tokoh iklannya. Hasil penelitian membuktikan, hanya 15 persen yang membeli atas dasar rasionalitas. People often buy on emotion and hilang. backfill with logic,...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2022-01-24T02:26:12+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:17:06+00:00","og_image":[{"width":1212,"height":112,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/01\/fMembangun-EQ-Pemimpin.-Kompas.-15-Januari-2022.-Hal.-7.png","type":"image\/png"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Membangun EQ Pemimpin. Kompas. 15 Januari 2022. Hal. 7","datePublished":"2022-01-24T02:26:12+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:17:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\/"},"wordCount":792,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/01\/fMembangun-EQ-Pemimpin.-Kompas.-15-Januari-2022.-Hal.-7.png","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\/","name":"Membangun EQ Pemimpin. Kompas. 15 Januari 2022. Hal. 7 - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/01\/fMembangun-EQ-Pemimpin.-Kompas.-15-Januari-2022.-Hal.-7.png","datePublished":"2022-01-24T02:26:12+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:17:06+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/01\/fMembangun-EQ-Pemimpin.-Kompas.-15-Januari-2022.-Hal.-7.png","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/01\/fMembangun-EQ-Pemimpin.-Kompas.-15-Januari-2022.-Hal.-7.png","width":1212,"height":112},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/membangun-eq-pemimpin-kompas-15-januari-2022-hal-7\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Membangun EQ Pemimpin. Kompas. 15 Januari 2022. Hal. 7"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33946","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33946"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33946\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35591,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33946\/revisions\/35591"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33948"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33946"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33946"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33946"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}