{"id":34293,"date":"2022-02-07T11:12:41","date_gmt":"2022-02-07T04:12:41","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?p=34293"},"modified":"2022-04-04T15:24:17","modified_gmt":"2022-04-04T08:24:17","slug":"makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\/","title":{"rendered":"Makanan Khas Tuban dari Tanah Liat. Harian Disway. 20 Januari 2022. Hal. 44-45"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/Makanan-Khas-Tuban-dari-Tanah-Liat.-Harian-Disway.-20-Januari-2022.-Hal.-44-45.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-34294 size-full\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/Makanan-Khas-Tuban-dari-Tanah-Liat.-Harian-Disway.-20-Januari-2022.-Hal.-44-45.png\" alt=\"\" width=\"1381\" height=\"1413\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/Makanan-Khas-Tuban-dari-Tanah-Liat.-Harian-Disway.-20-Januari-2022.-Hal.-44-45.png 1381w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/Makanan-Khas-Tuban-dari-Tanah-Liat.-Harian-Disway.-20-Januari-2022.-Hal.-44-45-293x300.png 293w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/Makanan-Khas-Tuban-dari-Tanah-Liat.-Harian-Disway.-20-Januari-2022.-Hal.-44-45-1007x1030.png 1007w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/Makanan-Khas-Tuban-dari-Tanah-Liat.-Harian-Disway.-20-Januari-2022.-Hal.-44-45-768x786.png 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/Makanan-Khas-Tuban-dari-Tanah-Liat.-Harian-Disway.-20-Januari-2022.-Hal.-44-45-36x36.png 36w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/Makanan-Khas-Tuban-dari-Tanah-Liat.-Harian-Disway.-20-Januari-2022.-Hal.-44-45-689x705.png 689w\" sizes=\"auto, (max-width: 1381px) 100vw, 1381px\" \/><\/a><\/p>\n<p>SUDAH lama sekali Rasima (70) membuat ampo. Sejak diciptakan keluarganya yang tinggal di Dusun Trowulan, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Tuban, Jawa Timur, itu mewariskan pembuatan ampo itu secara turun temurun.<\/p>\n<p>Tak jelas sejak tahun berapa. Kata Rasima, ampo ada sejak zaman penjajahan. Dulu, Tuban dikuasai Belanda. Sistem tanam paksa oleh penjajah membuat banyak masyarakat kesulitan mengakses bahan makanan. Kemudian terciptalah ampo untuk disantap.<\/p>\n<p>Rasima sendiri adalah turunan kelima pencipta makanan unik dari tanah liat. Setiap hari dia memasak kudapan khas Tuban itu untuk dijual ke sejumlah pasar di Tuban. Harganya murah. Hanya Rp10 ribu per kilogram.<\/p>\n<p>Ampo dipercaya berkhasiat untuk mengobati diare, panas serta maag. Bahkan bermanfaat bila dikonsumsi saatu hamil karena dianggap bisa memperkuat janin. Selain itu, tanah liat sebagai bahan baku utama dipercaya bisa memberi efek menenangkan si ibu hamil.<\/p>\n<p>Tanah liat umumnya memiliki kandungan nutrisi yang berbeda-beda. Ada mineral seperti kalsium, zat besi, tembaga, dan magnesium. Sehingga ampo bisa mengatasi permasalahan pencernaan, gatal-gatal, dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Tak hanya di Tuban, ampo ada di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Ampo dari Jawa Timur dan Jawa Tengah cenderung mirip. Berbeda dengan ampo Jawa Barat, utamanya dari Cirebon, yang dibuat dalam ukuran lebih besar.<\/p>\n<p>Sayang, makanan itu mulai langka. Semakin berkembangnya zaman, ampo tak banyak diminati orang masa kini. Camilan tradisional ini jarang ditemui. Baik di Jawa Timur, Jawa Tengah, maupun Jawa Barat.<\/p>\n<p>Kalau mau merasakannya, mungkin incip saja buatan Rasima di Tuban. (Julian Romadhon)<\/p>\n<p>Turun temurun<\/p>\n<p>Berusia 70 tahun, Rasima adalah generasi kelima dari sebuah keluarga di Dusun Triwulan Desa Bhaktirejo, Kecamatan Semanding, Tuban jawa Timur. Yang setia memasak ampo, makanan khas dari tanah liat.<\/p>\n<p>mencari metan yang cocok. Sekalipun permintaan metan sejak akhir tahun landai, Tika masih optimistis menjalankan usaha sampingannya ini. Sebab menurutnya, permintaan met an premium bakal tetap tinggi. Permintaan tersebut juga sulit dipenuhi, kendati pebisnis metan makin banyak. Pasarnya masih akan ramai. Saya lihat penurunan ini karena orang sudah mayoritas kembali ke kantor,&#8221; kata Tika Menurut Tika, saat ini la sedang mencari-cari peluang un tuk ekspor.<\/p>\n<p>Selain pasar yang masih ter buka, Tika yakin untuk tetap mengembangkan usaha ini ka rena margin yang didapat cu kup besar. Margin minimal 120% dan maksimal 200%<\/p>\n<p><strong>Terlihat gampang<\/strong><\/p>\n<p>Untuk menjalankan usaha ini memang terlihat gampang. Se bab, seluruh bahan baku sangat mudah didapat di pasaran. An da tinggal meracik dan memasarkan saja. Akan tetapi ada beberapa yang harus Anda perhatikan dan perhitungkan sebelum menjalankan usaha ini. Pertama-tama, Anda harus memastikan racikan metan su dah melalui proses riset dan sudah digunakan sehingga terlihat efek pemakaiannya.<\/p>\n<p>Sifa, Yoyok, dan Tika merupakan pecinta tanaman yang belajar meracik metan secara otodidak &#8220;Meski kelihatannya hanya campur ini itu, komposisi harus tepat ya. Karena masing-masih bahan punya fungsi untuk tanaman,&#8221; jelas Tika.<\/p>\n<p>Tika sudah menggunakan Metan Sultan racikan untuk ta naman koleksinya sendiri sejak tahun 2017. Proses pembuat annya juga sudah melalui trial and error plus ada pengem bangan.<\/p>\n<p>&#8220;Dalam pembuatan, saya juga konsultasi dengan teman jurus an pertanian. Itu untuk memas tikan metan saya ini sudah me menuhi kebutuhan tanaman, Jelas Tika<\/p>\n<p>Sementara itu, Yoyok sudah melakukan percobaan metan racikannya selama dua tahun sebelum akhirnya mengkomer silkannya. &#8220;Intinya suka dulu sama tanaman, mau belajar, dan mau memantau proses ta namnya biar terlihat efeknya,&#8221; jelas Yoyok.<\/p>\n<p>Menurut Sifa, metan dibilang cocok dan bakal sukses dilihat dari penggunaannya. Antara la in ada pertumbuhan daun dan akar dalam waktu dua bulan sampai tiga bulan<\/p>\n<p>Nah untuk meyakinkan calon | konsumen, ada baiknya Anda membuat video tutorial tentang cara penggunaan dan dampak baiknya, bagaimana pengguna annya dan dampak pengguna annya. Ingat target pasar usaha metan ini adalah pehobi yang memiliki tanaman bervalue tinggi. Mereka tentu akan sangat selektif dalam memilih media tanam yang tepat. Salah satu referensi mereka untuk beli metan adalah testimoni po sitif penggunaannya.<\/p>\n<p>Untuk pemasarannya, Anda bisa memanfaatkan marketplace dan media sosial seperti Instagram.<\/p>\n<p>&#8220;Selain itu, sebaiknya membuat video edukasi terkait bagaimana proses tanam dan penggantian media tanam,&#8221; jelas Yoyok yang menganjurkan mengganti metan minimal 6 bu lan sekali.<\/p>\n<p>Untuk bahan baku, Anda bisa dengan mudah mencari produsen-produsennya di media sosial. Komposicimetan premium biasanya terdiri dari sekam fermentasi, sekam bakar, humus, perlite, furadz, hidroton, andam, dan pakis cacah.<\/p>\n<p>Metan promium kebanyakan tidak menggunakan pupuk kan dang, kompos, atau tanah. Tika mengungkapkan, salah satu alasan dia tidak pakai tanah dalam metan racikannya karena ingin pot yang terisi metan dan tanaman bisa lebih ringan. Maklum saja, banyak yang memakai metan jenis ini, untuk tanaman indoor.<\/p>\n<p>Selain itu, dengan bahan-ba han tanpa kompos, tanah, dan pupuk kandang juga tidak membuat kotor.<\/p>\n<p><strong>Tak Banyak Alat dan Tenaga<\/strong><\/p>\n<p>Untuk menjalankan usaha produksi media tanam (metan) premium Anda tidak perlu modal yang besar. Soal lokasi usaha, misalnya, yang biasanya menghabiskan banyak modal, Anda bisa memanfaatkan area di sekitar rumah seperti pekarangan. Jadi tidak perlu bikin metan di area yang strategis.<\/p>\n<p>Lagipula metan sudah bisa dijual secara online. Sifaul Wardani pemilik Omah Metan, bilang, penjualan di gerai justru tidak banyak. &#8220;Penjualan saya malah banyak melalui marketplace. Bahkan, saya pernah mengirim sampai ke Papua,&#8221; jelas Sifa yang berdomisili di Sidoarjo, Jawa Timur ini. Menurut Sifat, selama produk yang dijual memiliki efek yang baik, para pecinta tanaman bakal bela-belain beli. Contohnya pelanggan dia di Papua yang rela menanggung ongkos kirim yang lebih mahal daripada harga metannya.<\/p>\n<p>&#8220;Sekarang enak, pengiriman ada kargo dengan ongkos yang lebih murah untuk daerah-daerah tertentu. Untuk dalam kota sendiri pakai kurir atau ojek online. Benar-benar praktis,&#8221; jelas Sifa. Nah, untuk investasi alat, tidak banyak yang harus dibeli. Jika produksi masih terbatas, semuanya bisa diproses dengan alat manual seperti adukan saja. Jika produksi Anda sudah berkapasitas besar, barulah membeli mesin pengaduk.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau bagi saya, sekam bahan baku harus dioven. Jadi, saya harus membeli mesin ovennya itu,&#8221; jelas Tika, panggilan Alfatika Aunuriella pemilik-Metan Sultan. Adapun soal tenaga kerjanya, Anda tidak perlu mempekerjakan tenaga terlatih atau berpengalaman. &#8220;Saya membutuhkan tenaga produksi yang hanya dipanggil dan digaji ketika produksi saja. Jadi, bisa mengajak warga sekitar saja, tidak perlu khusus merekrut karyawan, jelas Tika. Sedangkan untuk promosi dan penjualan bisa dilakukan sendiri oleh pemilik usaha.<\/p>\n<p>Usaha ini bisa balik modal dengan cepat, la. Dari pengalaman sumber-sumber itu, tiga kali produksi bisa balik modal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Harian Disway. 20 Januari 2022. Hal. 44-45<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SUDAH lama sekali Rasima (70) membuat ampo. Sejak diciptakan keluarganya yang tinggal di Dusun Trowulan, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Tuban, Jawa Timur, itu mewariskan pembuatan ampo itu secara turun temurun. Tak jelas sejak tahun berapa. Kata Rasima, ampo ada sejak zaman penjajahan. Dulu, Tuban dikuasai Belanda. Sistem tanam paksa oleh penjajah membuat banyak masyarakat kesulitan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":34295,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-34293","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Makanan Khas Tuban dari Tanah Liat. Harian Disway. 20 Januari 2022. Hal. 44-45 - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Makanan Khas Tuban dari Tanah Liat. Harian Disway. 20 Januari 2022. Hal. 44-45 - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"SUDAH lama sekali Rasima (70) membuat ampo. Sejak diciptakan keluarganya yang tinggal di Dusun Trowulan, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Tuban, Jawa Timur, itu mewariskan pembuatan ampo itu secara turun temurun. Tak jelas sejak tahun berapa. Kata Rasima, ampo ada sejak zaman penjajahan. Dulu, Tuban dikuasai Belanda. Sistem tanam paksa oleh penjajah membuat banyak masyarakat kesulitan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-02-07T04:12:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-04-04T08:24:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/FMakanan-Khas-Tuban-dari-Tanah-Liat.-Harian-Disway.-20-Januari-2022.-Hal.-44-45.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"807\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"586\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Makanan Khas Tuban dari Tanah Liat. Harian Disway. 20 Januari 2022. Hal. 44-45\",\"datePublished\":\"2022-02-07T04:12:41+00:00\",\"dateModified\":\"2022-04-04T08:24:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\\\/\"},\"wordCount\":1020,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2022\\\/02\\\/FMakanan-Khas-Tuban-dari-Tanah-Liat.-Harian-Disway.-20-Januari-2022.-Hal.-44-45.png\",\"articleSection\":[\"Uncategorized @id\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\\\/\",\"name\":\"Makanan Khas Tuban dari Tanah Liat. Harian Disway. 20 Januari 2022. Hal. 44-45 - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2022\\\/02\\\/FMakanan-Khas-Tuban-dari-Tanah-Liat.-Harian-Disway.-20-Januari-2022.-Hal.-44-45.png\",\"datePublished\":\"2022-02-07T04:12:41+00:00\",\"dateModified\":\"2022-04-04T08:24:17+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2022\\\/02\\\/FMakanan-Khas-Tuban-dari-Tanah-Liat.-Harian-Disway.-20-Januari-2022.-Hal.-44-45.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/static.uc.ac.id\\\/library\\\/2022\\\/02\\\/FMakanan-Khas-Tuban-dari-Tanah-Liat.-Harian-Disway.-20-Januari-2022.-Hal.-44-45.png\",\"width\":807,\"height\":586},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Makanan Khas Tuban dari Tanah Liat. Harian Disway. 20 Januari 2022. Hal. 44-45\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Makanan Khas Tuban dari Tanah Liat. Harian Disway. 20 Januari 2022. Hal. 44-45 - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Makanan Khas Tuban dari Tanah Liat. Harian Disway. 20 Januari 2022. Hal. 44-45 - Library","og_description":"SUDAH lama sekali Rasima (70) membuat ampo. Sejak diciptakan keluarganya yang tinggal di Dusun Trowulan, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Tuban, Jawa Timur, itu mewariskan pembuatan ampo itu secara turun temurun. Tak jelas sejak tahun berapa. Kata Rasima, ampo ada sejak zaman penjajahan. Dulu, Tuban dikuasai Belanda. Sistem tanam paksa oleh penjajah membuat banyak masyarakat kesulitan...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2022-02-07T04:12:41+00:00","article_modified_time":"2022-04-04T08:24:17+00:00","og_image":[{"width":807,"height":586,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/FMakanan-Khas-Tuban-dari-Tanah-Liat.-Harian-Disway.-20-Januari-2022.-Hal.-44-45.png","type":"image\/png"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Makanan Khas Tuban dari Tanah Liat. Harian Disway. 20 Januari 2022. Hal. 44-45","datePublished":"2022-02-07T04:12:41+00:00","dateModified":"2022-04-04T08:24:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\/"},"wordCount":1020,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/FMakanan-Khas-Tuban-dari-Tanah-Liat.-Harian-Disway.-20-Januari-2022.-Hal.-44-45.png","articleSection":["Uncategorized @id"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\/","name":"Makanan Khas Tuban dari Tanah Liat. Harian Disway. 20 Januari 2022. Hal. 44-45 - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/FMakanan-Khas-Tuban-dari-Tanah-Liat.-Harian-Disway.-20-Januari-2022.-Hal.-44-45.png","datePublished":"2022-02-07T04:12:41+00:00","dateModified":"2022-04-04T08:24:17+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\/#primaryimage","url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/FMakanan-Khas-Tuban-dari-Tanah-Liat.-Harian-Disway.-20-Januari-2022.-Hal.-44-45.png","contentUrl":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2022\/02\/FMakanan-Khas-Tuban-dari-Tanah-Liat.-Harian-Disway.-20-Januari-2022.-Hal.-44-45.png","width":807,"height":586},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/makanan-khas-tuban-dari-tanah-liat-harian-disway-20-januari-2022-hal-44-45\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Makanan Khas Tuban dari Tanah Liat. Harian Disway. 20 Januari 2022. Hal. 44-45"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34293","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34293"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34293\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37107,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34293\/revisions\/37107"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34295"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34293"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34293"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34293"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}