{"id":3870,"date":"2017-02-14T08:15:31","date_gmt":"2017-02-14T01:15:31","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=3870"},"modified":"2025-05-01T12:37:21","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:21","slug":"akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\/","title":{"rendered":"Akhmad Supriyatna Mengatasi Anak Putus Sekolah"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/02\/Mengatasi-Anak-Putus-Sekolah.-Kompas.-8-September-2016.Hal_.16.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-3871\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/02\/Mengatasi-Anak-Putus-Sekolah.-Kompas.-8-September-2016.Hal_.16.jpg\" alt=\"Mengatasi Anak Putus Sekolah. Kompas. 8 September 2016.Hal.16\" width=\"935\" height=\"780\" srcset=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Mengatasi-Anak-Putus-Sekolah.-Kompas.-8-September-2016.Hal_.16.jpg 1990w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Mengatasi-Anak-Putus-Sekolah.-Kompas.-8-September-2016.Hal_.16-300x250.jpg 300w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Mengatasi-Anak-Putus-Sekolah.-Kompas.-8-September-2016.Hal_.16-1030x859.jpg 1030w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Mengatasi-Anak-Putus-Sekolah.-Kompas.-8-September-2016.Hal_.16-1500x1251.jpg 1500w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Mengatasi-Anak-Putus-Sekolah.-Kompas.-8-September-2016.Hal_.16-705x588.jpg 705w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Mengatasi-Anak-Putus-Sekolah.-Kompas.-8-September-2016.Hal_.16-450x375.jpg 450w\" sizes=\"auto, (max-width: 935px) 100vw, 935px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Demi menyambung pendidikan remaja kurang mampu di Desa Rancasumur, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Banten, Akhmad Supriyatna (49) nekat mendirikan Sekolah Menengah Atas Bina Putera. Ia menggenjot semangat belajar anak muda sembari mempertahankan kepercayaan para penyandang dana. Kini, banyak anak bersekolah, bahkan sebagian melanjutkan kuliah.<\/p>\n<p>Oleh: Dwi Bayu Radius<\/p>\n<p>Meski berasal dari keluarga bertaraf hidup di bawah rata-rata, murid Sekolah Menengah Atas (SMA) Bima Putera punya banyak prestasi. Saat <em>Kompas <\/em>mengunjungi SMA itu pertengah Agustus lalu, piala-piala tampak berderet di rak.<\/p>\n<p>Kebanyakan dari piala tersebut diraih dari kejuaraan olahraga, seperti bulu tangkis, voli, atletik, dan marathon. Para siswa Bina Putera memiliki fisik prima karena terbiasa dengan kegiatan di luar kelas. Kegiatan ini juga yang menempa mereka sehingga memiliki karakter yang matang.<\/p>\n<p>Tidak hanya di bidang olahraga, para murid itu juga kreatif mengembangkan teknologi serta mengolah berbagai produk dan kerajinan. Itu terlihat dari penemuan mereka dalam mengolah tempe hemat energi, mengawetkan tahu secara alami tanpa formalin, memanen kangkong, dan menjahit. \u201cBanyak teman <em>ngeledek<\/em>, Bina Putera itu SMA atau SMK (sekolah menengah kejuruan)? Saya menyebutnya kampung belajar,\u201d ujar Supriyatna sambil tersenyum.<\/p>\n<p>Jumlah murid Bina Putera sekitar 260 orang. Semangat sebagian remaja di Kopo untuk belajar sebenarnya termasuk rendah. Kodisi tersebut menciptakan dilema. Remaja putus sekolah akan lontang-lantung, berisiko terjerumus narkoba, hingga terlibat kriminalitas.<\/p>\n<p>\u201cDi sini budayanya, <em>ngapain <\/em>sekolah? Saya harus yakinkan mereka, sekolah itu bermanfaat. Ketika sudah masuk sekolah, saya harus menjaga semangat mereka,\u201d katanya. Di sisi lain, mereka yang masih ingin melanjutkan pendidikan terbentur ketidakmampuan membayar iuran sekolah.<\/p>\n<p>\u201cKata orang, remaja di sini tidak siap bersekolah, tetapi kalau dibiarkan, mereka akan menghabiskan energi dengan kegiatan yang tidak konstruktif,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Rasa memiliki yang kuat terhadap lingkungannya membuat Supriyatna merasa bertanggung jawab untuk mengentaskan remaja putus sekolah. \u201cTugas murid hanya belajar. Mencari biaya sekolah dan pihak yang mau membantu adalah tugas kami,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Biaya yang dibutuhkan dari setiap murid agar sekolah bisa beroperasi sebesar Rp 350.000. Jika orangtua murid dikenai biaya sebesar itu, mereka tak akan mampu membayarnya. Iuran yang ditarik hanya Rp 50.000 per bulan dan tidak pernah naik sejak SMA Bina Putera didirikan pada 2003.<\/p>\n<p>\u201cKami sudah survei. Kalau lebih dari itu, orangtua berat membayarnya. Itupun kalau mampu. Kalau mereka minta dibebaskan dari biaya, kami carikan donator,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p><strong>Gundah<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong>Pembentukan SMA Bina Putera berasal dari kegundahan orangtua dan lulusan sekolah menengah pertama setempat yang ingin melanjutkan pendidikan. Jarak SMA terdekat berada di Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, sekitar 10 kilometer. Tidak ada angkutan umum ke SMA itu.<\/p>\n<p>Sekolah lain, yakni SMA di Rangkasbitung, ibu kota Kabupaten Lebak, Banten, berjarak 17 kilometer. Transportasi publik yang tersedia hanya kereta. \u201cMuncul ide, mengapa tidak mendirikan SMA saja. Waktu itu, saya masih tinggal di Bogor (Jawa Barat),\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ternyata, pengelola SMP setempat manaruh harapan kepada Supriyatna. Dia mulai mewujudkan keinginan itu. Sekolah didirikan di lahan hibah dari masyarakat. \u201cLahan seluas 1 hektar dititipkan kepada saya. Jadi, saya tidak bisa lari,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Berkat jaringan pertemanan, Supriyatna mengenal anggota komunitas sepeda motor besar. Dia berhasil meyakinkan anggota komunitas itu untuk berkunjung ke lahan tersebut. \u201cKebiasaan mereka, kalau berkunjung ke suatu daerah, pasti mengadakan bakti sosial,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Mereka datang dengan berkonvoi dan menyumbang Rp 43 juta. Selanjutnya, beberapa anggota komunitas sepeda motor besar menanyakan kemajuan pembangunan sekolah dan memberikan sumbangan lagi. Uang yang terkumpul digunakan untuk membangun tiga kelas.<\/p>\n<p>Sekolah pun dimulai dengan 38 murid saja. Sesekali, mereka ikut membantu membersihkan lahan yang sebelumnya masih berupa hutan. Kiprah Supriyatna menarik BRI. Dia diminta menyelesaikan pembangunan SMA Bina Putera. Donator lain memberikan 20 kambing untuk dikembangbiakkan dan dijual.<\/p>\n<p><strong>AKHMAD SUPRIYATNA<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Lahir: Serang, Banten, 30 Maret 1967<\/strong><\/li>\n<li><strong>Istri: Eka Nurwulan Asriani (47)<\/strong><\/li>\n<li><strong>Anak:<\/strong><\/li>\n<li><strong>Akhmad Reza Fathan (23) <\/strong><\/li>\n<li><strong>Fia Fathiana Wulan (18)<\/strong><\/li>\n<li><strong>Akhmad Rafif Fathian (10)<\/strong><\/li>\n<li><strong>Pendidikan:<\/strong><\/li>\n<li><strong>SDN 1 Kopo, Kabupaten Serang, Banten<\/strong><\/li>\n<li><strong>SMP PGRI Kopo, Kabupaten Serang, Banten<\/strong><\/li>\n<li><strong>SMAN 2 Kota Serang, Banten<\/strong><\/li>\n<li><strong>S-1 Jurusan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB)<\/strong><\/li>\n<li><strong>Program Studi Teknologi Pembelajaran Pascasarjana Universitas Sultan Agen Tirtayasa (Untirta) Serang. <\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Reputasi yang bisa dijaga membuat Bina Putera mendapatkan sumbangan Rp 150 juta lagi untuk membeli lahan. Luas SMA itu bertambah menjadi 3,5 hektar sejak tahun 2010. Pemerintah Kabupaten Serang juga memberikan bantuan untuk membangun dua kelas baru tahun 2011 dan dua kelas lagi tahun 2012.<\/p>\n<p>Jarak SMA Bina Putera dari Kota Serang hanya 44 kilometer, tetapi kondisi infrastruktur membuatnya cukup terpencil. Akses dari jalan raya ke SMA itu masih berupa jalur tanah berbatu. Kemacetan dan perbaikan jalan membuat perjalanan dengan kendaraan pribadi harus ditempuh hingga dua jam.<\/p>\n<p><strong>Mandiri<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong>Namun, berbagai keterbatasan itu justru memicu murid-murid SMA Bina Putera menjadi mandiri. Mereka antara lain menjadi petugas kebersihan, penjaga toilet, dan resepsionis. \u201cKami tak punya uang untuk membayar <em>cleaning service <\/em>(petugas kebersihan). Maka murid-murid diberdayakan,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Dia bersyukur, di tengah kekurangan pun, Bina Putera masih meraih penghargaan sekolah dengan indeks integritas penyelenggaraan ujian nasional yang tinggi dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2015. Sejumlah murid juga berhasil diterima di perguruan tinggi negeri.<\/p>\n<p>Tahun 2016 ini, misalnya 2 murid diterima di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto, 1 orang di IAIN Salatiga, 4 orang di IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Serang, dan 2 murid diterima tanpa tes di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang.<\/p>\n<p>Perguruan tinggi negeri lain yang dapat ditembus murid-murid Bina Putera adalah Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Supriyatna masih membantu hingga lulusan Bina Putra benar-benar bisa kuliah dengan lancar.<\/p>\n<p>\u201cUntuk ukuran kampung, mereka sangat memberikan harapan. Kalau mereka kuliah, saya harus cari dana. Saya menjembatani mahasiswa dengan donator,\u201d katanya. Donator kemudian langsung berkomunikasi dengan lulusan Bina Putra. Mahasiswa-mahasiswa itu juga diupayakan mendapatkan beasiswa.<\/p>\n<p>Ketika kami pantau, lulusan Bina Putra bisa bersaing. Ada yang meraih IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) 3,5,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Padahal, sebelum mendirikan SMA Bina Putra, Supriyatna tak menyukai profesi guru karena nasib sebagian guru memprihatinkan. \u201cJadi, saya kualat. Teman-teman juga meledek. Orang biasanya ke kota, saya malah pulang kampung,\u201d katanya sambil tertawa.<\/p>\n<p><strong>Sumber: <\/strong>Kompas, Kamis 8 September 2016<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Demi menyambung pendidikan remaja kurang mampu di Desa Rancasumur, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Banten, Akhmad Supriyatna (49) nekat mendirikan Sekolah Menengah Atas Bina Putera. Ia menggenjot semangat belajar anak muda sembari mempertahankan kepercayaan para penyandang dana. Kini, banyak anak bersekolah, bahkan sebagian melanjutkan kuliah. Oleh: Dwi Bayu Radius Meski berasal dari keluarga bertaraf hidup di&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3872,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-3870","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Akhmad Supriyatna Mengatasi Anak Putus Sekolah - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Akhmad Supriyatna Mengatasi Anak Putus Sekolah - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Demi menyambung pendidikan remaja kurang mampu di Desa Rancasumur, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Banten, Akhmad Supriyatna (49) nekat mendirikan Sekolah Menengah Atas Bina Putera. Ia menggenjot semangat belajar anak muda sembari mempertahankan kepercayaan para penyandang dana. Kini, banyak anak bersekolah, bahkan sebagian melanjutkan kuliah. Oleh: Dwi Bayu Radius Meski berasal dari keluarga bertaraf hidup di...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-02-14T01:15:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Mengatasi-Anak-Putus-Sekolah.-Kompas.-8-September-2016.Hal_.161.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"904\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"596\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Akhmad Supriyatna Mengatasi Anak Putus Sekolah\",\"datePublished\":\"2017-02-14T01:15:31+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\\\/\"},\"wordCount\":937,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Mengatasi-Anak-Putus-Sekolah.-Kompas.-8-September-2016.Hal_.161.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\\\/\",\"name\":\"Akhmad Supriyatna Mengatasi Anak Putus Sekolah - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Mengatasi-Anak-Putus-Sekolah.-Kompas.-8-September-2016.Hal_.161.jpg\",\"datePublished\":\"2017-02-14T01:15:31+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:21+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Mengatasi-Anak-Putus-Sekolah.-Kompas.-8-September-2016.Hal_.161.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/Mengatasi-Anak-Putus-Sekolah.-Kompas.-8-September-2016.Hal_.161.jpg\",\"width\":904,\"height\":596},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Akhmad Supriyatna Mengatasi Anak Putus Sekolah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Akhmad Supriyatna Mengatasi Anak Putus Sekolah - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Akhmad Supriyatna Mengatasi Anak Putus Sekolah - Library","og_description":"Demi menyambung pendidikan remaja kurang mampu di Desa Rancasumur, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Banten, Akhmad Supriyatna (49) nekat mendirikan Sekolah Menengah Atas Bina Putera. Ia menggenjot semangat belajar anak muda sembari mempertahankan kepercayaan para penyandang dana. Kini, banyak anak bersekolah, bahkan sebagian melanjutkan kuliah. Oleh: Dwi Bayu Radius Meski berasal dari keluarga bertaraf hidup di...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-02-14T01:15:31+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:21+00:00","og_image":[{"width":904,"height":596,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Mengatasi-Anak-Putus-Sekolah.-Kompas.-8-September-2016.Hal_.161.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Akhmad Supriyatna Mengatasi Anak Putus Sekolah","datePublished":"2017-02-14T01:15:31+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\/"},"wordCount":937,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Mengatasi-Anak-Putus-Sekolah.-Kompas.-8-September-2016.Hal_.161.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\/","name":"Akhmad Supriyatna Mengatasi Anak Putus Sekolah - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Mengatasi-Anak-Putus-Sekolah.-Kompas.-8-September-2016.Hal_.161.jpg","datePublished":"2017-02-14T01:15:31+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:21+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Mengatasi-Anak-Putus-Sekolah.-Kompas.-8-September-2016.Hal_.161.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/Mengatasi-Anak-Putus-Sekolah.-Kompas.-8-September-2016.Hal_.161.jpg","width":904,"height":596},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/akhmad-supriyatna-mengatasi-putus-sekolah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Akhmad Supriyatna Mengatasi Anak Putus Sekolah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3870","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3870"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3870\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9325,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3870\/revisions\/9325"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3872"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3870"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3870"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3870"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}