{"id":4237,"date":"2017-02-14T16:21:33","date_gmt":"2017-02-14T09:21:33","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=4237"},"modified":"2025-05-01T10:57:27","modified_gmt":"2025-05-01T03:57:27","slug":"nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\/","title":{"rendered":"Nadiem Makarin Bicara tentang Perekonomian Terbuka Nasionalisme Sempit Hambat RI Naik Kelas"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/02\/29-Januari-2016.-Nadiem-Makarin-Bicara-tentang-Perekonomian-Terbuka_Nasionalisme-Sempit-Hmbat-RI-Naik-Kelas.-Jawa-Pos.-29-januari-2016.Hal_.111.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-4238\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/02\/29-Januari-2016.-Nadiem-Makarin-Bicara-tentang-Perekonomian-Terbuka_Nasionalisme-Sempit-Hmbat-RI-Naik-Kelas.-Jawa-Pos.-29-januari-2016.Hal_.111.jpg\" alt=\"29 Januari 2016. Nadiem Makarin Bicara tentang Perekonomian Terbuka_Nasionalisme Sempit Hmbat RI Naik Kelas. Jawa Pos. 29 januari 2016.Hal.1,11\" width=\"1325\" height=\"1599\" srcset=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/29-Januari-2016.-Nadiem-Makarin-Bicara-tentang-Perekonomian-Terbuka_Nasionalisme-Sempit-Hmbat-RI-Naik-Kelas.-Jawa-Pos.-29-januari-2016.Hal_.111.jpg 1325w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/29-Januari-2016.-Nadiem-Makarin-Bicara-tentang-Perekonomian-Terbuka_Nasionalisme-Sempit-Hmbat-RI-Naik-Kelas.-Jawa-Pos.-29-januari-2016.Hal_.111-249x300.jpg 249w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/29-Januari-2016.-Nadiem-Makarin-Bicara-tentang-Perekonomian-Terbuka_Nasionalisme-Sempit-Hmbat-RI-Naik-Kelas.-Jawa-Pos.-29-januari-2016.Hal_.111-854x1030.jpg 854w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/29-Januari-2016.-Nadiem-Makarin-Bicara-tentang-Perekonomian-Terbuka_Nasionalisme-Sempit-Hmbat-RI-Naik-Kelas.-Jawa-Pos.-29-januari-2016.Hal_.111-1243x1500.jpg 1243w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/29-Januari-2016.-Nadiem-Makarin-Bicara-tentang-Perekonomian-Terbuka_Nasionalisme-Sempit-Hmbat-RI-Naik-Kelas.-Jawa-Pos.-29-januari-2016.Hal_.111-584x705.jpg 584w, https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/29-Januari-2016.-Nadiem-Makarin-Bicara-tentang-Perekonomian-Terbuka_Nasionalisme-Sempit-Hmbat-RI-Naik-Kelas.-Jawa-Pos.-29-januari-2016.Hal_.111-450x543.jpg 450w\" sizes=\"auto, (max-width: 1325px) 100vw, 1325px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Masyaralat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadi zona ekonomi yang membuat sebgian kalangan grogi menghadapi. Dapatkan Indonesia memenangi persaingan? Nadiem Makarim menjawab pertanyaan itu dengan keyakinan supertinggi.<\/p>\n<p><strong>SAAT <\/strong>ditanya tentang masa depan perekonomian Indonesia, pendiri perusahaan rintisan fenomenal di Indonesia, Go-Jek, tersebut tak ragu menjawab. Pria kelahiran Singapura itu optimis Indonesia punya masa depan yang cerah.<\/p>\n<p><strong>Banyak Ide Briliant Tak Punya Akses Modal<\/strong><\/p>\n<p><strong>NASIONALISME<\/strong><\/p>\n<p>Bukan mustahil panji merah putih berkibar di tingkat regional bahkan Internasional.<\/p>\n<p>\u201c Dengan zaman yang mengedapankan aspek kretivitas dan inovasi, saya yakin rakyat Indonesia tak kalah dengan warga negara lain. Saya sendiri sudah melihat bagaimana orang Indonesia berjaya bahkan saat harus bersaing dengan orang-orang dari negara maju. Ujarnya saat berbincang dengan Jawa pos di kantor Gojek di kawasan Kemang Jakarta belum lama ini.<\/p>\n<p>Namun orang Indonesia yang bisa menggapai panggung dunia memang tak banyak. Bukan masalah kompetensi atau level kecerdasaan. Nadiem menggangap itu hanya masalah mental. Dengan status negara yang sebagaian besar adalah lulusan tingkat SMA ke bawah banyak orang Indonesia yang mundur sebelum berperang.<\/p>\n<p>Padahal , lanjut dia, banyak ide orang Indonesia yang sebenarnya cemerlang dan punya potensi berhasil. Namun tak banyak yang punya keberanian mengambil resiko. Adi gium no pain no gain juga sering diucapkan generasi muda dengan mudah. Namun penerapannya yang susah.<\/p>\n<p>\u201ckalau saya lihat banyak orang Indonesia yang punya ambisi, tapi tak mengambil inisiatif. Alasan utama mereka adalah takut gagal. Padahal gagal itu bukan suatu kesalahan. Gagal itu proses pembelajaran. \u201c jangan berharap sukses kalau tak belajar\u201d. Terang lulusan Harvard University dan Brown University, dua perguruan tinggi\u00a0 Ivy Leauge , sebutan kampus paling prestisius di AS.<\/p>\n<p>Dengan mental tersebut banyak orang Indonesia yang cenderug tertutup\u00a0 secara mental. Karena takut kalah\u00a0 atau takut gagal. Mereka menggunakan jalan tanpa resiko. Bukan cara untuk memperoleh hasil yang besar meski terdapat resiko disana<\/p>\n<p>\u201cSikap sejak awal sudah salah. Di era gglobalisasi ini, mereka sudah takut duluan kalau- kalau kalah saing dengan orang asing. Bukannya berpikir untuk menyerap ilmu mereka dan meningkatkan kualitas diri sendiri \u201c imbuh pria kelahiran 4 Juli 1984 itu.<\/p>\n<p>Ujung-ujung nya , sebagian besar elemen menganut paham nasionalisme sempit. Padahal, pemikiran\u00a0 itu di nilai justru mencegah Indonesia naik kelas dalam ketegori negara maju. Seakan-akan\u00a0 negara menutup diri terhadap ilmu yang di bawa orang-orang dari negara lain.<\/p>\n<p>Dia menambahkan, pemerintahan selama ini lebih berpikir melindungi masyarakat lokal dengan menghalangi arus modal dan pekerja global. \u201cbukannya berkonsentrasi untuk memperkuat daya\u00a0 saing perusahaan dan para pekerja di Indonesia. Sikap nasionalisme sempit seperti ini menurut saya perlu di rubah. \u201cterangnya\u201d<\/p>\n<p>Selain mencegah sumber daya alam nasional untuk berkembang, nasionalisme sempit mempersulit perkembangan ekonomi Indonesia. Saat ini banyak pengusaha indonesia yang menyimpan ide bisnis briliant, tapi tak punya akses modal. Itu disebabkan pemodal local cukup sulit ambil bagian, tapi akses bagia investor asing dengan skala kecil menengah dibatasi pemerintah.<\/p>\n<p>\u201cPemerintah juga terus menyatakan ingin mendukung UMKM. Tapi, tidak mungkin semu ide bisnis diakomodasi permodalan Indonesia. Sebaliknya, pemodal asing untuk skala UMKM susah masuk,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dia pun meminta semua masyarakat Indonesia lebih percaya diri dalam berkarir atau berusaha di mana pun berada. Tentu bukan hanya dengan menerima modal dan pekerja asing sebanyak-banyaknya. Dia pun mendorong generasi muda agar juga ikut berkarya di negara-negara lain. Sebab, para diaspora pasti bisa membantu posisi Indonesia untuk terus meningkat di masa depan.<\/p>\n<p>\u201cKalauu sekarang, seakan-akan Indonesia minder jika harus bersaing dengan negara lain. Padahal, saya sendiri melihat bukti kesiapan generasi muda Indonesia menghadapi negara lain,\u201d katanya. Dia mencontohkan para developer dari Jogjakarta yang dirinya perkerjakan. \u201cPekerjaan mereka sangat memuaskan, bahkan lebih bagus daripada lulusan luar negeri,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Nadiem sama sekali tak berkeberatan saat ditanya kemungkinan\u00a0 bakal diolok-olok sebagai orang yang kebarat-baratan. Sebab, dia tahu betul bahwa era saat ini bukan hanya tentang negara-negara Barat. Namun, sebuah dunia saat semua elemen diminta untuk berinovasi dan terbuka terhadap perbaikan. Soal nasionalisme, dia yakin semua itu tak harus dijalankan secara keras.<\/p>\n<p>\u201cSemua itu <em>kan<\/em> untuk membuat Indonesia maju. Sudah ada contoh jelas bagaimana sikap terbuka bisa membawa manfaat,\u201d ujarnya. Dia menyebut Singapura dan Amerika Serikat yang menjadi negara dengan ekonomi terdepan,tapi lumayan terbuka terhadap imigaran.<\/p>\n<p>Dia pun mendorong generasi muda untuk terus menantang diri agar menjadi lebih baik. Terutama saat tren wirausaha di Indonesia terus meningkat. Mereka harus memanfaatkan kondisi ketika stigma karyawan merupakan satu-satunya sudah mulai terkikis.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini memang zamannya <em>selfemployement. <\/em>Mahasiswa tak perlu malu menjadi <em>driver <\/em>Go-Jek untuk membantu biaya kuliah. Justru malah menggunggah fot preofesi mereka dengan bangganya,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Sumber: Jawa pos\u00a0<strong>JUMAT 29 JANUARI 2016<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masyaralat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadi zona ekonomi yang membuat sebgian kalangan grogi menghadapi. Dapatkan Indonesia memenangi persaingan? Nadiem Makarim menjawab pertanyaan itu dengan keyakinan supertinggi. SAAT ditanya tentang masa depan perekonomian Indonesia, pendiri perusahaan rintisan fenomenal di Indonesia, Go-Jek, tersebut tak ragu menjawab. Pria kelahiran Singapura itu optimis Indonesia punya masa depan yang cerah. Banyak&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4239,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-4237","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Nadiem Makarin Bicara tentang Perekonomian Terbuka Nasionalisme Sempit Hambat RI Naik Kelas - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Nadiem Makarin Bicara tentang Perekonomian Terbuka Nasionalisme Sempit Hambat RI Naik Kelas - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Masyaralat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadi zona ekonomi yang membuat sebgian kalangan grogi menghadapi. Dapatkan Indonesia memenangi persaingan? Nadiem Makarim menjawab pertanyaan itu dengan keyakinan supertinggi. SAAT ditanya tentang masa depan perekonomian Indonesia, pendiri perusahaan rintisan fenomenal di Indonesia, Go-Jek, tersebut tak ragu menjawab. Pria kelahiran Singapura itu optimis Indonesia punya masa depan yang cerah. Banyak...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-02-14T09:21:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T03:57:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/29-Januari-2016.-Nadiem-Makarin-Bicara-tentang-Perekonomian-Terbuka_Nasionalisme-Sempit-Hmbat-RI-Naik-Kelas.-Jawa-Pos.-29-januari-2016.Hal_.1111.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"796\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1346\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Nadiem Makarin Bicara tentang Perekonomian Terbuka Nasionalisme Sempit Hambat RI Naik Kelas\",\"datePublished\":\"2017-02-14T09:21:33+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T03:57:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\\\/\"},\"wordCount\":736,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/29-Januari-2016.-Nadiem-Makarin-Bicara-tentang-Perekonomian-Terbuka_Nasionalisme-Sempit-Hmbat-RI-Naik-Kelas.-Jawa-Pos.-29-januari-2016.Hal_.1111.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\\\/\",\"name\":\"Nadiem Makarin Bicara tentang Perekonomian Terbuka Nasionalisme Sempit Hambat RI Naik Kelas - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/29-Januari-2016.-Nadiem-Makarin-Bicara-tentang-Perekonomian-Terbuka_Nasionalisme-Sempit-Hmbat-RI-Naik-Kelas.-Jawa-Pos.-29-januari-2016.Hal_.1111.jpg\",\"datePublished\":\"2017-02-14T09:21:33+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T03:57:27+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/29-Januari-2016.-Nadiem-Makarin-Bicara-tentang-Perekonomian-Terbuka_Nasionalisme-Sempit-Hmbat-RI-Naik-Kelas.-Jawa-Pos.-29-januari-2016.Hal_.1111.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/29-Januari-2016.-Nadiem-Makarin-Bicara-tentang-Perekonomian-Terbuka_Nasionalisme-Sempit-Hmbat-RI-Naik-Kelas.-Jawa-Pos.-29-januari-2016.Hal_.1111.jpg\",\"width\":796,\"height\":1346},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Nadiem Makarin Bicara tentang Perekonomian Terbuka Nasionalisme Sempit Hambat RI Naik Kelas\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Nadiem Makarin Bicara tentang Perekonomian Terbuka Nasionalisme Sempit Hambat RI Naik Kelas - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Nadiem Makarin Bicara tentang Perekonomian Terbuka Nasionalisme Sempit Hambat RI Naik Kelas - Library","og_description":"Masyaralat Ekonomi ASEAN (MEA) menjadi zona ekonomi yang membuat sebgian kalangan grogi menghadapi. Dapatkan Indonesia memenangi persaingan? Nadiem Makarim menjawab pertanyaan itu dengan keyakinan supertinggi. SAAT ditanya tentang masa depan perekonomian Indonesia, pendiri perusahaan rintisan fenomenal di Indonesia, Go-Jek, tersebut tak ragu menjawab. Pria kelahiran Singapura itu optimis Indonesia punya masa depan yang cerah. Banyak...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-02-14T09:21:33+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T03:57:27+00:00","og_image":[{"width":796,"height":1346,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/29-Januari-2016.-Nadiem-Makarin-Bicara-tentang-Perekonomian-Terbuka_Nasionalisme-Sempit-Hmbat-RI-Naik-Kelas.-Jawa-Pos.-29-januari-2016.Hal_.1111.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Nadiem Makarin Bicara tentang Perekonomian Terbuka Nasionalisme Sempit Hambat RI Naik Kelas","datePublished":"2017-02-14T09:21:33+00:00","dateModified":"2025-05-01T03:57:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\/"},"wordCount":736,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/29-Januari-2016.-Nadiem-Makarin-Bicara-tentang-Perekonomian-Terbuka_Nasionalisme-Sempit-Hmbat-RI-Naik-Kelas.-Jawa-Pos.-29-januari-2016.Hal_.1111.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\/","name":"Nadiem Makarin Bicara tentang Perekonomian Terbuka Nasionalisme Sempit Hambat RI Naik Kelas - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/29-Januari-2016.-Nadiem-Makarin-Bicara-tentang-Perekonomian-Terbuka_Nasionalisme-Sempit-Hmbat-RI-Naik-Kelas.-Jawa-Pos.-29-januari-2016.Hal_.1111.jpg","datePublished":"2017-02-14T09:21:33+00:00","dateModified":"2025-05-01T03:57:27+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/29-Januari-2016.-Nadiem-Makarin-Bicara-tentang-Perekonomian-Terbuka_Nasionalisme-Sempit-Hmbat-RI-Naik-Kelas.-Jawa-Pos.-29-januari-2016.Hal_.1111.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/29-Januari-2016.-Nadiem-Makarin-Bicara-tentang-Perekonomian-Terbuka_Nasionalisme-Sempit-Hmbat-RI-Naik-Kelas.-Jawa-Pos.-29-januari-2016.Hal_.1111.jpg","width":796,"height":1346},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/nadiem-makarin-bicara-tentang-perekonomian-terbuka_nasionalisme-sempit-hmbat-ri-naik-kelas\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Nadiem Makarin Bicara tentang Perekonomian Terbuka Nasionalisme Sempit Hambat RI Naik Kelas"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4237","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4237"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4237\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4424,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4237\/revisions\/4424"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4239"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4237"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4237"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4237"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}