{"id":6635,"date":"2017-05-04T09:39:49","date_gmt":"2017-05-04T02:39:49","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=6635"},"modified":"2025-05-01T12:37:19","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:19","slug":"sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\/","title":{"rendered":"Sapardi Djoko Damono Ada Sajak Apa Lagi, Den Sastro?"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/05\/Sapardi-Djoko-Damono_Ada-Sajak-Apa-Lagi-Den-Sastro.Kompas.21-Maret-2017.Hal_.16.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-6636\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/05\/Sapardi-Djoko-Damono_Ada-Sajak-Apa-Lagi-Den-Sastro.Kompas.21-Maret-2017.Hal_.16.jpg\" alt=\"Sapardi Djoko Damono_Ada Sajak Apa Lagi, Den Sastro.Kompas.21 Maret 2017.Hal.16\" width=\"962\" height=\"665\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>SAPARDI DJOKO DAMONO<\/strong><\/p>\n<p><strong>Penyair Sapardi Djoko Damono genap berusia 77 tahun pada 20 Maret 2017. Dalam rangka itu, akan diluncurkan tujuh buku karyanya di Bentara Budaya Jakarta, Rabu (22\/3) besok. Tampaknya gaya menulis sastrawan itu berubah dari masa ke masa, mulai dari \u201dDuka-Mu Abadi\u201d, \u201dHujan Bulan Juni\u201d, \u201dMarsinah\u201d, sampai \u201dDen Sastro\u201d.<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><strong>OLEH FRANS SARTONO<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong>Marsinah buruh pabrik arloji,<\/p>\n<p>mengurus presisi:<\/p>\n<p>merakit jarum, sekrup, dan roda gigi;<\/p>\n<p>waktu memang tak pernah kompromi,<\/p>\n<p>ia sangat cermat dan pasti.<\/p>\n<p>Itu petikan sajak \u201dDongeng Marsinah\u201d karya Sapardi Djoko Damono dalam kumpulan puisi\u00a0<em>Ayat-ayat Api<\/em>. Buku tersebut menjadi salah satu dari tujuh buku penyair itu yang akan diluncurkan penerbit Gramedia Pustaka Utama di Bentara Budaya Jakarta.<\/p>\n<p>Kumpulan puisi lainnya adalah\u00a0<em>Duka-Mu Abadi, Ayat-ayat Api, Kolam, Ada Berita Apa Hari Ini Den, Sastro?, Sutradara Itu Menghapus Dialog Kita,<\/em><em>\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>Namaku Sita<\/em>. Satu buku lagi berupa novel\u00a0<em>Pingkan Melipat Jarak,<\/em>\u00a0yang merupakan lanjutan dari trilogi novel\u00a0<em>Hujan Bulan Juni.<\/em><\/p>\n<p>\u201dDongeng Marsinah\u201d merupakan salah satu sajak Sapardi yang lahir di tengah situasi sosial politik di Tanah Air pada era 1990-an. Ketika itu, ia sedang menjadi Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI). Ada serentetan peristiwa, seperti tewasnya buruh pabrik Marsinah pada tahun 1993, sampai demo mahasiswa di sejumlah kota. Sajak Sapardi memang terkesan \u201dkeras\u201d, setidaknya jika dibandingkan dengan sajak-sajak cintanya.<\/p>\n<p>\u201dSebenarnya tulisan itu tidak marah atau apa. Saya Cuma\u00a0<em>nyatet,<\/em>\u00a0menulis saja tanpa maksud apa-apa. Untungnya, saya menulis, tidak\u00a0<em>cuwawakan<\/em>\u00a0(banyak bicara). Ya saya jadikan puisi itulah,\u201d tutur Sapardi dalam perbincangan dengan\u00a0<em>Kompas<\/em>\u00a0di Kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ), tempat ia mengajar di Program Pascasarjana.<\/p>\n<p>Jenis sajak Sapardi, seperti \u201dDongeng Marsinah\u201d, itu pada mulanya kurang banyak diperhatikan khalayak. \u201dYang diperhatikan itu, kan, sajak-sajak cinta saya, tapi\u00a0<em>yo ra popo<\/em><em>\u00a0<\/em>(tidak mengapa).\u201d<\/p>\n<p>Sapardi juga terusik oleh cara media massa menyampaikan berita. Lahirlah kemudian sajak-sajak yang termuat dalam buku\u00a0<em>Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro?<\/em>\u00a0\u201dSebenarnya saya marah kepada media, kok seperti itu. Tapi, marahnya tidak langsung.\u201d<\/p>\n<p>Dalam \u201dDen Sastro\u201d, Sapardi mengutip langsung kalimat-kalimat di satu koran yang mendeskripsikan matinya seorang remaja. Ia mengutip kalimat berita di koran itu dalam puisinya. Berita itu menggunakan kata \u201dtewas\u201d, \u201dsenjata\u201d, \u201dmenghunjam\u201d, \u201dorgan tubuh penting\u201d. Penyair itu lantas menulisnya dalam sajak:<\/p>\n<p>\u201dTewas, senjata, menghunjam, dokter adalah manik-manik itu, yang jika dikenakan seorang perempuan, misalnya ibu Norman, akan berubah menjadi ombak laut yang tak habis-habisnya menampar pantai yang tak lagi ditumbuhi bakau itu. Ke mana lagi bersarang burung-burung itu? Seperti kaudengar tuduhan koran pagi itu.\u201d<\/p>\n<p><strong>Gaya berubah<\/strong><\/p>\n<p>Sapardi mengakui, sebenarnya gayanya menulis puisi berubah dari waktu ke waktu. Gaya dalam\u00a0<em>Dukamu Abadi s<\/em>udah sangat berbeda dengan<em>\u00a0<\/em><em>Mata Pisau.<\/em>\u00a0Begitu selanjutnya\u00a0<em>Akuarium<\/em>,\u00a0<em>Perahu Kertas<\/em>,\u00a0<em>Kolam<\/em>, sampai\u00a0<em>Babad Batu<\/em>, masing-masing berbeda. Namun, diakuinya masih ada sisa-sisa kesamaan gaya. Ia memang tidak mau mandek pada satu gaya tertentu. Ia tak ingin terjebak dalam apa yang ia sebut sebagai\u00a0<em>mannerism<\/em>, meniru dan mengulang-ulang gaya sendiri.<\/p>\n<p>\u201dSaya tidak bisa kalau terus membuat sajak dengan gaya yang sama. Saya bisa saja dengan gampang\u00a0<em>nulis<\/em><em>\u00a0<\/em>sajak seperti\u00a0<em>Duka-Mu Abadi<\/em>\u00a0itu. Tapi, orang akan jengkel, apa lagi penyairnya ha-ha-ha<em>..<\/em>.. Tapi, orang masih bisa membaui ini sajak Sapardi, tapi gaya menulis saya berbeda,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Ketika menggunakan gaya yang berbeda itu sebenarnya Sapardi juga menimbang-nimbang, apakah pembaca akan suka atau bisa memahami sajaknya. Sajak-sajak dalam\u00a0<em>Perahu Kertas<\/em><em>\u00a0<\/em>itu ia tulis dengan gaya seperti main-main. Akan tetapi, ternyata banyak disukai. Ketika menulis \u201dDen Sastro\u201d, ia juga sempat sangsi. \u201dKetika dimuat di\u00a0<em>Kompas<\/em>, ada yang bilang sajak saya bagus.\u00a0<em>Lho<\/em>, kok, ada yang\u00a0<em>mudheng<\/em><em>\u00a0<\/em>(paham), aku kaget\u00a0<em>dewe<\/em>\u00a0(sendiri) ha-ha-ha\u2026.\u201d<\/p>\n<p><strong>Karena Rendra<\/strong><\/p>\n<p>Sapardi tertarik pada buku puisi Brasil dan puisi klasik China saat ia masih kuliah di Jurusan Sastra Barat, Fakultas Sastra dan Kebudayaan, kini Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Buku yang kemudian ia terjemahkan itu berpengaruh besar dalam sajak-sajaknya.<\/p>\n<p>\u201dKalau mau menulis puisi, bacalah puisi sebanyak-banyaknya, kemudian tirulah. Saya malah bilang, jangan cuma meniru, tapi \u2019curilah\u2019.\u201d<\/p>\n<p>Bagi Sapardi, puisi Brasil dan China klasik yang ia terjemahkan mudah dinikmati semua orang. Gayanya seperti puisinya dalam\u00a0<em>Duka-Mu Abadi<\/em>. \u201dDari situ saya belajar bahwa menulis puisi itu gampang, tidak usah repot-repot.\u201d<\/p>\n<p>Sapardi tertarik menulis puisi kala duduk di bangku SMA, terutama setelah membaca puisi Rendra,\u00a0<em>Balada Orang-orang Tercinta<\/em>. \u201dKarena Rendra-lah, saya menulis puisi. Menurut saya, puisinya gampang banget. Tadinya saya baca Chairil (Anwar), tapi itu tak gampang saya pahami,\u201d ujarnya mengenang masa awal membaca karya Rendra.<\/p>\n<p>Sapardi mengatakan, setiap perkembangan sastra akan ditandai dengan munculnya bahasa semacam itu. Di Indonesia muncul penyair seperti Amir Hamzah dan Chairil Anwar. Masa kreatif mereka tidak terpaut terlalu lama, tetapi setiap penyair menggunakan bahasa yang sangat berbeda. Chairil Anwar menggunakan bahasa \u201dbaru\u201d yang ada pada masa<br \/>\nitu, yaitu bahasa lisan. \u201dBahasa lisannya seperti\u00a0<em>ngawur<\/em>\u00a0saja, yang pada masa Amir Hamzah enggak mungkin dipakai.\u201d<\/p>\n<p>Hal tersebut, menurut Sapardi, disebabkan orientasi Amir Hamzah pada buku klasik, sedangkan Chairil berorientasi pada bahasa yang sedang tumbuh. Kemudian muncul Rendra yang menggunakan gaya lebih sederhana. Belakangan, pada era 1970-an, muncul Yudhistira Ardi Nugraha yang menggunakan kata \u201dbiarin\u201d.<\/p>\n<p>Belajar dari karya Chairil dan Rendra, Sapardi berusaha menggunakan bahasa yang sedang tumbuh, bukan bahasa kamus. Dalam\u00a0<em>Kolam<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>Sutradara Itu Menghapus Dialog Kita,<\/em>\u00a0Sapardi bahkan menggunakan bahasa sehari-hari. \u201dItu bukan kekenesan, tapi itulah bahasa yang cocok untuk berkomunikasi dengan orang yang akan membaca.\u201d<\/p>\n<p>Puisi apa lagi yang ditulis Sapardi? \u201dSelanjutnya saya belum tahu mau menulis sajak seperti apa\u2026.\u201d<\/p>\n<p>Namun, Sapardi akan terus berpuisi.<\/p>\n<p><strong>SAPARDI DJOKO DAMONO<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Lahir: <\/strong>Solo, 20 MAret 1940<\/li>\n<li><strong>Karya:<\/strong><\/li>\n<li>Duka-Mu Abadi (1969)<\/li>\n<li>Mata Pisau (1974)<\/li>\n<li>Perahu Kertas (1983)<\/li>\n<li>Sihir Hujan (1984)<\/li>\n<li>Hujan Bulan Juni (1994)<\/li>\n<li>Arloji(1998)<\/li>\n<li>Ayat-ayat Api (2000)<\/li>\n<li>Mata Jendela (2002)<\/li>\n<li>Kolam (2009)<\/li>\n<li>Sutradara Itu Menghapus Dialog Kita (2012)<\/li>\n<li>Namaku Sita (2012)<\/li>\n<li>Hujan Bulan Juni : Sepilihan Sajak (edisi 1994, sajak-sajak 1959, 2013)<\/li>\n<li><strong>Kumpulan Cerpen :<\/strong><\/li>\n<li>Pengarang Telah Mati (2001)<\/li>\n<li>Membunuh Orang Gila (2003)<\/li>\n<li><strong>Novel :<\/strong><\/li>\n<li>Trilogi Soekram (2015)<\/li>\n<li>Hujan Bulan Juni (2015)<\/li>\n<li>Suti (2015)<\/li>\n<li><strong>Pengajaran :<\/strong><\/li>\n<li>Pensiunan Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (UI)<\/li>\n<li>Pembimbing mahasiswa S-3 di UI<\/li>\n<li>Pengajar program Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta (IKJ)<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: Kompas. 21 Maret 2017. Hal.16<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAPARDI DJOKO DAMONO Penyair Sapardi Djoko Damono genap berusia 77 tahun pada 20 Maret 2017. Dalam rangka itu, akan diluncurkan tujuh buku karyanya di Bentara Budaya Jakarta, Rabu (22\/3) besok. Tampaknya gaya menulis sastrawan itu berubah dari masa ke masa, mulai dari \u201dDuka-Mu Abadi\u201d, \u201dHujan Bulan Juni\u201d, \u201dMarsinah\u201d, sampai \u201dDen Sastro\u201d. \u00a0OLEH FRANS SARTONO \u00a0Marsinah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8129,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-6635","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Sapardi Djoko Damono Ada Sajak Apa Lagi, Den Sastro? - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sapardi Djoko Damono Ada Sajak Apa Lagi, Den Sastro? - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"SAPARDI DJOKO DAMONO Penyair Sapardi Djoko Damono genap berusia 77 tahun pada 20 Maret 2017. Dalam rangka itu, akan diluncurkan tujuh buku karyanya di Bentara Budaya Jakarta, Rabu (22\/3) besok. Tampaknya gaya menulis sastrawan itu berubah dari masa ke masa, mulai dari \u201dDuka-Mu Abadi\u201d, \u201dHujan Bulan Juni\u201d, \u201dMarsinah\u201d, sampai \u201dDen Sastro\u201d. \u00a0OLEH FRANS SARTONO \u00a0Marsinah...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-05-04T02:39:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Sapardi-Djoko-Damono_Ada-Sajak-Apa-Lagi-Den-Sastro.Kompas.21-Maret-2017.Hal_.16-e14938655823431.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"196\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Sapardi Djoko Damono Ada Sajak Apa Lagi, Den Sastro?\",\"datePublished\":\"2017-05-04T02:39:49+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\\\/\"},\"wordCount\":962,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/05\\\/Sapardi-Djoko-Damono_Ada-Sajak-Apa-Lagi-Den-Sastro.Kompas.21-Maret-2017.Hal_.16-e14938655823431.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\\\/\",\"name\":\"Sapardi Djoko Damono Ada Sajak Apa Lagi, Den Sastro? - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/05\\\/Sapardi-Djoko-Damono_Ada-Sajak-Apa-Lagi-Den-Sastro.Kompas.21-Maret-2017.Hal_.16-e14938655823431.jpg\",\"datePublished\":\"2017-05-04T02:39:49+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/05\\\/Sapardi-Djoko-Damono_Ada-Sajak-Apa-Lagi-Den-Sastro.Kompas.21-Maret-2017.Hal_.16-e14938655823431.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/05\\\/Sapardi-Djoko-Damono_Ada-Sajak-Apa-Lagi-Den-Sastro.Kompas.21-Maret-2017.Hal_.16-e14938655823431.jpg\",\"width\":196,\"height\":400},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sapardi Djoko Damono Ada Sajak Apa Lagi, Den Sastro?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sapardi Djoko Damono Ada Sajak Apa Lagi, Den Sastro? - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sapardi Djoko Damono Ada Sajak Apa Lagi, Den Sastro? - Library","og_description":"SAPARDI DJOKO DAMONO Penyair Sapardi Djoko Damono genap berusia 77 tahun pada 20 Maret 2017. Dalam rangka itu, akan diluncurkan tujuh buku karyanya di Bentara Budaya Jakarta, Rabu (22\/3) besok. Tampaknya gaya menulis sastrawan itu berubah dari masa ke masa, mulai dari \u201dDuka-Mu Abadi\u201d, \u201dHujan Bulan Juni\u201d, \u201dMarsinah\u201d, sampai \u201dDen Sastro\u201d. \u00a0OLEH FRANS SARTONO \u00a0Marsinah...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-05-04T02:39:49+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:19+00:00","og_image":[{"width":196,"height":400,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Sapardi-Djoko-Damono_Ada-Sajak-Apa-Lagi-Den-Sastro.Kompas.21-Maret-2017.Hal_.16-e14938655823431.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Sapardi Djoko Damono Ada Sajak Apa Lagi, Den Sastro?","datePublished":"2017-05-04T02:39:49+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\/"},"wordCount":962,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Sapardi-Djoko-Damono_Ada-Sajak-Apa-Lagi-Den-Sastro.Kompas.21-Maret-2017.Hal_.16-e14938655823431.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\/","name":"Sapardi Djoko Damono Ada Sajak Apa Lagi, Den Sastro? - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Sapardi-Djoko-Damono_Ada-Sajak-Apa-Lagi-Den-Sastro.Kompas.21-Maret-2017.Hal_.16-e14938655823431.jpg","datePublished":"2017-05-04T02:39:49+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Sapardi-Djoko-Damono_Ada-Sajak-Apa-Lagi-Den-Sastro.Kompas.21-Maret-2017.Hal_.16-e14938655823431.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Sapardi-Djoko-Damono_Ada-Sajak-Apa-Lagi-Den-Sastro.Kompas.21-Maret-2017.Hal_.16-e14938655823431.jpg","width":196,"height":400},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/sapardi-djoko-damono-ada-sajak-apa-lagi-den-sastro\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sapardi Djoko Damono Ada Sajak Apa Lagi, Den Sastro?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6635","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6635"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6635\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8269,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6635\/revisions\/8269"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8129"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6635"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6635"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6635"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}