{"id":6674,"date":"2017-05-05T12:02:01","date_gmt":"2017-05-05T05:02:01","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=6674"},"modified":"2025-05-01T12:26:30","modified_gmt":"2025-05-01T05:26:30","slug":"berdebar-walau-sedang-santai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/berdebar-walau-sedang-santai\/","title":{"rendered":"Berdebar walau Sedang Santai"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/05\/Gejala-Khas-Gangguan-Jantung.-Jawa-Pos.14-Maret-2017.-Hal.19.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-6675\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/05\/Gejala-Khas-Gangguan-Jantung.-Jawa-Pos.14-Maret-2017.-Hal.19.jpg\" alt=\"Gejala Khas Gangguan Jantung. Jawa Pos.14 Maret 2017. Hal.19\" width=\"976\" height=\"755\" \/><\/a><\/p>\n<p>Gejala Khas Gangguan Jantung<\/p>\n<p>Pahami langkah CPR<\/p>\n<p>Rasakan sakit : sensasi di bagian dada kiri seperti tertindih merupakan salah satu tanda penyakit jantung koroner.<\/p>\n<p>Resusitasi jantung dan paru-paru tidka hanya bisa dilakukan tenaga medis. Dalam kondisi darurat, menuasai teknik CPR tentu bisa membantu lebih banyak orang dengan lebih cepat. Seperti apa langkahnya?<\/p>\n<ul>\n<li>Periksa kesadaran penderita dengan menggoyangkan atau menepuk badan dan memanggil keras. CPR hanya diberikan untuk penderita yang kehilangan kesadaran.<\/li>\n<li>Hubungi rumah sakit terdekat.<\/li>\n<li>Atur posisi penderita dalam posisi telentang. Bila penderita mengalami patah atau retak tulng, pindahkan ke tempat yang datar dan keras.<\/li>\n<li>Posisikan kepala penderita ke atas atau mendongak.<\/li>\n<li>Setelah 30 kali kompresi, selingi dengan dua kali pernapasan buatan. Lakukan hingga ambulans datang<\/li>\n<li>Periksa bagian mulut. Bila ada cairan, serap dan bersihkan dengan kain bersih. Bila ada makan atau benda lain, singkirkan.<\/li>\n<li>Perhatikan napas penderita. Lihat gerakan naik turun dada dan dengan embusan napas. Bila tidak ada napas, lakukan pernapasan buatan dua kali dengan jeda 1,5 detik.<\/li>\n<li>Periksa nadi penderita. Bila napas dan denyut nadi tidak terasa, lakukan kompresi\/CPR.<\/li>\n<li>Titik tekan di CPR adalah dia jari di atas ujung tulang dada. Tekan dnegan posisi tangan mengangkup (satu tangan diatas tangan yang lainnya. Tangan yang berasa di dada penderita membuka), lengan lurus. Kompresi dilakukan 30 kali dengan kecepatak 80-100 kali per menit.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li>penyebab kematian mendadak<\/li>\n<li>Gangguan irama jantung<\/li>\n<li>Penyakit jantung koroner (PJK)<\/li>\n<li>Gangguan di pusat kendali atau otak<\/li>\n<li>Gangguan paru-paru<\/li>\n<li>Aneurisma (pelebaran pembuluh darah)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Masih muda dan tidak memiliki riwayat sakit apapum lantas tiba-tiba meninggal. Kodisi kematian mendadak itu selalu dikaitkan dengan masalah jantung. Ada gejala khas yang menyertainya.<\/p>\n<p>Merujuk studi dan kajian pustaka, banyak hal yang bisa menjadi penyebab kematian mendadak. \u201cNamun, yang paling sering memamng berkaitan dengan jantung. Pertama, gangguan irama jantung, disusul penyakit jantung koroner (PJK),\u201d papar dr Budi Setiawan Sutedjo.<\/p>\n<p>Budi menjelaskan, keduanya berisiko dialami dewasa hingga lansia. Meski sama, menurut kepala unit perawatan intensif (ICU) di Surabaya tersebut, dua gangguan jantung itu punya gejala khas. Pada pasien dnegan gangguan irama jantung, misalnya. Budi menambahkan, di tahao awal, penderita umumnya tidak mengalami keluhan. \u201cMungkin mereka terasanya deg-degan, padahal nggak ngapa-ngapain,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Budi mnuturkan, untuk mendeteksi gangguan tersebut, pasien perlu melakukan rekam jantung. \u201cSoalnya, ada yang gangguan iramanya muncul sesekali dan nggak terdeteksi saar diperiksa,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Prosedurnya, denyut jantung pasien akan dimonitor selama 24 jam dengan holter, alat elektrokardiografi (EKG) seukuran ponsel. Alumnus Universitas Airlangga Surabaya itu mengungkapkan, bila irama jantung meningkat drastis, pasien biasanya sering merasa berkunang-kunang, lantas pingsan. Gejala tersebut berbeda dengan yang dialami pasien PJK. \u201cKeluhan khasnya PJK itu sakit di dada sebelah kiri seperti tertindih,\u201d ucap Budi.<\/p>\n<p>Rasa tidak nyaman tersebut biasanya merambat di tubuh atas bagian kiri lainnya. PJK umumnya disebabkan sumbatan di pembuluh darah di area jantung. \u201cKondisi ini makin parah kalau pasien punya riwayat gangguan metabolis seperti kencing manis atau hipertensi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Jika terus berlangsung dan pasien tidak mendapatkan perawatan baik, serangan bisa mengakibatkan kehilangan kesadaran. \u201cDi kasus yang parah, pasien tiba-tiba jatuh atau pingsan. Bahkan saat aktivitasnya nggak terlalu berat,\u201d ungkap Budi.<\/p>\n<p>Budi menyatakan, orang-orang terdekat wajib memahami langkah pertolongan pertama yang harus diberikan. \u201cIdealnya, pasien dibantu lewat resusitasi jantung paru (CPR) atau pijat jantung.\u201d Tegasnya.<\/p>\n<p>CPR membantu membuka jalan napas yang menyempit. Namun, Budi menyayangkan belum banyak orang awam yang paham dan mampu melakukan prosedur tersebut. \u201cMeski nggak bisa, kunci utama menghadapi pasien yang tidak sadar adalah cepat minta bantuan medis. Jangan panik duluan,\u201d tuturnya. (fam\/c4\/ayi)<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong> : Jawa Pos 14 Maret 2017 Hlmn.19<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gejala Khas Gangguan Jantung Pahami langkah CPR Rasakan sakit : sensasi di bagian dada kiri seperti tertindih merupakan salah satu tanda penyakit jantung koroner. Resusitasi jantung dan paru-paru tidka hanya bisa dilakukan tenaga medis. Dalam kondisi darurat, menuasai teknik CPR tentu bisa membantu lebih banyak orang dengan lebih cepat. Seperti apa langkahnya? Periksa kesadaran penderita&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6675,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-6674","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Berdebar walau Sedang Santai - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdebar-walau-sedang-santai\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Berdebar walau Sedang Santai - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gejala Khas Gangguan Jantung Pahami langkah CPR Rasakan sakit : sensasi di bagian dada kiri seperti tertindih merupakan salah satu tanda penyakit jantung koroner. Resusitasi jantung dan paru-paru tidka hanya bisa dilakukan tenaga medis. Dalam kondisi darurat, menuasai teknik CPR tentu bisa membantu lebih banyak orang dengan lebih cepat. Seperti apa langkahnya? Periksa kesadaran penderita...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdebar-walau-sedang-santai\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-05-05T05:02:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:26:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Gejala-Khas-Gangguan-Jantung.-Jawa-Pos.14-Maret-2017.-Hal.19-e1493960495559.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"480\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"811\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berdebar-walau-sedang-santai\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berdebar-walau-sedang-santai\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Berdebar walau Sedang Santai\",\"datePublished\":\"2017-05-05T05:02:01+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:26:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berdebar-walau-sedang-santai\\\/\"},\"wordCount\":568,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berdebar-walau-sedang-santai\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/05\\\/Gejala-Khas-Gangguan-Jantung.-Jawa-Pos.14-Maret-2017.-Hal.19-e1493960495559.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berdebar-walau-sedang-santai\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berdebar-walau-sedang-santai\\\/\",\"name\":\"Berdebar walau Sedang Santai - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berdebar-walau-sedang-santai\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berdebar-walau-sedang-santai\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/05\\\/Gejala-Khas-Gangguan-Jantung.-Jawa-Pos.14-Maret-2017.-Hal.19-e1493960495559.jpg\",\"datePublished\":\"2017-05-05T05:02:01+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:26:30+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berdebar-walau-sedang-santai\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berdebar-walau-sedang-santai\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berdebar-walau-sedang-santai\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/05\\\/Gejala-Khas-Gangguan-Jantung.-Jawa-Pos.14-Maret-2017.-Hal.19-e1493960495559.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/05\\\/Gejala-Khas-Gangguan-Jantung.-Jawa-Pos.14-Maret-2017.-Hal.19-e1493960495559.jpg\",\"width\":480,\"height\":811},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/berdebar-walau-sedang-santai\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Berdebar walau Sedang Santai\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Berdebar walau Sedang Santai - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdebar-walau-sedang-santai\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Berdebar walau Sedang Santai - Library","og_description":"Gejala Khas Gangguan Jantung Pahami langkah CPR Rasakan sakit : sensasi di bagian dada kiri seperti tertindih merupakan salah satu tanda penyakit jantung koroner. Resusitasi jantung dan paru-paru tidka hanya bisa dilakukan tenaga medis. Dalam kondisi darurat, menuasai teknik CPR tentu bisa membantu lebih banyak orang dengan lebih cepat. Seperti apa langkahnya? Periksa kesadaran penderita...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdebar-walau-sedang-santai\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-05-05T05:02:01+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:26:30+00:00","og_image":[{"width":480,"height":811,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Gejala-Khas-Gangguan-Jantung.-Jawa-Pos.14-Maret-2017.-Hal.19-e1493960495559.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdebar-walau-sedang-santai\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdebar-walau-sedang-santai\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Berdebar walau Sedang Santai","datePublished":"2017-05-05T05:02:01+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:26:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdebar-walau-sedang-santai\/"},"wordCount":568,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdebar-walau-sedang-santai\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Gejala-Khas-Gangguan-Jantung.-Jawa-Pos.14-Maret-2017.-Hal.19-e1493960495559.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdebar-walau-sedang-santai\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdebar-walau-sedang-santai\/","name":"Berdebar walau Sedang Santai - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdebar-walau-sedang-santai\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdebar-walau-sedang-santai\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Gejala-Khas-Gangguan-Jantung.-Jawa-Pos.14-Maret-2017.-Hal.19-e1493960495559.jpg","datePublished":"2017-05-05T05:02:01+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:26:30+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdebar-walau-sedang-santai\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdebar-walau-sedang-santai\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdebar-walau-sedang-santai\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Gejala-Khas-Gangguan-Jantung.-Jawa-Pos.14-Maret-2017.-Hal.19-e1493960495559.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Gejala-Khas-Gangguan-Jantung.-Jawa-Pos.14-Maret-2017.-Hal.19-e1493960495559.jpg","width":480,"height":811},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berdebar-walau-sedang-santai\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Berdebar walau Sedang Santai"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6674","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6674"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6674\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7540,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6674\/revisions\/7540"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6675"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6674"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6674"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6674"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}