{"id":675,"date":"2015-07-07T15:40:53","date_gmt":"2015-07-07T08:40:53","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=675"},"modified":"2025-05-01T12:37:27","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:27","slug":"ternak-kambing-mengubah-hidupnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\/","title":{"rendered":"Sugiharto Ternak Kambing Mengubah Hidupnya"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2015\/07\/Ternak-Kambing-Mengubah-Hidupnya.-Kompas.3-Juni-2015.Hal_.16.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-676\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2015\/07\/Ternak-Kambing-Mengubah-Hidupnya.-Kompas.3-Juni-2015.Hal_.16.jpg\" alt=\"Ternak-Kambing-Mengubah-Hidupnya.-Kompas.3-Juni-2015.Hal.16\" width=\"1500\" height=\"1324\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Sebagai generasi muda yang lekat dengan internet, Sugiharto (39) memakai jejaring dunia maya sebagai sarana untuk menjalankan usaha beternak dan berdagang kambing peranakan ettawa. Meninggalkan transaksi konvensional di pasar tradisional, sejak tahun 2008 hingga sekarang, Sugiharto melayani permintaan transaksi jual beli dengan pelanggan melalui blog pribadinya.<\/strong><\/p>\n<p><strong>OLEH REGINA RUKMORINI<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sugiharto lahir dan tinggal di salah satu desa di sentra peternakan kambing peranakan ettawa (PE), tepatnya di Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Sekalipun baru terjun pada usaha beternak kambing tahun 2001, Sugiharto bisa melaju. Ia tidak menjual kambing melalui pedagang, seperti yang dilakukan tetangga dan rekan-rekannya.<\/p>\n<p>\u201cSaya memilih tidak menjual ternak ke pasar lokal karena pemasaran dan penjualan ternak melibatkan rantai perdagangan yang sangat panjang dengan nominal keuntungan yang kurang maksimal bagi peternak,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dari blog pribadinya itu, kini dia mampu menjual 50 ekor hingga 150 ekor kambing PE per bulan, dengan capaian omzet Rp 25 juta hingga Rp 30 juta. Pembeli pun datang dari berbagai penjuru di seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>Sugiharto mengatakan, semuanya bermula tanpa sengaja. Berawal dari sekadar ingin berbagi informasi tentang cara beternak kambing PE, dia kemudian menerima banyak pertanyaanm konsultasi, yang akhirnya berlanjut pada permintaan ternak kambingnya sendiri.<\/p>\n<p>Tahun 2008, ketika baru memulai membuat blog, dia sudah menjual 40 ekor kambing, dan pada tahun 2009, angka penjualan mencapai 117 ekor kambing. Tahun ini, sejak Januari hingga pertengahan Mei saja, dia sudah menjual 556 ekor kambing PE ke Pekanbaru, Lubuk Linggau, Gorontalo, dan Lombok.<\/p>\n<p>Kepiawaian memanfaatkan internet untuk berbagi informasi dan berdagang ini membuat Sugiharto meraih penghargaan Internet Sehat Blog Award pada tahun 2010, dan akhirnya kerap diundang menjadi pembicara tentang blogpreneur di sejumlah tempat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Cara berbeda<\/strong><\/p>\n<p>Dengan latar belakang pendidikan sarjana teknik elektro, dan punya pengalaman di organisasi penyelamatan satwa, serta jaringan relasi yang baik dengan dokter hewan, Sugiharto juga menempuh perawatan ternaknya dengan cara berbeda. Dia lagi-lagi memanfaatkan internet untuk konsultasi tentang perawatan ternak, termasuk konsultasi dengan dokter hewan.<\/p>\n<p>Cara beternak yang berbeda bisa dibuktikan dengan datang langsung ke lokasi kandangnya, yang berada di samping rumah tinggalnya. Ada puluhan ekor kambing PE dalam kandang, tetapi keberadaan mereka sama sekali tidak mengeluarkan bau tidak sedap khas kambing, atau yang dalam bahasa Jawa sering disebut <em>prengus<\/em>. Bau ini dapat dicegah dengan cara menambahkan zat probiotik dalam makanan ternak.<\/p>\n<p>Cara tidak biasa lain dilakukannya dalam hal mengatasi luka koreng pada kambing. Jika cara tradisional biasanya menggunakan belerang, Sugiharto menggunakan perhidrol, obat yang biasanya digunakan untuk menyembuhkan luka-luka pada penderita diabetes.<\/p>\n<p>\u201cSaya mendaoatkan ide memakai perhidrol setelah melihat perawat menggunakan obat itu untuk menanngani luka-luka penderita diabetes di rumah sakit,\u201d ujarnya. Pemakaian perhidrol akhirnya baru diterapkan setelah dirinya berkonsultasi dengan dokter.<\/p>\n<p>Pemberian pakan pun dilakukan dengan cara\u00a0 berbeda. Ia mengolah pakan kering. Berbagai jenis bahan yang sudah mengering, seperti jagung, sisa tanaman padi, dan beragam tanaman lainnya, disimpan dalam tempat tertutup dan difermentasi dengan cara ditambahkan garam atau gula dengan takaran tertentu.<\/p>\n<p>Pakan kering ini, menurut dia, menjadi cadangan pangan sepanjang tahun, terutama musim kemarau. Dengan melakukan ini, dia pun tidak pernah mengalami krisis pakan, dan tidak perlu melakukan apa yang kerap dilakukan petani lainnya, yaitu menjual ternak dengan harga murah saat musim kemarau.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Keluar dari pekerjaan<\/strong><\/p>\n<p>Setelah hanya berinvestasi, bermitra dengan petani plasma untuk mengurus ternaknya, pada tahun 2007 Sugiharto memfokuskan diri pada usaha peternakan. Dia pun keluar dari pekerjaan yang sudah digeluti selama delapan tahun di sebuah perusahaan mekanika elektronik.<\/p>\n<p>Saat itu, salah satu alasan Sugiharto ingin berwiraswasta sebagai peternak kambing ialah karena dia ingin memenuhi keinginan ibunya, untuk berkumpul bersama keluarga di rumah.<\/p>\n<p>\u201cDulu, ibu selalu mengingatkan bahwa percuma memiliki gaji besar jika akhirnya saya jauh dari keluarga, jauh dari anak dan isati,\u201d ujar Sugiharto yang mengungkapkan bahwa ketika bekerja di Jakarta, anak dan istrinya tetap tinggal di kampung halaman, di Desa Donorejo.<\/p>\n<p>Perlahan, permintaan sang ibu akhirnya bisa dipenuhi karena prospek usaha beternak kambing, setelah dihitung matang, juga cukup menggiurkan. Dulu, dengan memiliki 20 ekor kambing yang dipelihara oleh petani plasma saja, Sugiharto mampu mendapatkan penghasilan tambahan Rp 4,3 juta, sekitar separuh dari penghasilannya bekerja di Jakarta.<\/p>\n<p>\u201cWaktu itu, saya Cuma berpikr, kalau saya menambah investasi dengan menambah jumlah ternak kambing, maka saya bisa mendapatkan penghasilan sama besarnya dengan gaji di Jakarta. Sekaligus, saya bisa berkumpul bersama keluarga di kampung,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia sempat putus asa saat mulai mandiri, tetapi akhirnya dia urungkan, apalagi ketika ada badan usaha milik negara (BUMN) yang ingin melakukan program <em>corporate social responsibility <\/em>(CSR), dengan melakukan pelatihan usaha peternakan di rumahnya selama enam bulan. Dari kegiatan inilah, nama Sugiharto semakin dikenal. Selanjutnya, banyak perusahaan, instansi, sekolah, dan universitas akhirnya ramai melakukan program pelatihan, penelitian, di rumahnya.<\/p>\n<p>Tahun 2014, di kabupaten Purworejo, dia mendirikan unit usaha yang baru diberinya nama CV Gunungkelir Cipta Mandiri. Ini adalah perusahaan bergerak di bidang agrikultur, tetapi sekaligus juga sebagai <em>event organizer<\/em>.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu, dia pun perlahan mulai merancang paket wisata dan membantu mengembangkan desanya menjadi desa wisata. Setiap Kamis, setiap orang yang datang bisa menkmati wisata <em>panglipuran<\/em> atau penghiburan dengan minum kopi dan menikmati alunan musik gamelan di gubuk yang dibuat di halaman rumahnya sendiri. Kopi yang disajikan adalah kopi asli dari petani di sekitarnya.<\/p>\n<p>Dengan melibatkan siswa SMP dan SMA di desanya sebagai pemandu wisata, dia juga mengembangkan ragam wisata lainnya, seperti <em>trekking, <\/em>melihat matahari terbit, <em>bird watching<\/em>, paket wisata dengan berkemah, serta paket wisata menyusuri Perbukitan Menoreh dengan jip, motor <em>trail<\/em>, atau dengan sepeda gunung. Ada juga paket wisata <em>caving, <\/em>menjelajag goa-goa yang ada di sekitar Kecamatan Kaligesing.<\/p>\n<p>Sejak memulai program desa wisata pada tahun 2012, saat ini jumlah wisatawan yang datang ke Desa Donorejo mencapai 200 orang, termasuk peneliti yang datang untuk meneliti goa dan lapisan karst.<\/p>\n<p><strong>SUGIHARTO<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u25aa Lahir<\/strong> : Purworejo, 24 Februari 1976<\/p>\n<p><strong>\u25aa Pendidikan<\/strong> : Sarjana Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta<\/p>\n<p><strong>\u25aa Istri<\/strong> : Sujiyem (38)<\/p>\n<p><strong>\u25aa Anak : <\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Nurin Maulia Arsi (13)<\/li>\n<li>Fathan Maulana Arsi (5)<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>UC Lib-Collect<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kompas. Rabu. 3 Juni 2015. Hal. 16<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Sebagai generasi muda yang lekat dengan internet, Sugiharto (39) memakai jejaring dunia maya sebagai sarana untuk menjalankan usaha beternak dan berdagang kambing peranakan ettawa. Meninggalkan transaksi konvensional di pasar tradisional, sejak tahun 2008 hingga sekarang, Sugiharto melayani permintaan transaksi jual beli dengan pelanggan melalui blog pribadinya. OLEH REGINA RUKMORINI &nbsp; Sugiharto lahir dan tinggal&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":676,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-675","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Sugiharto Ternak Kambing Mengubah Hidupnya - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sugiharto Ternak Kambing Mengubah Hidupnya - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"&nbsp; Sebagai generasi muda yang lekat dengan internet, Sugiharto (39) memakai jejaring dunia maya sebagai sarana untuk menjalankan usaha beternak dan berdagang kambing peranakan ettawa. Meninggalkan transaksi konvensional di pasar tradisional, sejak tahun 2008 hingga sekarang, Sugiharto melayani permintaan transaksi jual beli dengan pelanggan melalui blog pribadinya. OLEH REGINA RUKMORINI &nbsp; Sugiharto lahir dan tinggal...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-07-07T08:40:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Ternak-Kambing-Mengubah-Hidupnya.-Kompas.3-Juni-2015.Hal_.16-e1487045286890.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"693\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"502\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Sugiharto Ternak Kambing Mengubah Hidupnya\",\"datePublished\":\"2015-07-07T08:40:53+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\\\/\"},\"wordCount\":943,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/Ternak-Kambing-Mengubah-Hidupnya.-Kompas.3-Juni-2015.Hal_.16-e1487045286890.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\\\/\",\"name\":\"Sugiharto Ternak Kambing Mengubah Hidupnya - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/Ternak-Kambing-Mengubah-Hidupnya.-Kompas.3-Juni-2015.Hal_.16-e1487045286890.jpg\",\"datePublished\":\"2015-07-07T08:40:53+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:27+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/Ternak-Kambing-Mengubah-Hidupnya.-Kompas.3-Juni-2015.Hal_.16-e1487045286890.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/Ternak-Kambing-Mengubah-Hidupnya.-Kompas.3-Juni-2015.Hal_.16-e1487045286890.jpg\",\"width\":693,\"height\":502},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sugiharto Ternak Kambing Mengubah Hidupnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sugiharto Ternak Kambing Mengubah Hidupnya - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sugiharto Ternak Kambing Mengubah Hidupnya - Library","og_description":"&nbsp; Sebagai generasi muda yang lekat dengan internet, Sugiharto (39) memakai jejaring dunia maya sebagai sarana untuk menjalankan usaha beternak dan berdagang kambing peranakan ettawa. Meninggalkan transaksi konvensional di pasar tradisional, sejak tahun 2008 hingga sekarang, Sugiharto melayani permintaan transaksi jual beli dengan pelanggan melalui blog pribadinya. OLEH REGINA RUKMORINI &nbsp; Sugiharto lahir dan tinggal...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2015-07-07T08:40:53+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:27+00:00","og_image":[{"width":693,"height":502,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Ternak-Kambing-Mengubah-Hidupnya.-Kompas.3-Juni-2015.Hal_.16-e1487045286890.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Sugiharto Ternak Kambing Mengubah Hidupnya","datePublished":"2015-07-07T08:40:53+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\/"},"wordCount":943,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Ternak-Kambing-Mengubah-Hidupnya.-Kompas.3-Juni-2015.Hal_.16-e1487045286890.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\/","name":"Sugiharto Ternak Kambing Mengubah Hidupnya - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Ternak-Kambing-Mengubah-Hidupnya.-Kompas.3-Juni-2015.Hal_.16-e1487045286890.jpg","datePublished":"2015-07-07T08:40:53+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:27+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Ternak-Kambing-Mengubah-Hidupnya.-Kompas.3-Juni-2015.Hal_.16-e1487045286890.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Ternak-Kambing-Mengubah-Hidupnya.-Kompas.3-Juni-2015.Hal_.16-e1487045286890.jpg","width":693,"height":502},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/ternak-kambing-mengubah-hidupnya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sugiharto Ternak Kambing Mengubah Hidupnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/675","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=675"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/675\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4428,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/675\/revisions\/4428"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/676"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=675"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=675"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=675"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}