{"id":7226,"date":"2017-06-05T14:12:03","date_gmt":"2017-06-05T07:12:03","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=7226"},"modified":"2025-05-01T12:37:17","modified_gmt":"2025-05-01T05:37:17","slug":"armin-salassa-maju-bersama-petani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/armin-salassa-maju-bersama-petani\/","title":{"rendered":"Armin Salassa Maju Bersama Petani"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/06\/Armin-Salassa_Maju-Bersama-Petani.-Kompas.-19-April-2017.-Hal.16.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-7227\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/06\/Armin-Salassa_Maju-Bersama-Petani.-Kompas.-19-April-2017.-Hal.16.jpg\" alt=\"Armin Salassa_Maju Bersama Petani. Kompas. 19 April 2017. Hal.16\" width=\"1158\" height=\"909\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Saat kembali ke desanya di Salassae, Bulukumba, Sulawesi Selatan, lima tahun lalu, Armin pemuda dan petani meninggalkan desa. Mereka leih senang merantau dan menjadi TKI ketimbang mengurusi sawah. Padahal, Salassae sejak dahulu merupakan daerah pertanian.<\/strong><\/p>\n<p><strong>OLEH RENY SRI AYU <\/strong><\/p>\n<p>Kerisauannya makin menjadi saat ia mengetahui makin banyak pemuda yang tak lagi tertarik mejadi petani. Bapak dua anak ini pun akhirnya memutuskan kembali menetap di kampung, meninggalkan pekerjaannya di salah satu lembaga besar di Jakarta.<\/p>\n<p>Kerisauan telah menuntunya mencari tahu apa yang membuat pertanian tak lagi menarik bahkan ditinggalkan oleh sebagian petani.<\/p>\n<p>Armin sesungguhnya bukanlah petani. Ia tidak punya sawah atau kebun. Ia juga bukan sarjana pertanian. Pengalamannya semasa kuliah di Palu, Sulawesi Tengah, dan bekerja di beberapa kota, termasuk, termasuk Jakarta, pun jauh dari urusan pertanian. Namun, itu bukan alasan baginya untuk tak berbuat apa-apa.<\/p>\n<p>Sebagai mantan aktivis semasa kuliah, Armin menularkan cara kerja berkelompok dan terorganisasi kepada petani. Ia membantu petani memecahkan berbagai persoalan dengan cara mendorong mereka untuk melihat masalah pertanian sebagai persoalan bersama. Setelah itu, mereka diminta mencari solusi bersama.<\/p>\n<p>\u201cYang saya dapati, petani menghadapi persoalan bersama, tapi mereka tidak duduk bersama. Banyak yang menempuh jalan sendiri-sendiri dan pergi. Lalu, saya ajak mereka berkumpul, berbicara satu sama lain,\u201d tutur Armin Salassa (48), suatu sore pada pertengahan Maret lalu.<\/p>\n<p>Awalnya sangat sulit untuk mengajak petani berkumpul dan berdiskusi. Umumnya mereka tak\u00a0 percaya diri bahkan untuk berbicara di hadapan sesama petani. Armin hanya mendapatkan delapan mantan perantau yang mau diajak bicara. Namun, ia tak putus asa dan terus mengajak petani duduk bersama. Pada akhirnya banyak yang bersedia.<\/p>\n<p>Diskusi kelompok mengantar mereka pada kesimpulan bahwa pertanian menjadi tak menarik karena ongkos produksi yang tinggi dan hasil panen yang terus turun. Panen yang turun, antara lain, disebabkan makin tidak suburnya tanah karena kurang unsur hara yang kian berkurang.<\/p>\n<p><strong>Pertanian alami<\/strong><\/p>\n<p>Armin terus mengajak petani berdiskusi, mengumpulkan mereka setiap sore, bahkan malam. Ia berkunjung dari rumah ke rumah dan mencari tahu apa yang harus dilakukan. Malam- malam Desa Salassae kerap diwarnai debat hingga dini hari. Di lain waktu ia mendatangi petani di sawah dan berdiskusi di tempat itu juga.<\/p>\n<p>Dari diskusi dan debat panjang, para petani akhirnya mencapai kata sepakat untuk mencoba kembali petanian alami dengan memanfaatkan bahan-bahan murah dan mudah diperoleh.<\/p>\n<p>Pada akhir 2011, Armin bersama petani Salassae memulai era \u201cpertanian baru\u201d, yakni pertanian alami. Mereka memulai dengan belajar membuat pestisida dengan pupuk alami, termasuk mempelajari kondisi alam.<\/p>\n<p>Berbagai percobaan dilakukan guna mendapatkan formula tepat untuk pupuk ataupun pestisida. Armin juga meminta petani memulihkan tanah dengan memberikan campuran pupuk alami yang terdiri dari campuran kotoran sapid an bahan lain. Mereka bahkan secara rinci mempelajari zat apa yang dibutuhkan akar, batang, daun, hingga buah.<\/p>\n<p>Sembari terus menjalankan percobaan, kelompok petani pun dibentuk dengan nama Komunitas Swabina Pedesaan Salassae (KSPS). Mereka sepakat urunan untuk modal awal. Uang yang terkumpul digunakan membeli sapi untuk diternakkan. Hasilnya untuk mendanai berbagai kegiatan kelompok. Kelompok ini pula yang membantu ptani memasarkan produk pertanian alami mereka.<\/p>\n<p>Kembali bertani alami tidak serta-merta berhasil dalam satu-dua kali percobaan. Kerap, formula pupuk yang tidak tepat membuat hasil panen gagal. Pernah, misalnya, cabai yang dipupuk menghasilkan daun selebar telapak tangan orang dewasa dengan buah yang sedikit. Sekali waktu, pernah pula tanaman kacang panjang menjadi terlalu besar hingga lebih besar dari jari orang dewasa.<\/p>\n<p>\u201cTapi, karena sejak awal semua dibahas dalam kelompok dan semua siap menerima resiko, tak ada yang putus asa menghadapi kegagalan. Kami saling menguatkan dan menyemangati, lalu belajar dari kesalahan. Tidak jarang kegagalan ini menjadi lelucon di antara kami,\u201d ujar Armin.<\/p>\n<p>Tekad bertani alami dan menekan biaya pertanian biaya pertanianlah yang membuat petani terus berusaha hingga berhasil. Keberhasilan ini signifikan menekan ongkos produksim misalnya pupuk, dari jutaan per hektar menjadi ratusan bahkan puluhan ribu per hektar.<\/p>\n<p>Sebagai gambaran pupuk alami yang terbuat dari fermentasi ikan segar serta gula merah dan campuran bahan lain paling mahal Rp 100.000 per kilogram. Satu kilogram pupuk alami bisa dipakai untuk 2-3 hektar sawah, bahkan lebih.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>ARMIN SALASSA\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Lahir : <\/strong>Bulukumba, 11 November 1969<\/li>\n<li><strong>Istri \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : <\/strong>Yanti<\/li>\n<li><strong>Anak \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : <\/strong>Agung Pratama Salassa (21)<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0<\/strong>Dara Intan Salassa (19)<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Pendidikan :<\/strong>\n<ul>\n<li>SD Mamajang I, Buluumba<\/li>\n<li>SMPN 3 Ujungloe, Bulukumba<\/li>\n<li>SMAN 198 Bulukumba<\/li>\n<li>Kuliah di Universitas Tadulako, Palu (tidak tamat)<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><strong>Kegiatan :<\/strong><\/li>\n<li>Bekerja di Aceh (2005) saat bergabung di Yayasan Bina Desa<\/li>\n<li>Aktif di Sekretariat Bina Desa (2006-2011)<\/li>\n<li>Mendampingi petani di Salassae dan petani di sejumlah kabupaten (2011-sekarang)<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Berbagi ilmu<\/strong><\/p>\n<p>Keberhasilan ini segera terdengar ke desa-desa tetangga. Mereka mengikuti jejak Salassae. Soal berbagi ilmu, petani Salassae. Soal berbagi ilmu pertain Salassae sepakat untuk wajib berbagi pengetahuan kepada petani mana pun. Bahkan mereka membuat kesepakatan tidak menjual pupuk atau pestisida buatan sendiri,<\/p>\n<p>Saat usaha KSPS mulai jalan dan ada bantuan dari sejumlah lembaga, Armin mengajak petani membangun balai pertemuan, Dilengkapai aula dan tiga kamar tidur sederhana untuk tempat menginap petani dari daerah lain, balai pertemuan ini menjadi tempat belajar dan berdiskusi petani dari berbagai wilayah.<\/p>\n<p>Jika awalnya hanya petani di sekitar Bulukumba yang mengikuti jejak petani Salassae, kini kelompok-kelompok terbentuk di sejumlah kabupaten. Mereka saling membantu. Belajar bersama tetap mereka lakukan\u00a0 dan berbagi setiap ada temuan baru.<\/p>\n<p>Persoalana yang dihadapi juga diselesaikan bersama, bahkan jika itu hanya berdiskusi lewat telepon atau media sosial. Di setiap desa, kelompok tani ini juga mengaktifkan gotong royong turun ke sawah terutama pada masa tanam dan panen.<\/p>\n<p>Di Salassae, pemuda tergerak dan membentuk Kelompok Swabina Pemuda Desa. Mereka pun belajar pertanian, terutama bertani alami. Kaum perempuan tak tinggal diam, mereka memanfaatkan perkarangan dan tanah di sekitar sawah atau kebun untuk menanam tanaman obat, sayuran, dan bunga.<\/p>\n<p>Adapun Armin tetap aktif mendampingi petani, berdiskusi, mendorong petani maju bersama, walau tetap tak punya sawah atau kebun. \u201cSebab, sejak awal saya hanya ingin petani maju dan sejahtera bersama dan tidak meninggalkan pertanian. Saya juga ingin petani berdaulat atas benih pupuk, hingga pasar, dan pada akhirnya ada kedaulatan pangan,\u201d katanya.<\/p>\n<p><strong>Sumber :<\/strong> KOMPAS, 19 APRIL 2017<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat kembali ke desanya di Salassae, Bulukumba, Sulawesi Selatan, lima tahun lalu, Armin pemuda dan petani meninggalkan desa. Mereka leih senang merantau dan menjadi TKI ketimbang mengurusi sawah. Padahal, Salassae sejak dahulu merupakan daerah pertanian. OLEH RENY SRI AYU Kerisauannya makin menjadi saat ia mengetahui makin banyak pemuda yang tak lagi tertarik mejadi petani. Bapak&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7227,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-7226","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Armin Salassa Maju Bersama Petani - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/armin-salassa-maju-bersama-petani\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Armin Salassa Maju Bersama Petani - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Saat kembali ke desanya di Salassae, Bulukumba, Sulawesi Selatan, lima tahun lalu, Armin pemuda dan petani meninggalkan desa. Mereka leih senang merantau dan menjadi TKI ketimbang mengurusi sawah. Padahal, Salassae sejak dahulu merupakan daerah pertanian. OLEH RENY SRI AYU Kerisauannya makin menjadi saat ia mengetahui makin banyak pemuda yang tak lagi tertarik mejadi petani. Bapak...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/armin-salassa-maju-bersama-petani\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-06-05T07:12:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:37:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Armin-Salassa_Maju-Bersama-Petani.-Kompas.-19-April-2017.-Hal.16-e1496646713759.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"890\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"595\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/armin-salassa-maju-bersama-petani\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/armin-salassa-maju-bersama-petani\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Armin Salassa Maju Bersama Petani\",\"datePublished\":\"2017-06-05T07:12:03+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/armin-salassa-maju-bersama-petani\\\/\"},\"wordCount\":956,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/armin-salassa-maju-bersama-petani\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Armin-Salassa_Maju-Bersama-Petani.-Kompas.-19-April-2017.-Hal.16-e1496646713759.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/armin-salassa-maju-bersama-petani\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/armin-salassa-maju-bersama-petani\\\/\",\"name\":\"Armin Salassa Maju Bersama Petani - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/armin-salassa-maju-bersama-petani\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/armin-salassa-maju-bersama-petani\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Armin-Salassa_Maju-Bersama-Petani.-Kompas.-19-April-2017.-Hal.16-e1496646713759.jpg\",\"datePublished\":\"2017-06-05T07:12:03+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:37:17+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/armin-salassa-maju-bersama-petani\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/armin-salassa-maju-bersama-petani\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/armin-salassa-maju-bersama-petani\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Armin-Salassa_Maju-Bersama-Petani.-Kompas.-19-April-2017.-Hal.16-e1496646713759.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Armin-Salassa_Maju-Bersama-Petani.-Kompas.-19-April-2017.-Hal.16-e1496646713759.jpg\",\"width\":890,\"height\":595},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/armin-salassa-maju-bersama-petani\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Armin Salassa Maju Bersama Petani\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Armin Salassa Maju Bersama Petani - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/armin-salassa-maju-bersama-petani\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Armin Salassa Maju Bersama Petani - Library","og_description":"Saat kembali ke desanya di Salassae, Bulukumba, Sulawesi Selatan, lima tahun lalu, Armin pemuda dan petani meninggalkan desa. Mereka leih senang merantau dan menjadi TKI ketimbang mengurusi sawah. Padahal, Salassae sejak dahulu merupakan daerah pertanian. OLEH RENY SRI AYU Kerisauannya makin menjadi saat ia mengetahui makin banyak pemuda yang tak lagi tertarik mejadi petani. Bapak...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/armin-salassa-maju-bersama-petani\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-06-05T07:12:03+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:37:17+00:00","og_image":[{"width":890,"height":595,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Armin-Salassa_Maju-Bersama-Petani.-Kompas.-19-April-2017.-Hal.16-e1496646713759.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/armin-salassa-maju-bersama-petani\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/armin-salassa-maju-bersama-petani\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Armin Salassa Maju Bersama Petani","datePublished":"2017-06-05T07:12:03+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/armin-salassa-maju-bersama-petani\/"},"wordCount":956,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/armin-salassa-maju-bersama-petani\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Armin-Salassa_Maju-Bersama-Petani.-Kompas.-19-April-2017.-Hal.16-e1496646713759.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/armin-salassa-maju-bersama-petani\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/armin-salassa-maju-bersama-petani\/","name":"Armin Salassa Maju Bersama Petani - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/armin-salassa-maju-bersama-petani\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/armin-salassa-maju-bersama-petani\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Armin-Salassa_Maju-Bersama-Petani.-Kompas.-19-April-2017.-Hal.16-e1496646713759.jpg","datePublished":"2017-06-05T07:12:03+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:37:17+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/armin-salassa-maju-bersama-petani\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/armin-salassa-maju-bersama-petani\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/armin-salassa-maju-bersama-petani\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Armin-Salassa_Maju-Bersama-Petani.-Kompas.-19-April-2017.-Hal.16-e1496646713759.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Armin-Salassa_Maju-Bersama-Petani.-Kompas.-19-April-2017.-Hal.16-e1496646713759.jpg","width":890,"height":595},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/armin-salassa-maju-bersama-petani\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Armin Salassa Maju Bersama Petani"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7226","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7226"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7226\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7398,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7226\/revisions\/7398"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7227"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7226"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7226"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7226"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}