{"id":7339,"date":"2017-06-06T15:09:58","date_gmt":"2017-06-06T08:09:58","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=7339"},"modified":"2025-05-01T12:20:34","modified_gmt":"2025-05-01T05:20:34","slug":"kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\/","title":{"rendered":"Kampung Batik Trusmi Menghidupi Banyak Warga"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/06\/Menghidupi-Banyak-Warga.-Kompas.-7-April-2017.-Hal.26Untitled-63.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-7340\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/06\/Menghidupi-Banyak-Warga.-Kompas.-7-April-2017.-Hal.26Untitled-63.jpg\" alt=\"Menghidupi Banyak Warga. Kompas. 7 April 2017. Hal.26Untitled-63\" width=\"1159\" height=\"862\" \/><\/a><\/p>\n<p>Kerajinan batik tak hanya ada di Jawa Tengah, Kota Cirebon, Jawa Barat, juga memilikinya. Tak hanya punya batik, Cirebon juga punya kampung khusus tempat menjual batik. Namanya Kampung Batik Trusmi. Perkampungan yang terletak di Desa Trusmi, Wotgali, Kalitengah, Gamel, dan Kaliwulu di Kecamatan Plered ini telah menghidupi ribuan perajin batik, tukang becak, para penjual dan pegawai toko batik, sampai usaha kuliner dan para seniman.<\/p>\n<p>Kemampuan warga Cirebon membuat batik sudah ada sejak abad ke-14. Namun, waktu itu pembuatan batik baru dilakukan di dalam keraton di wilayah tersebut, yakni Kanoman dan Kasepuhan. Pada perkembangannya, pembuatan batik menyebar ke masyarakat. Perajin batik trusmi seperti batik di daerah lain, semula kurang hidup. Namun, sejak masyarakat gemar memakai batik, di awal tahun 2000 keadaan menjadi banyak berubah. Apalagi kantor-kantor pemerintah membuat aturan bahwa pegawai wajib memakai batik sekali dalam tiap pekan, pamor batik termasuk batik trusmi meningkat.<\/p>\n<p>Keadaan itu ditambah gencarnya pemberitaan oleh media cetak dan elektronik. Nama Kampung Batik Trusmi terus terangkat. Banyak turis dalam dan luar negeri yang berkunjung ke sana. Bahkan, pada akhir pekan dan liburan panjang, banyak bus-bus besar mengantar penumpang ke kampung batik itu.<\/p>\n<p>Tak sulit mencari Kampung Batik Trusmi. Bagi mereka yang datang dari arah Jakarta, jalan tol mempercepat dan memudahkan kendaraan yang bisa langsung turun di Tol Plumbon. Sekitar 1 kilometer kemudian, tampaklah gerbang besar di tengah jalan menunjukkan keberadaan perkampungan tersebut.<\/p>\n<p>Meski di bagian depan deretan toko sudah menyambut pengunjung, jangan hanya sampai di situ, ya. Di bagian belakang, masuk lewat jalan kampung, masih banyak toko kecil atau rumah-rumah menjadi galeri batik dan kerajinan lain. Jadi jangan malas untuk menggerakkan kaki ke jalanan di Desa Trusmi dan sekitarnya untuk melihat toko batik yang lain. Bila malas berjalan kaki, kita bisa naik becak. Akan tetapi, konsekuensinya kita enggak bisa leluasa keluar-masuk rumah warga pembuat batik.<\/p>\n<p>Di dalam rumah, para perajin batik memajang batik-batik cap dan tulis karya mereka. Mereka juga tak segan menjelaskan cara pembuatan dan makna motif pada kain batik yang dipajang.<\/p>\n<p>Di antara sekian banyak toko, tim penulis mengunjungi toko Yusri dan bertemu Dila, pengelola toko itu. Tokonya menjual batik dari harga Rp 80.000 \u2013 Rp 150.000 (cap) sampai jutaan rupiah untuk batik tulis. \u201cSelain membuat batik motif mega mendung, kami juga membuat motif lain sesuai tren terbaru dan untuk inovasi,\u201d kata Dila. Dia sering pula mengekspor produk batik ke Singapura. Motif mega mendung berupa gambar awan (mega) dengan warna bervariasi. Pihaknya juga bersedia menerima pemesanan batik dari konsumen.<\/p>\n<p>Ketika kami mengunjungi kampung batik itu, puluhan pengunjung dari Jakarta melihat aneka kerajinan batik yang di kampung tersebut. Di kampung batik, pemililk toko tak hanya menjual lembaran kain batik, tetapi juga baju, celana, rok, dan sandal dari bahan batik. Hargnya bervariasi, dari Rp 20-an ribu sampai ratusan rbu rupah.<\/p>\n<p>Menurut Widia, pemilik toko batik lainnya, pengunjung dari luar pada akhir pekan lebih banyak lagi. \u201cDi akhir pekan, jumlah pengunjung mencapai seribu orang,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Wah, banyak ya. Pantas kalau perajin batik, penjual makanan, sampai tukang parkir kebagian rezeki dari perkampungan ini.<\/p>\n<p><strong>Sumber:\u00a0<\/strong>Kompas, 7 April 2017<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kerajinan batik tak hanya ada di Jawa Tengah, Kota Cirebon, Jawa Barat, juga memilikinya. Tak hanya punya batik, Cirebon juga punya kampung khusus tempat menjual batik. Namanya Kampung Batik Trusmi. Perkampungan yang terletak di Desa Trusmi, Wotgali, Kalitengah, Gamel, dan Kaliwulu di Kecamatan Plered ini telah menghidupi ribuan perajin batik, tukang becak, para penjual dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7340,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-7339","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kampung Batik Trusmi Menghidupi Banyak Warga - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kampung Batik Trusmi Menghidupi Banyak Warga - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kerajinan batik tak hanya ada di Jawa Tengah, Kota Cirebon, Jawa Barat, juga memilikinya. Tak hanya punya batik, Cirebon juga punya kampung khusus tempat menjual batik. Namanya Kampung Batik Trusmi. Perkampungan yang terletak di Desa Trusmi, Wotgali, Kalitengah, Gamel, dan Kaliwulu di Kecamatan Plered ini telah menghidupi ribuan perajin batik, tukang becak, para penjual dan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-06-06T08:09:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:20:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Menghidupi-Banyak-Warga.-Kompas.-7-April-2017.-Hal.26Untitled-63-e1496736571877.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1567\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1088\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Kampung Batik Trusmi Menghidupi Banyak Warga\",\"datePublished\":\"2017-06-06T08:09:58+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:20:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\\\/\"},\"wordCount\":498,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Menghidupi-Banyak-Warga.-Kompas.-7-April-2017.-Hal.26Untitled-63-e1496736571877.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\\\/\",\"name\":\"Kampung Batik Trusmi Menghidupi Banyak Warga - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Menghidupi-Banyak-Warga.-Kompas.-7-April-2017.-Hal.26Untitled-63-e1496736571877.jpg\",\"datePublished\":\"2017-06-06T08:09:58+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:20:34+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Menghidupi-Banyak-Warga.-Kompas.-7-April-2017.-Hal.26Untitled-63-e1496736571877.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Menghidupi-Banyak-Warga.-Kompas.-7-April-2017.-Hal.26Untitled-63-e1496736571877.jpg\",\"width\":1567,\"height\":1088},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kampung Batik Trusmi Menghidupi Banyak Warga\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kampung Batik Trusmi Menghidupi Banyak Warga - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kampung Batik Trusmi Menghidupi Banyak Warga - Library","og_description":"Kerajinan batik tak hanya ada di Jawa Tengah, Kota Cirebon, Jawa Barat, juga memilikinya. Tak hanya punya batik, Cirebon juga punya kampung khusus tempat menjual batik. Namanya Kampung Batik Trusmi. Perkampungan yang terletak di Desa Trusmi, Wotgali, Kalitengah, Gamel, dan Kaliwulu di Kecamatan Plered ini telah menghidupi ribuan perajin batik, tukang becak, para penjual dan...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-06-06T08:09:58+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:20:34+00:00","og_image":[{"width":1567,"height":1088,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Menghidupi-Banyak-Warga.-Kompas.-7-April-2017.-Hal.26Untitled-63-e1496736571877.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Kampung Batik Trusmi Menghidupi Banyak Warga","datePublished":"2017-06-06T08:09:58+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:20:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\/"},"wordCount":498,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Menghidupi-Banyak-Warga.-Kompas.-7-April-2017.-Hal.26Untitled-63-e1496736571877.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\/","name":"Kampung Batik Trusmi Menghidupi Banyak Warga - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Menghidupi-Banyak-Warga.-Kompas.-7-April-2017.-Hal.26Untitled-63-e1496736571877.jpg","datePublished":"2017-06-06T08:09:58+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:20:34+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Menghidupi-Banyak-Warga.-Kompas.-7-April-2017.-Hal.26Untitled-63-e1496736571877.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Menghidupi-Banyak-Warga.-Kompas.-7-April-2017.-Hal.26Untitled-63-e1496736571877.jpg","width":1567,"height":1088},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kampung-batik-trusmi-menghidupi-banyak-warga\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kampung Batik Trusmi Menghidupi Banyak Warga"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7339","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7339"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7339\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7451,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7339\/revisions\/7451"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7340"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7339"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7339"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7339"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}