{"id":73721,"date":"2021-02-11T16:02:42","date_gmt":"2021-02-11T09:02:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\/"},"modified":"2021-02-11T16:02:42","modified_gmt":"2021-02-11T09:02:42","slug":"salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\/","title":{"rendered":"Salahkah Terobsesi dengan Jumlah &#8220;Like&#8221; di Media Sosial?. www.kompasiana.com. 13 Januari 2021. Ni Ketut Ayu Sari Utari Dewi. FIKOM"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/niketutayusariutaridewi6039\/5ffc6b768ede486a6a5ddcd2\/jumlah-likes-foto-bukan-sumber-kebahagiaan-kita?utm_source=notifikasi_kompasiana\">https:\/\/www.kompasiana.com\/niketutayusariutaridewi6039\/5ffc6b768ede486a6a5ddcd2\/jumlah-likes-foto-bukan-sumber-kebahagiaan-kita?utm_source=notifikasi_kompasiana<\/a><\/p>\n<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Salahkah-Terobsesi-dengan-Jumlah-_Like_-di-Media-Sosial_-Halaman-1-Kompasiana.com-Google-Chrome-11_02_2021-15_57_38.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-23521 size-full\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Salahkah-Terobsesi-dengan-Jumlah-_Like_-di-Media-Sosial_-Halaman-1-Kompasiana.com-Google-Chrome-11_02_2021-15_57_38.jpg\" alt=\"\" width=\"382\" height=\"517\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Salahkah-Terobsesi-dengan-Jumlah-_Like_-di-Media-Sosial_-Halaman-1-Kompasiana.com-Google-Chrome-11_02_2021-15_57_38.jpg 382w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Salahkah-Terobsesi-dengan-Jumlah-_Like_-di-Media-Sosial_-Halaman-1-Kompasiana.com-Google-Chrome-11_02_2021-15_57_38-222x300.jpg 222w\" sizes=\"auto, (max-width: 382px) 100vw, 382px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Hal spontan yang sering kali kita lakukan sesaat setelah bangun pagi pastilah mencari smartphone, lalu meluncur ke aplikasi Instagram. Secara tidak sadar, hal ini telah menjadi sebuah rutinitas yang melekat pada diri kita. Apalagi beberapa menit setelah mengunggah foto atau video baru, jari kita akan otomatis menggeser layar kembali ke atas untuk menyegarkan feed Instagram agar dapat melihat sudah bertambahkah jumlah penyuka unggahan kita tersebut.<\/p>\n<p>Kini, Instagram sangat digandrungi oleh anak milenial dan disebut sebagai album foto yang dapat dinikmati semua orang. Foto atau video yang diunggah dapat dilihat, dibagikan ulang, disukai, hingga diberi komentar oleh setiap pengguna media sosial ini. Akibatnya, dapat muncul sifat obsesif terhadap jumlah like yang didapatkan pada setiap unggahan kita.<\/p>\n<p>Unggahan pada Instagram sering kali berupa segala sisi menyenangkan yang kita lakukan, seperti momen liburan, nongkrong cantik di kafe, hingga foto bergaya estetis dengan pencahayaan serta sudut pengambilan foto yang sempurna.<\/p>\n<p>Melalui unggahan &#8220;sisi menyenangkan&#8221; ini, kita berharap akan mendapatkan pujian dan jumlah like yang banyak, yang diharapkan menimbulkan rasa senang.<\/p>\n<p>Tindakan membagikan sisi menyenangkan kehidupan yang kemudian mendapatkan jumlah like banyak sebagai timbal balik positif ini, membuat kita ketagihan untuk terus mengunggah foto yang sekiranya disukai orang lain. Kita cenderung terus menunggu like yang banyak, lalu merasa senang karena merasa telah mencapai tujuan.<\/p>\n<p>Untuk mendapatkan foto yang sempurna, perjuangan yang dilakukan termasuk mengambil foto dari sudut condong ke atas agar tubuh terlihat lebih tinggi dan langsing, menggunakan beberapa aplikasi yang mempercantik wajah, hingga memakai filter preset agar foto senada dengan feed kita di Instagram. Sungguh membutuhkan banyak perjuangan ya, untuk memperoleh kesenangan diri.<\/p>\n<p>Namun, perjuangan yang dilakukan untuk mengambil foto tersebut terbayarkan dengan rasa senang saat memperoleh jumlah like yang banyak.<\/p>\n<p>Saya telah melakukan sebuah survei kepada 52 teman-teman sekitar mengenai seberapa berpengaruhnya jumlah like suatu unggahan pada perasaan dan keadaan mental mereka.<\/p>\n<p>Hasilnya, 29 orang menjawab bahwa mereka memperhatikan jumlah like yang didapat serta merasa senang dengan jumlah like yang banyak, sebab mereka merasa perjuangannya telah dihargai dan foto yang diunggah dianggap menarik oleh orang lain.<\/p>\n<p>Bila harapan tersebut tidak tercapai, rasa kecewa akan muncul hingga membuat mereka ingin menghapus foto yang diunggah, dengan anggapan bahwa orang lain tidak menyukai unggahannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Lain halnya dengan 23 orang lainnya yang menjawab bahwa mereka tidak memperhatikan jumlah perolehan like, dengan alasan itu bukan merupakan suatu hal yang penting dan jumlah like yang didapat bukanlah segalanya.<\/p>\n<p>Jika kita mengunggah sesuatu, mendapatkan like yang banyak, dan merasa mood seolah naik, artinya otak kita sudah mengalami sensasi kecanduan layaknya mengonsumsi narkoba.<\/p>\n<p>Menurut artikel jurnal yang ditulis Profesor Adam Alter dari New York University berjudul &#8220;Irresistible: The Rise of Addictive Technology and Business Keeping Us Hooked&#8221;, efek yang dirasakan ketika memperoleh banyak like ialah timbulnya hormon dopamine.<\/p>\n<p>Hormon ini biasanya muncul ketika kita meminum alkohol, merokok, atau mengonsumsi narkoba. Nah, apabila otak kita menyamakan perasaan ketika mendapatkan banyak like seperti perasaan saat memperoleh penghargaan, dopamine akan muncul setiap kali jumlah like unggahan kita bertambah. Sehingga, jumlah like yang kita miliki seolah menjadi &#8220;tombol on&#8221;, atau stimulus, pada otak untuk mengaktifkan sistem penghargaan pada otak.<\/p>\n<p>Namun, perasaan senang dan peningkatan\u00a0 dopamine yang muncul akibat statistik media sosial ini dapat meningkatkan ketidakpercayaan diri.<\/p>\n<p>Ketidakpercayaan diri yang muncul dapat berupa perilaku seperti membandingkan diri sendiri dengan orang lain, mengalami rasa ketidakpuasan, bahkan hingga menciptakan image palsu demi keinginan dan pujian dari orang lain.<\/p>\n<p>Saya sendiri pun pernah melewati fase ingin disukai banyak orang. Dulu saya rela pergi ke kafe Instagrammable dan memesan makanan berpenampilan cantik demi mengunggah foto estetis ke Instagram.<\/p>\n<p>Hal tersebut saya lakukan hampir setiap minggu dengan mengajak teman-teman lain, lalu mengambil foto diri dengan gaya ala selebgram disertai oleh makanan yang ditata cantik dengan harga yang tidak murah.<\/p>\n<p>Hasil foto tersebut kemudian saya sortir berdasarkan mana yang sekiranya akan disukai orang lain, lantas saya lakukan beberapa proses pengeditan, seperti perubahan warna foto dan juga bentuk badan, kemudian barulah saya unggah ke Instagram.<\/p>\n<p>Pada awalnya respons yang saya dapat memang sangat baik, dilihat dari banyaknya like dan feedback pada foto-foto yang saya unggah. Sehingga, saya pun ketagihan karena ingin orang lain terus menyukai unggahan saya. Namun, sayangnya hal ini tidak berlangsung lama.<\/p>\n<p>Setelah beberapa kali mengunggah foto, respons yang saya dapat justru semakin menurun, seolah orang-orang bosan dengan foto yang saya unggah.<\/p>\n<p>Rasa jenuh ketika harus menampilkan sisi sempurna dalam diri sendiri pun muncul. Berpikir bahwa selama ini telah mengorbankan waktu dan tenaga yang banyak hanya agar disukai oleh orang lain. Padahal mereka tidak tahu di balik senyuman manis yang saya tampilkan, mengandung banyak sekali perjuangan. Ketika tidak memperoleh respons baik, saya pun mulai mempertanyakan diri sendiri seperti,<\/p>\n<p>Jika kita mengunggah sesuatu, mendapatkan like yang banyak, dan merasa mood seolah naik, artinya otak kita sudah mengalami sensasi kecanduan layaknya mengonsumsi narkoba.<\/p>\n<p>Menurut artikel jurnal yang ditulis Profesor Adam Alter dari New York University berjudul &#8220;Irresistible: The Rise of Addictive Technology and Business Keeping Us Hooked&#8221;, efek yang dirasakan ketika memperoleh banyak like ialah timbulnya hormon dopamine.<\/p>\n<p>Hormon ini biasanya muncul ketika kita meminum alkohol, merokok, atau mengonsumsi narkoba. Nah, apabila otak kita menyamakan perasaan ketika mendapatkan banyak like seperti perasaan saat memperoleh penghargaan, dopamine akan muncul setiap kali jumlah like unggahan kita bertambah. Sehingga, jumlah like yang kita miliki seolah menjadi &#8220;tombol on&#8221;, atau stimulus, pada otak untuk mengaktifkan sistem penghargaan pada otak.<\/p>\n<p>Namun, perasaan senang dan peningkatan dopamine yang muncul akibat statistik media sosial ini dapat meningkatkan ketidakpercayaan diri.<\/p>\n<p>Ketidakpercayaan diri yang muncul dapat berupa perilaku seperti membandingkan diri sendiri dengan orang lain, mengalami rasa ketidakpuasan, bahkan hingga menciptakan image palsu demi keinginan dan pujian dari orang lain.<\/p>\n<p>Saya sendiri pun pernah melewati fase ingin disukai banyak orang. Dulu saya rela pergi ke kafe Instagrammable dan memesan makanan berpenampilan cantik demi mengunggah foto estetis ke Instagram.<\/p>\n<p>Hal tersebut saya lakukan hampir setiap minggu dengan mengajak teman-teman lain, lalu mengambil foto diri dengan gaya ala selebgram disertai oleh makanan yang ditata cantik dengan harga yang tidak murah.<\/p>\n<p>Hasil foto tersebut kemudian saya sortir berdasarkan mana yang sekiranya akan disukai orang lain, lantas saya lakukan beberapa proses pengeditan, seperti perubahan warna foto dan juga bentuk badan, kemudian barulah saya unggah ke Instagram.<\/p>\n<p>Pada awalnya respons yang saya dapat memang sangat baik, dilihat dari banyaknya like dan feedback pada foto-foto yang saya unggah. Sehingga, saya pun ketagihan karena ingin orang lain terus menyukai unggahan saya. Namun, sayangnya hal ini tidak berlangsung lama.<\/p>\n<p>Setelah beberapa kali mengunggah foto, respons yang saya dapat justru semakin menurun, seolah orang-orang bosan dengan foto yang saya unggah.<\/p>\n<p>Rasa jenuh ketika harus menampilkan sisi sempurna dalam diri sendiri pun muncul. Berpikir bahwa selama ini telah mengorbankan waktu dan tenaga yang banyak hanya agar disukai oleh orang lain. Padahal mereka tidak tahu di balik senyuman manis yang saya tampilkan, mengandung banyak sekali perjuangan. Ketika tidak memperoleh respons baik, saya pun mulai mempertanyakan diri sendiri seperti,<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Kompasiana.com, 13 Januari 2021<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>https:\/\/www.kompasiana.com\/niketutayusariutaridewi6039\/5ffc6b768ede486a6a5ddcd2\/jumlah-likes-foto-bukan-sumber-kebahagiaan-kita?utm_source=notifikasi_kompasiana Hal spontan yang sering kali kita lakukan sesaat setelah bangun pagi pastilah mencari smartphone, lalu meluncur ke aplikasi Instagram. Secara tidak sadar, hal ini telah menjadi sebuah rutinitas yang melekat pada diri kita. Apalagi beberapa menit setelah mengunggah foto atau video baru, jari kita akan otomatis menggeser layar kembali ke atas untuk menyegarkan feed&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":63147,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5030,5036,5039],"tags":[],"class_list":["post-73721","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uc-news-en","category-uc-news-2021-en","category-uc-news-januari-2021-en"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Salahkah Terobsesi dengan Jumlah &quot;Like&quot; di Media Sosial?. www.kompasiana.com. 13 Januari 2021. Ni Ketut Ayu Sari Utari Dewi. FIKOM - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Salahkah Terobsesi dengan Jumlah &quot;Like&quot; di Media Sosial?. www.kompasiana.com. 13 Januari 2021. Ni Ketut Ayu Sari Utari Dewi. FIKOM - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/niketutayusariutaridewi6039\/5ffc6b768ede486a6a5ddcd2\/jumlah-likes-foto-bukan-sumber-kebahagiaan-kita?utm_source=notifikasi_kompasiana Hal spontan yang sering kali kita lakukan sesaat setelah bangun pagi pastilah mencari smartphone, lalu meluncur ke aplikasi Instagram. Secara tidak sadar, hal ini telah menjadi sebuah rutinitas yang melekat pada diri kita. Apalagi beberapa menit setelah mengunggah foto atau video baru, jari kita akan otomatis menggeser layar kembali ke atas untuk menyegarkan feed...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-02-11T09:02:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Salahkah-Terobsesi-dengan-Jumlah-_Like_-di-Media-Sosial_-Halaman-1-Kompasiana.com-Google-Chrome-11_02_2021-15_57_38.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"382\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"517\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Salahkah Terobsesi dengan Jumlah &#8220;Like&#8221; di Media Sosial?. www.kompasiana.com. 13 Januari 2021. Ni Ketut Ayu Sari Utari Dewi. FIKOM\",\"datePublished\":\"2021-02-11T09:02:42+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\\\/\"},\"wordCount\":1163,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/02\\\/Salahkah-Terobsesi-dengan-Jumlah-_Like_-di-Media-Sosial_-Halaman-1-Kompasiana.com-Google-Chrome-11_02_2021-15_55_58gbr.jpg\",\"articleSection\":[\"UC News\",\"UC News 2021\",\"UC News Januari 2021\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\\\/\",\"name\":\"Salahkah Terobsesi dengan Jumlah \\\"Like\\\" di Media Sosial?. www.kompasiana.com. 13 Januari 2021. Ni Ketut Ayu Sari Utari Dewi. FIKOM - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/02\\\/Salahkah-Terobsesi-dengan-Jumlah-_Like_-di-Media-Sosial_-Halaman-1-Kompasiana.com-Google-Chrome-11_02_2021-15_55_58gbr.jpg\",\"datePublished\":\"2021-02-11T09:02:42+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/02\\\/Salahkah-Terobsesi-dengan-Jumlah-_Like_-di-Media-Sosial_-Halaman-1-Kompasiana.com-Google-Chrome-11_02_2021-15_55_58gbr.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/02\\\/Salahkah-Terobsesi-dengan-Jumlah-_Like_-di-Media-Sosial_-Halaman-1-Kompasiana.com-Google-Chrome-11_02_2021-15_55_58gbr.jpg\",\"width\":461,\"height\":101},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Salahkah Terobsesi dengan Jumlah &#8220;Like&#8221; di Media Sosial?. www.kompasiana.com. 13 Januari 2021. Ni Ketut Ayu Sari Utari Dewi. FIKOM\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Salahkah Terobsesi dengan Jumlah \"Like\" di Media Sosial?. www.kompasiana.com. 13 Januari 2021. Ni Ketut Ayu Sari Utari Dewi. FIKOM - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Salahkah Terobsesi dengan Jumlah \"Like\" di Media Sosial?. www.kompasiana.com. 13 Januari 2021. Ni Ketut Ayu Sari Utari Dewi. FIKOM - Library","og_description":"https:\/\/www.kompasiana.com\/niketutayusariutaridewi6039\/5ffc6b768ede486a6a5ddcd2\/jumlah-likes-foto-bukan-sumber-kebahagiaan-kita?utm_source=notifikasi_kompasiana Hal spontan yang sering kali kita lakukan sesaat setelah bangun pagi pastilah mencari smartphone, lalu meluncur ke aplikasi Instagram. Secara tidak sadar, hal ini telah menjadi sebuah rutinitas yang melekat pada diri kita. Apalagi beberapa menit setelah mengunggah foto atau video baru, jari kita akan otomatis menggeser layar kembali ke atas untuk menyegarkan feed...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2021-02-11T09:02:42+00:00","og_image":[{"width":382,"height":517,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/02\/Salahkah-Terobsesi-dengan-Jumlah-_Like_-di-Media-Sosial_-Halaman-1-Kompasiana.com-Google-Chrome-11_02_2021-15_57_38.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Salahkah Terobsesi dengan Jumlah &#8220;Like&#8221; di Media Sosial?. www.kompasiana.com. 13 Januari 2021. Ni Ketut Ayu Sari Utari Dewi. FIKOM","datePublished":"2021-02-11T09:02:42+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\/"},"wordCount":1163,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Salahkah-Terobsesi-dengan-Jumlah-_Like_-di-Media-Sosial_-Halaman-1-Kompasiana.com-Google-Chrome-11_02_2021-15_55_58gbr.jpg","articleSection":["UC News","UC News 2021","UC News Januari 2021"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\/","name":"Salahkah Terobsesi dengan Jumlah \"Like\" di Media Sosial?. www.kompasiana.com. 13 Januari 2021. Ni Ketut Ayu Sari Utari Dewi. FIKOM - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Salahkah-Terobsesi-dengan-Jumlah-_Like_-di-Media-Sosial_-Halaman-1-Kompasiana.com-Google-Chrome-11_02_2021-15_55_58gbr.jpg","datePublished":"2021-02-11T09:02:42+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Salahkah-Terobsesi-dengan-Jumlah-_Like_-di-Media-Sosial_-Halaman-1-Kompasiana.com-Google-Chrome-11_02_2021-15_55_58gbr.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Salahkah-Terobsesi-dengan-Jumlah-_Like_-di-Media-Sosial_-Halaman-1-Kompasiana.com-Google-Chrome-11_02_2021-15_55_58gbr.jpg","width":461,"height":101},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/salahkah-terobsesi-dengan-jumlah-like-di-media-sosial-www-kompasiana-com-13-januari-2021-ni-ketut-ayu-sari-utari-dewi-fikom\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Salahkah Terobsesi dengan Jumlah &#8220;Like&#8221; di Media Sosial?. www.kompasiana.com. 13 Januari 2021. Ni Ketut Ayu Sari Utari Dewi. FIKOM"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73721","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=73721"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73721\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63147"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=73721"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=73721"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=73721"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}