{"id":7379,"date":"2017-06-07T11:16:30","date_gmt":"2017-06-07T04:16:30","guid":{"rendered":"http:\/\/library.uc.ac.id\/?p=7379"},"modified":"2025-05-01T12:20:34","modified_gmt":"2025-05-01T05:20:34","slug":"kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\/","title":{"rendered":"Kebangkitan Identitas Kultural Kampung Yogya"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/06\/Kebangkitan-Identitas-Kultural-Kampung-Yogya.-Kompas.-2-April-2017.-Hal.10.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone  wp-image-7380\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2017\/06\/Kebangkitan-Identitas-Kultural-Kampung-Yogya.-Kompas.-2-April-2017.-Hal.10.jpg\" alt=\"Kebangkitan Identitas Kultural Kampung Yogya. Kompas. 2 April 2017. Hal.10\" width=\"1146\" height=\"903\" \/><\/a><\/p>\n<p>Sore tiu, sekitar pukul 15.30, Rabu (22\/3), di Jalan Langenastran Selatan, satu per satu orang berdatangan di sebuah rumah dengan halaman cukup luas. Mereka berganti pakaian tradisional Jawa lengkap denan belangkon atau ikat kepala. Setelah itu bergiliran duduk dan menarik panah dari gendewa. Ternyata mereka latihan jemparingan, panahan tradisional. Sudah lima tahun ini, pemanah yang berasal dari sejumlah daerah mengasah bidikan penahannya di tempat itu.<\/p>\n<p>Jemparingan menjadi salah satu daya tarik Kampung Wisata dan Busaya Langenastran, Yogyakarta. \u201cAnggota jemparingan sekitar 55 orang. Selain dari kampung sekitar, ada yang dari Sleman, Bantul, dan Imogiri. Bahkan dulu ada juga turis dari Ekuador dan Jepang yang menginap di Langenastran lalu ikut berlatih,\u201d kata Triyanto, Ketua Paseduluran Jemparingan Langenastro Yogyakarta. Jemparingan menjadi salah satu ikon wisata Lengenastran. Mereka berlatih dua kali seminggu, terorganisir baik dan setiap saat siap melayani turis yang ingin berlatih.<\/p>\n<p>Kampung Langenastran mencup wilayah Langenastran, Langenarjan, dan Langensuryo. Secara administratf berda di Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. Paling gampang kalau mau ikut gladen jemparingan (latihan memanah di Langenastran, carilah Alun-alun Selatan (Alun-alun Kidul, Alkid) Keraton Yogyakarta, lalu ikut jalan menuju ke timur .<\/p>\n<p>\u201cKami melihat potensi wisatawan yang datang ke Alun-alun Kidul sangat besar untuk dikenalkan dengan obyek wisata budaya Lagenastran. Tiap hari ratusan orang berdatangan, kalau libur sampai macet, selama ini jalan hanya untuk parkir, dengan mendeklarasikan sebagai kampung wisata, kami ingin menambah daya tarik bagi Kota Yogya,\u201d kata Sri Susilo, Sekretaris Paguyuban Kampung Wisata Budaya Langenastran.<\/p>\n<p>Alkid sudah menjadi menu wajib turis yang berwisata ke Yogyakarta. Pda malam hari ramai dengan odong-odong dan kuliner tradisional. Yang paling digemari ritual masangin, berjalan di antara dua pohon beringin dengan mata tertutup. Konon, siapa yang mampu melakukan masangin, keinginannya terkabul.<\/p>\n<p>Hermunanto, tokoh Langenastran, mengatakan, semula kampung itu sebagai tempat tinggal prajurit Langenastro selaku pengawal raja sejak zaman Hamengku Buwono II. \u201cKalau sekarang mungkin sama dengan Paspampres, Pasukan Pengamanan Presiden. Pada era Hamengku Buwono VII, prajurit Langenastro dilebur menjadi satu dengan prajurit Mantrijeron,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Potensi Langenastran bukan hanya jemparingan. Di kampung itu juga ada latihan belajar membatik di nDalem Bu Testri, menari tradisional dan macapat (tembang bahasa Jawa) di nDalem Madukusuman dan latihan bregada (pasukan) Langenastro.<\/p>\n<p>Di samping itu, terdapat sejumlah bangunan budaya, seperti nDalem Madukusuman, Masjid Margoyuwono, nDalem Drajaten, nDalem Supraban, nDalem Langenajan, Pendopo Yudaningrat, Pendopo Prabantaran dan Benten Baluwerti Keraton Yogyakarta. Berjalan-jalan di Kampung Langenastran, wisatawan juga akan banyak menemui <em>homestay<\/em> dengan harga terjangkau. Penduduk sebagian membuka warung kuliner, batik, serta kerajinan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Identitas kultural<\/strong><\/p>\n<p>Potensi kampung untuk memperkuat identitas keistimewaan Yoyakarta sangat terbuka. Revitalisasi kampung artinya juga akan menambah daya tarik wisatawan sekaligus juga untuk membagi kue pariwisata agar dinikmati warga kampung.<\/p>\n<p>Penamaan kampung di Yogyakarta mempunyai keunikan dan sejarah panjang yang menunjukkan identitas kultural kampung itu. Keberadaannya tidak terlepas dari Keraton Yogyakarta yang berdiri tahun 1755. Saat keraton sebagai tempat tinggal raja makin berkembang, organisasi dan pegawai (abdi dalem) juga kian besar, mereka membutuhka tempat tinggal yang makin banyak. \u201cPengaturan penempatan pemukiman para abdi dalem keraton menjadikan terbentuknya kampung-kampung di Kota yogyakarta,\u201d kata Bambang Yudoyono dalam bukunya berjudul <em>Sejarah dan Asal-usul Kampung Lngenastran dan Kampung Langenarjan Jogyakarta<\/em>.<\/p>\n<p>Penamaan kampung disesuaikan dengan profesi atau jabatan yang disandang. Misalnya, nayaka wolu, yaitu abdi dalem keraton yang menduduki jabatan cukup tinggi karena keahliannya. Nayaka Bumijo, Nayaka Gedong Kiwa, Gedong Tengen, dan seterusnya. Abdi dalem jabatan adalah orang yang karena keahliannya diberi jabatan oleh raja. Kampung sekitar keraton yang merupakan kawasan hunian para abdi dalem jabatan antara lain Mantrigawen, Suranatan, Pajeksan, dan Ngampilan.<\/p>\n<p>Abdi dalem prajurit adalah nama kelompok prajurit yang melaksanakan tugas dan fungs pertahanan-keamanan. Pada awalnya berjumlah 26 bregada, lalu menyusut tinggal menjadi 14 bregada, seperti Nyutra, kampung huniannya dinakan Nyutran, Wirabraja (Wirabrajan), Jagakarta (Jagakaryan), dan Langeharja (Langenharjan). Setiap kampung sejak awal mempunyai identitas yang akan membawa serta kultur dan keahlian para penghuninya. Di Kampung Langenastran, bekas peninggalan permukiman abdi dalem prajurit keraton, nyaris tidak tampak karena tak diketahui secara pasti rumah mana saja yang pernah menjadi tempat tinggal Prajurit Langenastro. Namun, ada tiga rumah di Kampung Langenastran yang ditetapkan sebagai cagar budaya, yakni Masjid Margoyuwono, Rumah Mdukusuman, dan Rumah Prawiyoyuwanan. Ensiklopedia Yogyakarta (2010) menyebutkan Masjid Margoyuwono dirancang oleh arsitek Belanda, Thomas Karsten, dengan memadukan komponen arsitektur Jawa dan Timur Tengah.<\/p>\n<p>Dengan akar sejarah dan asal-usul yang kuat, warga Kampung Langenastran mencoba merevitalisasi untuk mewujudkan Yogyakarta sebagai kota warisan budaya. Harapannya, apa yang dilakukan Kampun Langenastran akan diikuti kampung lainnya. Bukanlah hal yang mustahil jika kelak setiap kampung menata diri agar keberadaannya makin menegaskan keistimewaan Yogyakarta.<\/p>\n<p>Dimas W Nugraha &amp; Bambang Sigap Sumantri<\/p>\n<p><strong>Sumber:<\/strong> Kompas, 2 April 2017<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sore tiu, sekitar pukul 15.30, Rabu (22\/3), di Jalan Langenastran Selatan, satu per satu orang berdatangan di sebuah rumah dengan halaman cukup luas. Mereka berganti pakaian tradisional Jawa lengkap denan belangkon atau ikat kepala. Setelah itu bergiliran duduk dan menarik panah dari gendewa. Ternyata mereka latihan jemparingan, panahan tradisional. Sudah lima tahun ini, pemanah yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7380,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-7379","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kebangkitan Identitas Kultural Kampung Yogya - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kebangkitan Identitas Kultural Kampung Yogya - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sore tiu, sekitar pukul 15.30, Rabu (22\/3), di Jalan Langenastran Selatan, satu per satu orang berdatangan di sebuah rumah dengan halaman cukup luas. Mereka berganti pakaian tradisional Jawa lengkap denan belangkon atau ikat kepala. Setelah itu bergiliran duduk dan menarik panah dari gendewa. Ternyata mereka latihan jemparingan, panahan tradisional. Sudah lima tahun ini, pemanah yang...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-06-07T04:16:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-01T05:20:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Kebangkitan-Identitas-Kultural-Kampung-Yogya.-Kompas.-2-April-2017.-Hal.10-e1496808976186.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"635\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"446\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Kebangkitan Identitas Kultural Kampung Yogya\",\"datePublished\":\"2017-06-07T04:16:30+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:20:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\\\/\"},\"wordCount\":743,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Kebangkitan-Identitas-Kultural-Kampung-Yogya.-Kompas.-2-April-2017.-Hal.10-e1496808976186.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel Koran\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\\\/\",\"name\":\"Kebangkitan Identitas Kultural Kampung Yogya - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Kebangkitan-Identitas-Kultural-Kampung-Yogya.-Kompas.-2-April-2017.-Hal.10-e1496808976186.jpg\",\"datePublished\":\"2017-06-07T04:16:30+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-01T05:20:34+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Kebangkitan-Identitas-Kultural-Kampung-Yogya.-Kompas.-2-April-2017.-Hal.10-e1496808976186.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/Kebangkitan-Identitas-Kultural-Kampung-Yogya.-Kompas.-2-April-2017.-Hal.10-e1496808976186.jpg\",\"width\":635,\"height\":446},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kebangkitan Identitas Kultural Kampung Yogya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kebangkitan Identitas Kultural Kampung Yogya - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kebangkitan Identitas Kultural Kampung Yogya - Library","og_description":"Sore tiu, sekitar pukul 15.30, Rabu (22\/3), di Jalan Langenastran Selatan, satu per satu orang berdatangan di sebuah rumah dengan halaman cukup luas. Mereka berganti pakaian tradisional Jawa lengkap denan belangkon atau ikat kepala. Setelah itu bergiliran duduk dan menarik panah dari gendewa. Ternyata mereka latihan jemparingan, panahan tradisional. Sudah lima tahun ini, pemanah yang...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-06-07T04:16:30+00:00","article_modified_time":"2025-05-01T05:20:34+00:00","og_image":[{"width":635,"height":446,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Kebangkitan-Identitas-Kultural-Kampung-Yogya.-Kompas.-2-April-2017.-Hal.10-e1496808976186.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Kebangkitan Identitas Kultural Kampung Yogya","datePublished":"2017-06-07T04:16:30+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:20:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\/"},"wordCount":743,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Kebangkitan-Identitas-Kultural-Kampung-Yogya.-Kompas.-2-April-2017.-Hal.10-e1496808976186.jpg","articleSection":["Artikel Koran"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\/","name":"Kebangkitan Identitas Kultural Kampung Yogya - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Kebangkitan-Identitas-Kultural-Kampung-Yogya.-Kompas.-2-April-2017.-Hal.10-e1496808976186.jpg","datePublished":"2017-06-07T04:16:30+00:00","dateModified":"2025-05-01T05:20:34+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Kebangkitan-Identitas-Kultural-Kampung-Yogya.-Kompas.-2-April-2017.-Hal.10-e1496808976186.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Kebangkitan-Identitas-Kultural-Kampung-Yogya.-Kompas.-2-April-2017.-Hal.10-e1496808976186.jpg","width":635,"height":446},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/kebangkitan-identitas-kultural-kampung-yogya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kebangkitan Identitas Kultural Kampung Yogya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7379","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7379"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7379\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7452,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7379\/revisions\/7452"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7380"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7379"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7379"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7379"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}