{"id":73818,"date":"2017-06-13T14:29:11","date_gmt":"2017-06-13T07:29:11","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\/"},"modified":"2025-09-17T11:46:28","modified_gmt":"2025-09-17T04:46:28","slug":"berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\/","title":{"rendered":"Berharap Pada Kaukus Anti-Pembajakan"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Berharap-Pada-Kaukus-Anti-Pembajakan.-Bisnis-Indonesia.-13-Mei-2015.Hal_.2-e1497338890879.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-7681\" src=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/Berharap-Pada-Kaukus-Anti-Pembajakan.-Bisnis-Indonesia.-13-Mei-2015.Hal_.2-e1497338890879.jpg\" alt=\"Berharap Pada Kaukus Anti Pembajakan. Bisnis Indonesia. 13 Mei 2015.Hal.2\" width=\"1154\" height=\"1771\" \/><\/a><\/p>\n<p>Anang Hermansyah, artis dan musisi yang juga anggota DPR, pada sidang paripurna 24 April 2015 secara resmi mengusulkan pembentukan Kaukus Anti-Pembajakan dan Penegakan Hak Cipta DPR. Sebanyak 70 anggota DPR yang berasal dari lintas fraksi dan komisi turut serta meneken usulan pembentukan kaukus ini.<\/p>\n<p>Kaukus tersebut merupakan wujud keprihatinan terhadap praktik pembajakan yang telah merambah berbagai sektor di Tanah Air, mulai industri tekstil dan produk tekstil (TPT), industry <em>software<\/em> informasi teknologi, perbukuan, perfilman, hingga industry music. Di samping itu, kaukus diharapkan mengawasi pelaksanaan\u00a0 UU No.28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, serta menekan potensi kebocoran pemasukan negara dari sektor ekonomi kreatif.<\/p>\n<p>Salah satu kebocoran ada di sektor industry musik, Kementerian Perdagangan pada 2013 merilis data potensi kerugian pelaku industri musik sekitar Rp 4,5 triliun. Di akhir tulisannya, Anang yang juga musisi itu menyerukan perhatian serius Presiden atas problematika ini. Dalam konteks itu, pembentukan kaukus sekiranya merupakan energi positif untuk mendorong percepatan langkah konkret penanggulangan pembajakan di Tanah Air.<\/p>\n<p>Tahun lalu, pada pertemuan keduanya dengan gitaris band terkenal asal Inggris, Arkana, pada Rabu (6\/8), Jokowi menyatakan tiga strategi yang akan dija;ankan pemerintahannya untuk memajukan industry music Indonesia. <em>Pertama,<\/em> penegakan hukum, terutama yang mengatasi pembajakan. <em>Kedua<\/em>, memperbaiki infrastruktur dengan memperbanyak gedung pertunjukan musik yang lebih representative. <em>Ketiga<\/em>, regulasi insentif dari pemerintah, misalnya artis yang menghasilkan album akan diberi insentif. Ketiga janji tersebut perlu dikawal oleh kaukus yang digagas Anang.<\/p>\n<p>Kedekatan Jokowi dengan insan music dalam negeri dan luar negeri bisa menjadi modal awal untuk memuluskan niat mulai itu. Terlebih, <em>passion<\/em> dan ketertarikan personal Jokowi pada music, genre rock khususnya dan bisnis pertunjukan, akan membuat kebijakan pemerintahan ke depan lebih membumi. Jokowi juga \u2018orang pasar\u2019 yang paham dengan kebutuhan pelaku industry, karena itu akan mudah membangun kesepahaman secara nasional bahwa industry music dan bisnis pertunjukan adalan kesauan.<\/p>\n<p>Tifatul Sembiring saat menjadi Menkominfo era SBY melalui wewenang departemennya telah memblokir 20 situs yang disinyalir menyediakan konten bajakan yang sering dikunjungi dan diunduh masyarakat. Namun, mengatasi pembajakan musi, juga karya kreatif anak bangsa lainnya, dipahami bukan sebagai hal yang mudah. Bila disederhanakan, masalah mendasar terkait dengan ranah ini adalah soal mentalitas, <em>mindset<\/em>, bahkan <em>attitude<\/em> sebagai bangsa yang masih pada level rendah dalam hal penghargaan atas suatu karya.<\/p>\n<p>Apa yang terjadi di Indonesia bukan berarti satu-satunya kejadian langka YANG TIDAK DIJUMPAI DI TEMPAT LAIN. Isu pembajakan diyakini juga terjadi di negara lain, tapi di Indonesia atensi tentang hal itu cukup besar. Karena itu oerlu prioritas untuk lebih serius meminimalkan kesengajaan mengunduh karya music anak bangsa dengan cara illegal (tidak membayar).<\/p>\n<p>Secara global industry music telah berubah. Fenomena empiris yang tidak lagi aneh adalah, penjualan music di satu sisi mengalami penurunan, tetapi di sisi lain penggemar music terus bertambah, baik melalui komputer (Winamp, Media Player), pemutar MP3 (iPod), dan <em>handphone<\/em>.<\/p>\n<p>Rahardjo (2007) menyatakan, ada tiga hal mendasar yang menyebabkan oenurunan penjualan music di seluruh dunia; <em>distrptive technology<\/em>, perubahan kebiasaan orang modern dalam memutar lagu di CD\/MP3 <em>player<\/em>, dan pola bisnis baru. Dewasa ini banyak bermunculan model bisnis baru membeli lagu tidak satu album, tetapi per lagu. Pola ini menyerupai pembelian buku hanya bab 1 dan bab 5.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>UPAYA KREATIF<\/strong><\/p>\n<p>Dalam menangkal pembajakan di satu sisi dan menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadao karya kreatif music di sisi lain, peran pemerintah untuk mendorong peningkatankualitas bisnis pertunjukan melalui regulasi yang kondusif dan infrastruktur yang memadai sangatlah penting. Inilah momentum kebangkitan industry music dan bisnis pertunjukan. Selama ini era digitalisasi memberiukan dampak plus-minus dalam industry music. Di satu sisi, terjadi penurunan produk fisikal music dalam bentuk kaset\/CD\/DVD sejak akhir 1990-an, konsumsi music bergeser ke <em>online<\/em>, model bisnis tradisional terganggum dan secara keseluruhan menurunkan pendapatan.<\/p>\n<p>Di sisi lain, ketersediaan music digital lebih mudah dan murah yang menguntungkan konsumen, tersedianya peluang lebih besar bagi artis\/musisi untuk memproduksi dan mendistribusikan karya musi mereka, serta tidak tergantung pada perantara.<\/p>\n<p>Menyiasati fenomena tersebut, pelaku bisnis music memiliki beraneka macam strategi\/model bisnis baru yang inovatif. Di antaranya, <em>bundling<\/em>, seperti dilakukan beberapa pengusaha music bekerja sama dengan perusahaan ritel untuk menjual CD\/VCD di gerai ritel yang kian menjamur.<\/p>\n<p>Yang sulit dibendung adalah pembajakan. Sejak 2000, tren penjualan album fisikal (kaset, CD, dan sebagainya) di Indonesia menurut Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (Asiri) menurun dengan drastic. Dua faktor utama yang menjadi contributor utamanya adlaah pembajakan music yang terus meningkat dan perkembangan teknologi informasi yang memungkinkan orang untuk menyebarluaskan serta mengunduh music digital secara illegal via internet.<\/p>\n<p>Pembajakan music di Indonesia peredarannya diperkirakan mencapai 90% dari produk aslinya. Hanya 10% produk rekaman asli yang beredar di pasarna. Berdasarkan laporan tahunan International Federation of the Phonographic Industry, Indonesia masih berada dalam daftar 10 Priority Countries pembajakan music di seluruh dunia bersama Brasil, Kanada, Yunani, Kore Selatan, China, Italia, Meksiko, Rusia, dan Spanyol. Indonesia tercoreng dengan maraknya pembajakan berdasarkan tiga kriteria: rendahnya tingkat keseriusan pemerintah dalam memberantas pembajakan, mewabahnya tren lokal pembajakan, dan pentingnya pasar music legal di Indonesia di mata dunia (putranto, 2010 : 115). Pembajakan juga menyebabkan sumbangan industry music terhadap devisa hanya 0,73%. Namun, konsumen musi dalam negeri yang mendengarkan lagu-lagu produksi dalam negeri mencapai 80%. Selain mengatasi persoalan penurunan penjualan rekaman fisikal dengan model bisnis inovatif, dampak buiruk pembajakan juga dapat disiasati dengan penyelenggaraan konser. Artis musisi dunia yang mulai kerap tampil di Indonesia menjadi stimulant untuk mendorong tumbuhnya industry music melalui konser.<\/p>\n<p>qKini saatnya Jokowi membuktikan jani-janjinya dan keprihatiannnya atas apresiasi public yang rendah pada industry kreatif, khususnya di bidang music. Semoga k=Kaukus Anti-Pembajakan dan Penegakan Hak Cipta DPR dapat meningkatkan efektivitas kinerja pemerintah untuk mengatasi pembajakan dan sekaligus memberikan solusi kepada para pelaku industry kreatif.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber:\u00a0Bisnis Indonesia, Rabu, 13 Mei 2015<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anang Hermansyah, artis dan musisi yang juga anggota DPR, pada sidang paripurna 24 April 2015 secara resmi mengusulkan pembentukan Kaukus Anti-Pembajakan dan Penegakan Hak Cipta DPR. Sebanyak 70 anggota DPR yang berasal dari lintas fraksi dan komisi turut serta meneken usulan pembentukan kaukus ini. Kaukus tersebut merupakan wujud keprihatinan terhadap praktik pembajakan yang telah merambah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":79261,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5030,5059,5065],"tags":[],"class_list":["post-73818","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uc-news-en","category-uc-news-2015-en","category-uc-news-mei-2015-en"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Berharap Pada Kaukus Anti-Pembajakan - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Berharap Pada Kaukus Anti-Pembajakan - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Anang Hermansyah, artis dan musisi yang juga anggota DPR, pada sidang paripurna 24 April 2015 secara resmi mengusulkan pembentukan Kaukus Anti-Pembajakan dan Penegakan Hak Cipta DPR. Sebanyak 70 anggota DPR yang berasal dari lintas fraksi dan komisi turut serta meneken usulan pembentukan kaukus ini. Kaukus tersebut merupakan wujud keprihatinan terhadap praktik pembajakan yang telah merambah...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-06-13T07:29:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-17T04:46:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/nis.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"509\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"507\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Berharap Pada Kaukus Anti-Pembajakan\",\"datePublished\":\"2017-06-13T07:29:11+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-17T04:46:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\\\/\"},\"wordCount\":905,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/nis.jpg\",\"articleSection\":[\"UC News\",\"UC News 2015\",\"UC News Mei 2015\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\\\/\",\"name\":\"Berharap Pada Kaukus Anti-Pembajakan - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/nis.jpg\",\"datePublished\":\"2017-06-13T07:29:11+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-17T04:46:28+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/nis.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/06\\\/nis.jpg\",\"width\":509,\"height\":507},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Berharap Pada Kaukus Anti-Pembajakan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Berharap Pada Kaukus Anti-Pembajakan - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Berharap Pada Kaukus Anti-Pembajakan - Library","og_description":"Anang Hermansyah, artis dan musisi yang juga anggota DPR, pada sidang paripurna 24 April 2015 secara resmi mengusulkan pembentukan Kaukus Anti-Pembajakan dan Penegakan Hak Cipta DPR. Sebanyak 70 anggota DPR yang berasal dari lintas fraksi dan komisi turut serta meneken usulan pembentukan kaukus ini. Kaukus tersebut merupakan wujud keprihatinan terhadap praktik pembajakan yang telah merambah...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2017-06-13T07:29:11+00:00","article_modified_time":"2025-09-17T04:46:28+00:00","og_image":[{"width":509,"height":507,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/nis.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Berharap Pada Kaukus Anti-Pembajakan","datePublished":"2017-06-13T07:29:11+00:00","dateModified":"2025-09-17T04:46:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\/"},"wordCount":905,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/nis.jpg","articleSection":["UC News","UC News 2015","UC News Mei 2015"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\/","name":"Berharap Pada Kaukus Anti-Pembajakan - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/nis.jpg","datePublished":"2017-06-13T07:29:11+00:00","dateModified":"2025-09-17T04:46:28+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/nis.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/nis.jpg","width":509,"height":507},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/berharap-pada-kaukus-anti-pembajakan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Berharap Pada Kaukus Anti-Pembajakan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73818","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=73818"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73818\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":79262,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73818\/revisions\/79262"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/79261"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=73818"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=73818"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=73818"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}