{"id":73980,"date":"2015-12-15T09:07:40","date_gmt":"2015-12-15T02:07:40","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\/"},"modified":"2015-12-15T09:07:40","modified_gmt":"2015-12-15T02:07:40","slug":"yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\/","title":{"rendered":"Ingin Lestarikan Batik lewat Digitalisasi"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2015\/12\/Yohanes-Somawihardja-Menjaga-Batik-dengan-Cinta.-Surya.13-Desember-2015.Hal_.17.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-1689 size-full\" src=\"https:\/\/dieng.blob.core.windows.net\/library\/2015\/12\/Yohanes-Somawihardja-Menjaga-Batik-dengan-Cinta.-Surya.13-Desember-2015.Hal_.17-e1450145282784.jpg\" alt=\"Yohanes Somawihardja Menjaga Batik dengan Cinta. Surya.13 Desember 2015.Hal.1,7\" width=\"1000\" height=\"689\" \/><\/a><\/p>\n<p>Batik sebagus dan secanggih apapun pembuatannya suatu saat tetap akan hancur. Merawat batik sebaik mungkin hanya memperpanjang usianya. Itu sebabnya, Yohannes Sompawihardja memimpikan digitalisasasi batik utnuk mengabadikan warisan budaya Nusantara itu.<\/p>\n<p>Ditemui pekan lalu i ruang prtemuan rektorat Universitas Ciputra Surabaya, Yohannes Somawihardja dengan penuh semangat bicara tentang batik. Segala tetek bengkek batik ia ungkapkan, mulai dari awal mula cintanya bersemi pada batik, hingga koleksinya yang sebagian ia pamerkan siang itu. Direktur Akademik Universitas Ciputra yang akrab di panggil Pak Yo itu bercerita ia baru bersentuhan dengan batik sejak 1970-an, ketika ikut pamannya yang pedangang batik di Solo. \u201cWaktu itu batik bagi saya ya benda yang biasa \u2013 biasa saja, karena sudah menjadi bagian hidup sehari \u2013 hari\u201d, tuturnya. Kini Ia tak sekedar menjadi kolektor batik,tetapi\u00a0 juga mencintai warisan budaya Nusantara itu. Di rumahnya sudah ada ratusan batik yang di koleksinya.<\/p>\n<p>Belasan koleksinya dipamerkan pada Surya siang itu. Mulai batik yang sudah punah maupun yang baru diproduksi perajin batik baru tetapi punya cita rasa seni tinggi.<\/p>\n<p>Salah satu yang dipamerkan Yohannes pada\u00a0 Surya adalah batik pepaduan tiga daerah penghasil batik, yang disebut batik Tiga Negeri. Ia menjelaskan, unsur dalam batik itu mewakili Yogyakarta atau solo yang terkenal dengan soganya, Lasem terkenal dengan warna merahna, pekalongan terkena dengan birunya.<\/p>\n<p>\u201cDulu Batik Tiga Negeri ini dibuat\u00a0 di Solo, Lasem dan Pekalongan. Sekarang sudah punah. Pengusahanya sih masih ada, tetapi perajinnya yang tidak ada,\u201dkatanya. Ayah dua anak yang masih bocah ini juga memamerkan batik yang juga sudah punah, yaitu sarung encing yang berasal dari Pekalongan dan\u00a0 Lasem. \u201cSarung ini terpengaruhnya Cina dan Eropa. Ciri Eropa-nya adalah burung gereja. Ini dibuat tahun 1930-an untuk warga Tionghoa,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ada juga koleksi unik Yohannes, yaitu selendang bang biron ( merah, biru dan hitam )yang dibuat khusus untuk orang Sumatera. Ada yang batik yang dilihat dari dekat jelek, tapi indah bila dilihat dari jarak 5 meter.\u201dIni yang digemari orang asing. Kira \u2013 kira ini harganya Rp 15 juta,\u201dkatanya.<\/p>\n<p>Yang tak kalah unik adalah batik bikinan Oey Soe Tjoen, pembatik terkenal dari Pekalongan. Ia menyebut,selain Oey Soe Tjoen, ada dua lain yang menjadi pembatik top Pekalongan yaitu Liem Ping Wie dan Oey Bio Gwan. Tetapi, nama terakhir sudah meninggal.<\/p>\n<p>Batik Oey Soe Tjoen,kata pria kelahiran Parakan, kabupaten Temanggung pada 1959 itu, sangat istimewa . Ia pun membentangkan salah satu batik karya Oey Soe Tjoen yang didominasi warna biru.<\/p>\n<p>Ia pun menujuk titik \u2013 titik sebagai detail batik itu. Lalu di baliknya detail serupa tampak serupa.\u201dJadi, kain ini dibatik bolak \u2013 balik dengan tingkat kesulitan yang sama,\u201dkatanya.<\/p>\n<p>Ia pun tidak heran, selembar batik Oey Soe Tjoen bisa di bikin selama dua tahun.\u201dDan tentu saja harganya sangat mahal,\u201dkatanya.<\/p>\n<p>Ia juga menyebut, batik batik premium, termasuk yang produksi baru, tidak untuk dijahit menjadi baju.\u201dUntuk koleksi saja . Lagian sayang banget melihat batik \u2013 batik indah itu digunting gunting dan dijadikan baju,\u201dkatanya.<\/p>\n<p>Menyasikan banyaknya koleksi batik premium itu,suami Imelda Lewono itu, pun memikrkan bagaimana caranya melestarikan batik \u2013 batik luar biasa itu. \u201cSebab,disimpan dengan cara apapun , termasuk ditempatkan di ruang ber-AC yang menyala sepanjang\u00a0 waktu, batik itu akhirnya rusak juga,\u201dkata Yohannes.<\/p>\n<p>Yohannes pun sampai pada pemikiran untuk menyimpan batik \u2013 batik indah itu dalam bentuk digital . Cara ini,kata Yohannes selain ringkas juga relatif lebih murah .\u201dOrang sekarang mendokumentasikan batiknya dengan memotret ala kadarnya. Sehingga tidak bisa dilihat secara detail,\u201d kata Yohannes yang juga gemar mengoleksi keris itu.<\/p>\n<p>Dengan digitalisasi koleksi batik, batik \u2013 batik premium itu difoto dengan kamera beresolusi tinggi. Sehingga detailnya, seperti karya Oey Soe Tjoen, bisa terlihat jelas.\u201dDengann file digital begitu,siapa saja bisa belajar tentang batik tanpa takut merusak bendanya,\u201dkatanya.<\/p>\n<p>Namun, kata Yohannes, digitalisasi koleksi batik itu butuh upayayang tidak gampang.\u201dTetap butuh duit juga. Nah, untuk itu kami masih menunggu ada dermawan yang mau menyumbangkan hartanya untuk pelestarian batik,\u201dkatanya.<\/p>\n<p>Soal menikmati batik, Yohannes dan Imelda punya cara sendiri.Mereka \u00a0membentangkan batik pada sebuah gawangan. \u201c Lalu kami\u00a0 berdua duduk sambil memandangi batik itu , lalu berdiskusi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Bagaimana dengan anak-anaknya? Yohannes mengatakan,kedua anaknya sudah mengenal batik.\u201dTetapi untuk sampai pada pengetahuan mendalam,mereka belum,\u201dkatanya. (Adi Sasono)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber : Harian Pagi Surya \u201cSpirit Baru Jawa Timur\u201d , Minggu 13 Desember 2015<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Batik sebagus dan secanggih apapun pembuatannya suatu saat tetap akan hancur. Merawat batik sebaik mungkin hanya memperpanjang usianya. Itu sebabnya, Yohannes Sompawihardja memimpikan digitalisasasi batik utnuk mengabadikan warisan budaya Nusantara itu. Ditemui pekan lalu i ruang prtemuan rektorat Universitas Ciputra Surabaya, Yohannes Somawihardja dengan penuh semangat bicara tentang batik. Segala tetek bengkek batik ia ungkapkan,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":57870,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5030,5059,5094],"tags":[5099,5100,5098,5101],"class_list":["post-73980","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uc-news-en","category-uc-news-2015-en","category-uc-news-desember-2015-en","tag-batik-digital-en","tag-oey-soe-tjoen-en","tag-universitas-ciputra-en","tag-yohanes-somawihardja-en"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ingin Lestarikan Batik lewat Digitalisasi - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ingin Lestarikan Batik lewat Digitalisasi - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Batik sebagus dan secanggih apapun pembuatannya suatu saat tetap akan hancur. Merawat batik sebaik mungkin hanya memperpanjang usianya. Itu sebabnya, Yohannes Sompawihardja memimpikan digitalisasasi batik utnuk mengabadikan warisan budaya Nusantara itu. Ditemui pekan lalu i ruang prtemuan rektorat Universitas Ciputra Surabaya, Yohannes Somawihardja dengan penuh semangat bicara tentang batik. Segala tetek bengkek batik ia ungkapkan,...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-12-15T02:07:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Yohanes-Somawihardja-Menjaga-Batik-dengan-Cinta.-Surya.13-Desember-2015.Hal_.17-e1450145282784.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"689\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Ingin Lestarikan Batik lewat Digitalisasi\",\"datePublished\":\"2015-12-15T02:07:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\\\/\"},\"wordCount\":689,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/12\\\/Yohanes-Somawihardja-Menjaga-Batik-dengan-Cinta.-Surya.13-Desember-2015.Hal_.171.jpg\",\"keywords\":[\"batik digital\",\"oey soe tjoen\",\"universitas ciputra\",\"Yohanes Somawihardja\"],\"articleSection\":[\"UC News\",\"UC News 2015\",\"UC News Desember 2015\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\\\/\",\"name\":\"Ingin Lestarikan Batik lewat Digitalisasi - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/12\\\/Yohanes-Somawihardja-Menjaga-Batik-dengan-Cinta.-Surya.13-Desember-2015.Hal_.171.jpg\",\"datePublished\":\"2015-12-15T02:07:40+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/12\\\/Yohanes-Somawihardja-Menjaga-Batik-dengan-Cinta.-Surya.13-Desember-2015.Hal_.171.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/12\\\/Yohanes-Somawihardja-Menjaga-Batik-dengan-Cinta.-Surya.13-Desember-2015.Hal_.171.jpg\",\"width\":406,\"height\":314},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ingin Lestarikan Batik lewat Digitalisasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ingin Lestarikan Batik lewat Digitalisasi - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ingin Lestarikan Batik lewat Digitalisasi - Library","og_description":"Batik sebagus dan secanggih apapun pembuatannya suatu saat tetap akan hancur. Merawat batik sebaik mungkin hanya memperpanjang usianya. Itu sebabnya, Yohannes Sompawihardja memimpikan digitalisasasi batik utnuk mengabadikan warisan budaya Nusantara itu. Ditemui pekan lalu i ruang prtemuan rektorat Universitas Ciputra Surabaya, Yohannes Somawihardja dengan penuh semangat bicara tentang batik. Segala tetek bengkek batik ia ungkapkan,...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2015-12-15T02:07:40+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":689,"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Yohanes-Somawihardja-Menjaga-Batik-dengan-Cinta.-Surya.13-Desember-2015.Hal_.17-e1450145282784.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Ingin Lestarikan Batik lewat Digitalisasi","datePublished":"2015-12-15T02:07:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\/"},"wordCount":689,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Yohanes-Somawihardja-Menjaga-Batik-dengan-Cinta.-Surya.13-Desember-2015.Hal_.171.jpg","keywords":["batik digital","oey soe tjoen","universitas ciputra","Yohanes Somawihardja"],"articleSection":["UC News","UC News 2015","UC News Desember 2015"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\/","name":"Ingin Lestarikan Batik lewat Digitalisasi - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Yohanes-Somawihardja-Menjaga-Batik-dengan-Cinta.-Surya.13-Desember-2015.Hal_.171.jpg","datePublished":"2015-12-15T02:07:40+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Yohanes-Somawihardja-Menjaga-Batik-dengan-Cinta.-Surya.13-Desember-2015.Hal_.171.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Yohanes-Somawihardja-Menjaga-Batik-dengan-Cinta.-Surya.13-Desember-2015.Hal_.171.jpg","width":406,"height":314},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/yohanes-somawihardja-menjaga-batik-dengan-cinta\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ingin Lestarikan Batik lewat Digitalisasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73980","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=73980"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73980\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57870"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=73980"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=73980"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=73980"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}