{"id":74202,"date":"2019-12-03T15:02:51","date_gmt":"2019-12-03T08:02:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\/"},"modified":"2019-12-03T15:02:51","modified_gmt":"2019-12-03T08:02:51","slug":"asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\/","title":{"rendered":"Asmara Ciputra Kepada Seni Rupa. Tempo.2-8 Desember 2019. Hal. 102,103"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-17026\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2019\/12\/5de615da85fcd-5de615da85fcfAsmara-Ciputra-Kepada-Seni-Rupa.-Tempo.2-8-Desember-2019.-Hal.-102103.jpg-1500x1029.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"1029\" \/><\/p>\n<p>Dr (HC) Ir Ciputra wafat pada 27 November dinihari di Singapura. Ia dikenang dari segala sisi. Diantaranya sebagai kolektor seni rupa yang sangat serius dan pencipta infrastruktur kesenian yang punya sangat banyak kelebihan.<\/p>\n<p>Sebelum ia wafar, kelebihan-kelebihan itu sudah berkelindan dalam perbincangan banyak orang. Diantaranya dalam siding dewanjuri Anugerah Adhikarya Rupa 2014 dari Kementrian Pariwisata dan ekonomi kreatif. Dalam siding itu Ciputra sebagai pendiri Ciputra Artpreneur diusulkan mendapat penghargaan. Namun sidang menolak usul itu lantaran sebagian juri masih ingin menimbang kebih jauh hubungan bisnis Ciputra dengan proyek keseniannya.<\/p>\n<p>Usul berlanjut. Dua juri menyodorkan realitas pasar seni Ancol yang digagas Ciputra pada 1975 telah berjasa menggairahkan apresiasi masyarakat luas terhadap seni rupa, setidaknya selama tiga dawarsa. Juga betapa pasar Seni Ancol telah mengajarkan ihwal entrepreneurship kepada ratusan atau bahkan ribuan seniman yang menjadi anggotanya. Eh, usul masih saja mental. Maka Ciputra dan institusi seninya tidak masuk daftar penerima anugerah yang diunjukkan pada Oktober 2014 itu.<\/p>\n<p>Saya ikut menyesalkan gagal masuknya \u201cCiputra &amp; Co\u201d ini. Namun menteri Mari Elka Pangestu berbisik menghibur, \u201canugerah ini terlalu kecil untuk pak Ciputra\u2026\u201d. Adapun mantan menteri Kebudayaan dan Pariwisata, I Gede Ardika, yang didapuk sebagai ketua dewan juri, berkata, \u201cjangan-jangan pada saatnya Ciputra yang membesarkan hadiah kepada kita,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Entah kebetulan entah tidak, pada Agustus 2018 Ciputra memberikan trofi Ciputra Artpreneur kepada sejumlah institusi dan individu. Diantara penerima trofi tampak dua jari Anugerah Adhikarya Rupa. Dalam momen itu Ciputra berpidato, \u201cini hadiah seni tertinggi dari saya. Itu sebabkan trofinya saya rancang sendiri sebagus-bagusnya.\u201d<\/p>\n<p>Ciputra adalah pengamat seni yang tak pernah putus. Ia pembaca sejarah seni yang cermat sehingga tahu titik historis mana yang pantas diangkat sebagai aksen. Salah satu yang dianggap aksentuatif adalah kritis pedas Sudjojono atas lukisan-lukisan Mooi Indie (Indonesia Jelita), yang \u201cmazhab\u201d nya ditokohi Basoeki Abdullah. Kritik sudjojono, yang mengatakan lukisan Basoeki dan konco-konconya hanya mengabdi kepada\u00a0 duit, dan ketenangan Basoeki dalam menerima kritik mengusik pikiran Ciputra.<\/p>\n<p>\u201csaya ingin mempertemukan Pak Sudjojono dan pak Basoeki, yang katanya berseteru selama 50 tahun,\u201d ucapnya pada 1985. Atas ide itu, para petinggi Pasar Seni Ancol terpana. Agak mustahil, kata mereka. Pada masa penjajakan, saya mengatakan kepada Ciputra bahwa Basoeki itu aristokrat a lot, semetara sudjojono koppig sehingga mereka bakal susah dipertemukan. Ciputra berkata, seperti halnya membebaskan lahan yang sulit, semua ad acara postifnya. Ia lantas mengajak Affandi menjadi penengah.<\/p>\n<p>Syahdan, Basoeki-sudjojono-affandi \u201cterpaksa\u201d setuju. Ciputra gembira sekali. Namun rasa sukses itu terganggu ketika Affandi, maryati, ia ingin ikut dalam pameran, \u201cpak Affandi mengatakan bahwa Maryati, yang ternayat tidak suka lukisan suaminya, penggemar Basoeki Abdullah.\u201d Ciputra pun bersidang mencari jalan agar kehadiran karya Maryati tidak merusak kurasi sejarah. Kesungguhan Ciputra dalam perhelatan ini sekali lagi ditunjukkan lewat kegusarannya ketika melihat katalog pameran \u201cTiga Maestro Menguak Takdir\u201d tersebut tercetak jelek.<\/p>\n<p>Ciputra tidak ingin ketinggalan sepur seni rupa. Pada 1996, ia mencuatkan ide kompetisi desain patung untuk sejumlah kompleks perumahan yang ia bangun. Patung-oatung itu diisyaratkan bisa untuk monument, taman public atau rumah, sampah Interior.<\/p>\n<p>\u201cpilih sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya. Kalau perlu, tambah hadiahnya,\u201d ujarnya kepada dewan juri.<\/p>\n<p>Kehadiran CIputra mengejutkan peserta pertemuan lantaran sesungguhnya sang bos tidak perlu-perlu amat datang dalam acara itu. Melihat ada Ciputra, salah seorang juri mengontak Joop Ave, Menteri Pariwasata, Pos, dan telekomunikasi, dengan ilmu cepat, Joop tiba-tiba nongol dalam pertemuan. Kini balik Ciputra yang terkejut. Melihat\u00a0 Ciputra yang terkejut. Melihat ciputra terperangah, Joop menjawab tangkas, \u201csaya ingin bertemu dengan pak Ci, <em>The master of beauty Indonesian Housing complex.\u201d <\/em>Ciputra berkeyakinan, yang menelepon Joop adalah Nyoman Nuarta.<\/p>\n<p>Beberapa bulan setelah itu, Ciputra meminta saya memberika nama-nama perupa (pelukis, pematung, pegrafis) Indonesia terkenal yang sudah almarhum serta klasifikasi karier dan reputasi karya mereka. Ciputra menyatakan ingin menamai jalan-jalan dikompleks perumahan yang ia bangun dengan nama perupa. Lalu tersusunlah nama-nama itu, dari Raden Saleh sampai Trubus. Nama Pelukis hebat untuk jalan besar, sementara yang bagus tapi berkarier pendek untuk jalan buntu. Adapun Hendra Gunawan, pelukis kesayangannya, selalu diposisikan untuk jalan raya. Beberapa saat setelah itu, muncul kabar suram. Pemerintah menyeleksi nama-nama tersebut. Nama seniman yang dianggap terindikasi berkaitan dengan partai Komunis Indonesia dan sukarnois dilarang dipakai. Hendra Gunawan yang pernah menjadi anggota lembaga Kebudayaan Rakyat, Onderbouw PKI, tentu saja dicoret.<\/p>\n<p>\u201csaya kira ide ini kita hanguskan saja. Nanti kita teruskan kalau sudah ketemu waktunya,\u201d kata Ciputra dengan bersungut.<\/p>\n<p>Soal ciputra \u201ctidak tahan\u201d tak berkumpul dengan komunitas seniman tergambar dalam peristiwa-peristiwa lain. Nama Ciputra beberapa kali dicantumkan sebagai juri kehormatan Jakarta Art Awards. Tugas juri ini hanya meninjau hasil akhir materi yang dinilai. Tapi ciputra selalu ingat terlibar dalam kelengkapan penjurian. Agar tidak sendirian, ia lantas mengundang Fauzi Bowo, Gubernur Jakarta. Hebatnya, sang Gubernur datang.<\/p>\n<p>\u201cjangan pernah berpikir penilaian kami berdua bisa mempengaruhi penilaian anda semua, ha-ha-ha\u2026.Disini kami Cuma mau menikmati seni,\u201d Kata Ciputra. Ciputra dan seni memang tidak ada matinya.<\/p>\n<p>\u201cpak Ci kalau sudah ketemu lukisan koyo wong kesurupan asmara,\u201d tutur Agustinus Teddy Darmanto, perupa yang dipercaya Ciputra menggarap Dunia Fantasi. Dan tahap kesurupan itu erlihat ketika ia berhasil mengumpulkan puluhan lukisan Hendra.<\/p>\n<p>\u201cPak Teddy, saya ingin memajang lukisan ini di plafon rumah saya sehingga kalau saya berada disitu bisa melihat semuanya.<\/p>\n<p>Teddy tentu saja bingung. Namun, lantaran ia anak buah, perintah sang bos turuti saja. Puluhan lukisan Hendra lantas di-display menghadap lantai ruang makan dan ruang pertemuan dikediaman Ciputra, Pondok Indah, Jakarta. Ciputra mengatakan display itu lebih menggerakkan hati disbanding mural Michelangelo dikubah Sistine, Roma. Walau demikian, akhirnya semuanya dicopot karena urusan daya rekat cat dan grativasi.<\/p>\n<p>Kedekatan Ciputra dan Hendra sempat terdokumentasi beberapa lama dalam bentuk surat-menyurat. Saya beruntung bisa mengintip surat-surat itu. Dan lebih beruntung lagi saya boleh menyimpannya dalam bentuk fotokopi. Namun, Ciputra meminta saya tidak pernah mempublikasikannya. Sebab, sebagian isinya dirasa confidential dan sensitive, terutama yang menyangkut negoisasi harga lukisan.<\/p>\n<p>Pada sutau hari, terdengar kabar bundle surat-surat asli Ciputra-Hendra itu hilang. Sampai akhirnya Rina Ciputra Sastrawinata, Putri Ciputra, mendapat jalan: meminta Copy dari fotokopi yang saya simpan. Saya tentu tidak keberatan, meskipun untuk itu saya mengajukan permintaan surat tersebut boleh dipublikasikan. Setelah dua minggu tak ada kabar, jawaban pun muncul: \u201cPak Ciputra bilang boleh.\u201d Inilah sepotong surat Ciputra-Hendra yang ditulis pada akhir Februari akhir maret 1983.<\/p>\n<p>Surat Ciputra:<\/p>\n<p>Bapak Hendra yang terhormat\u2026..betapapun besarnya kekaguman saya terhadap karya-karya bapak, namun untuk membayar sebuah lukisan dengan harga Rp 20 atau Rp 30 juta saya tidak sanggup.<\/p>\n<p>Surat Hendra:<\/p>\n<p>Untung yang menawar adalah manusia yang telah menolong ratusan seniman manusia yang dengan air mata saya hormati. Itu sebabnya dalam kontrak pembelian lukisan yang sekarang ini saya adakan perobahan. Kalau tidak cocok dikembalikan. Demikian perobahannya\u2026\u201dOdalan\u201d, 4 x 2,10 m, Rp 6.000.000. \u201cngonjing\u201d, 4 x 2,10 m, Rp 6.000.000. \u201cudang\u201d, 3 x 1,45 m, Rp 1.500.000. \u201cmekutu\u201d, 3 x 1,45 m, Rp 1.500.000.<\/p>\n<p>Beberapa waktu setelah potongan surat itu saya publikasikan, Ciputra tampak bahagia dan berkomentar. \u201csaya bergembira akhirnya lukisan Hendra tak henti dihargai. Tempo hari, lukisan Hendra yang 3 meter terjual Rp 56 milliar dilelang Sotheby\u2019s Hong Kong. Bisa pak Agus bandingkan dengan harga ketika saya beli,\u201d tutur Ciputra pada pertengahan 2016.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Tempo.2-8 Desember 2019. Hal. 102,103<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dr (HC) Ir Ciputra wafat pada 27 November dinihari di Singapura. Ia dikenang dari segala sisi. Diantaranya sebagai kolektor seni rupa yang sangat serius dan pencipta infrastruktur kesenian yang punya sangat banyak kelebihan. Sebelum ia wafar, kelebihan-kelebihan itu sudah berkelindan dalam perbincangan banyak orang. Diantaranya dalam siding dewanjuri Anugerah Adhikarya Rupa 2014 dari Kementrian Pariwisata&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":61102,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5137,5138],"tags":[],"class_list":["post-74202","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uc-news-2019-en","category-uc-news-desember-2019-en"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Asmara Ciputra Kepada Seni Rupa. Tempo.2-8 Desember 2019. Hal. 102,103 - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Asmara Ciputra Kepada Seni Rupa. Tempo.2-8 Desember 2019. Hal. 102,103 - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dr (HC) Ir Ciputra wafat pada 27 November dinihari di Singapura. Ia dikenang dari segala sisi. Diantaranya sebagai kolektor seni rupa yang sangat serius dan pencipta infrastruktur kesenian yang punya sangat banyak kelebihan. Sebelum ia wafar, kelebihan-kelebihan itu sudah berkelindan dalam perbincangan banyak orang. Diantaranya dalam siding dewanjuri Anugerah Adhikarya Rupa 2014 dari Kementrian Pariwisata...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-12-03T08:02:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2019\/12\/5de615da85fcd-5de615da85fcfAsmara-Ciputra-Kepada-Seni-Rupa.-Tempo.2-8-Desember-2019.-Hal.-102103.jpg-e1575360068666.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2269\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1606\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Asmara Ciputra Kepada Seni Rupa. Tempo.2-8 Desember 2019. Hal. 102,103\",\"datePublished\":\"2019-12-03T08:02:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\\\/\"},\"wordCount\":1137,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/12\\\/5de615da85fcd-5de615da85fcfAsmara-Ciputra-Kepada-Seni-Rupa.-Tempo.2-8-Desember-2019.-Hal.-102103.jpg-e1575360068666.jpg\",\"articleSection\":[\"UC News 2019\",\"UC News Desember 2019\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\\\/\",\"name\":\"Asmara Ciputra Kepada Seni Rupa. Tempo.2-8 Desember 2019. Hal. 102,103 - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/12\\\/5de615da85fcd-5de615da85fcfAsmara-Ciputra-Kepada-Seni-Rupa.-Tempo.2-8-Desember-2019.-Hal.-102103.jpg-e1575360068666.jpg\",\"datePublished\":\"2019-12-03T08:02:51+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/12\\\/5de615da85fcd-5de615da85fcfAsmara-Ciputra-Kepada-Seni-Rupa.-Tempo.2-8-Desember-2019.-Hal.-102103.jpg-e1575360068666.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/12\\\/5de615da85fcd-5de615da85fcfAsmara-Ciputra-Kepada-Seni-Rupa.-Tempo.2-8-Desember-2019.-Hal.-102103.jpg-e1575360068666.jpg\",\"width\":2269,\"height\":1606},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Asmara Ciputra Kepada Seni Rupa. Tempo.2-8 Desember 2019. Hal. 102,103\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Asmara Ciputra Kepada Seni Rupa. Tempo.2-8 Desember 2019. Hal. 102,103 - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Asmara Ciputra Kepada Seni Rupa. Tempo.2-8 Desember 2019. Hal. 102,103 - Library","og_description":"Dr (HC) Ir Ciputra wafat pada 27 November dinihari di Singapura. Ia dikenang dari segala sisi. Diantaranya sebagai kolektor seni rupa yang sangat serius dan pencipta infrastruktur kesenian yang punya sangat banyak kelebihan. Sebelum ia wafar, kelebihan-kelebihan itu sudah berkelindan dalam perbincangan banyak orang. Diantaranya dalam siding dewanjuri Anugerah Adhikarya Rupa 2014 dari Kementrian Pariwisata...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2019-12-03T08:02:51+00:00","og_image":[{"width":2269,"height":1606,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2019\/12\/5de615da85fcd-5de615da85fcfAsmara-Ciputra-Kepada-Seni-Rupa.-Tempo.2-8-Desember-2019.-Hal.-102103.jpg-e1575360068666.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Asmara Ciputra Kepada Seni Rupa. Tempo.2-8 Desember 2019. Hal. 102,103","datePublished":"2019-12-03T08:02:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\/"},"wordCount":1137,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/5de615da85fcd-5de615da85fcfAsmara-Ciputra-Kepada-Seni-Rupa.-Tempo.2-8-Desember-2019.-Hal.-102103.jpg-e1575360068666.jpg","articleSection":["UC News 2019","UC News Desember 2019"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\/","name":"Asmara Ciputra Kepada Seni Rupa. Tempo.2-8 Desember 2019. Hal. 102,103 - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/5de615da85fcd-5de615da85fcfAsmara-Ciputra-Kepada-Seni-Rupa.-Tempo.2-8-Desember-2019.-Hal.-102103.jpg-e1575360068666.jpg","datePublished":"2019-12-03T08:02:51+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/5de615da85fcd-5de615da85fcfAsmara-Ciputra-Kepada-Seni-Rupa.-Tempo.2-8-Desember-2019.-Hal.-102103.jpg-e1575360068666.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/5de615da85fcd-5de615da85fcfAsmara-Ciputra-Kepada-Seni-Rupa.-Tempo.2-8-Desember-2019.-Hal.-102103.jpg-e1575360068666.jpg","width":2269,"height":1606},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/asmara-ciputra-kepada-seni-rupa-tempo-2-8-desember-2019-hal-102103\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Asmara Ciputra Kepada Seni Rupa. Tempo.2-8 Desember 2019. Hal. 102,103"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74202","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=74202"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74202\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61102"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=74202"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=74202"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=74202"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}