{"id":74495,"date":"2020-04-01T14:07:21","date_gmt":"2020-04-01T07:07:21","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\/"},"modified":"2020-04-01T14:07:21","modified_gmt":"2020-04-01T07:07:21","slug":"pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\/","title":{"rendered":"Pahami Emosi Negatif Alihkan dengan Kebiasaan baru. Jawa Pos 24 Maret 2020.Hal.15. Novensia Wongpy. Psikologi"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-extra_large wp-image-18369\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/04\/Pahami-Emosi-Negatif-Alihkan-dengan-Kebiasaan-baru.-Jawa-Pos-24-Maret-2020.Hal_.15.-Novensia-Wongpy.-Psikologi-1500x1119.jpg\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"1119\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/04\/Pahami-Emosi-Negatif-Alihkan-dengan-Kebiasaan-baru.-Jawa-Pos-24-Maret-2020.Hal_.15.-Novensia-Wongpy.-Psikologi-1500x1119.jpg 1500w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/04\/Pahami-Emosi-Negatif-Alihkan-dengan-Kebiasaan-baru.-Jawa-Pos-24-Maret-2020.Hal_.15.-Novensia-Wongpy.-Psikologi-300x224.jpg 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/04\/Pahami-Emosi-Negatif-Alihkan-dengan-Kebiasaan-baru.-Jawa-Pos-24-Maret-2020.Hal_.15.-Novensia-Wongpy.-Psikologi-1030x768.jpg 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/04\/Pahami-Emosi-Negatif-Alihkan-dengan-Kebiasaan-baru.-Jawa-Pos-24-Maret-2020.Hal_.15.-Novensia-Wongpy.-Psikologi-768x573.jpg 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/04\/Pahami-Emosi-Negatif-Alihkan-dengan-Kebiasaan-baru.-Jawa-Pos-24-Maret-2020.Hal_.15.-Novensia-Wongpy.-Psikologi-1536x1146.jpg 1536w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/04\/Pahami-Emosi-Negatif-Alihkan-dengan-Kebiasaan-baru.-Jawa-Pos-24-Maret-2020.Hal_.15.-Novensia-Wongpy.-Psikologi-705x526.jpg 705w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/04\/Pahami-Emosi-Negatif-Alihkan-dengan-Kebiasaan-baru.-Jawa-Pos-24-Maret-2020.Hal_.15.-Novensia-Wongpy.-Psikologi-450x336.jpg 450w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/04\/Pahami-Emosi-Negatif-Alihkan-dengan-Kebiasaan-baru.-Jawa-Pos-24-Maret-2020.Hal_.15.-Novensia-Wongpy.-Psikologi.jpg 1916w\" sizes=\"auto, (max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Pahami Emosi Negatif Alihkan dengan Kebiasaan baru<\/strong><\/p>\n<p>Halau Stres di Tengah Perubahan &#8220;Ekstrem&#8221;<\/p>\n<p><strong>SURABAYA,<\/strong> <em>Jawa Pos<\/em> &#8211; Pandemi korona dan beragam berita di sekitar kita tak pelak mengundang energi negatif. Rasa cemas, panik, hingga takut bisa muncul setelah kita terus-menerus membaca informasi korona. Apalagi, pandemi itu mengubah banyak rutinitas secara ekstrem.<\/p>\n<p>Semua hal sebisanya dilakukan di rumah saja demi memutus rantai persebaran virus. Mulai kerja di rumah, belajar di rumah, hingga meniadakan agenda ngumpul. &#8220;Ada yang merasa bosan. Ada yang cemas berlebih, bahkan stres,&#8221; ujar Novensia Wongpy SPsi MPsi.<\/p>\n<p>Lalu, bagaimana penanganan stres yang tepat? Sebagai psikolog, Noven menegaskan pentingnya seseorang memahami perasaan individu. Sebab, perasaan yang muncul bisa tidak sama dan penanganannya juga berbeda. &#8220;Apakah ini panik, bosan, takut, harus kita sendiri yang memahami,&#8221; kata Noven.<\/p>\n<p>Emosi negatif yang muncul tidak bisa dihindari atau disembunyikan. &#8220;Kalau kayak gitu, yang ada malah menumpuk dan tidak selesai,&#8221; tegas dosen Universitas Ciputra tersebut. Jika individu sudah memahami energi negatif yang dirasakan, solusinya harus dicari.<\/p>\n<p>Apa yang bisa dilakukan? Noven menyarankan setiap orang kembaIi merunut kebiasaan mereka. &#8220;Misalnya, bosan. Sukanya apa? Main sama teman? Oke, karena sekarang nggak bisa ketemu langsung, coba bikin conference call&#8221; tuturnya memberi contoh. Kebiasan lama tetap bisa dilakukan dengan versi baru.<\/p>\n<p>Jika perasaan cemas yang timbul, sebaiknya orang tersebut kembali mencari akar masalahnya. Rasa cemas itu muncul akibat kejadian apa? &#8220;Oh, ternyata baca berita jumlah korban korona yang naik, misalnya,&#8221; ucap Noven. Alumnus Psikologi Klinis Ubaya tersebut menyarankan seseorang mengurangi frekuensi membaca berita negatif. Misalnya, cukup sekali sehari, tidak perlu terus-terusan.<\/p>\n<p>Cemas juga bisa dihilangkan dengan memilih kegiatan lainnya. Hal itu juga perlu dirunut dengan kebiasaan masing-masing. Atau, bisa juga dengan mencoba kebiasaan baru. Begitu pun menghalau stres. &#8220;Suka mendengarkan musik Itu bikin lebih santai. Bisa dilakukan saat cemas dan stres muncul,&#8221; jelasnya. Intinya, seseorang harus melakukan kegiatan aktif. Deng-an begitu, emosi negatif tidak lagi diberi ruang dalam pikiran.<\/p>\n<p>Noven juga menyarankan meditasi sederhana. Duduk tenang dan pengaturan napas bisa jadi salah satu cara menghadapi energi negatif. &#8220;Meditasi sederhana ini bisa dengan panduan aplikasi, kan sekarang banyak,&#8221; ungkapnya. Bisa jadi, itulah pertolongan pertama bagi seseorang. Apalagi jika cemas dan panik yang dirasakan sampai berpengaruh pada fisik. Misalnya, detak jantung cepat, sesak napas, dan pandangan mata yang kabur.<\/p>\n<p>Jika gejala tersebut terus terjadi, Noven menekankan pentingnya menemui ahli seperti psikolog dan psikiater.&#8221;Himpunan psikologi juga sudah buka konseling online Jadi, bisa dicoba juga,&#8221; tuturnya saat dihubungi kemarin (23\/3). (dya\/c14\/nor)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber : Jawa Pos, 24 Maret 2020 | Hal 15<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Pahami Emosi Negatif Alihkan dengan Kebiasaan baru Halau Stres di Tengah Perubahan &#8220;Ekstrem&#8221; SURABAYA, Jawa Pos &#8211; Pandemi korona dan beragam berita di sekitar kita tak pelak mengundang energi negatif. Rasa cemas, panik, hingga takut bisa muncul setelah kita terus-menerus membaca informasi korona. Apalagi, pandemi itu mengubah banyak rutinitas secara ekstrem. Semua hal sebisanya&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":61430,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5041,5158],"tags":[],"class_list":["post-74495","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uc-news-2020-en","category-uc-news-maret-2020-en"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pahami Emosi Negatif Alihkan dengan Kebiasaan baru. Jawa Pos 24 Maret 2020.Hal.15. Novensia Wongpy. Psikologi - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pahami Emosi Negatif Alihkan dengan Kebiasaan baru. Jawa Pos 24 Maret 2020.Hal.15. Novensia Wongpy. Psikologi - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"&nbsp; Pahami Emosi Negatif Alihkan dengan Kebiasaan baru Halau Stres di Tengah Perubahan &#8220;Ekstrem&#8221; SURABAYA, Jawa Pos &#8211; Pandemi korona dan beragam berita di sekitar kita tak pelak mengundang energi negatif. Rasa cemas, panik, hingga takut bisa muncul setelah kita terus-menerus membaca informasi korona. Apalagi, pandemi itu mengubah banyak rutinitas secara ekstrem. Semua hal sebisanya...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-04-01T07:07:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/04\/Pahami-Emosi-Negatif-Alihkan-dengan-Kebiasaan-baru.-Jawa-Pos-24-Maret-2020.Hal_.15.-Novensia-Wongpy.-Psikologi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1916\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1429\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Pahami Emosi Negatif Alihkan dengan Kebiasaan baru. Jawa Pos 24 Maret 2020.Hal.15. Novensia Wongpy. Psikologi\",\"datePublished\":\"2020-04-01T07:07:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\\\/\"},\"wordCount\":422,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/04\\\/Pahami-Emosi-Negatif-Alihkan-dengan-Kebiasaan-baru.-Jawa-Pos-24-Maret-2020.Hal_.15.-Novensia-Wongpy.-Psikologi-2.jpg\",\"articleSection\":[\"UC News 2020\",\"UC News Maret 2020\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\\\/\",\"name\":\"Pahami Emosi Negatif Alihkan dengan Kebiasaan baru. Jawa Pos 24 Maret 2020.Hal.15. Novensia Wongpy. Psikologi - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/04\\\/Pahami-Emosi-Negatif-Alihkan-dengan-Kebiasaan-baru.-Jawa-Pos-24-Maret-2020.Hal_.15.-Novensia-Wongpy.-Psikologi-2.jpg\",\"datePublished\":\"2020-04-01T07:07:21+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/04\\\/Pahami-Emosi-Negatif-Alihkan-dengan-Kebiasaan-baru.-Jawa-Pos-24-Maret-2020.Hal_.15.-Novensia-Wongpy.-Psikologi-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2020\\\/04\\\/Pahami-Emosi-Negatif-Alihkan-dengan-Kebiasaan-baru.-Jawa-Pos-24-Maret-2020.Hal_.15.-Novensia-Wongpy.-Psikologi-2.jpg\",\"width\":350,\"height\":530},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pahami Emosi Negatif Alihkan dengan Kebiasaan baru. Jawa Pos 24 Maret 2020.Hal.15. Novensia Wongpy. Psikologi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pahami Emosi Negatif Alihkan dengan Kebiasaan baru. Jawa Pos 24 Maret 2020.Hal.15. Novensia Wongpy. Psikologi - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pahami Emosi Negatif Alihkan dengan Kebiasaan baru. Jawa Pos 24 Maret 2020.Hal.15. Novensia Wongpy. Psikologi - Library","og_description":"&nbsp; Pahami Emosi Negatif Alihkan dengan Kebiasaan baru Halau Stres di Tengah Perubahan &#8220;Ekstrem&#8221; SURABAYA, Jawa Pos &#8211; Pandemi korona dan beragam berita di sekitar kita tak pelak mengundang energi negatif. Rasa cemas, panik, hingga takut bisa muncul setelah kita terus-menerus membaca informasi korona. Apalagi, pandemi itu mengubah banyak rutinitas secara ekstrem. Semua hal sebisanya...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2020-04-01T07:07:21+00:00","og_image":[{"width":1916,"height":1429,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2020\/04\/Pahami-Emosi-Negatif-Alihkan-dengan-Kebiasaan-baru.-Jawa-Pos-24-Maret-2020.Hal_.15.-Novensia-Wongpy.-Psikologi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Pahami Emosi Negatif Alihkan dengan Kebiasaan baru. Jawa Pos 24 Maret 2020.Hal.15. Novensia Wongpy. Psikologi","datePublished":"2020-04-01T07:07:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\/"},"wordCount":422,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Pahami-Emosi-Negatif-Alihkan-dengan-Kebiasaan-baru.-Jawa-Pos-24-Maret-2020.Hal_.15.-Novensia-Wongpy.-Psikologi-2.jpg","articleSection":["UC News 2020","UC News Maret 2020"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\/","name":"Pahami Emosi Negatif Alihkan dengan Kebiasaan baru. Jawa Pos 24 Maret 2020.Hal.15. Novensia Wongpy. Psikologi - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Pahami-Emosi-Negatif-Alihkan-dengan-Kebiasaan-baru.-Jawa-Pos-24-Maret-2020.Hal_.15.-Novensia-Wongpy.-Psikologi-2.jpg","datePublished":"2020-04-01T07:07:21+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Pahami-Emosi-Negatif-Alihkan-dengan-Kebiasaan-baru.-Jawa-Pos-24-Maret-2020.Hal_.15.-Novensia-Wongpy.-Psikologi-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Pahami-Emosi-Negatif-Alihkan-dengan-Kebiasaan-baru.-Jawa-Pos-24-Maret-2020.Hal_.15.-Novensia-Wongpy.-Psikologi-2.jpg","width":350,"height":530},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/pahami-emosi-negatif-alihkan-dengan-kebiasaan-baru-jawa-pos-24-maret-2020-hal-15-novensia-wongpy-psikologi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pahami Emosi Negatif Alihkan dengan Kebiasaan baru. Jawa Pos 24 Maret 2020.Hal.15. Novensia Wongpy. Psikologi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74495","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=74495"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74495\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61430"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=74495"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=74495"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=74495"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}