{"id":74761,"date":"2021-04-13T13:29:43","date_gmt":"2021-04-13T06:29:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/"},"modified":"2021-04-13T13:29:43","modified_gmt":"2021-04-13T06:29:43","slug":"jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/","title":{"rendered":"Jalan Benteng dan Sejarah Masa Kolonial (6)_Mulai Ramai Pemukiman Penduduk setelah Benteng Hancur. Radar Surabaya. 9 April 2021.Hal.3. Chrisyandi.LIB"},"content":{"rendered":"<p><a ref=\"magnificPopup\" href=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-6_Mulai-Ramai-Pemukiman-Penduduk-setelah-Benteng-Hancur.-Radar-Surabaya.-9-April-2021.Hal_.3.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-24609 size-extra_large\" src=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-6_Mulai-Ramai-Pemukiman-Penduduk-setelah-Benteng-Hancur.-Radar-Surabaya.-9-April-2021.Hal_.3-1500x837.png\" alt=\"\" width=\"1500\" height=\"837\" srcset=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-6_Mulai-Ramai-Pemukiman-Penduduk-setelah-Benteng-Hancur.-Radar-Surabaya.-9-April-2021.Hal_.3-1500x837.png 1500w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-6_Mulai-Ramai-Pemukiman-Penduduk-setelah-Benteng-Hancur.-Radar-Surabaya.-9-April-2021.Hal_.3-300x167.png 300w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-6_Mulai-Ramai-Pemukiman-Penduduk-setelah-Benteng-Hancur.-Radar-Surabaya.-9-April-2021.Hal_.3-1030x575.png 1030w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-6_Mulai-Ramai-Pemukiman-Penduduk-setelah-Benteng-Hancur.-Radar-Surabaya.-9-April-2021.Hal_.3-768x428.png 768w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-6_Mulai-Ramai-Pemukiman-Penduduk-setelah-Benteng-Hancur.-Radar-Surabaya.-9-April-2021.Hal_.3-1536x857.png 1536w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-6_Mulai-Ramai-Pemukiman-Penduduk-setelah-Benteng-Hancur.-Radar-Surabaya.-9-April-2021.Hal_.3-705x393.png 705w, https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-6_Mulai-Ramai-Pemukiman-Penduduk-setelah-Benteng-Hancur.-Radar-Surabaya.-9-April-2021.Hal_.3.png 1990w\" sizes=\"auto, (max-width: 1500px) 100vw, 1500px\" \/><\/a><\/p>\n<blockquote><p>Seiring perkembangan zaman, Jalan Benteng tidak hanya menjadi kawasan perdagangan.\u00a0 Akan tetapi juga menjadi kawasan pemukiman penduduk.<\/p><\/blockquote>\n<p>Ginanjar Elyas Saputra Wartawan Radar Surabaya<\/p>\n<p>KAWASAN Jalan Benteng terdapat berbagai etnis penduduk, mulai dari Toaghoa, Arab, Melayu, priumi dan lain-lain sebagainya nenduduk lokasi ini.\u00a0 Namun ra diamati sekaberdering, kawasan tersebut tidak hanya diduduki warga Tionghoa, Arab dan Melayu saja.\u00a0 &#8220;Zaman dulu belum begitu padat. Maka dari itu pemukiman di sana dibagi berdasarkan jenis suku bangsa. Sekarang ya sudah campur aduk pemukimannya,&#8221; kata Sejarahwan sekaligus pustakawan Universitas Ciputra Surabaya, Chrisyandi Tri Kartika.<\/p>\n<p>Hingga akhirnya benteng dihancurkan di tahu mulai banyak berdiri bangunan warga dengan mengikuti perkembangan kota. Ada beberapa kampung sehingga dinamai dengan sebutan 893, Kampung Benteng.<\/p>\n<p>Dijelaskan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispupip) Kota Surabaya Musdiq Ali Suhud, lokasi ini terdapat subkompleks perkampungan.\u00a0 Mulai dari kampung Benteng Miring, Benteng Timur, dan Benteng Dalam. &#8220;Jadi penamaan tersebut ada kisahnya masing-masing,&#8221; kata Musdiq.<\/p>\n<p>Kian ramainya penduduk dan pemukiman di Kampung Benteng tidak lain karena penghancuran Citadel Prins Hendrik sendiri yang akhirnya bukan menjadi kawasan pertahanan, melainkan dapat di&#8217;adikan pemukiman masyaran Ketika masih berdirinya teng masyaran engga enempati kawasan itu di akhir banyak.&#8221; kosong.<\/p>\n<p>Mulai Ramai &#8230;<\/p>\n<p>Namun setelah benteng dihancurkan, satu orang memanfaatkan kawasan tersebut.\u00a0 Lokasi yang strategis juga menjadi alasan kawasan tersebut berkembang menjadi perkampungan, kawasan perdagangan hingga perindustrian.<\/p>\n<p>&#8220;Pada zaman dulu memang kawasan yang dekat dengan sungai dianggep sebagai kawa- san yang strategis, karena jalur transportasi transportasi kala itu,&#8221; pungkas- nya.\u00a0 (bersambung \/ nur)<\/p>\n<p>Sumber: Radar Surabaya. 9 April 2021.Hal.3<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seiring perkembangan zaman, Jalan Benteng tidak hanya menjadi kawasan perdagangan.\u00a0 Akan tetapi juga menjadi kawasan pemukiman penduduk. Ginanjar Elyas Saputra Wartawan Radar Surabaya KAWASAN Jalan Benteng terdapat berbagai etnis penduduk, mulai dari Toaghoa, Arab, Melayu, priumi dan lain-lain sebagainya nenduduk lokasi ini.\u00a0 Namun ra diamati sekaberdering, kawasan tersebut tidak hanya diduduki warga Tionghoa, Arab dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":63437,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5036,5168],"tags":[],"class_list":["post-74761","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uc-news-2021-en","category-uc-news-april-2021-en"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Jalan Benteng dan Sejarah Masa Kolonial (6)_Mulai Ramai Pemukiman Penduduk setelah Benteng Hancur. Radar Surabaya. 9 April 2021.Hal.3. Chrisyandi.LIB - Library<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jalan Benteng dan Sejarah Masa Kolonial (6)_Mulai Ramai Pemukiman Penduduk setelah Benteng Hancur. Radar Surabaya. 9 April 2021.Hal.3. Chrisyandi.LIB - Library\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Seiring perkembangan zaman, Jalan Benteng tidak hanya menjadi kawasan perdagangan.\u00a0 Akan tetapi juga menjadi kawasan pemukiman penduduk. Ginanjar Elyas Saputra Wartawan Radar Surabaya KAWASAN Jalan Benteng terdapat berbagai etnis penduduk, mulai dari Toaghoa, Arab, Melayu, priumi dan lain-lain sebagainya nenduduk lokasi ini.\u00a0 Namun ra diamati sekaberdering, kawasan tersebut tidak hanya diduduki warga Tionghoa, Arab dan...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Library\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-04-13T06:29:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-6_Mulai-Ramai-Pemukiman-Penduduk-setelah-Benteng-Hancur.-Radar-Surabaya.-9-April-2021.Hal_.3.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1990\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1110\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin_library\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin_library\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin_library\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"headline\":\"Jalan Benteng dan Sejarah Masa Kolonial (6)_Mulai Ramai Pemukiman Penduduk setelah Benteng Hancur. Radar Surabaya. 9 April 2021.Hal.3. Chrisyandi.LIB\",\"datePublished\":\"2021-04-13T06:29:43+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/\"},\"wordCount\":266,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-6_Mulai-Ramai-Pemukiman-Penduduk-setelah-Benteng-Hancur.-Radar-Surabaya.-9-April-2021.Hal_.3gbr.jpg\",\"articleSection\":[\"UC News 2021\",\"UC News April 2021\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/\",\"name\":\"Jalan Benteng dan Sejarah Masa Kolonial (6)_Mulai Ramai Pemukiman Penduduk setelah Benteng Hancur. Radar Surabaya. 9 April 2021.Hal.3. Chrisyandi.LIB - Library\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-6_Mulai-Ramai-Pemukiman-Penduduk-setelah-Benteng-Hancur.-Radar-Surabaya.-9-April-2021.Hal_.3gbr.jpg\",\"datePublished\":\"2021-04-13T06:29:43+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-6_Mulai-Ramai-Pemukiman-Penduduk-setelah-Benteng-Hancur.-Radar-Surabaya.-9-April-2021.Hal_.3gbr.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/04\\\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-6_Mulai-Ramai-Pemukiman-Penduduk-setelah-Benteng-Hancur.-Radar-Surabaya.-9-April-2021.Hal_.3gbr.jpg\",\"width\":985,\"height\":445},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jalan Benteng dan Sejarah Masa Kolonial (6)_Mulai Ramai Pemukiman Penduduk setelah Benteng Hancur. Radar Surabaya. 9 April 2021.Hal.3. Chrisyandi.LIB\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/\",\"name\":\"Library\",\"description\":\"UC\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4cffc04a138a391647832a76dc126824\",\"name\":\"admin_library\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin_library\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.ciputra.ac.id\\\/library\\\/en\\\/author\\\/admin_library\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jalan Benteng dan Sejarah Masa Kolonial (6)_Mulai Ramai Pemukiman Penduduk setelah Benteng Hancur. Radar Surabaya. 9 April 2021.Hal.3. Chrisyandi.LIB - Library","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Jalan Benteng dan Sejarah Masa Kolonial (6)_Mulai Ramai Pemukiman Penduduk setelah Benteng Hancur. Radar Surabaya. 9 April 2021.Hal.3. Chrisyandi.LIB - Library","og_description":"Seiring perkembangan zaman, Jalan Benteng tidak hanya menjadi kawasan perdagangan.\u00a0 Akan tetapi juga menjadi kawasan pemukiman penduduk. Ginanjar Elyas Saputra Wartawan Radar Surabaya KAWASAN Jalan Benteng terdapat berbagai etnis penduduk, mulai dari Toaghoa, Arab, Melayu, priumi dan lain-lain sebagainya nenduduk lokasi ini.\u00a0 Namun ra diamati sekaberdering, kawasan tersebut tidak hanya diduduki warga Tionghoa, Arab dan...","og_url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/","og_site_name":"Library","article_published_time":"2021-04-13T06:29:43+00:00","og_image":[{"width":1990,"height":1110,"url":"https:\/\/static.uc.ac.id\/library\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-6_Mulai-Ramai-Pemukiman-Penduduk-setelah-Benteng-Hancur.-Radar-Surabaya.-9-April-2021.Hal_.3.png","type":"image\/png"}],"author":"admin_library","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin_library","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/"},"author":{"name":"admin_library","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"headline":"Jalan Benteng dan Sejarah Masa Kolonial (6)_Mulai Ramai Pemukiman Penduduk setelah Benteng Hancur. Radar Surabaya. 9 April 2021.Hal.3. Chrisyandi.LIB","datePublished":"2021-04-13T06:29:43+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/"},"wordCount":266,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-6_Mulai-Ramai-Pemukiman-Penduduk-setelah-Benteng-Hancur.-Radar-Surabaya.-9-April-2021.Hal_.3gbr.jpg","articleSection":["UC News 2021","UC News April 2021"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/","name":"Jalan Benteng dan Sejarah Masa Kolonial (6)_Mulai Ramai Pemukiman Penduduk setelah Benteng Hancur. Radar Surabaya. 9 April 2021.Hal.3. Chrisyandi.LIB - Library","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-6_Mulai-Ramai-Pemukiman-Penduduk-setelah-Benteng-Hancur.-Radar-Surabaya.-9-April-2021.Hal_.3gbr.jpg","datePublished":"2021-04-13T06:29:43+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-6_Mulai-Ramai-Pemukiman-Penduduk-setelah-Benteng-Hancur.-Radar-Surabaya.-9-April-2021.Hal_.3gbr.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Jalan-Benteng-dan-Sejarah-Masa-Kolonial-6_Mulai-Ramai-Pemukiman-Penduduk-setelah-Benteng-Hancur.-Radar-Surabaya.-9-April-2021.Hal_.3gbr.jpg","width":985,"height":445},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/jalan-benteng-dan-sejarah-masa-kolonial-6_mulai-ramai-pemukiman-penduduk-setelah-benteng-hancur-radar-surabaya-9-april-2021-hal-3-chrisyandi-lib\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jalan Benteng dan Sejarah Masa Kolonial (6)_Mulai Ramai Pemukiman Penduduk setelah Benteng Hancur. Radar Surabaya. 9 April 2021.Hal.3. Chrisyandi.LIB"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#website","url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/","name":"Library","description":"UC","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/#\/schema\/person\/4cffc04a138a391647832a76dc126824","name":"admin_library","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/75781214a801ee0700a52770a6367c89fe1bf1dccd2c5f0a079ece6c531f4bae?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin_library"},"url":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/author\/admin_library\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74761","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=74761"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74761\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63437"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=74761"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=74761"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ciputra.ac.id\/library\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=74761"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}